Beberapa waktu lalu saya secara tidak sengaja berkesempatan berkunjung ke ruangan kerja salah seorang rekan yang tergolong ahli robot……. PakĀ  Doktor TeBeeM. Nah pada saat di ruang kerjanya beliau sempat memperlihatkan hasil riset mahasiswa beliau dalam mengembangkan smart robot. Robot tersebut secara mengesankan mampu melakukan beberapa aktivitas yang sehari-hari dilakukan oleh manusia, seperti kemampuan jungkir balik, miring, lompat, dan berbagai gerak yang membutuhkan tingkat keseimbangan yang sempurna, seperti layaknya manusia.

Melihat karya mahasiswa Dr. TeBeeM, saya langsung teringat cerita “smart robot” yang diupload oleh seorang teman ke forum di salah satu social networking dunia maya. Berikut petikan ceritanya yang saya kembangkan dengan bahasa bebas.

Suatu hari seorang ayah yang menjadi Direktur Utama salah satu perusahaan asing saat sedang melakukan perjalanan dinas di luar negeri terkagum-kagum dengan hasil Project Research and Development yaitu Smart Robot.Salah satu kelebihan dan keunggulan utama smart robot ini adalah kemampuannya dalam mendeteksi kebohongan pembicaraan seseorang, seperti detektor kebohongan yang dimiliki oleh pihak kepolisian. Produk ini rencananya akan dipasarkan pada pertengahan tahun depan, dan sekarang dalam tahap quality test.

Melihat produk tersebut, Sang ayah teringat akan salah satu permintaan anaknya yang memang mengkoleksi berbagai jenis Robot. Kemudian dengan alasan sebagai test produk, dia segera membawa pulang Robot tersebut, serta sudah tidak sabar untuk segera menguji kehandalannya.

Sesampainya di rumah Robot cerdas tadi sengaja diletakkan di ruang tamu, agar bisa segera dipamerkan ke sang anak. Sudah maghrib sang anak masih belum juga pulang, setelah ditelpon berulang kali oleh ibunya, akhirnya sang anak muncul sekitar pukul 23.00 WIB. Saat sang anak sampai di rumah, sang ayah sudah menanti bersama si robot cerdas tadi.

Dengan suara lembut Ayah bertanya, “Dari mana kamu Nak?”; “Belajar dan ngerjain PR Yah….!” jawab si Anak spontan. Mendengar jawaban itu, PLAKKK …….kontan sang robot menampar pipi sang Anak. Masih terkejut dengan tamparan robot, sang Ayah berkata, “Jangan bohong kamu Nak…! Robot ini akan menamparmu tiap kali kamu bohong. Ayo…. jawab kamu dari mana?”. Dengan ketakutan sang Anak menjawab, “Nonton Yah di rumah temen…..”. Spontan Ayahnya langsung bertanya, “Film apa….??”, “Film perang……!”. PLAKKK …… spontan robot sekali lagi menampar si Anak. Sambil tersenyum Ayah berkata “Ayo yang jujur….gak usah bohong!!”. Dengan meringis menahan sakit si Anak menjawab “Film porno Yah….”.

Melihat kejujuran si Anak, dengan penuh kepuasan dan keangkuhan sang Ayah berusaha menasehatinya. “Dasar kamu…….masih kecil dah berani nonton film gituan……. waktu seumuran kamu,…… Ayah belum berani nonton film porno……” Tiba-tiba PLAKKK……………. smart robot langsung menampar Ayah. Kontan si Anak langsung tertawa terbahak-bahak melihat Ayahnya ikut terkena tamparan robot, yang artinya sang Ayah juga melakukan kebohongan. Sambil menahan sakit sang Ayah segera mengeluarkan jurus saktinya, yaitu memarahi si Anak…“Ngapain kamu cengengesan…… seneng liat orang tuanya sakit yach….!!” kemarahan Ayah tersebut lebih karena faktor malu ketahuan belangnya.

Mendengar ribut-ribut di ruang tamu, dengan tergopoh-gopoh si Ibu yang sudah berada di kamar tidur segera bergegas lari keluar, dengan tujuan untuk meredam kemarahan Ayah. Melihat wajah sang Anak yang merah lebam kena tamparan robot, si Ibu langsung berteriak……“Ayah…!!, jangan keterlaluan gitu donk…!!, walaupun nakal dia kan anak kamu juga….!!”. Tiba-tiba PLAKKK…….. si Ibu langsung ditampar oleh smart robot.

NB: Terima kasih tuk Pak Dr. TeBeeM yang telah memberikan inspirasi bagi saya tuk berbagi cerita……Hehehehe.