Menthokzky….enjoy & harmony

UG Staff Blog

Rasio ini dipakai untuk mengukur tingkat kecukupan sumber dana badan usaha dalam kaitannya dengan total operasi yang dimiliki, sehingga dapat menunjukkan komitmen pemegang saham terhadap pengelolaan badan usaha asuransi yang dimiliki, juga mempengaruhi solvabilitas, likuiditas, dan retensi badan usaha. Rasio yang rendah mencerminkan keadaan badan usaha yang miskin komitmen dalam menjalankan usaha. Adequacy of Capital Fund diperoleh dengan membagi modal sendiri dari masing-masing badan usaha asuransi dengan total aktiva dari masing-masing badan usaha asuransi.

Read the rest of this entry »

KTI Bukan Hanya Ketan Item…..!!!

KTI !!!! pembicaraan mengenai KTI tentunya akan membawa pikiran melayang menuju sebotol anggur yang namanya Ketan Item…… (itu pikiran saya doank kali….). KTI yang dibahas di tulisan ini bukan ketan item, tapi Kawasan Timur Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa sumber daya alam dan lokasi strategis KTI memiliki daya tarik yang luar biasa, bayangkan saja …… dari sisi geografis dan lokasi,  KTI sangat dekat dengan Asia Timur, Australia maupun Lautan Pasifik. Sumber daya alam KTI bukan saja berupa tanahnya yang subur untuk lahan pertanian, lautnya yang kaya tapi juga berupa kekayaan hasil tambang, baik di darat maupun di dasar laut. Di kawasan ini terdapat Laut Arafura  yang merupakan alur pelayaran penting bagi angkutan produk pertanian, hasil bumi dan pertambangan dari Australia ke Asia Timur.

Read the rest of this entry »

  • 0 Comments
  • Filed under: Nyampur Sari
  • Perundingan Perdagangan Dunia yang dilaksanakan di Doha - Qatar (2001) ternyata dampaknya masih berjalan  sangat lambat dan  cenderung tidak dapat memenuhi harapan banyak negara-negara berkembang. Negara-negara yang secara perekonomian tergolong maju, baik negara-negara Eropa maupun Amerika Serikat belum bersedia mengurangi subsidi pada sektor pertaniannya. Sehingga hambatan yang muncul adalah lambatnya konsesi liberalisasi pada sektor industri manufaktur dan jasa-jasa, seperti perbankan, asuransi, industri hiburan dan jasa pengiriman surat serta barang. Berbagai negara berkembang masih mempertahankan tingkat proteksi yang tinggi, apakah berupa tarif maupun nontarif. Sementara itu, Amerika Serikat menuduh RRC juga melindungi perekonomian dan merangsang ekspornya melalui kurs Yuan yang terlalu kuat. Read the rest of this entry »

  • 1 Comment
  • Filed under: Nyampur Sari
  • Dinamisnya Gerak Tari Barong

    Barong !!! mendengar kata ini sebagian besar ingatan dan pikiran kita pasti akan menuju ke suatu pulau yang konon menurut cerita merupakan tempat berkumpulnya para dewata ………..yach jelas sekali pasti BALI. Tidak akan lengkap rasanya kalau kita tidak menyaksikan secara langsung salah satu kebudayaan warisan leluhur yang paling sering dipentaskan dan dikenal memiliki perbendaharaan gerak tari yang komplit……. Tari BARONG. Perwujudan tari Barong dikenal dengan nama Barong Ket, yang merupakan satu bentuk perpaduan antara singa, macan, dan sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak. Wujud dan implementasi Barong Ket tersebut bila di tanah Jawa (tepatnya di Ponorogo-Jawa Timur) dikenal dengan nama Reog Ponorogo.

    Read the rest of this entry »

    A to Z Mempermudah Klaim Asuransi Jiwa

    Terdapat banyak alasan yang selalu menjadi ‘momok’ dan kekhawatiran ketika menentukan dan memilih Perusahaan Asuransi yang diharapkan akan menjadi payung risiko. Salah satu yang sering menjadi pertanyaan utama adalah “bagaimana kalo nanti klaim-nya susah?” atau “jangan2 perusahaan hanya mempermudah saat pembayaran premi saja, ntar waktu pengajuan klaim dipersulit dan ruwet?“. Bila ditinjau dari prioritas pentingnya seseorang atau organisasi memiliki payung yang dapat menjamin risiko yang akan atau mungkin terjadi, sebenarnya permasalahan klaim bukanlah suatu permasalahan besar yang mengkhawatirkan. Justru permasalahan awal yang dihadapi adalah keputusan untuk memiliki sebuah polis sebagai tanda adanya proteksi dari perusahaan asuransi. Hal ini berarti sudah ada kesepakatan bahwa bila terjadi suatu risiko, maka akan secara otomatis dilindungi oleh suatu payung yang paling tidak akan mengurangi beban kerugian secara finansial.

    Read the rest of this entry »

    Gamelan, Ekspresi Keselarasan Hidup

    Saat berkesempatan berkunjung yang kesekian kali ke kraton Jogjakarta, tiba-tiba pada hari Jum’at pagi di akhir tahun 2009 suasana begitu syahdu seolah memasuki wilayah lain di negeri ini. Karena begitu memasuki gerbang Kraton para pengunjung akan langsung disambut dengan alunan musik lembut mengayun dan mendayu-dayu, seolah mengajak hati dan pikiran ikut terbuai dalam iramanya. Alunan musik tersebut dihasilkan oleh seperangkat Gamelan yang dengan serius dan penuh perhatian dimainkan oleh sekelompok abdi dalem Kraton. Di deretan kursi pengujung tampak serombongan turis dari manca negara yang sangat menghayati setiap nada dan lagu yang menggema, seolah mereka enggan beranjak sampai suguhan acaranya selesai.

    Read the rest of this entry »

    Patung dan Stupa Borobudur

    Berkunjung ke candi Borobudur pastilah kita akan menemui banyak patung dan stupa, hampir di setiap teras lantai (halaman) pada setiap tingkat kita akan menemukan berbagai patung Budha dengan berbagai ciri yang melekat. Keunikan utama candi ini yang dominan adalah tersebarnya ratusan, bahkan mungkin ribuan patung Budha di seluruh teras/lantai dan relung pada setiap tingkatan candi (ulasan bentuk candi dijelaskan dalam Stuktur Bangunan Borobudur). Patung yang ada di candi Borobudur terbagi dalam dua lokasi, yaitu yang berada di teras (halaman) pada lantai 1, 2, dan 3 (tingkatan Arupadhatu) berjumlah 72 buah dan yang berada di relung-relung candi (tingkatan Rupadhatu) sebanyak 432 buah, sehingga jumlah total patung yang terdapat di candi ini adalah 504 buah.

    Read the rest of this entry »

    Struktur Bangunan Borobudur

    Menurut Sutanto (2005) candi Borobudur dibangun pada saat masa kepemimpinan Raja dari wangsa Syailendra yang sangat terkenal, yaitu Samaratungga, sekitar tahun 800-an Masehi (tulisan: Sejarah Borobudur). Candi ini dikelilingi oleh beberapa gunung dan pegunungan serta terletak dalam satu wilayah perbukitan (selengkapnya: Borobudur Nan Megah). Struktur bangunan candi merupakan tumpukan bebatuan yang diletakkan di wilayah perbukitan alami yang menjulang tinggi. Batu yang disusun menjadi candi tersebut merupakan batu andesit sebanyak 55.000 m3, dengan bangunan berbentuk limas berjenjang yang dilengkapi tangga naik di keempat sisinya (timur, selatan, barat dan utara).

    Read the rest of this entry »

    Sejarah Borobudur

    Strategisnya lokasi Candi Borobudur yang megah dan kokoh (tulisan: Borobudur Nan Megah) sudah banyak dituliskan oleh beberapa peneliti dan arkeolog (Sutanto, 2005). Tetapi banyak peneliti yang sampai dengan sekarang masih belum dapat memastikan kapan didirikannya Candi Borobudur. Tetapi perkiraan berdirinya candi tersebut didasarkan pada tulisan singkat yang dipahatkan diatas pigura relief-relief yang terdapat di kaki candi, yaitu kurang lebih pada akhir abad ke 8 sampai awal abad ke 9, atau sekitar tahun 800 Masehi.

    Read the rest of this entry »

    Borobudur Nan Megah

    Mendengar nama Borobudur pastilah imajinasi kita akan terbayang sebuah candi raksasa yang megah dan kokoh berdiri di wilayah perbukitan dan dikelilingi oleh beberapa gunung, di sebelah timur berdiri Gunung Merbabu dan Merapi, di sebelah barat Gunung Sumbing dan Sindoro, di sebelah utara Gunung Tidar, serta di sebelah selatan terdapat gugusan pegunungan Menoreh.

    Read the rest of this entry »