Menthokzky….enjoy & harmony

UG Staff Blog

Archive for January, 2010

Dinamisnya Gerak Tari Barong

Barong !!! mendengar kata ini sebagian besar ingatan dan pikiran kita pasti akan menuju ke suatu pulau yang konon menurut cerita merupakan tempat berkumpulnya para dewata ………..yach jelas sekali pasti BALI. Tidak akan lengkap rasanya kalau kita tidak menyaksikan secara langsung salah satu kebudayaan warisan leluhur yang paling sering dipentaskan dan dikenal memiliki perbendaharaan gerak tari yang komplit……. Tari BARONG. Perwujudan tari Barong dikenal dengan nama Barong Ket, yang merupakan satu bentuk perpaduan antara singa, macan, dan sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak. Wujud dan implementasi Barong Ket tersebut bila di tanah Jawa (tepatnya di Ponorogo-Jawa Timur) dikenal dengan nama Reog Ponorogo.

(more…)

A to Z Mempermudah Klaim Asuransi Jiwa

Terdapat banyak alasan yang selalu menjadi ‘momok’ dan kekhawatiran ketika menentukan dan memilih Perusahaan Asuransi yang diharapkan akan menjadi payung risiko. Salah satu yang sering menjadi pertanyaan utama adalah “bagaimana kalo nanti klaim-nya susah?” atau “jangan2 perusahaan hanya mempermudah saat pembayaran premi saja, ntar waktu pengajuan klaim dipersulit dan ruwet?“. Bila ditinjau dari prioritas pentingnya seseorang atau organisasi memiliki payung yang dapat menjamin risiko yang akan atau mungkin terjadi, sebenarnya permasalahan klaim bukanlah suatu permasalahan besar yang mengkhawatirkan. Justru permasalahan awal yang dihadapi adalah keputusan untuk memiliki sebuah polis sebagai tanda adanya proteksi dari perusahaan asuransi. Hal ini berarti sudah ada kesepakatan bahwa bila terjadi suatu risiko, maka akan secara otomatis dilindungi oleh suatu payung yang paling tidak akan mengurangi beban kerugian secara finansial.

(more…)

Gamelan, Ekspresi Keselarasan Hidup

Saat berkesempatan berkunjung yang kesekian kali ke kraton Jogjakarta, tiba-tiba pada hari Jum’at pagi di akhir tahun 2009 suasana begitu syahdu seolah memasuki wilayah lain di negeri ini. Karena begitu memasuki gerbang Kraton para pengunjung akan langsung disambut dengan alunan musik lembut mengayun dan mendayu-dayu, seolah mengajak hati dan pikiran ikut terbuai dalam iramanya. Alunan musik tersebut dihasilkan oleh seperangkat Gamelan yang dengan serius dan penuh perhatian dimainkan oleh sekelompok abdi dalem Kraton. Di deretan kursi pengujung tampak serombongan turis dari manca negara yang sangat menghayati setiap nada dan lagu yang menggema, seolah mereka enggan beranjak sampai suguhan acaranya selesai.

(more…)

Patung dan Stupa Borobudur

Berkunjung ke candi Borobudur pastilah kita akan menemui banyak patung dan stupa, hampir di setiap teras lantai (halaman) pada setiap tingkat kita akan menemukan berbagai patung Budha dengan berbagai ciri yang melekat. Keunikan utama candi ini yang dominan adalah tersebarnya ratusan, bahkan mungkin ribuan patung Budha di seluruh teras/lantai dan relung pada setiap tingkatan candi (ulasan bentuk candi dijelaskan dalam Stuktur Bangunan Borobudur). Patung yang ada di candi Borobudur terbagi dalam dua lokasi, yaitu yang berada di teras (halaman) pada lantai 1, 2, dan 3 (tingkatan Arupadhatu) berjumlah 72 buah dan yang berada di relung-relung candi (tingkatan Rupadhatu) sebanyak 432 buah, sehingga jumlah total patung yang terdapat di candi ini adalah 504 buah.

(more…)

Struktur Bangunan Borobudur

Menurut Sutanto (2005) candi Borobudur dibangun pada saat masa kepemimpinan Raja dari wangsa Syailendra yang sangat terkenal, yaitu Samaratungga, sekitar tahun 800-an Masehi (tulisan: Sejarah Borobudur). Candi ini dikelilingi oleh beberapa gunung dan pegunungan serta terletak dalam satu wilayah perbukitan (selengkapnya: Borobudur Nan Megah). Struktur bangunan candi merupakan tumpukan bebatuan yang diletakkan di wilayah perbukitan alami yang menjulang tinggi. Batu yang disusun menjadi candi tersebut merupakan batu andesit sebanyak 55.000 m3, dengan bangunan berbentuk limas berjenjang yang dilengkapi tangga naik di keempat sisinya (timur, selatan, barat dan utara).

(more…)

Sejarah Borobudur

Strategisnya lokasi Candi Borobudur yang megah dan kokoh (tulisan: Borobudur Nan Megah) sudah banyak dituliskan oleh beberapa peneliti dan arkeolog (Sutanto, 2005). Tetapi banyak peneliti yang sampai dengan sekarang masih belum dapat memastikan kapan didirikannya Candi Borobudur. Tetapi perkiraan berdirinya candi tersebut didasarkan pada tulisan singkat yang dipahatkan diatas pigura relief-relief yang terdapat di kaki candi, yaitu kurang lebih pada akhir abad ke 8 sampai awal abad ke 9, atau sekitar tahun 800 Masehi.

(more…)

Borobudur Nan Megah

Mendengar nama Borobudur pastilah imajinasi kita akan terbayang sebuah candi raksasa yang megah dan kokoh berdiri di wilayah perbukitan dan dikelilingi oleh beberapa gunung, di sebelah timur berdiri Gunung Merbabu dan Merapi, di sebelah barat Gunung Sumbing dan Sindoro, di sebelah utara Gunung Tidar, serta di sebelah selatan terdapat gugusan pegunungan Menoreh.

(more…)

Dieng Nan Elok dan Menggoda

Setelah berputar berkeliling menikmati keindahan candi sebagai warisan leluhur (tulisan sebelumnya: pesona dataran tinggi dieng) maka kami (Bu Susi, Pak Budi, Oom Rahmat dan saya) segera melanjutkan perjalanan dengan menjelajah kawasan lain yang berada di sekitar dataran ini. Pesona keindahan dataran tinggi Dieng lain adalah adanya fenomena hujan salju yang terjadi antara setahun sekali antara bulan Juli - September. Fenomena hujan salju ini membawa dampak rusaknya tanaman kentang milik masyarakat. Sangat disayangkan kunjungan kami tidak bertepatan dengan hujan salju. Selain itu, salah satu tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi adalah daerah margasatwa dan hutan lindung yang biasa disebut cagar alam. Di kawasan hutan lindung ini terdapat 5 objek wisata yang sangat disayangkan untuk dilewatkan,  yaitu 3 buah Gua (Gua Semar, Gua Pengantin dan Gua Sumur), serta 2 buah telaga (Telaga Warna dan Telaga Pengilon). (more…)

Pesona Dataran Tinggi Dieng

Memasuki wilayah dataran tinggi Dieng yang berada di ketinggian 2400 meter DPL, di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah udara sejuk dan suasana tenang menyambut kedatangan kami (Pak Budi, Bu Susi, Mas Rachmat dan saya). Dataran tinggi Dieng memang merupakan salah satu tujuan perjalanan kami, karena di daerah ini terdapat beberapa peninggalan kebudayaan leluhur dari era kejayaan Hindu di Indonesia. (more…)

Sambil menyelam minum air….. yang penting nggak “megap-megap dan kelelep”, …… prinsip itu yang saya lakukan, yakni ngantarkan anak-anak mengisi hari liburannya sambil menggali lebih dalam beberapa kajian menarik yang dapat digunakan untuk menambahkan materi di e-book nusantara (proyek hibah strategis…….hehehehe). Saat berkesempatan jalan-jalan mengunjungi Kraton Jogjakarta (walaupun sudah sering banget kesanana), kebetulan kami ditemani seorang “guide” yang juga menjadi mahasiswa di salah satu PT di Jogja, saya sempat berdiskusi dengan beliau tentang bagaimana peran kraton saat akulturasi kebudayaan di wilayah Jogjakarta. (more…)

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.