jump to navigation

HOT NEWS : Nilai UTS APSI May 29, 2012

Posted by nanno in : Olahraga, keluarga, lecture notes , add a comment

To All 3KA02 dan 3KA10

Berikut ini saya informasikan Nilai UTS Mata Kuliah Analisis dan Perancangan Sistem Informasi

Selamat Menyimak.

regard, Parno

NPM Kelas Nilai_UTS
13109072 3KA02 99
11109761 3KA02 93
10109127 3KA02 90
14109353 3KA02 87
11109028 3KA02 87
13109992 3KA02 87
13109353 3KA10 84
14109369 3KA02 84
12109421 3KA10 84
11109316 3KA10 81
10109779 3KA02 81
11109741 3KA02 81
14109628 3KA02 81
15109441 3KA10 81
14109154 3KA02 81
13109415 3KA10 81
10109305 3KA10 78
12109850 3KA02 78
12109424 3KA02 78
15109984 3KA10 78
16109993 3KA02 78
13109077 3KA02 78
15109771 3KA02 75
16109018 3KA02 75
12109327 3KA10 75
13109196 3KA02 75
14109262 3KA10 75
11109387 3KA10 75
11109758 3KA02 72
12109582 3KA10 72
13109744 3KA10 72
13109702 3KA02 72
10109031 3KA10 72
10109132 3KA02 72
10109633 3KA10 72
16109976 3KA02 69
11109529 3KA10 69
15109295 3KA10 69
14109185 3KA10 69
13109993 3KA02 69
14109113 3KA02 69
13109257 3KA10 69
15109307 3KA02 66
11109004 3KA10 66
10109204 3KA10 66
14109548 3KA10 66
13109327 3KA02 66
15109316 3KA10 66
10109520 3KA02 63
16109216 3KA10 63
16109513 3KA02 63
11109583 3KA02 63
15109187 3KA02 60
11109027 3KA10 60
15109931 3KA10 60
11109548 3KA10 60
10109372 3KA10 60
13109847 3KA10 60
14109838 3KA10 60
12109072 3KA02 60
13109023 3KA10 60
11109695 3KA02 57
13109606 3KA10 57
13109335 3KA10 57
14109301 3KA10 57
10109086 3KA10 54
12109853 3KA10 54
18109535 3KA02 54
13109977 3KA02 54
16109072 3KA10 54
15109792 3KA10 54
15109333 3KA10 51
10109175 3KA10 48
14109984 3KA10 48
15109578 3KA02 45
13109958 3KA02 39
15109490 3KA02 0

Hujan yang membuat senang…. March 1, 2010

Posted by nanno in : Uncategorized, keluarga , 2comments

Hari ini agenda keluarga kami diisi dengan berkunjung kerumah kakak sulungku yang baru di cluster Heloconia, komplek perumahan Harapan Indah Bekasi. Kuawali dengan beberes rumah setelah semuanya rapih kami mulai perjalanan ini. Aku sengaja menggunakan Honda Supra X 125 ku, tapi tak sampai Lokasi, karena lumayan jauh lagi pula aku membawa kedua anakku.

Setelah kuparkir Supra X 125ku di Margocity square, aku menghampiri istri dan kedua anakku yang sedah hunting makanan di pasar kue subuh detos untuk dibawa sebagai buah tangan kami. Setelah sekian lama menunggu akhirnya patas AC 84 jurusan Depok-Pulogadung datang, setelah itu Patas AC84 segera melaju menyusuri jalan demi jalan sambil sesekali berhenti untuk mengambil penumpang yang menggunakan jasa bis itu.

Setelah mulai memasuki tol barulah sang kondektur mengutip uang sewa bis itu, kuberikan selembar uang 50rb-an untuk 3 orang, Ghaza anakku yang baru berusia 4 bulan tidak dihitung karena dipangku oleh istriku. Dikembalikannya uang sebesar 30rb 500perak untuk hitungan 3 orang yah memang perorangnya hanya dikenakan rp 6500. Setelah sempat tertidur pulas istriku membangunka aku, hmm rupanya sudah sampai pulomas, yang artinya tak lama lagi bis akan sampai di terminal Pulogadung.  Sesampainya di terminal Pulogadung langsung kuhampiri pangkalan angkot k31 jurusan Pulogadung-Bekasi yang melewati komplek Harapan Indah.

Setelah angkot berjalan menyusuri jalan demi jalan sampailah kami di depan komplek Harapan Indah. Setelah mendapatkan tempat yang cukup teduh, kami duduk di tempat duduk yang disediakan di halte tersebut sambil menunggu datangnya pa Yatno, supir pribadi kakakku. Udara cukup panas membuat Wajah Ghaza dibanjiri keringat. Untung saja pa Yatno segera datang dan setelah menyusuri jalan di kopleks tersebut sampailah kami Cluster Heloconia HP8 rumah kakakku yang ditempatinya sekitar 3 bulan yang lalu.

Disana sudah menunggu kakakku yang kedua dan anak-anaknya. Kamipun saling berjabat tangan saling melepas rindu karena sudah lama tak bertemu. Memang setelah Ibu kami wafat pada Bulan Oktober tahun lalu, Kami sekeluarga agak jarang bertemu. Farah anakku langsung menghampiri sepupunya yang lain akhirnya merekapun larut dalam canda tawa khas mereka.

Setelah hari yang panas memanggang bumi ini datang awan gelap yang diikuti hujan yang sangat deras. Ridho dan Rafiq keponakanku merajuk kepada masing-masing ibunya untuk minta izin bermain hujan-hujanan. Kegiatan yang dulu juga aku lakukan apabila hujan datang yang berakhir dengan ceplotan sandal jepit dari ayahku yang mendarat berkali-kali dibokongku. Akhirnya mereka diizinkan untuk bermain mandi hujan setelah cukup lama mereka merajuk. Jadilah kolam ikan yang ada disamping halaman rumah menjadi kolam renang dadakan. Lala keponakanku yang lain yang juga ingin bermain mandi hujan menangis sesunggukan karena tidak mendapatkan izin dari mamanya. Tapi akhirnya setelah hujan tidak lagi deras ia diberi izin untuk main hujan-hujanan bersama sepupunya yang lain. Farah anakku juga akhirnya aku izinkan untuk bergabung dengan mereka. Hmm betapa senangnya mereka bermain mandi hujan di kolam renang dadakan. Mungkin ikan-ikan penghuni kolam itu bisa mabok dibuatnya, akupun sempat mengabadikan aktifitas ajaib mereka dengan kamera digitalku.

Setelah cukup puas bermain mandi hujan dan hujanpun memang sudah benar-benar reda akhirnya mereka mengakhiri petualangan mereka dengan mandi bilas. Di meja makan sudah siap nasi putih hangat, Ayam Goreng dan Sup Panas untuk mereka santap. Waktu semakin sore, setelah semuanya selesai makan kamipun pamit pulang ke rumah masing-masing, pa Yatno sempat mengantarkan kami ke terminal Pulogadung.

Di terminal Pulogadung kami sempat lama menunggu Patas AC 84 yang akan mengantarkan kami kembali ke Depok. Akhirnya Bis Patas AC itu datang dan langsung diserbu oleh para penumpang yang ingin menuju Depok. Setelah mendapatkan tempat yang cukup untuk kami, tak lama Bis pun segera berangkat. Dalam perjalanan Farah anakku tertidur, kulihat wajah lelah tapi bahagia. Mudahan jika ada kesempatan lain aku akan ajak lagi keluarga ke acara yang membuat mereka bahagia.

Pagi yang menyenangkan February 15, 2010

Posted by nanno in : keluarga , add a comment

Yah Hari Minggu kemarin seperti biasa kegiatanu diisi dengan silaturahim, diawali dengan kegiatan pagi yang menyenangkan bersama Istri dan kedua anakku, kususuri jalan demi jalan hingga sampailah aku ke pasar pagi jalan Juanda. Kali ini aku tidak bersama Wimmy sepeda Wimcyleku, tapi jalan kaki bersama Istriku dan Farah putri sulungku, sementara Ghaza kuletakkan di Stroller kuningnya sambil kudorong.

Sesampainya di Pasar Juanda, mata Ghaza anakku yang baru berumur 4 bulan tertuju kepada balon-balon berbentuk hewan yang warna-warninya sangat cerah, betapa senangnya Ghaza memperhatikan Balon-balon itu, akhirnya kubelikan 1 untukknya kuambil yang berbentuk burung nuri yang lucu. Dilihatnya terus balon burung nurinya, sambil kudorong stroler itu menyusuri sepanjang jalan Juanda.

Setelah cukup puas memanjakan mata dengan melihat-lihat dagangan yang dijajakan para penjual di sepanjang jalan itu, akhirnya kami putuskan untuk pulang karena ada beberapa aktifitas yang akan kami lakukan hari ini, sebelum pulang karena sudah merasa lapar akhirnya kuputuskan untuk mampir di salah satu kios yang menjual aneka steak di depan ruko Pesona View, akhirya kami pesan dengan menu yang berbeda, aku pesan chicken steak, istriku pesan beef steak dan Farah pesan Sosis Hot Plate. biar nanti bisa saling tuker-tukeran menu, kami tidak pesan minum karena sebelumnya kami sudah membeli es markisa dan nu greentea di pedagang sebelumnya. Setelah selesai makan kukeluarkan selembar uang 50ribuan dan kudapat kembalian 26rb ternyata 1 porsinya hanya seharga 8ribu perak.

Akhirnya kami  menyudahi perjalanan pagi tersebut dengan kembali menyusuri sepanjang jalan baru tersebut, karena kelelahan Ghaza tertidur pulas didalam strolernya. sesampainya dirumah kami rehat pagi untuk melanjutkan acara hari itu selanjutnya. hmmm benar-benar pagi yang menyenangkan….

Hari yang melelahkan dan menyenangkan ini penuh dengan acara Silaturrahim February 8, 2010

Posted by nanno in : keluarga , 1 comment so far

Ya…. hari Minggu kemarin merupakan hari yg cukup melelahkan bagi kami sekeluarga, terutama aku. setelah kecapean beberes pada hari sebelumnya, kegiatan di hari Minggu cukup menyita fisik juga ternyata, memang sih hanya sekeder kegiatan rutin yang sebelumnya pernah kami lakukan.

Setelah melakukan sholat Subuh dan membaca wirid Al-ma’tsurat di lanjutkan dengan Tilawah 4Halaman Al-qur’an pojok, aku menyempatkan melayangkan kakiku diatas Freestyle Glider yang ada dirumahku lumayan cukup untuk membakar 150kalori yang ada dalam tubuhku, peluh keringat yang membasahi badanku juga tak membuat semangatku hilang untuk melaksanakan aktivitas di pagi yang cerah itu.

Setelah cukup bercanda dengan Ghaza, bayiku yang baru berusia 3bulan serta kakaknya Farah yang sekarang sudah duduk di kelas 2 SDIT Rahmaniyah. Sementara itu bundanya dan juga yu Inah sibuk mengurusi sarapan pagi untuk kami santap. Wimmy, Sepeda Wimcycle yang aku beli 3 bulan yang lalu minta haknya untuk digenjot pemiliknya. Akhirnya kusempatkan keluar rumah bersepeda ria dengan si Wimmy dengan tujuan yang cukup jelas, Pasar Kaget Jalan Juanda, yah memang setiap hari Minggu sepanjang jalanan itu banyak sekali dijejali oelh warga sekitar Depok2, komplek Pesona Khayangan dari Cimanggis bahkan juga warga Jakartapun banyak yang datang ke tempat tersebut, selain itu juga tentunya oleh pedagang yang menjemput Rezeki dari Allah dengan menjajakan barang dagangannya disepanjang jalan tersebut, dari mulai makanan dan minuman siap saji hingga pakaian, perlengkapan elektronik sampai otomotif pun tersedia disana.

Setelah kayuhan demi kayuhan kutempuh akhirnya sampai juga aku di Jalan Juanda tersebut. Perhatianku tertuju pada sebuah tenda yang menjajakan puluhan pasang Sendal dan Sepatu yang dikerumuni banyak pengunjung, setelah aku dekati ternyata penjual tersebut menjajakan Sendal dan Sepatu bermerk Kepala Buaya yang cukup terkenal di dunia. Harganya hmmm, cukup fantastis untuk ukuran barang yang dijual di pasar kaget sekelas Jalan Juanda. Memang sih harga yang ditawarkan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga resmi di outletnya yang berada di pusat perbelanjaan mewah yang ada di Jakarta, tapi tetap saja masih mahal untuk ukuran kantongku. Karena terdapat beberapa reject, Sepatu dan Sendal bermerk Kepala Buaya itu bisa dijual dibawah harga resminya.

Setelah cukup puas dengan melihat-lihat produk Sendal dan Sepatu tersebut kulanjutkan petualangan bersepedaku dengan si Wimmy mengelilingi jalan Juanda yang cukup padat dengan pejalan kaki yang berebut ruas jalan dengan pengendara Motor dan Mobil yang melintasi jalan tersebut. Hmmm, sayang cuaca cerah jalan Juanda harus dikotori oleh asap kendaraan bermotor yang melintasi jalan tersebut. Harusnya pemerintah kota dan juga pak Polisi turut berperan dalam mengatur tata tertib lalu-lintas di jalan tersebut agar tidak semrawut seperti itu, akhirnya maksud hati mencari udara segar pagi hari yang didapat justru kepulan asap polusi.

Sebelum mengakhiri petualangan bersepedaku, kusempatkan mampir ke sebuah mobil yang menjajakan pakaian bayi dengan harga yang cukup murah, setelah kulihat-lihat barang dagangannya akhirnya aku tertarik untuk membeli kaos Hello Baby untuk Ghaza. Yah akhirnya kudapat 4 pieces kaos berbeda warna dengan menukarkan uang 30ribu perak.

Karena waktu yang beranjak siang aku putuskan untuk kembali ke rumah, ohhhh sayangnya kali ini dengan lintasan yang lebih banyak menanjaknya daripada jalan datar atau jalan turunannya. Dengan nafas tersengal-sengal akhirnya sampai juga aku di rumah. Di rumah kudapati Istri tercintaku menemani Ghaza yang tertidur pulas sambil ngenet mendownload materi Java yang akan digunakan untuk mengajar materi Pemrograman Berorientasi Objek pada semester ini, karena pada semester-semester sebelumnya ia tidak pernah mengajarkan materi tersebut.

Setelah cukup istirahat setelah bersepeda dengan si Wimmy, aku beranjak menuju kamar mandi, byurrr… guyuran air dingin bak kamar mandiku membuat tubuh ini terasa segar kembali. Tepat jam 11 siang setelah selesai semuanya kami bersiap-siap melaksanakan kegiatan berikutnya yaitu menjenguk ‘Lik Tugiyah’ Tante dari Istriku yang sejak hari Rabu dirawat di RS Pasarebo Jakarta. Setelah semuanya siap, kukeluarkan  Motor Supra X yang selama ini sudah berjasa kepada kami. Setelah sempat kupanaskan beberap menit akhirnya kami melaju juga.

Ternyata sudah sesiang ini jalan Juanda masih dipadati oleh pedagang yang berkemas-kemas membereskan barang dagangannya masih juga berebut jalan dengan kendaraan yang melewati jalan tersebut. Huffh terik sinar matahari memanggangi kulit mahluk dunia ini yang sedang menjalani aktifitasnya diluar rumah, kusempatkan mampir ke Daniel Bakery untuk sekedar membeli buah tangan yang akan kami bawa menjenguk Lik Tugiyah. Tapi sayangnya yang ingi kami beli ternyata sudah habis, akhirnya kuputuskan untuk membelinya di Toko Kue Soes Merdeka yang tepat berada didepannya. Istriku dan Ghaza menyebrang jalan itu sementara aku dan Farah putar arah balik dengan motor. Masya Allah ternyata putaran balik ditutup oleh pak Polisi, putaran balik berikutnya juga ditutup oleh pak polisi barulah pada putaran balik berikutnya setelah Mall Depok putarannya tidak ditutup.

Jalan Margonda memang macetnya tidak mengenal hari, hari biasa macetnya karena banyaknya warga yang berangkat kerja, sementara di hari libur macetnya karena banyak warga yang menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan sekaligus berbelanja di beberapa pusat perbelanjaan disepanjang jalan Margonda Raya. Akhirnya sampai juga aku di depan Toko Kue Soes Merdeka, Istriku sudah siap dengan kue pilihannya. Setelah membayarnya di kasir dan beranjak keluar dari Toko tersebut, Istriku berpapasan dengan seseorang yang ternyata adalah Delsy teman kuliahnya waktu S-1 dulu, Delsy menggendong putranya  juga ingin berbelanja di toko kue itu.  Setelah sempat lama melepas kangen akhirnya kami lanjutkan perjalanan kami menuju RS Pasarebo.

Dibawah terik Matahari yang semakin memancarkan sinar panasnya kususuri jalan demi jalan dari mulai Jalan Margonda - Lenteng Agung - TB Simatupang, akhirnya sampai juga kami di RS Pasarebo. Setelah menuju lantai 5 Ruang Dahlia tapi kami tak menemukan Lik Tugiyah, setelah kami tanyakan ternyata Pasien tersebut sudah pindah ke ruang Cempaka lantai 5 juga tapi berbeda gedung, jadi kami harus turun dulu ke lantai 2 dan menuju lift di gedung sebelahnya. Akhirnya kami sampai juga di ruang itu dan bergantian kami menemui Lik Tugiyah, karena kami bawa bayi yang tidak boleh dibawa masuk ke ruang rawat.

Banyak sekali pasien terbujur di ruang rawat itu, karena ruang itu memang ruang rawat kelas 3 yang diisi oleh 9 pasien dalam 1 ruangnya. Sebenarnya jatah perawatan dari Askes yang seharusnya diterima oleh Lik Tugiyah adalah kamar kelas 1, tapi karena alasan tidak ada teman akhirnya yang diambil adalah kamar kelas 2 ruang Dahlia, tapi juga akhirnya minta pindah ke ruang Cempaka kelas 3 karena Lik Tugiyah tidak kuat dengan Pendingin Udara di ruang tersebut. Setelah kami rasa cukup menyampaikan rasa Empati kami, kami akhirnya pamitan dengan Lik Tugiyah dan keluarga yang menemaninya.

Kegiatan kami belum berakhir sampai disitu, dari RS Pasarebo kami melanjutkan perjalanan menuju daerah Cijantung, ke rumah Lik Wahono, Paman dari Istriku yang rumahnya ketempatan acara arisan kelurga Tambak Banyumas yang ada di Jakarta. Masih melewati panasnya udara siang hari akhirnya sampai juga kami ditempat yang kami tuju, sesampainya kami disana kami bertemu dengan keluarga besar dari Bapak Mertuaku di rumah Lik Wahono, setelah saling berjabat tangan dan menikmati hidangan kecil yang sudah disediakan sampailah pada acara yang sudah kunantikan sejak tadi, yaitu sesi makan siang. Hmmm sepiring nasi disiram dengan Soto Betawi ditambah dengan sambal dan juga krupuk udang, mengobati rasa laparku yang sudah kurasakan sejak tadi.

Tak terasa berbincang-bincang hari sudah menjelang sore, saatnya kami pamitan pulang. Sebenarnya kami masih ingin berlama-lama disana, karena banyak sekali berjumpa dengan sanak famili. Farahpun masih asik bermain dengan sepupu-sepupunya yang sudah lama tidak ditemuinya. Karena kami khawatir kalau-kalau terjadi hujan yang biasanya memang terjadi di sore hari pada musim hujan ini. Rute pulang kali ini berbeda dari rute pada saat berangkat tadi, kali ini jalan yang kususuri adalah jalan arteri Cijantung komplek markas Kopasus karena relatif lebih sepi walaupun banyak ‘polisi tidur’nya.

Setelah satu persatu jalan kulewati akhirnya sampai juga kami di rumah kami, setelah selesai sholat Ashar kurebahkan tubuh lelahku dikasur empuk yang sudah siap ditiduri. Setelah sempat beberapa menit menikmati kasur empukku sayup-sayup terdengar suara ketukan pintu diiringi dengan suara salam, ternyata suara Hardi temanku yang datang untuk sekedar bersilaturrahim ke rumah kami. Tak lama kemudian terdengar lagi bunyi ketukan pintu berbarengan dengan ucapan salam, ternyata yang datang kali ini adalah Wiwin beserta dua orang putrinya Fatimah dan Latifah. Farah sempat bermain riang dengan kedua putrinya Wiwin. Menjelang Maghrib Hardi pamitan pulang, tak lama kemudian Wiwin dan kedua putrinyapun ikut pamitan pulang.

Jadilah hari Minggu itu hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan bagi kami karena banyak sekali orang yang kami temui baik yang segaja maupun yang tidak sengaja kami temui. Ya… Silaturrahim itu bisa memperpanjang usian itu kata pak ustadz yang sering mengajariku ngaji. Mudah-mudahan banyak hikmah yang bisa kudapat pada hari. Semoga penuh dengan keberkahan Allah SWT. Amin.

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.