rakhma Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Archive for May, 2009


Published May 15th, 2009

Tape Uli

Tape Uli adalah makanan yang sering di jumpai di sekitar jabodetabek. Tapi kalau Tape (ketan hitam) saja atau uli saja , hampir bisa ditemukan disetiap daerah. Bagi yang suka tape saja atau uli saja atau mau di padukan keduanya, saya ada informasi menarikl. Makanan ini masih di jual setiap hari di pasar tradisional, disekitar rumah saya . Pasar Musi namanya terletak di daerah Depok 2 Timur. Makanan ini di jamin enak dan murah . untuk Tape per Kg nya Rp 15.000,- bisa pesen per ons atau tergantung kebutuhan.  Harga ulinya per potong Rp 700,- atau Rp2000,- 3 potong. Makanan ini di keluarga akan ada bila lebaran atau ada pesta. Bagi mereka yang suka , tidak usah menunggu lama , hampir setiap hari tersedia. Kami akan mengantar ke tempat penjualnya atau mau titip juga bisa.

Published May 13th, 2009

Sepanjang Perjalanan

Aku berjalan sering ditemani kebodohan

Dia selalu bercerita banyak sepanjang jalan

Sampai panas kuping mendengar, tak satupun ada pelajaran

 

Aku berjalan lagi dengan kemalasan

Dia selalu saja pintar mencari berbagai alasan

Selalu ingin dimaklumi, sampai ketemu berbagai kegagalan

 

Aku berjalan bersama kenangan

Tak mau lepas kuat berpegangan

Sampai aku lupa masa depan, akhirnya tersandung banyak beban

 

Aku ditemani Duka

Dia selalu diam tak banyak kata

Memberi aku pelajaran dan Doa, menjadikan sabar menuju ridhoNya

 

Dan aku berjalan ditemani berani

mengajari aku membuka hati

Menemukan kekuatan, sampai menemukan jati diri

Published May 12th, 2009

Arti Sebuah Mimpi

Disaat Kegalauan hati menunggu jawab, Sekujur badan terasa lemas bagai tak bertulang. Hatiku gelisah, susah sekali untuk tidur pada malam itu . Mengapa ya Adikku semakin menurun kondisi fisiknya? Malam hari jumat 8 Mei 2009 saya diberi mimpi. Seolah dalam acara karnaval Iis ( Adik Perempuanku yang tengah berjuang melawan penyakit kanker stadium lanjut ) minta didandani. Dia terlihat cantik, tersenyum dengan didampingi suami setelah selesai berdandan. Mba Aku minta payung ? “Untuk apa”, kataku ? “Sebagai penopang kata Adikku. Dalam mimpiku yang dimaksud payung sebagai penopang adalah Payung panjang yang tanpa di lipat dengan warna hitam dengan pegangan melengkung, layaknya sebuah tongkat. “Ini payungnya”, kataku. Dengan tersenyum tanpa kata dia menerima payung yang dimaksud. Saat itulah langsung aku terbangun!! Astaghfirullah hal adhim!! Apa arti ini semua ya Allah ? Kenyataanya Adikku terbaring …. terkulai lemah tanpa sinar di wajahnya. Lemas…, lesu dan merintih…. menahan sakit!!!

Sambil mereka-reka apa sebenarnya arti sebuah mimpi itu , menjadikan saya serba salah dibuatnya. Sampai jam 8 pagi saya mau berangkat ke kantor, suami menegur kerja ku yang serba salah. Mama kenapa sih, dari tadi lesu amat., ayo cepet berangkat !!! Tanpa menjawab omelan suami tiba-tiba saya meneteskan air mata. Dari bibirku hanya keluar kata “maaf pah…” Aku bingung. Kenapa…. kamu? Ada apa….? Ayo katakan biar kamu lega. Aku ceritakan mimpi yang kualami, Mengapa ya pah dalam mimpi Adikku minta dandan dan terlihat cantik, dan minta payung untuk penopang katanya? Saya rasakan ada dua hal yang membuat saya menjadi bingung:

1. Payung sebagai penopang saya terjemahkan, dia minta perlindungan kepada saya, yang selama sakit ini memang sayalah yang menjadi tumpuanya. Sampai kapan ya pah saya harus melindungi….. dan mampukah saya ? sedanngkan sampai hari ini aku sudah tak punya apa-apa lagi, banyak sekali urusan rumah tangga menjadi terbengkali karena fokus mengurus adikku yang sakit ini. Maaf ya pah.., saya tidak bisa menolong seseorang setengah-setengah. Aku akan tetap berjuang, berusaha sampai nanti, maafkan mama… !! urusan keluarga menjadi nomor dua! “Ngga apa-apa mama, mama adalah pejuang dalam keluarga katanya”. “Terimakasih” kataku.

2. Payung hitam dapat juga sebagai lambang minta dihantar dalam karnaval perjalanan hidup yang terakhir? Semoga saya bisa ikhlas ya pah? Kalau inipun harus terjadi aku merasa harus menjadi penopang bagi anaknya yang masih berumur 2 tahun. aku minta ridhonya ya …!!

Terngiang jelas percakapan saya dengan suami tentang mimpi semalam bertemu adik. tersenyum menerima payung , sebagai penopang. Ya Allah beri hamba kekuatan, apapun pilihannya terasa berat semuanya. Sampailah pada jam di Hp menunjukkan jam 11 siang hari Jumat 8 Mei 2009 saya di telphon oleh suaminya, Mba…… IIs telah sampai pada Ajalnya!! Innalillahi wainnailahi raji’un!!! Ya Allah….., ternyata firasat lewat mimpiku adalah benar…!

Published May 11th, 2009

Langit dan Bumi

Bak langit yang cerah, mempesona

Membuat terlena Bumi, semua

Puas bersukaria , seperti akan ada selamanya

Bila Pada akhirnya tiba , mendung datang seketika

Engkau kelabakan, teriak dan merintih

Gelisah, takut…, takut…… itu nadanya

Engkau tutup telinga takut bunyi petir yang membahana

Engkau teriak, berkipas mengusir suhu panasnya

Engkau mendekap erat, kuat takut karena gelapnya

Kapan terang…, kapan terang…..,

Pekikan tak sabar , tak tahan , menusuk hati…

Waktu terang sudah kau gunakan apa

Wajah rupawan, elok jelita yang kau punya

Tubuh tinggi semampai, suara merdu bernada

Kesempatan, sarana dan fasilitas , engkau ada

Menjadi iri setiap insan dibuatnya

Apakah engkau menyadari anugrah yang maha kuasa ?

Hujan mau turun kebumi, dengan tanda

Langit memberi arti kehidupan Bumi

Adakah engkau mensyukuri?

Langit dan Bumi, pasangan serasi

Yang diinginkan setiap insani.

Mudah-mudahan engkau paham mengerti

Dalam kebisuan abadi

Published May 11th, 2009

Segera belok kanan dan terus jalan lurus kedepan

Secara tidak sengaja ketika sedang bertamu di rumah saudara untuk menghadiri Tahlilan hari ke tiga , ditelevisi sedang berlangsung acara yang dibawakan oleh Mario Teguh yang sangat menjadi favorit keluarga. Namun belum selesai kami menonton, harus segera menutup televisi karena tamu undangan Tahlilan sudah berdatangan. Ada kalimat yang membekas untuk dipahami “Segera belok kanan dan terus jalan lurus ke depan” Disitu di gambarkan garis yang menggambarkan kehidupan.

Sempat ada penanya yang kurang lebih menanyakan sbb: Untuk mencapai tujuan yang baik terkadang harus menempuh jalan berliku, bagaimana jalan lurus seperti yang bapak sarankan? Sebelum mendengar jawaban dari Mario Teguh TV dimatikan. Duh jadi bikin semakin penasaran.
“Segera Belok Kanan”, mungkin ini yang dimaksud kita sering dalam kondisi salah namun sering tidak menyadari, jadi harus segera taubat dan cari kebenaran. Apakah kita salah ? mungkin ini bisa diukur dari seringnya gagal menempuh cita-cita, dan tidak sukses dalam hidup. Tapi dimana ya tempat belok kanan,  dengan apa kita belok, siapa yang tahu tempat berbelok  ?

” Dan terus jalan lurus kedepan” Kalau kedepan ya, pastilah, artinya hidup itu harus maju, Siapa yang mau jalan ke belakang alias mundur dalam hidup.

“Terus Jalan Lurus” digambarkan seperti garis yang menggambarkan ada ujung dan ada pangkal. Jadi dimana ujung dan pangkal itu ? Garis itu sendiri kumpulan titik-titik yang terus-menerus besambung membentuk suatau garis. Titik-titik menggambarkan langkah-demi langkah dalam hidup yang mesti dijalani. Sambung menyambung menggambarkan kontinyu suatu pekerjaan kalau tidak ingin terputus di tengan jalan.

Menjadi jalan yang lurus, lebih baik dari jalan berbelok belok tentunya. Jalan lurus akan semakin cepat mencapai tujuan dibandingkan jalan berbelok-belok. Dimana jalan yang lurus itu ?

Published May 7th, 2009

Pergeseran mencoblos menjadi mencentang (mencontreng)

Pada Pemilu 2009 ada pergeseran dari istilah  mencoblos menjadi mencontreng. Mengapa bergeser dan ada makna apa di balik itu ? Mencari jawaban tidak ketemu, akhirnya membolak-balik kamus mudah mudahan mendapatkan jawaban.

Mencoblos mempunyai kata dasar Coblos, yang makna dalam kamus bahasa Indonesia berarti ” menusuk dengan benda kecil hingga tembus ( tentang kertas atau benda tipis). Kenyataan pada waktu kita datang ke TPS pada pemilu-pemilu sebelum tahun 2009 kita menusuk benda tipis yaitu kertas hingga tembus. Ini melambangkan kita menentukan pilihan sebagai lambang kemantapan dihati . Yang menjadi pilihan pasti akan menggores dihati, jadi akan lebih pas kalau di lambangkan dengan mencoblos.

Mencentang atau mencontreng, seperti pernah di ulas dalam Bolg pak Budi Hermana, yang diambil dalam kamus Bahasa Indonesia  Centang , centang parentang ,memberi tanda, tak beraturan letaknya, malang-melintang, porak-poranda, morat-maring   Pada Pemilu 2009 kemarin kita mencentang, memberi tanda ceklis, sebagai tanda pilihan kita……….? Kalau tanda pilihan kita apakah kita sudah menentukan pilihan ? Atau tanda porak-poranda, malang-melintang, setelah Pemilu….? Sebagai orang jawa yang mengenal  “Nata Nagara “dimana a dibaca o”   Noto Nogoro, Dari SukarNo, SuharTo dan Susilo B. YudhoyoNo ( kalau kepilih lagi) akan ada Goro-Goro paralel dengan centang parentang, tak beraturan, malang-melintang, porak-poranda, atau morat-marit ?

Published May 7th, 2009

Susu Sapi Murni

Tidak Jauh dari Kampus D, ada peternakan sapi yang setiap pagi dan siang hari (Jam 14.00) biasanya sudah selesai di perah. Harga per liternya Rp 6000,- bisa dibungkus per setengah liter atau satu liter. Boleh beli setengah liter. Hanya bayar ojeknya yang mahal, kalau bolak-balik dari kampus biasanya Rp 15000,-. Setiap dua hari sekali saya selalu beli untuk saudara yang sakit. Barangkali ada yang membutuhkan untuk yang sakit atau mau titip bisa menghubungi saya (081318360204). Kalau mau langsung beli ke peternakan bisa saya antar pas saya lagi ambil, biasanya hari senin, rabu dan jumat. Mudah-mudahan bermanfaat!!

Published May 6th, 2009

Apakah benar surga dibawah telapak kaki Ibu ?

Sebagai seorang Ibu dengan dua orang putri dan dua orang putra yang sedang tumbuh progresif secara fisik dan mental, sering dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan strategis yang membuat pusing kepala.  Salah satu pertanyaan yang diajukan anak lelaki saya  adalah menjadi judul uraian ini “Apakah benar surga dibawah telapak kaki Ibu ?” Mengapa tidak di bawah telapak kaki Bapak, Sebegitu muliakah seorang Ibu ? Padahal Bapak sebagai kepala keluarga menjadi Pemimpin yang akan menentukan  anak-anak untuk mencapai kehidupan yang baik ( Sorga ) ? Begitu kira-kira  pertanyaan Nyerocos dari anak- anakku yang laki-laki . Seperti kepanyakan jawaban Ibu pada umumnya saya mengatakan karena Ibu yang melahirkan mu, mengandung selama 9 bulan dengan susah payah, sedangkan tidak dilakukan oleh bapak ? Tapi Bapak kan yang jadi pemimpin, ngga adil, mestinya dua duanya punya surga di telapak kakinya  dong  !! Begitu anakku menimpali jawaban dengan cemberut menunjukkan ketidak puasan. Merasa penasaran saya terus mencari jawaban, membaca buku, mendengarkankuliah sampai bertanya langsung pada berbagai sumber yang dianggap faham. Jawaban yang didapat kira - kira adalah seperti keterangan dibawah ini ! mudah-mudahan anakku membaca dan menemukan jawaban.

Memahami suatu Kalimat dibedakan menjadi dua. Ada kalimat biasa dab ada kalimat Sastra. Kalimat sastra tercermin dalam bahasa ungkapan atau perumpamaan. Bahasa ungkapan juga dibedakan menjadi dua yaitu ungkapan nyata dan ungkapan tersembunyi. Ungkapan nyata pada kalimat sastra disisipi kata-kata  misal, umpama, bagaikan, bak,  dan sejenisnya. Bila dalam kalimat sastra tidak terdapat sisipan seperti itu maka dinamakan ungkapan tersembunyi. Mengapa Kalimat Surga dibawah telapak kaki ibu, disebut kalimat  ungkapan tersembunyi ? Karena dari kalimat tersebut tidak langsung diketahui maknanya secara jelas. Untuk bisa mendapat makna yang jelas perlu langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Sisipi kalimat tersebut dengan kata bagaikan  maka menjadi ” Surga itu bagaikan dibawah telapak kaki Ibu.
  2. Carilah makna dari kata-kata ungkapan pada kalimat tersebut. Kata yang harus di beri makna pada kalimat tersebut ada 3 yaitu Surga, dibawah telapak kaki dan Ibu. Surga setara dengan makna kebahagian, kesuksesan, keindahan, Dll.  Telapak kaki adalah bagian lembaga kaki yang terletak paling bawah, sebagai penopang tubuh. Menjadi Dibawah telapak kaki berarti menunjukan Dasar, fondasi atau alas. Ibu adalah makhluk Tuhan yang telah sukses melahirkan seorang anak  melalui proses kehamilan. Disini mengapa tidak disebut wanita atau perempuan? Apa hubungannya Ibu dengan kelahiran dan kehamilan ? Kata inipun harus dicari makna dibalik kata tersebut. Kehamilan adalah proses pembentukan manusia dari bertemunya sperma dan ovum sampai menjadi manusia sempurna secara fisik. Setelah itu lahirlah seorang bayi menjadi Manusia Sempurna secara fisik yang disebut prose Kelahiran
  3. Rangkaikan atau susun  makna kata menjadi makna  kalimat Surga di bawah telapak kaki Ibu, menjadi Kebahagiaan atau kesuksesan di landasi dari suatu proses panjang seperti kehamilan yang pasti akan dilahirkan. tiadak ada kehamilan tanpa kelahiran  Jadi Ibulah sebagai fodasi yang menghantarkan kesuksesan, melalui apa ?  Pendidikan tentunya. Dan Ibu sangat menentukan

Published May 5th, 2009

Hidup yang lebih hidup

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan hidup ? dan apa pula yang bisa menjadikan hidup kita menjadi lebih hidup? Untuk menjawab apa itu hidup  ?   Supaya lebih jelas digambarkan dengan bahasa perumpamaan. Hidup ada dua pilihan yaitu benar dan hidup Salah, dua duanya di lambangkan dengan pohon. Hidup Benar dilambangkan dengan pohon yang baik dan hidup salah  dilambangkan dengan pohon yang jelek.

Pohon yang baik pasti hidup subur, akarnya kuat, batangnya kokoh, daunnya rimbun, buahnya enak dimakan menyehatkan dan berguna dalam kehiduoan. Dari akar sampai pucuk mempunyai manfaat.  Pohon yang baik mampu menghasilkan biji yang berkualitas guna untuk melanjutkan keturunan, tentunya keturunan yang berkualitas pula seperti induknya.

Sebaliknya pohon yang jelek hidupnya tidak subur, sebagian akarnya tercabut dan bagian akar yang lain parasit pada tanaman lain. Batangnya rapuh, buahnya pahit beracun dan berduri pula. Kalau dimakan menyumbat kerongkongan tidak bisa masuk dan tidak bisa keluar yang mengakibatkan bencana luar biasa. Mampu menghasilkan biji tetapi  ujungnya akan seperti induknya yang menyengsarakan banyak orang.

Hidup yang baik seperti pohon berakar kuat, menghujam kebumi dan aktif bergerak sepanjang hari.  Begitu hidup yang kuat dan kokoh, pasti punya tempat berpijak, mempunyai dasar keimanan yang kuat, tulus sampai  mengakar  ke lubuk hati.  Akar itu aktif sepanjang hari, seperti manusia yang tak henti-hentinya bekerja sepanjang waktu sesuai disiplinnya. Siang hari mecari rejeki bagaikan mau hidup 1000 tahun lagi    dan  malam hari sibuk memenuhi panggilan Ilahi mengkaji,  ( belajar) sampai menjelang pagi bagaikan mau mati besok. Tak ada henti memenuhi, sebelum keburu mati.  Ini semboyan Ali, Bahtatan fililmi wal jismi (Luas dalam ilmu dan lincah dalam gerak)

Dinamika gerak ini, menjadi pohon tumbuh,  berbatang kokoh dan rimbun daunya sebagai lambang kesuburan. Begitu manusia aktif yang jauh dengan kemalasan, ujungnya pasti dirinya kokoh dan siap melindungi siapapun yang ada di dekatnya. Dari jauh kehijauan daunnya dinanti dan dirindukan. Dari dekat meneduhkan, memberi kesejukan,   dan menjadikan rasa damai siapapun yang berada disampingnya. satu pohon mampu begitu, banyak pohon duuuuhh  nikmatnya….

Pohon subur pasti berbunga hasil dari persilangan, penyerbukan atau sejenisnya. Lalu berurai mayang, menghidangkan buah untuk kehidupan dan  terkandung biji untuk melanjutkan keturunan.  Manusia yang sanggup menghiasi seperti bunga ini perlu orang lain agar saling menguatkan. Menebarkan pesona keindahan, lewat senyuman, sanggup menawarkan apa yang dipunya bak pohon yang menawarkan buah untuk siap dipetik. Manusia produktif sangat diperlukan.  Dia tidak bisa hidup sendiri, indifidualisme, atau egoisme pribadi pasti  butuh yang lain .  Antara laki-laki dan perempuan diwajibkan mengikuti sunahnya mencari pasangan sebagai bukti dari yang telah di uraikan.  Kalau semua manusia seperti itu, damainya kehidupan, Indahnya dunia yang aku rindukan!!

Untuk menjadikan lebih dari sekedar hidup, tanaman itu mampu meregenerasi lewat biji , stek atau tunas lewat umbinya. Hidup yang dijelaskan betapa indahnya, namun serasa mandul seperti pengantin baru yang habis masa halimunnya. Bila ternyata tidak sanggup menghasilkan keturunan. Dengan keturunan melengkapi kesempurnaan kehidupan. Doktrin yang penting tidak mengganggu orang lain tanpa berguna, jauh dari indahnya surga. Biarlah aku sendiri yang penting berguna juga belum ada disurga. karena surga itu bagaikan taman yang pasti banyak pohon-pohon produktif, saling memberi, menawarkan  dan tidak sendiri.

Bagi yang sendiri, menghasilkan keturunan tidak harus mempunyai anak. apa  yang dimiliki membuat merasa lebih baik perlu turunkan. Diajari yang lain membuat mampu seperti diri itu bukti turunan.  Terus bekerja dengan yang lain, mengangkat yang lemah,   mengobarkan semangat, memberi yang kurang, mencerahkan yang kusam dan berbagai bentuk mulia dalam kehidupan.

Itulah yang menjadikan hidup lebih hidup adalah dilengkapi keturunan lewat berbagai ungkapan.

Published May 4th, 2009

SENANDUNGKU

Ya Rabbiiii…….

Pencipta semesta angkasa dan bumi ini

Sesungguhnya saya…

Ingin menurut perintah Mu

Ingin menjauhi segala larangan Mu

Ingin mengabdi kepada Mu

Setulus hati menjadi hidup menurut segala yang Engkau mau

Ya Rabbiii……..

Revolusikanlah diriku

yakni perbaikilah hidupku

angkatlah martabat hidupku

yaitu limpahilah hidup adil makmur

yakni pedomanilah hidupku

yaitu bentengi hidupku dari pengaruh nafsu

yakni bersihkanlah dari sisa-sisa kotoran dosaku

Ya Rabbiii…..

Karuniakanlah kepada kami hidup saling hormat

Hidup saling memakmurkan

Hidup saling kasih sayang

Hidup saling memenuhi harapan kemanusiaan

Hidup saling menghantarkan sampai ke tujuan

Hanyalah Lillahirabbil’alamiin

Ya Rabbiii…….

Seluruh hidup dan matiku kelak

Semoga di jalan shirathal mustaqim

Jalan yang telah Engkau mantapkan pada kekasih hati

Muhammad Abduhu warashulihi

Ya Rabbiiii…..

Ijinkanlah senandungku, mantap dihati

sampai pada ujung cita nantiii, Amien !!!!


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.