Berita duka saudaraku
Adalah juga gambaran diriku
Membuatku sedih dan pilu
Tak tahu apa yang sebenarnya aku mau
Aku takut ketika nanti ajal menjemput
Karena semua duniaku kan larut
Semua yang kumiliki tak pernah luput
Duniaku…, hartaku…, orang-orang disekelilingku dan semuanya akan hanyut
Aku tidak kuasa menghindari
Hatta aku membentengi diri jeruji besi
Malaikat maut akan menghampiri
Entah kapan.., tak tahulah aku ini
Kepastian ajal dari Mu, rancangan pasti
Menjemputku suatu saat nanti….
Takkan pernah permisi
Datang pada setiap diri
Ya Rabbi……
Tulangku bergemeretak mengingat ini
Darah mendesir.., spontan bulu kuduk tegak berdiri….
Aku gemetar …, menerawang yang akan terjadi
Ketika ajalku tiba nanti
Adalah sebagai pintu pembuka alam akhirat yang abadi
Hanya dua model yang disajikan Ilahi
Apakah saya akan istirahat atau yang di istirahatkan nanti
Doaku adalah istirahat panjang
Karena tugas telah selesai tuntas dengan tenang
Maka ketika malaikat penjemput datang
Yang ku terima Salam , senyum riang
Tanda bagahagia menjelang
Namun jika kepastian diistirahatkan
Tidur panjangku menggelisahkan
Ketika film hidupku diputarkan
Penyesalan panjang tak terbantahkan
Ya rabbi….., beri waktu sesaat lagi
Aku ingin memperbaiki
Semua yang pernah terjadi, takkan kuulangi
Itu dia (syaitan) yang datang setiap hari
Datang menghampiri tanpa henti
Hingga aku terjerumus kini
Ya rabbi….
Setelah waktu di perpanjang lagi
Aku lupa dan lupa akan janji
Aku sibuk kian kemari
Mencari dan mencari
Dengan dalih sesuap nasi
Padahal kenyataanya rakus sekali
Gambaran ini
Janganlah menghampiri
Jeritan taubatku dari Nurani
Taat Patuh, atas Perintah Ilahi
Aku tak mau…
Ternyata taubatku palsu
Taubatku akan banyak membantu
Hingga akhir waktu
Dengan ketajaman ilmu , menenangkan kalbu
Membuat aku siap , atas pilihan dan keputusanku.
Menempuh ajal dengan terang
Bukan bayangan suram, menakutkan orang.
Karena ajal pasti kan datang.
Kusambut dengan riang