jump to navigation

Di Jajah Jepang Lagi April 1, 2010

Posted by nanno in : seni-budaya , trackback

Sebelum merdeka dulu, bangsa kita pernah di jajah oleh bangsa Jepang, negara kecil dibelahan timur benua Asia ini memang hebat bahkan hingga saat ini. Jepang dari segala sisi entah itu teknologi, pendidikan, kedisiplinan hingga etos kerja bahkan sampai persoalan budaya memang sangatlah maju.

Bedanya kalau dulu bangsa kita dijajah secara Fisik sekarang bangsa kita ‘dijajah’ secara Budaya. Dalam sebuah kesempatan mengajak keluarga ke sebuah pusat belanja di bilangan Margonda Raya, yang bagian atapnya dijadikan salah satu ikon kota Depok, terlihat sekali bahwa kita sedang ‘dijajah’ lagi oleh Negeri Matahari Terbit itu. Kebetulan sekali di Pusat belanja itu sedang ada event Festifal Origami (Origami =seni melipat kertas ala Jepang). Saya yang kebetulan berada disana serasa berada di Jepang. Terasa sekali aura Jepangnya, dari sajian hiburan yang di pentaskan di panggung utama yang berisi kesenian Jepang dari yang tradisional hingga yang modern, pernak-pernik hingga makanan yang dijual di stand-stand yang ada disana, semuanya khas dari Jepang.

Yang menyedihkan dan membuat miris bagi saya adalah ratusan atau bahkan ribuan anak-anak muda negeri kita yang kebetulan berkunjung kesana rela membayar mahal hanya untuk menyewa kostum-kostum ala negeri tersebut di salah satu gerai yang ada di pusat belanja tersebut Asian Anime namanya. Kostum-kostum dari pakaian tradisional Jepang, kostum tokoh-tokoh kartun Jepang seperti Doraemon, Sailormoon, Poweranger hingga kostum tokoh-tokoh komik jepang dan juga kostum bergaya Harajuku lengkap dengan make-up, hairsylish dan segala aksesorisnya. Dan dengan bangganya mereka berjalan lenggak-lenggok di pusat belanja itu mengenakan kostum-kostum yang sudah mereka sewa dengan harga mahal tersebut.

Saya jadi membayangkan suatu saat ada Festifal Budaya Indonesia juga di pusat belanja Tokyo, Kyoto, Osaka atau di kota-kota besar lainnya di Jepang, dimana anak-anak muda Negeri Matahari Terbit tersebut dengan bangganya menggunakan Kostum khas ala abang-mpok Betawi, ala mojang-jejaka Bandun, kangmas-mbakyu Solo atau bahkan pakaian khas ala daerah lain di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas hingga Pulau Rote yang benar-benar kaya akan corak warna dan budaya. Dan mereka juga menjejali gerai-gerai stand yang berisi sajian makanan khas dari Indonesia seperti, Nasi Liwet, Kimlo, Nasi Uduk, berbagai jenis Soto dan Sate dan lain-lain yang bercitarasa Nusantara.

Hmmm smoga saja khayalan saya ini benar-benar terwujud sehingga bukan lagi kita yang di jajah oleh Jepang, tapi kita yang invansi ke Jepang.

Comments»

1. Vanky Suhendra - April 1, 2010

Di beberapa negeri Eropa seperti Belanda, Jerman, Perancis, dan Belgia, maupun di belahan lain seperti Australia, budaya Indonesia sempat atau bahkan masih menjadi hal yang sangat menarik. Setidaknya hal tersebut ditandai dengan dipelajarinya kebudayaan Indonesia sebagai mata kuliah di beberapa universitas, bahkan ada gelar doktoral nya pula.
Hehehe, yang unik ada tempat latihan ala beladiri khas Indonesia yaitu Pencak Silat di negeri-negeri tersebut dan ada kompetisinya pula. Tak hanya itu Pak, ada kompetisi wayang kulit, jaipong, dan budaya Indonesia lainnya, weleh weleh weleh…berita tersebut saya dapatkan dari family yang “bercokol” lama disana.
Wajar sekali kegeraman dibenak Pak Nano, kok tega sih kita lebih menghargai budaya bangsa lain ketimbang budaya kita sendiri. Dan setahu saya pusat perbelanjaan yang Pak Nano maksudkan pun belum pernah (sepanjang pengetahuan saya) mengadakan festival budaya lokal dengan gegap gempita yang megah….

2. Rizal Darmawan - April 1, 2010

sebenarnya memang SUNGGUH sangat menyedihkan pak melihat budaya asing yang sangat dibangga2kan oleh para warganegara kita.
tapi jujur saja, itu tak lepas dari kurangnya kinerja pemerintah kita untuk mengembangkan pusat kebudayaan indonesia di luar sana..
Padahal, dengan berdirinya lembaga semacam itu yang entah apa namanya, akan menguntungkan Indonesia dalam politik budaya.

Dalam kesempatan tersebut, jika pusat kebudayaan Indonesia yang kita impikan selama ini bisa berdiri di luar negeri, bukan hanya bahasa dan sastra Indonesia saja yang bisa dipelajari oleh orang asing, tetapi juga di situ bisa digelar acara-acara kesenian lainnya yang menunjukkan bahwa bangsa dan negara ini amat kaya dengan karya seni, baik yang tradisional maupun kotemporer.

bukan begitu pak?? hehehehe
jadi sebenarnya bukan melihat dari siapa yang menjajah dan dijajah, tp dilihat dari segi kecintaan kita akan Beragam Budaya Bangsa ini.
kalo sudut pandang bapak melihatnya banyak sekali yang mengagumkan budaya bangsa luar, TIDAK TERTUTUP KEMUNGKINAN BAHWA WARGA NEGARA KITA RASA CINTA NYA PADA BUDAYA SENDIRI SUDAH PUDAR.

_Rizal_ 07

3. Triono.Setiaji - April 1, 2010

sepertinya utk khayalan yang terakhir itu perlu metode yg lebih strategis deh, misalnya perkenalkan komik seperti Gundala putra petir, Gatot Kaca, atau bahkan buat sinetron Reog ASLI Ponorogo. Bahkan dibuat sebuah film anime tentang Negeri dari Bangsa Terjajah.
Intinya harus lebih bisa mempromosikan dulu baru menjadi budaya di negeri sendiri & negeri orang.
Tapi jangan khawatir bahasa daerah Indonesia sudah Go Internasional, misal bhs Jawa sudah sampai ke Suriname (Belanda), di Ausi sudah ada pelajaran bahasa Indonesia, deelel, so jangan kehilangan identitas diri.

4. Timbul Gunawan ate - April 1, 2010

insya allah mimpi bapak akan terwujud,,,,tapi entah itu kapan, yang pasti mimppi itu akan terwujud jiak bangsa indonesia sudah bangkit dari krisis mental,,,

boleh -boleh asaja kita sebagai bangsa indonesia terbuka akan kebudayaan dari luar,,,,tetapi kita juga harus pinter2 memmilah dan memilih mana budaya yang sesuai dengan jatidiri kita dan mana yang tidak perlu kita ikuti,,misalnya dari bangsa jepang,,kenapa kita tidak meniru semangat mereka,etos kkerja mereka,cara bekerja,dan cara berfikir mereka,,,

kita harus bangga menjadi penduduk indonesia,,,,
bangga akan perbedaan,keanekaragaman kita,,,,

ayo pemuda-pemudi indonesia bangkitlah,,,,bangun bangsa ini ,jadikan indonesia negara yang berpengaruh didunia

5. Eka Destyani - April 1, 2010

Sebenarnya bukan dijajah pak, tetapi kurangnya kesadaran generasi muda sekarang untuk lebih mencintai seni-budaya dari negeri sendiri…Miris memang…Saya juga suka dengan kebudayaan Jepang, termasuk cosplay dan gaya harajuku, tetapi saya juga tetap menjunjung tinggi kebudayaan negara kita sendiri..contohnya saya senang tuh memakai batik.. mencoba aneka ragam kuliner khas nusantara..dll..
Indonesia itu memiliki seni-budaya yang beraneka ragam.. Banyak orang asing yang senang mempelajari bahasa Indonesia lho. Jadi sebaiknya untuk para generasi muda sekarang ini, ayolah kita semua bangkit dan membuat inovasi bagaimana seni-budaya yang kaya ini bisa lebih dikenal, sampai ke mancanegara, jangan kalah dengan negara lain.. Jepang saja bisa?? masa Indonesia nggak bisa?? Semangatt !!!

6. Jessica Christina Angela - April 2, 2010

waaaaah….’
kebetulan sekali pak…
waktu hari minggu kemarin saya juga kesana…

bukan untuk ikut festival itu tapi untuk ke salah satu pusat perbelanjaan buku disana…

emang rame banget disana…
ada yang pake kimono,berdandan ala kartun-kartun jepang,bahkan ada yang rela memakai kostum badut dan robot…

suasana’a emang jadi bukan di Indonesia…
udah Jepang style deh…

mudah-mudahan saja kebudayaan Indonesia juga akan seperti ini…
Amiiiin..

7. Adinda ( Diedie ) - April 2, 2010

Menurut saya bukan dikatakan di jajah lagi,akan tetapi mereka juga sm spt indonesia yg ingin mmewujudkan khayalan tentang bagaimana cara memperkenalkan budaya mereka ke negara lain,hanya bedanya kalau indonesia msh bnyk kekurangannya dan belum terlaksanakan ,contohnya kemalasan dr individual itu sndiri makanya kita didahului oleh negara lain spt jpng itu.Jadi bangsa indonesia harus lbh memperhatikan budaya sndiri,melestarikan,dan memperkenalkan budaya kita sebagaimana bangsa lain memperkenalkan budaya mereka,cari dukungan sebanyak2nya dan semangat dalam membudidayakan kebudayaan kita…
jgn pernah takut kalah kalau kita blm mencoba…
Spiiirriittttt!!!!

8. Sandi Wijaya - April 2, 2010

pada tahun sekarang yang amsuk pada era zaman perdagangan bebas, ita tidak bisa memungkiri bahwa tidak hanya produk dari luar saja yang masuk ke indonesia, tetapi budayanya pun masuk ke indonesia, masalah mengadakan festival budaya indonesia di luar negara kita sendiri sebenarnya sudah banyak sebagai contoh ada beberapa di bawah ini yang menerangkan bahwa diluar sana ada yang membujat festival budaya indonesia.

(festival budaya indonesia di australia)
(festival budaya indonesia di museum horniman london)
(PPI Newcastle Gelar Festival Budaya Indonesia)
(Festival Budaya Indonesia Digelar di 6 Kota Rusia)
(Asosiasi Mahasiswa di Shizuoka Selenggarakan Festival Budaya Indonesia 27 Februari)

dari beberapa judul artikel di atas, terbukti bahwa budaya indonesia pun di jadikan sebuah acara di luar sana.

9. Viani Maulidabismi Sunarya - April 2, 2010

begitulah Jepang yg nasionalisnya tinggi buanget. kalo liat situasi di Jepang dari segala sisi, sebenernya Indonesia mustinya ga kalah maju dibanding Jepang. Hanya karena Jepang yg punya kedisiplinan yg kuat plus nasionalis yg tinggi, makanya Jepang jd maju dan banyak diikuti.
Soal kebudayaan juga, Indonesia punya ribuan kebudayaan yg bisa ditunjukan. Tapi karena sibuk mengikuti kebudayaan luar, makanya tenggelam deh kebudayaan sendiri.
Sebenarnya Indonesia juga punya kebudayaan yg digila-gilai oleh negara luar kok. BALI adalah contoh nyata budaya Indonesia yg tetap hidup dan selalu dituju oleh wisatawan manca yg ada. Karena orang2 Bali sendiri juga bangga dengan budaya mereka dan ga tanggung2, mereka bangga pake baju khas mereka bahkan ke pasar sekalipun.
karena budaya Jepang itu dijunjung tinggi oleh masyarakat negaranya :). Orang Jepang…meski anak muda sekalipun, saat acara2 tertentu mereka mau memakai kimono dengan bangga. Coba kres cek ma anak muda Indonesia deh. Pada bangga pake kebaya ga ? Mereka malah lebih bangga memakai pakaian yang lg trend di jaman2 sekarang…

” cintailah budaya kita sendiri “

10. fahriyan - April 2, 2010

kalo menurut saya boleh saja kita mengagumi budaya dari negara lain tapi jangan terlalu kelewatan batas…

seperti meniru gaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari…
ini akan mendapatkan pandangan yang negtif dari orang lain…

11. Lighter Zero - April 2, 2010

Yah begitu lah pak keadaan negeri kita, Ironis ..
Berbagai macam faktor yang menjadikan anak muda kita berperilaku seperti itu, panjang lebar lah klo di jelasin ..
Tp pak jgn anggap semua anak muda kaya begitu, ternyata banyak juga yang bangga dengan budayanya,cuma belum terexpos aja ..
Semuanya kembali lagi ke individu masing2, insya allah niat yang baik serta usaha yang halal akan menjadikan kita dan sekitar kita menjadi lebih baik ..

++ Live for Nothing or Die for Something ++

12. Novayanti - April 2, 2010

sbnrnya yang membuat bangsa indonesia di jajah,
adalah bangsa kita sendiri..
karena kurangnya rasa nasionalisme yang ada di dalam diri bangsa indonesia sehingga membuat jepang menjajah bangsa kita,,
dan bangsa kita sering kali lebih menghargai kebudayaan jepang di banding kebudayaan kita sendiri..

oleh sebab itu sebagai bangsa yang di jajah kita harus berfikir positif dan saling menghargai satu sama lain.
dan menjalin kekerabatan antar negara …

13. Mochamad Hasyim Wijaya - April 2, 2010

miris memang melihat hal-hal seperti itu….mereka mengenakan pakaian anime seperti itu karena memang menarik dan juga mereka terinspirasi oleh kartun2 jepang yang setiap hari pasti selalu ada kartun jepang yang disiarkan ditelevisi,,itu yang membuat bangsa kita melupakan pahlawan dongeng asli indonesi seperti “gatot kaca”, gundala dll…kemana pahlawan dongeng asli indonesia??karena tidak pernah dikenalkan makanya menjadi seperti ini.

menurut pendapat saya “sebenarnya saat ini bangsa indonesia tidak dijajah oleh bangsa lain, tetapi bangsa indonesialah yang meminta untuk dijajah oleh bangsa lain”.

14. Ardiyansya - April 2, 2010

menurut saya bkn d jajah tapi itu adalah sebuah trend terbaru dlm kehidupan anak muda jaman sekarang. biasalah anak muda zaman sekarang.. kalo ada yang baru pasti ditiru, kan sekarang zaman udah berubah lebih mengikuti budaya kebarat-baratan. bener juga mungkin rasa nasionalisme anak muda sekarang kurang kental, tapi kita tidak bisa menyalahkan mereka begitu aja.

sebaiknya kita introspeksi diri kita sendiri, apa kita sudah benar-benar menjaga & melestarikan kebudayaan negeri sendiri????

dalam hal ini ga ada yg salah, ini hanya tentang kesadaran.

15. Mochamad Hasyim Wijaya - April 2, 2010

miris memang melihat hal seperti itu tapi apabila ditelusuri lebih jauh ini adalah akibat dari kemunduran jiwa indonesia,,lagipula pak tidak ada ditelevisi kita kartun yang asli indonesia, kalaupun ada tidak sebagus anime jepang……heheheheeeeeeee……

bangsa ini tidak pernah “dijajah” pak tetapi bangsa inilah yang selalu meminta untuk dijajah oleh bangsa lain…….karena kebebasan hukum yang sangat menggila itulah yang membuat negara kita dijajah…

16. Ayu Arifiani - April 2, 2010

menurut saya itu mungkin bukan penjajahan, tetapil melainkan apresiasi anak muda tentang apa yang mereka suka. Dari saya kecil, acara2 yg disuguhkan oleh TV kebanyakan dr jepang. Seperti kartunya doraemon, dragon ballz, dll. Sedangkan sejak saat itu acara yang made in indonesia jrg sekali di tayangkan. mungkin itu salah satunya. Selain itu juga secara budaya orang2 jepang sangat menghargai budaya,seperti sering menggunkannya pakaian asli jepang seperti kimono ke berbagai acara.
Solusinya mungkin bagi bangsa Indonesia perlu lebih mengembangkan budaya dan menanmkan nudaya dari kecil. Mungkin seperti di Bali hampir 1x dlm seminggu mereke pergi sekolah memakai baju tradisional, mengapa orang indonesia yg lain gak bs??? Siapa tau pakaian adat kita malah menjadi suatu tren seperti kimono jepang.

17. aisya rieska rani - April 2, 2010

menurut saya gak ada salah nya anak muda zaman sekarang mempunyai hobi yg berbau jepang, karna hal tersebut dapat meningkatkan kreativitas mereka.
yg terpenting itu adalah, bagaimana cara nya mereka dapat mencintai kebudayaan bangsa sendiri (indonesia) melebihi rasa cinta nya kepada hobi mereka yg berbau jepang tersebut.

kalau untuk memperkenalkan kebudayaan indonesia ke internasional, itu sudah dilakukan sejak dulu pak.
dulu teman saya menjadi siswi pertukaran pelajar ke jepang, dia mendapat tugas untuk memperkenalkan budaya indonesia di tokyo.
dia menari tarian tradisional indonesia, memperkenalkan alat musik tradisional indonesia, baju adat indonesia, dan sebagainya pada suatu acara di tokyo ;) dan dia mendapat respon yg sangat amat baik dari warga tokyo ;) jadi, tanpa kita ketahui, banyak juga loh pak masyarakat luar negri yg menyukai Kebudayaan indonesia ;) terutama kebudayaan indonesia yg ada di bali ;)

18. Eka Setyaningrum - April 2, 2010

Itu si bukan dijajah pak kalau menurut saya. kalau baru bgitu aja kita dah bilang Indonesia kembali “dijajah” Jepang brarti Jepang juga berhak mengatakan hal serupa dong pak. karena kan, kebudayaan Indonesia juga cukup populer di sana. bahkan ga sedikit juga warga Jepang yang bela-belain dateng ke Indonesia cuma buat mempelajari kesenian daerah yang Indonesia punya. bahkan di Jepang extrakulikuler bahasa Indonesia termasuk salah satu extrakulikuler yang populer lho. bahkan sampai ada orang Jepang yang menjadi penari pendet, dalang dan Sinden. terus gimana dengan generasi muda kita?? apa gak malu sama negara lain yang lebih mencintai budaya kita?? jarang banget anak muda Indonesia yang mau mempelajari budayanya sendiri. giliran ada negara lain yang mengklaim kebudayan kita aja baru semua pada ribut-ribut demo ga penting.
harusnya apa yang udah sering dilakuin sama negara tetangga kekita tu bisa buat kita sadar dan harusnya kita lebih cinta lagi sama kebudayaan kita sendiri. untuk itu marilah kita belajar untuk mencintai budaya negeri kita sendiri sebelum terlambat. jangan bisanya demo ga jelas doang kalau budaya kita diklaim negara orang!!!!

*KEEP ON GOING TO PROTEC OUR CULTURE!!!*

19. Aldy Akbar - April 2, 2010

wah di jajah ya….klo menurut saya tidak pa seperti nya..tapi memang kita sadari muda mudi sekarang lebih suka kebudayaan luar yg mungkin mereka anggap modern atau apalah itu, karena kurang nya rasa nasionalisme itu sendiri pa yang kurang kita tanamkan dari dini.jadi begiinilah jadi nya. menyedihkan sich memang sedangkan WNA sangat tertarik mepelajari kebudayaan kita…sampe” kebudayaan kita di akui nya.
Huuf.
menyedikan memang.
perlahan tapi pasti pa muda-mudi kita sekarang sudah mulai mencintai kebudayaan kita sendiri..seperti memakai batik..di aktifitas sehari-hari..banyak festival-festival kebudayaan yg diselenggarakan.
maka sebab itu kita harus terus bisa menjaga dan melestarikan kebudayaan kita agar bisa menjadi tuan rumah di negri sendiri.
I lOVE INDONESIA pokok nya mah.

jujur sich pa saya jg pengembar anime jepang hehehhehehe

20. Maftukhah - April 3, 2010

menurut saya..
bisa di biLang itu di jajah,, tapi gag di jajah juga c..
kan sekarang emang Lagi pada trend kaya gitu,, ikut”an yang Lagi “in”.. nah mungkin sekarang yg Lagi “in” itu berbau jepang,,
dan menurut saya,, kita sebagai generasi penerus bangsa ini, boLeh menyukai seLuk beLuk tentang jepang,, tapi kita juga jangan ngLupain kebudayaan kita sendiri,,
saya yakin,, mgkin ada Lah beberapa anak muda di jepang yang sangat menyukai kebudayaan Indonesia,, tapi tidak terLaLu d exposs sperti kita ini..
dan saya yakin,, ank Indonesia gag seterus’a bakalan bner” suka m kebudayaan Jepang.. ada saat’a mrk bakalan jenuh…
bukti’a ajh waktu kebudayaan qta d ambiL m tetangga sebeLah mereka begitu marah..
nah.. sekarang qta tinggal bangkitin rasa nasionalisme qta Lebiih daLem Lagi…

ok…
sekian,,,

21. Irham Qallami - April 3, 2010

Sebenarnya aga miris memang melihat itu…
Tetapi di Jepang pun Budaya Indonesia diSukai
Jadi Budaya kita pun di dunia diakui dan disukai
hanya perlu sedikit usaha dari kementrian kita agar pemuda pemudi Indonesia kembali memahami dan mengetahui Kebudayaan Negrinya sendiri….

Jadi sekarang Cintailah Budaya Kita Sebelum Budaya Kita Diklaim Lagi Oleh Negara Lain….

Maju Lah Indonesiaku…..

22. Gorbachev - April 3, 2010

BUDAYA (BUatan DAlam negeri Yang teraniayA) Indonesia. Sungguh ironis memang. Ketika warisan nenek moyang sendiri tak pernah dihargai bahkan lebih mencintai budaya asing. Ini salah satu kebobrokan negeri yang dibangun atas darah dan keringat. Lebih baik Indonesia terus dijajah untuk membangkitkan rasa cinta dan budayanya. daripada merdeka tapi menghianati budaya sendiri.
.

Mulailah dari diri kita sendiri untuk mencintai budaya kita.

Ganjang bagi negeri yang mengklaim budaya kita

Kami Putera-Puteri Indonesia Budaya satu, Budaya Indonesia..

23. Yandi - April 3, 2010

Ironis memang.
Tapi saya juga salah satu fans yang hanya mengagumi kreatifitas karya dari Jepang.
Meski begitu saya tetap tidak melupakan tanah air ini, karena disini adalah tempat lahir, berkembang, dan belajar.
Sebenarnya budaya Indonesia itu bagus dan beraneka macam hanya saja rakyat Indonesia belum mau mengenal secara dalam. Mereka lebih suka terhadap produk luar negeri yang bagi mereka itu adalah sebuah trend. Mereka berpikir “rumput tetangga lebih hijau”.

Ayo, lestarikan budaya Indonesia.
Jangan ada lagi klaim budaya Indonesia oleh negara lain.

24. Ismail Fahmi - April 3, 2010

Sebernernyanegara kita sudah menjajah jepang untuk saat ini melalu budaya indonesia.
di jepang sekarang sedang popular dengan irama keroncongnya bahkan gesang sang maestro keroncong dengan bengawan solonya menggoyang jepang.
dangdut khas indonesiapun digemari di negara matahari terbit.
untuk budaya negara indonesia sudah banyak masuk kesana.
tapi untuk industri seperti yg kita ketahui belum ada tandingannya Produk dari jepang. bahkan dengan krisis global ini jepang semakin merajai di sektor industri.

25. rina puji astuti - April 3, 2010

menurut saya ga salah juga sih pak kalo generasi sekarang menyukai budaya dari luar negeri. karena perkembangan teknologi di masa sekarang ini sangat mendukung terjadinya sedikit pergeseran budaya. karena perkembangan teknologi kan tidak bisa dibatasi, selalu saja ada terobosan baru. asalkan saja konteksnya masih dalam hal yang positif. seharusnya generasi saat ini dapat mengambil hal” yang positifnya saja dari budaya luar untuk diterapkan pada budaya sendiri. ambil yang postifnya dan tinggalkan yang negatifnya. asal sesuai dengan norma yang berlaku di negara kita.
TETAPI, generasi sekarangpun harus sadar bahwa BUDAYA INDONESIA harus digalakkan kambali. kerena kalau bukan kita yang menggalakkan dan melestarikannya lalu syapa lagi?!!
jadi intinya, harus sama-sama saling menyadari bahwa budaya di negeri sendiri pun tidak boleh ditinggalkan namun budaya dari luar pun boleh saja dijadikan acuan asalkan diambil nilai yang positifnya.

26. Holiyana Wilda - April 4, 2010

Menurut saya itu bukan dijajah, mungkin masyarakat kita hanya mengikuti trend saja, dan hanya sekedar menyukai budaya jepang, mungkin karena pakaiannya yang unik, tapi negara kita juga tidak kalah bagusnya dengan negara jepang contohnya banyak negara lain yang mengenakan pakaian batik, selain itu banyak tari-tarian daerah di negeri kita yg unik yg tidak dimiliki oleh negara lain, hanya saja kurang dipromosikan oleh bangsa kita walaupun demikian perlahan-lahan budaya indonesia sudah mulai menyebar ke negara lain. Maka itu marilah kita bersama-sama untuk lebih melestarikan budaya bangsa indonesia agar tidak kalah dengan negara-negara maju yang lain, salah satunya jepang.

27. TRI OKTAVIANI - April 4, 2010

hm . . . menurut saya kl dibilang dijajah,,mungkin kurang tepat, yang lebih tepatnya itu mengagumi.
saya juga menyukai & mengagumi negara jepang..mulai dari teknologi, pendidikan, anime, manga, kebudayaannya, dll.
tetapi dalam hal ini,,yg membedakan adalah cara mengaguminya.
kita boleh mengagumi sgala hal mengenai negara lain tetapi kita tidak boleh sampai mengenyampingkan negara kita.
nasionalisme itu harus dijaga,,jgn smpai karena menyukai negara lain..jiwa dan raga kita menutupi rasa nasionalisme kita terhadap indonesia.
kl menurut saya,,untuk mengatasi hal demikian itu,,dari pemerintah harus lebih giat mempromosikan negara indonesia,,bukan hanya ke negara lain,,tetapi kepada warganya yang paling utama.
karena jika warganya sendiri tidak mencintai negaranya,,syapa yg akan mencintai Indonesia??

HIDUP INDONESIA !!

28. fitria sari - April 4, 2010

Menurut saya itu bukan di jajah pak…!!!!
lagi sah-sah aja ko’,..
selagi kegiatan seperti itu ga ngerugi’n negara kita juga kan…
mungkin dengan cara-cara seperti itu kita juga bisa kan memperkenalkan budaya bangsa kita di negari orang..lagi setau saya budaya kita banyak juga di sukai d luar negeri..tapi mungkin cara-cara memperkenalkan’a yang harus lebih di tingkatkan agar orang-orang juga tau klo kita juga memiliki bermacam-macam budaya yang bisa kita bangga’n seperti tarian, pakaian adat dll..
lagi juga anak-anak muda sekarang selalu ingin mengikuti trend-trend yang sedang berkembang..
mungkin aja di tahun-tahun berikut’a kebudayaan kita bisa jauh lebih berkembang d negara kita sendiri dan negara orang..
amiiieeen….
Semangaaaaattttt…!!!!!! :D

terima kasih…

29. SIGIT WIBISONO - April 4, 2010

memang masih dijajah pak, tapi indonesia sudah melakukan perlawanan dengan menampilkan kebudayaan kita dijepang dan ndinegara lain. seharusnya kita dalam hal ini harus terbuka dan menerima apa yang datang sehingga kita akan pandai untuk mengatasinya…
saya yakin budaya jepang memang lagi ngetrend tapi mungkin esok batik atau kebaya indonesia akan jadi trend center di jepang,,,
pkonya positif aja menerima hal-hal yang baru??

30. Mochamad Hasyim Wijaya - April 4, 2010

miris memang melihat hal seperti itu tapi apabila ditelusuri lebih jauh ini adalah akibat dari kemunduran jiwa indonesia,,lagipula pak tidak ada ditelevisi kita kartun yang asli indonesia, kalaupun ada tidak sebagus anime jepang……heheheheeeeeeee……

bangsa ini tidak pernah “dijajah” pak tetapi bangsa inilah yang selalu meminta untuk dijajah oleh bangsa lain…….karena kebebasan hukum yang sangat menggila itulah yang membuat negara kita dijajah…

31. Alexander Panji Wicaksono - April 4, 2010

sayaa berpendapat bahwa mereka juga tidak salah untuk melakukan hal2 seperti itu karena mungkin pertama mereka memang suka budaya jepang, kedua, memang karena jarang festival2 jepang dilakukan, tetapi kembali lagi.. bukan berarti dengan mereka berbuat seperti itu mereka tidak mencintai budaya mereka sendiri, saya juga menyukai budaya jepang tetapi dalam hati tetap budaya INDONESIA, mungkin yg perlu kita contoh dr budaya mreka slain dari gaya berpakaian adalah gaya mereka bekerja dan menyelesaikan segala sesuatu dengan tidak putus asa.. saya juga berharap suatu saat nanti budaya kita bisa disebarluaskan sampai ke negara asia lainnya.. amin..

32. Arif Priyanto - April 4, 2010

Sebenarnya bukan dijajah pak, tetapi kurangnya kesadaran generasi muda sekarang untuk lebih mencintai seni-budaya dari negeri sendiri

mungkin yg perlu kita contoh dr budaya mreka slain dari gaya berpakaian adalah gaya mereka bekerja dan menyelesaikan segala sesuatu dengan tidak putus asa..

negara kita kaya budaya kenapa anak muda sekarang memilih tuk mengikuti budaya luar dikarenakan kurang nya ssosialisai ke masyarakat luas tentang budaya kita ….

33. Tegar Afadiyanto - April 4, 2010

saya rasa itu semua kembali ke diri masing-masing. mungkin kan kalo orang mempunyai hobi, terus berusaha menyalurkannya. soalnya ada acara kaya gitu juga jarang-jarang ada, jadi buat tempat nyalurin hobi gitu. trus kalo para siswa indo yang lg di luar negri, setau saya kadang mereka juga ngadain acara indo di luar. temen saya ada yang di swiss tapi perkumpulan mahasiswa indo di sana ngadain acara 17 agustusan, ada yang pake baju adat indo juga. yang penting sih pribadi masing-masing, apa kita emang bangga sama negara ini??

34. Juanda Diki Sanjaya - April 5, 2010

Saya juga turut prihatin,, karena budaya indonesia sudah tercemar oleh budaya2 lain. Budaya kita sudah banyak tercampur oleh budaya2 barat atau budaya dari negara2 tetangga. Seharusnya rakyat indonesia sadar akan pentingnya budaya indonesia dan merupakan kewajiban rakyat indonesia untuk mengembangkan budaya indonesia. Memang boleh saja kita mengetahui budaya bangsa lain tapi jadikanlah budaya negara tetangga untuk memotifasi budaya di Indonesia agar berkembang. Akibat tidak pedulinya kita terhadap budaya kita sendiri sudah berdampak sangat buruk, sampai2 kesenian dan alat musik indonesia diakui oleh negara2 lain. ini sangat memprihatinkan,, marilah kita jaga budaya indonesia agar tidak punah dan tidak jadi sejarah.

35. ahmad rahmadi m - April 5, 2010

mungkin Untuk mimpi bapa itu tergantung sejauh mana bangsa kita
mempromosikan kebudayaan-kebudayaan ke negara lainya,

saya menyikapinya kalau tidak ada sainggan bangsa kita tidak akan maju, tidak hanya di segi kebudayaan saja tapi lainya juga,
jika ingin di minati karakter seperti gatot kaca atau tokoh pewayangan lainya oleh anak-anak aga sedikit dimodifikasi atau dikembangkan agar anak-anak indonesia kenal dengan tokoh seperti itu

36. Khoerul Anam SYahmadani - April 5, 2010

Assalamualaikum…
Sangat disayangkan memang,berarti pemuda kita belum bisa mengartikan momentum semangat Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.
Apa memang sudah terbiasa?Karena memang Bangsa ini adalah Bangsa yang mudah lupa,termasuk lupa akan kebudayaannya?lupa akan siapa jatidirinya?Sudah jarang sekali kita melihat para pemuda dengan bangganya bergaya atau berdandan dan berpakaian ala Jawa,Sumatra,Sulawesi,Kalimantan,Bali dan pakaian adat Nusantara lainnya yang jelas-jelas adalah cerminan budaya Bangsa Indonesia sendiri.
Sedih memang,tapi saya berharap mudah-mudahan event seperti itu adalah hanya sekedar rasa saling menghargai dan menghormatinya kita terhadap budaya luar.khususnya Jepang.
Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang kaya akan Budaya semua mengetahuinya.Maka dari itu sudah kewajiban kita sebagai Putra Putri Ibu Pertiwi menanamkan kembali Nasionalismenya untuk dengan bangga melestarikan seluruh Ragam Budaya yang sudah serkian lama mempersatukan bangsa.Dan aku adalah Indonesia bukan Jepang bukan juga Amerika.
Terimakasih…
I Love Indonesia…..

37. Yuliandari Kus Pratama - April 5, 2010

Hemmmmm…Memang memprihatinkan jika kita melihat apa saja yang teleh diperbuat oleh bangsa kita sendiri.
Akan tetapi sebagian besar perusahaan yang ada di indonesia itu dikuasai oleh bangsa asing bukan milik bangsa kita.
Kalau kita melihat dari segi kebudayaan bangsa jepang, memang lebih menonjol di negara kita lebih dikenal melalui tokoh anime dan gaya harajukunya.
Jika bangsa kita memiliki kesadaran yang tinggi, mencintai budaya indonesia, dan lebih mengenal ragam budaya bangsanya sendiri. Maka hal tersebut tidak
akan terjadi saat ini. Semua itu bermulai dari dalam diri seseorang itu sendiri karena banyak faktor dan banyak cara bagaimana kita bisa mengenal budaya jepang tersebut.
Mulai dari acara di televisi, internet, majalah dll. Semua pengaruh-pengaruh itu pasti akan bermunculan dimana-mana dan yang bisa mencegah itu hanya diri kita sendiri dan kesadaran
bangsa indonesia betapa beragamnya corak dan budaya bangsa indonesia yang bisa kita banggakan kepada negara-negara lain yang mereka belum tentu miliki di negara mereka.
Saya sendiri bangga lho sebagai bangsa indonesia, karena banyak jg lho wisatawan asing yang mempelajari budaya bangsa kita, misalya :jaipongan, sinden. main angklung, dan banyak lagi.
Saya pernah menonton film yang para pemainnya mayoritas orang asing, dan disitu ada seorang pemain yang memakai batik indonesia. Pada saat itu saya berfikir ternyata salah satu kerajinan
khas indonesia telah sampai ke negara lain. Oleh sebab itu kepada generasi penerus bangsa sebaiknya kita harus aktif dalam mengembangkan budaya indonesia supaya nanti adik-adik dan generasi
penerus kita dapat terus mengenal budaya bangsa kita. Kalian ga mau kan kalo nanti bangsa asing yang lebih mahir menari jaipong?atau kalian mau ngliat ada orang jepang main gamelan atau nyinden??
Semua keputusan ada di tangan kalian para GENERASI PENERUS BANGSA…
Semoga semua yang telah terjadi bisa menjadi pelajaran yang dapat mengembalikan semangat BANGSA INDONESIA….!!!
MERDEKA INDONESIAKU…!!!

38. FEBRYANTORRO WIBOWO - April 5, 2010

Sebenarnya kata “kita dijajah budayanya oleh jepang”, itu menurut saya sangat berlebihan..
Bukan berarti budaya jepang yang ditampilkan di indonesia itu menjajah budaya indonesia, namun itu hanyalah sebuah pergelaran budaya untuk memperkenalkan budaya luar ke kita warga indonesia..
Dengan hal seperti itu kita menghargai budaya luar dengan kata lain kita juga dapat mengenal budaya asing mungkin untuk dipelajari dalam arti kata kita dapat mengambil segi manfaatnya untuk kemajuan bangsa indonesia sendiri..
jadi jangan diartikan seperti itu, jika budaya kita ingin dihargai di mata dunia maka belajarlah untuk menghargai budaya lain di luar indonesia, dengan cara itu kita juga dapat dengan mudah memperkenalkan budaya kita ke dunia dalam hal ini jepang..

39. Danny Evand - April 5, 2010

Sesungguhnya bangsa jepang adalah negara yang di pimpin oleh orang-orang yang tidak Egois,Selalu memikirkan bangsa dan rakyatnya sendiri. Apabila Indonesia kembali di jajah jepang,yang harusnya lebih di salahkan adalah semua pemimpin-pemimpin indonesia. Karena apabila dari pemimpinnya di ciptakan rasa sayang,cinta,dan pengorbanan terhadap negara. agar rakyat di Indonesia bisa di didik dan bahkan di ajarkan nilai kepedulian terhadap bangsa. Memang sesungguhnya rakyat indonesia di jaman sekarang banyak yang tidak mencintai bangsa indonesia. penyebabnya adalah kurang pengetahuan untuk kebudayaan di indonesia untuk rakyat. sekarang perdagangan2 indonesia sudah bebas. jadi pemerintah mesti sigap dan di bantu oleh rakyat untuk mengatasi semua hal yang buruk di jaman dahulu,kembali di rasakan di masa yang akan datang.
agar tidak hanya Jepang saja,namun negara luar lainnya bisa bebas merusak negara yang berlambangkan GARUDA ini dengan kebodohan,keEgoisan, dan Ketidak pedulian Pemimpin/Rakyat terhadap Kebudayaan Negaranya sendiri. Jangankan kebudayaan kita bisa dikenal or di publikasi ke negara luar,di negara sendiri saja semua itu jarang terlihat. Yang ada di Era Sekarang adalah Kecintaan Rakyat indonesia Terhadap Musik,Film,Style, dll. Walaupun Di jaman ini memang mestinya begitu sih.. Tp,apa salahnya kita lebih mengutamakan Kebudayaan Sendiri untuk di hargai,cintai,di jaga dan di pelajari,nah baru kita bisa belajar mengenal DUNIA yang seluasnya !!!

40. IRFAN FAUZI - April 5, 2010

assalamualaikum..

mungkin dengan semakin berkembangnya tekhnolgi pada zaman sekarang yang membuat remaja masa kini menyukai segala hal yang berhubungan dengan jepang.
misalnya ;komik-komik jepang yang sudah menguasai pasar dalam negeri,fashion,music,
.
tetapi kalau menurut saya yang harus di prioritaskan tetap kebudayaan negeri kita sendiri INDONESIA.
harus kita kembangkan dan memajukan budaya indonesia yang sangat kaya ini.

wassalam

41. Encih Nurosmi - April 5, 2010

menurut pendapat saya, dengan adanya festival jepang tersebut, kita dapat menyadari bahwa pentingnya pengeksplorasian budaya kita di daerah atau negeri orang, seperti hal nya festival jepang tersebut. sehingga negara orang juga tahu akan budaya-budaya bangsa indonesia. mudah-mudahan, orang indonesia yang sedang merintis pendidikan di negeri orang atau menetap di negeri orang mempunyai ide untuk mengadakan festival indonesia di tempat dia menimba ilmu atau di daerah ia menetap.
jadi kita tidak perlu iri lagi dengan negara lain.

42. cipta paramita - April 5, 2010

Menurut pendapat saya itu bsa di bilang bukan di jajah pak…
Mungkin anak-anak muda itu hanya megagumi kebudayaan jepang tersebut.
nah dengan adanya festival jepang tersebut jadi mereka memanfaatkan atau mengekspresikan diri mereka dengan cara menyewa dan memperagakan menggunakan kostum tersebut.
yach wlaupun biaya penyewaan.a bisa di bilang mahal.
yah jdi inti.a disni mereka cma melakukan itu disaat ada festival origami tersebut.

43. ADINDA MASYITHO - April 5, 2010

Menurut saya itu tidak dijajah..
Karna menurut saya gaya dan kreatif jepang emang unik, jadi banyak yang mengikuti gaya dan kreatif jepang.

lagipula remaja yang di festival jepang memakai pakaian jepang, karena mereka sedang berada di festival jepang. jadi mereka menyesuaikan dengan tempatnya.

Kemungkinan mimpi bapak bisa terwujud, karna saya pernah mendengar orang jepang juga mengagumi desain Kebaya yang cantik , dan juga batik.
Ya mudah- mudahan aja mimpi bapak terwujud kalau suatu saat nanti ada festival indonesia di jepang.

“Amien”

44. Haula Syarifah - April 5, 2010

menuruttt saya pak,itu namanya bukan dijajah..sekarang ini kan jamam semaakin modern ditambah dengan adanya acara2 seperti festival jepang yang sekarang lagi in banget yah,sebenarnya adanya budaya2 jepang seperti itu masuk kedalam negara kita,semua karena banyaknya film2 kartun jepang yang kita tonton sehari2,mungkin mereka merasa tertarik dari segi kostum maupun properti2 yang di gunakan tokoh tsb,nah dari serial kartun tersebut sering deh dia adakan acara acara festival2 berbau jepang tsb,sampai kostum maupun propertinya sama persis seperti tokoh2 yang ada si serial anime di tv2.

jangan salah pak,kebudayaan negara kita aja sudah banyak dikenal,buktinya aja,ada negara tetangga yang mengklaim kebudayaan kita,,itu pertanda bahwa kebudayaan kita menarik di mata negara tsb.
jadi menurut saya sah2 aja kalau anak indonesia sekarang sedang gemar gemarnya mengikuti trend ala jepang2 itu.,selama mereka masih mencintai kebudayaan mereka sendiri,yaitu budaya indonesia.

45. M.danil - April 5, 2010

menurut saya kata2 djajah terlalu berlebihan menurut saya itu merupakan hal yang wajar diera globalisasi seperti ini.. cepat masuknya suatu kebudayaan…sekarang masalahnya bagaimana generasi muda kita termasuk saya dapat tetap menjaga dan melestarikan dan bangga akan budaya kita…..dan juga kita tidak bisa menolak kebudayaan tersebut masuk melainkan bagaimana kita dapat menyerap suatu hal yang positif dari budaya yang masuk….. sekian dan terima kasih

46. Amanda Pratiwi - April 6, 2010

menurut saya, berlebihan klo disebut kita dijajah lagi . sikap orang2 yg suka dengan budaya luar itu hanya sebagian cerminan dari budaya kita yang memang terbuka dengan budaya lain, tapi walaupun tidak sedikit dari orang2 tersebut yang terkesan berlebihan. Tidak dipungkiri juga, wallapun mreka suka dengan budaya luar, mereka tidak melupakan budaya sendiri. Sebagai contoh, dulu batik dominan dengan acara Perkawinan atau acara2 kebudayaan daerah, tapi skrg batik sudah trend dimana@ tidak hanya untuk perkawinan, yang bagusnya lagi batik di buat model berbagai macam sehingga terlihat fleksible dipakai untuk apa saja. itu baru sebagian kecil pak. Dan kalau dipikir adanya pengfaruh dari budaya luar tu justru lebih menambah keanekaragaman budaya kitakan, asal kita dapat memilamilah mana pengaruh yang positif dan mana yang negativ .. ^_^

47. Yogi Septianti - April 6, 2010

assalamu’alaikum.

menurut saya itu bukan dijajah pak,
melainkan hanya sebuah pameran kebudayaan dr negri itu sendiri.
dan yang kita ketahui sekarang memang lagi lg ngetrend dgn hal-hal yang berbau jepang, seperti komik-komik bahkan dandanan anak muda sekarang banyak yang bergaya harajuku..
menurut saya ini juga tidak bertahan lama pak,
karna ditahun-tahun mendatang pasti lebih banyak hal-hal lain yang berbau luar negri yang pasti diminati oleh anak muda di indonesia..
tapi memang alangkah baiknya juga kita sebagai penerus bangsa tidak melupakan tradisi atau kebudayaan yang ada di negri kita sendiri,
karna kalau bukan kita siapa lagi ?????

terimakasih,
wassalamu’alaikum

48. nanno - April 6, 2010

thx to all comentators, bener sih kita juga sering ngadain pameran budaya di luar negeri, tapikan sikap mereka juga gk “lebay” kaya anak2 muda negeri kita. itu yang menurut saya menyedihkan…

49. Putri Handayani - April 6, 2010

kalo saya ya pak.. kalo dibilang dijajah kayanya kurang pas deh,, kita kan negara demokratis, jadi bukanya kita harus menerima masuknya budaya asing ke negara kita asal selama itu masih positif… dan kita tetap menjunjung tinggi kebudayaan kita,, contoh ne pak… banyak banget kan anak2 indonesia khususnya remaja,, yang mempelajari budaya asing sebagai pengetahuan lebih dan banyak juga remaja2 luar negeri yang mempelajari kebudayaan negeri kita..
kalo menurut saya yang dijajah itu bukannya budaya, tapi perdagangannya,,, kan lagi tren2nya ne pak,, perdagangan bebas nga pake pajak…

50. Ismail Fahmi - April 6, 2010

Jepang memang saat ini menjadi salah satu negara yg kuat di sektor industri. jepang pernah juga menjadi negara nomor 1 asia pada waktu perang dunia 2.
tapi sekarang indonesia sudah mulai masuk ke jepang melalu budaya.
banyak sekali budaya yg sudah masuk ke jepang. dan anehnya malah pemerintah jepang yg meminta di hadirkan disana. mulai seni tradisional sampai hiburannya.

51. ivand givliano - April 6, 2010

kalo di jajah saya ga setuju..
karena ga semua orang melakukan hal yang orang jepang lakukan,
hanya kebanyakan orang.
mungkin hanya berawal dari coba-coba dan menjadi hobi dan di jadikan gaya hidup.
itu hanya kembali kepada rasa cinta tanah air dan kesadaran diri masing2.
jadi buat semua penerus bangsa jgn hanya bisa memamerkan kelebihan dari negara lain,tp coba untuk memamerkan kebudayaan negara kita,
yah cuma itu sie..
hehehe

52. Bagja Diputra - April 6, 2010

di “jajah”…hmmmm..ky’y kurang tepat dech pak kt2′y…kl menuerut sy itu merupakan hak dr setiap org…entah mereka mw mengenakan pakaian ala anime ataupun ala daerah2 di nusantaran..dan juga mereka bukan bangga karena pakaian yg di pakai tp bangga karena harga sewa yg di bayarkan…hehehehe…maklum lah pak mereka kan masih labil…mereka hanya korban mode n trend….btw sy baru tau kalo KIMLO itu makanan khas Indonesia, sy kira itu semacam chinesse food..

53. Arfi Rofiandi - April 6, 2010

yoi banget tuh…..malahan klo diliat dari segi yang lainnya kita masih dijajah sama negara laennya juga, tapi gimana kita nyikapinnya juga c, klo emang yang diimpiin bapak untuk invasi harus ada step-nya n ga bisa langsung invasi aja, yang pasti benahin dulu dari dalem, karena masalah itu munculnya dari dalem yang bisa bawa efek keluar, hehe….(sok banget yak, padahal ga tau apa2 hehe….)

54. Awaludin noor ikhsan - April 6, 2010

Ass..
Sebenarnya bangsa indo terkenal dluar negeri dari budaya hingga boroknya indo..
Sebenarnya masyarakat indo kurang menghargai budaya sendiri dengan adanya budaya kita dambil oleh malaysia baru kita gerabak-gerubuk untuk matenin knp g dari dulu n pemerintah indo kurang tanggap dengan hal2 seperti itu….
Coba masyarakat ikut aktif melestarikan budaya kita n pemerintah turut serta memfasilitasi nmengadakan perloban nasional..
Mungkin dengan cara itu kita menumbuh kan rasa sayang sama budaya kita..
Semoga bangas indo mau melestarikan budaya kita amin…

wslm,,

55. nanda pramitha kusumawati - April 6, 2010

nyantai aja lagi…
qlo anak mudanya g sadar n peduli ma budayanya..
ysd tunggu aja pd d ambilin satu persatu budayanya…
nti juga marah2 g puguh lagu..
marah-marah tp g berbuat sesuatu…

qlo ada budaya assing yg masuk y tinggal di pelajari (bg yg minat)..
jaga dch budayanya..
masa kalah ma orang bule yg mw banget belajar budaya indonesia…
malu kali!?!

56. Yeni Azizah - April 6, 2010

saya juga merasa sangat prihatin dengan hal tersebut, banyak bangsa kita merasa sangat bangga pada saat mereka memakai kostum-kostum negara lain spt jepang tersebut,bahkan ad yang mersa enggan jika dsuruh memakai pakaian daerah sendri,karena sifat seperti itulah bagsa kita gampang dijajah oleh bangsa lain,karena rasa cinta thd produk dalam negeri sudah sangat tipis..

untuk itu kita harus banyak melakukan promosi ke luar agar negara kita bisa lebih terkenal dimata dunia dalam berbagai segi baik budaya,pendidikan,maupun industri nya.

57. Ian Eridanu Adam - April 6, 2010

wah tern ata blog bapak menarik sekali untuk dibaca, memang secara fisik indonesia sudah tidak dijajah oleh jepang tapi secara budayay indonesia sedang dijajah oleh jepang, yang lebih miris orang indonesia malah berantusias oleh budaya asing, sebagai warga negara indonesia mengapa kita harus bangga dengan budaya lain,kenapa tidak bangga dengan budaya kita sendiri??TANYA KENAPA??

58. Ndrik - April 6, 2010

Menurut berita yang ada di TV di negeri Eropa , budaya Indonesia sempat atau bahkan masih menjadi hal yang sangat menarik.
kalo melihat judul di jajah jepang lagi , Menurut saya tidak bener karna sekarang setiap negara berlomba-lomba ingin mengenalkan Budaya mereka kenegara lain , secara tidak langsung mereka mencetuskan bahwa itu kebudayaan meraka agar tidak di akui negara lain.
Seharusnya negara kita juga harus bangga dengan kebudayaan yang beraneka ragam dari sabang sampai meroke , tetapi semua itu butuh peran penting pememrintah kita ,
Di misalkan di waktu saya masih sekolah masih ada mata pelajaran kebudayaan daerah , yang mana mata pelajaran ini membahan tentang sejarah , tulisan dan kerajian daerah tersebut. Dengan masih ada pelajaran kebudayaan seperti ini secara tidak langsung kita belajar untuk mencintai kebudayaan negeri sendiri.

59. Nurtiana Dwi Fatmawathi - April 6, 2010

amienn…. semoga khayalan bapa tercapai…

memang betul seharusnya kita yang mengeksplore budaya kita sendiri jangan budaya asing yang kita eksplore.
dan semestinya generasi muda lah yang harus mengembangkannya, misalnya kita membuka festival kebudayaan Indonesia tetapi supaya tidak terlihat bosan maka kita harus mendesignnya dengan sangat modern tetapi masih ada seni indonesianya hehehe…

60. Susanto - April 6, 2010

bukan dijajah pak, malahan orang2 indonesia itu memiliki kelebihan dlm hal melihat budaya orang, mudah mengadopsi dan mudah beradaptasi pada budaya luar, bisa di katakan “sebagian besar” menganut paham “kalau ga pke produk luar ga keren”, bukan hanya budaya saja, bahkan hampir di semua aspek kesehariannya.

mungkin dari situlah budaya kita makin merosot,kalau anak mudanya saja seperti itu, makin kesananya makin hilanglah budaya kita.

untuk komen teman2 sebelumnya saya setuju “baru marah, ngamuk2 kalau budaya asli di ambil orang” ck ck ck ck..geleng2 kepala saya menanggapi orang spt itu..

61. DIAN GUSTINA - April 6, 2010

Aku juga prihatin dengan kebudayaan Indonesia yang memang anak2 sekarang lebih tertarik dengan budaya luar…tidak mencintai budaya indonesia…kalo boleh dikaji seharusnya sekolah2 yg harus memperkenalkan kebudayaan indonesia terutama musik dan tariannya…setelah itu di adakan lomba2 berkaitan dengan kebuayaan indonesia…Kalo boleh dibilang kita ini memang dijajah dari segi teknologi….dan makanan asal jepang …atau Amerika.

62. Arum Agesti Aprilia - April 6, 2010

hmmm,menurut saya sih istilah dijajah Jepang kembali terlalu berlebihan pak.. bukan hanya budaya-budaya jepang saja yang menginfluence anak muda jaman sekarang, namun kebudayaan barat pun juga. Hal ini tentu saja masih sah2 saja asalkan kebudayaan dari dalam negeri sendiri tidak terlupakan. Mungkin banyak anak muda yang lebih tertarik pada kebudayaan Jepang karena dinilai lebih modern dan menarik, sedangkan kebudayaan sendiri dibilang kuno dan ketinggalan jaman..ckckckckkck

tapii banyak juga loh,pak, di luar negeri sana diadakan festival kebudayaan Indonesia. dan peminatnya pun tidak kalah banyak, bila dibandingkan dengan festival-festival budaya lainnya.

63. Ahiroh - April 6, 2010

Assalamualaikum Wr.Wb

”Dijajah lagi oleh Jepang dalam hal budaya”, saya kurang setuju pak..sebenarnya hanya anak-anak muda saja yg ikut-ikut trend takut dibilang ketinggalan zaman.,tapi sekarang ini banyak sekali pagelaran kebudayaan indonesia di luar negeri.Di daerah di Indonesia juga masih banyak yang menggunakan pakaian tradisonal seperti di Bali, Papua dan lain-lain sehingga daerah tersebut masih sering didatangi oleh wisatawan asing dimana masyarakatnya masih kental sekali dengan budaya yang mereka miliki.

mudah-mudahan khayalan bapak jadi kenyataan.,budaya kita menjadi lebih dikenal di luar negeri dan kita sebagai generasi muda harus bangga akan kebudayaan yang kita miliki.amin

wasalam

64. FEBY KELVIANDARU - April 6, 2010

Saya setuju dengan kutipan bapak yang ini..
“Saya jadi membayangkan suatu saat ada Festifal Budaya Indonesia juga di pusat belanja Tokyo, Kyoto, Osaka atau di kota-kota besar lainnya di Jepang, dimana anak-anak muda Negeri Matahari Terbit tersebut dengan bangganya menggunakan Kostum khas ala abang-mpok Betawi, ala mojang-jejaka Bandun, kangmas-mbakyu Solo atau bahkan pakaian khas ala daerah lain di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas hingga Pulau Rote yang benar-benar kaya akan corak warna dan budaya. Dan mereka juga menjejali gerai-gerai stand yang berisi sajian makanan khas dari Indonesia seperti, Nasi Liwet, Kimlo, Nasi Uduk, berbagai jenis Soto dan Sate dan lain-lain yang bercitarasa Nusantara.
Hmmm smoga saja khayalan saya ini benar-benar terwujud sehingga bukan lagi kita yang di jajah oleh Jepang, tapi kita yang invansi ke Jepang.”

Insyaallah itu akan terwujud pak,,,amien

memang tradisi luar telah menjamur dinegara kita, tetapi harus kita saring terlebih dahulu kebudayaan yang positiv dan negativ,,kalau kebudayaan yang negativ kita buang jauh jauh,,
oy yg masalah anak” bangsa kita menggunakan pakaian ala Harajuku di festival jepang itu tidak apa asalkan mereka jga mau dengan kesadaran dirinya menggunakan pakaian khas daerah daerah kita dari sabang sampai maroke ketika ada Ulang tahun kota tersebut atau HUT RI,,,

65. Dimas Sanjaya - April 6, 2010

budaya merupakan salah satu dari objek globalisasi yang telah dilaksanakan oleh beberapa negara. Jepang memang pintar untuk kategori kreatifitas dan semangat kerja yang tinggi sehingga mampu menjadikan dirinya sebagai salah satu icon Asia. pertukaran budaya Jepang dan Indonesia telah dilakukan dengan keuntungan kedua pihak negara. saya rasa Negara Asing pun sebenarnya menyukai budaya Indonesia yang sungguh beragam dan unik. tinggal masyarakat Indonesia yang harus mampu melihat peluang tersebut agar dapat dijadikan kesempatan memperkenalkan budaya kita secara utuh yang murni Indonesia. kita lihat saja pak pembuktian dari kecintaan masyarakat Indonesia terhadap budayanya pada perayaan Hari Kartini nanti. biasanya akan dikeluarkan berbagai macam pakaian adat, lalu akankan event tersebut juga akan ditampilkan di tempat khalayak umum. semoga.

66. Aditia Rahman - April 6, 2010

Saya sangat setuju dengan khayalan bapak. Indonesia jangan hanya terkenal karena kasus korupsi, teroris dan tindak kriminal saja. Indonesia juga harus GO INTERNASIONAL dalam segi apapun, baik itu budaya, makanan,olahraga dan sebagainya. Akan tetapi, sebelum go internasional, kita harus membenahi diri di dalam negeri dahulu.
Misalnya, di Indonesia di adakan pameran2 kebudayaan ataupun hasil kerajianan dari masing2 daerah di Indonesia. Dengan adanya hal tersebut, mungkin saja banyak pendatang asing yang kagum terhadap Indonesia.

67. witanduty - April 6, 2010

Maaf pak,, kalau saya tidak setuju dengan pernyataan “dijajah”. Karena orang jepang atau warga negara lain juga ada yang mencintai budaya Indonesia. Cukup banyak warga Indonesia yang membuat acara festival budaya diberbagai negara, contohnya yang paling banyak disorot pada saat Festival Budaya Indonesia di Eropa, itu sih yang paling sering saya dengar walau di benua lain juga ada. Hanya saja mereka membuat acara festival itu bertempat di KEDUBES Indonesia, mungkin karena kalau menyewa di wilayah lain atau mall disana terlalu mahal, tidak seperti di Indonesia yang menurut mereka lebih murah. Yaa, hanya saja luput dari berita-berita, maklum kesadaran warga Indonesia agak kurang.
Yaa, kalau mau dibilang bahwa Indonesia dijajah Jepang kembali, berarti Indonesia juga dijajah negara Cina, Amerika, Arab, dan masih banyak negara lainnya yang membuat warga Indoneia yang mengikuti gaya mereka dari pada gaya khas Indonesia itu sendiri. Jadi, kesimpulan dari pandangan saya adalah “ini hanya sebuah perkenalan budaya, dimana kita bisa mengetahui budaya-budaya dari negara lain. Tetapi tidak melupakan Budaya negara sendiri, melainkan memandang ini sebagai acuan kita sebagai penerus bangsa untuk bisa mempromosikan atau memperkenalkan budaya Indonesia di negara lain juga”. Maaf jika ada ucapan yang salah, yang bisa membuat siapa saja merasa tersinggung dengan komentar saya, Terima kasih.

68. Ismail P.U - April 6, 2010

kebudayaan indonesia memang penuh dengan berbagai macam kekayaan dan corak, dari mulai adat, pakaian, makanan, tempat wisata dll. Namun yang menjadi perhatian disini adalah, ‘apakah kita “mampu” menunjukkan kepada dunia luar bahwa kebudayaan indonesia sangatlah beragam?’…..,

menurut saya, banyak faktor2 yang mempengaruhi kebudayaan kita kalah dengan negara luar, salah satunya mungkin..tidak adanya rasa cinta terhadap apa yang dimiliki sekarang,:)

FYI: banggalah terhadap budaya-budaya indonesia, karena nantinya kita sendiri yang akan membangun bangsa.

69. witanduty - April 6, 2010

Maaf pak,, kalau saya tidak setuju dengan pernyataan “dijajah”. Karena orang

jepang atau warga negara lain juga ada yang mencintai budaya Indonesia. Cukup

banyak warga Indonesia yang membuat acara festival budaya diberbagai negara,

contohnya yang paling banyak disorot pada saat Festival Budaya Indonesia di

Eropa, itu sih yang paling sering saya dengar walau di benua lain juga ada.

Hanya saja mereka membuat acara festival itu bertempat di KEDUBES Indonesia,

mungkin karena kalau menyewa di wilayah lain atau mall disana terlalu mahal,

tidak seperti di Indonesia yang menurut mereka lebih murah. Yaa, hanya saja

luput dari berita-berita, maklum kesadaran warga Indonesia agak kurang.
Yaa, kalau mau dibilang bahwa Indonesia dijajah Jepang kembali, berarti

Indonesia juga dijajah negara Cina, Amerika, Arab, dan masih banyak negara

lainnya yang membuat warga Indoneia yang mengikuti gaya mereka dari pada gaya

khas Indonesia itu sendiri. Jadi, kesimpulan dari pandangan saya adalah “ini

hanya sebuah perkenalan budaya, dimana kita bisa mengetahui budaya-budaya dari

negara lain. Tetapi tidak melupakan Budaya negara sendiri, melainkan memandang

ini sebagai acuan kita sebagai penerus bangsa untuk bisa mempromosikan atau

memperkenalkan budaya Indonesia di negara lain juga”. Maaf jika ada ucapan

yang salah, yang bisa membuat siapa saja merasa tersinggung dengan komentar

saya, Terima kasih.

70. Job Richard Sibarani - April 6, 2010

memang betul pak , terkadang kita lupa (khususnya kaum muda) untuk melestarikan budaya bangsa sendiri…….

Alangkah indahnya bila impian bapak dalam uraian di atas dapat terwujud…… AMIN

jahh bless

71. agus hakim - April 6, 2010

biarkan saja negara kita d jajah oleh jepang
kan org jepang kan cantik2
mungkin suatu saat nanti budaya kita itu d kenal d seluruh peslosok bumi………

klo g ada orang jepang aqu kuliah naek apaan motor,mobil,kereta aje buatan jepang jd kta g usah munafik gitu dong…………

selama masih sama2 menguntungkan cih g papa org jepang d negara kita……..

klo mo ngusir org jepang dr negara kita cowo2 nya aje
klo cewe nya biarkan menetap d sini…..

saran saya mah jgn lg mengikuti kebudayaan jepang itu atau dr negara matahari terbit kan kebudayaan indo banyak yg unik2 & lucu2 seperti saya………

udah ah cape nulisnya………..

72. M14UW - April 6, 2010

Mungkin masih kurang tepat Pak kalau bilang dijajah, karena belum terbukti orang-orang yang berperan serta di acara tersebut lebih memilih gaya Jepang ketimbang gaya Indonesia. Ini kan salah satu sarana menyalurkan Hobby mereka yang Jap’s Holic.

Dilihat dari kondisi zaman, Jepang memang sedang mengusai hampir seluruh teknologi di Bumi, terutama dibidang entertaiment elektronik (sebagian besar penduduk Indonesia terpaku pada TV). Jepang bisa menyajikan Film, Kartun, Drama, dll yang sangat menarik, baik untuk kalangan anak-anak hingga dewasa. Sedangkan Indonesia lebih terpaku pada Sinetron percintaan+kekerasan, Animasi yang ganjil, dll yang tidak Fresh (segar), bahkan banyak acara TV di Indonesia yang JIPLAK/NYONTEK dari acara TV di Jepang. Pantas saja lambat laun pola hidup dan pemikiran masyarakat Indonesia lebih mencintai serba-serbi Jepang.

Dimata dunia, Indonesia sudah sering unjuk gigi juga Pak, seperti comment dari Sandy Wijawa. Beritanya bisa dilihat di Link ini:
http://www.antara.co.id/view/?i=1211118750&c=SBH&s=
melayuonline.com/ind/news/read/7763/festival-budaya-indonesia-di-museum-horniman-london
erabaru.net/wisata/64-pariwisata/4384-budaya-indonesia-meriahkan-festival-budaya-unicef
http://www.detiknews.com/read/2010/01/31/160340/1289796/10/ppi-newcastle-gelar-festival-budaya-indonesia
http://www.rakyatmerdeka.co.id/internasional/2010/01/06/7154/Festival-Budaya-Indonesia-akan-Hiasi-6-kota-di-Rusia
http://www.nusantara-news.com/2010/02/asosiasi-mahasiswa-di-shizuoka-selenggarakan-festival-budaya-indonesia-27-februari.html
bataviase.co.id/node/126558

Jangan cari siapa yang salah dan siapa yang benar, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah. Buat masalah ini menjadi sebuah tantangan untuk generasi muda agar bisa membuat Indonesia bersinar di Manca Negara dan gemerlap di Indonesia sendiri. Dimuai dengan Cinta Produk Dalam Negeri, Cinta Budaya Indonesia, dan Cinta Tuk Mengakui “Saya Generasi Muda Indonesia Yang Bermutu”.

aditya danar

73. Kukuh F M - April 6, 2010

ass…kum.
buat saya sich pa kalau mank itu masih positif bagi bangsa ini tidak apa2.asalkan sebatasnya aja festival itu,kalau seandainya festival itu membuat dan membawa hal buruk buat bangsa ini dan generasi muda kita….
nah, itu harus kita lawan dan kalau perlu musnahkan dari negera kita tercinta ini “Tanah Air Indonesia”.

trs kalau masalah khayalan bapa festival indonesia ada di semua bagian dunia/negara.kita berdoa dan yakin pasti kita bisa lebih baik lagi dari negara lain….AMIEN.

74. HERNIDA OKTAVIYANI - April 6, 2010

Saya rasa mungkin kita belum mengetahui secara jelas pak..apakah kebudayaan kita di negara orang lain,,,sama seperti budaya asing (jepang) yang ternyata mendominasi kecintaan orang banyak yang notabene bukan kebudayaan asli mereka…seperti yang bapak contohkan. Mungkin di pusat perbelanjaan di jepang juga memiliki gerai ataupun mengadakan festifal kebudayaan indonesia,,mana kita tau??
Banyak hal yang membuat orang kita (masyarakat indonesia) mencinta kebudayaan Jepang,,dikarenakan untuk kartun ataupun animasi produk jepang, sudah sejak orang tua saya masih kecil sudah banyak ditayangkan di televisi,,contoh nya saja cerita tentang Osin yang telah mendunia…dengan pakaian kimono nya,dibandingkan cerita cerita daerah yang kita miliki yang belum sama sekali terpublikasi.
saya rasa…tidak ada salah nya….untuk mencinta animasi asli dari jepang, Walaupun banyak dari anak2 indonesia menyukai animasi2 dari jepang tersebut…saya yakin didalam hati mereka pasti tersimpan tempat yang spesial untuk semua karya bangsa mereka sendiri yaitu Indonesia.

75. witanduty - April 6, 2010

Maaf pak,, kalau saya tidak setuju dengan pernyataan “dijajah”. Karena orang jepang atau warga negara lain juga ada yang mencintai budaya Indonesia. Cukup banyak warga Indonesia yang membuat acara festival budaya diberbagai negara, contohnya yang paling banyak disorot pada saat Festival Budaya Indonesia di Eropa, itu sih yang paling sering saya dengar walau di benua lain juga ada. Hanya saja mereka membuat acara festival itu bertempat di KEDUBES Indonesia, mungkin karena kalau menyewa di wilayah lain atau mall disana terlalu mahal, tidak seperti di Indonesia yang menurut mereka lebih murah. Yaa, hanya saja luput dari berita-berita, maklum kesadaran warga Indonesia agak kurang.
Yaa, kalau mau dibilang bahwa Indonesia dijajah Jepang kembali, berarti Indonesia juga dijajah negara Cina, Amerika, Arab, India dan masih banyak negara lainnya yang membuat warga Indoneia yang mengikuti gaya mereka dari pada gaya khas Indonesia itu sendiri. Jadi, kesimpulan dari pandangan saya adalah “ini hanya sebuah perkenalan budaya, dimana kita bisa mengetahui budaya-budaya dari negara lain. Tetapi tidak melupakan Budaya negara sendiri, melainkan memandang ini sebagai acuan kita sebagai penerus bangsa untuk bisa mempromosikan atau memperkenalkan budaya Indonesia di negara lain juga”. Maaf jika ada ucapan yang salah, yang bisa membuat siapa saja merasa tersinggung dengan komentar saya, Terima kasih.

76. Wenry Hijrah N - April 6, 2010

Kalau saya si pak, SUTUJU aj dng bapak. tp kita mesti lihat dlu pak
apakah masyarakatnya cinta gak dengan BUDAYA sendiri.
Klau gak cinta mah percuma aj
Lagi pula masyarakat kita hanya mengagumi saja budaya asing.
asal masyarakatnya bisa mensaring atau menfilternya agar tidak ikut hanyut.

Selain itu banyak juga pak budaya kita di kagumi oleh bangsa luar sampai-sampai di klaim mlik NEGARA itu.
Contonya saja BATIK dan Tari Reog di gemari oleh bangsa LUAR terutama MALAYSIA yang telah mengklaim drinya pemilik batik.

Jadi mnurut saya mah, kita kembalikan ke individu masing2
apakah masih CINTA dengan BUDAYA sndiri, atau malah cinta budaya luar.

77. Orlando Akbar - April 7, 2010

Kalo kita ‘dijajah’ secara cultural oleh jepang/amrik, ya apa mau dikata, emang mereka marketingnya bagus, dan emang orang kita barang2nya belom sebagus mereka. (walaupun orang kita itu pinter2 loh.. tapi birokrasi menghancurkan semuanya.)
Gue bilang Jepang bisa mendominasi hampir kayak amrik, Pemerintahannya sadar akan pentingnya kiblat desain, dan membangun citra yang kuat akan Jepang, membangun selera yang baik bagi penduduknya.
Kita gak usah munafik, tanpa disadari kita juga menjajah mereka.software2 program dan Game mereka kita Bajak,..mereka sudah susah payah membuat software atau Game2 mereka dan kita hanya bisa membajak dan Copy Paste.
Jadi Impas Donk.

78. Andrea.J.W - April 7, 2010

ini bukan penjajahan, menurut saya. ini merupakan dampak dari globalisasi. setiap budaya dan tradisi di setiap negara pasti memperkenalkan kepada negara lain.jd tidak dapat dipungkiri kl tradisi lain dapat masuk di indonesia.
trandisi indonesia juga benar2 di liat oleh bangsa lain. contoh senni ilmu bela diri pencak silat yang asli dari indoensia.ini sudah di lihat sampai manca negara.wow…ini hebat bukan..!!
bukan budaya nya yg salah tetapi orang yang melihatnya.dari sudut pandang mana di lihatnya..

79. Kris Wibowo G - April 7, 2010

sebenarnya itu bukan bagian dari penjajahan secara fisik pak
menurut saya, itu salah satu bntuk penghargaan atas hobi yg dia miliki..

80. M.Zainal Fajar - April 7, 2010

Dalam masalah ini sebenarnya pemerintah kurang memberi wadah untuk berekspresi dalam berbudaya sehingga kurangnya minat dari generasi muda untuk mencoba kebudayaan kita.
Jika pemerintah memberikan ruang yang lebih untuk kebudayaan dan lebih memperkenalkannya ke berbagai negara, pasti harapan bpk untuk melihat kebudayaan Indonesia di Tokyo, Jepang akan terwujud, bahkan bukan di negara Jepang saja. Tetapi seharusnya dengan masukknya budaya Jepang ke Indonesia,kedua negara bisa saling berbagi atau memperkenalkan budaya dari masing - masing negara.

81. M.Zainal Fajar - April 7, 2010

hmmmm, saya setuju dengan pendapat bpk bahwa kita kembali dijajah oleh Jepang dengan kebudayaan. Seharusnya sejak kecil generasi muda Indonesia dijejali dengan budaya Indonesia bukan dengan budaya negara lain. Cara yang paling ampuh untuk mengurangi banyaknya budaya dari luar, khususnya budaya dari Jepang ialah dengan mengurangi acara-acara televisi yang berasal dari luar khususnya Jepang, seperti film kartun yang sudah mengakar pada anak-anak kecil. kita buat acara film kartun atau lainnya dari tangan anak bangsa sendiri.

82. Fajar Adinugroho - April 7, 2010

yah gimana lagi
namanya juga globalisasi
semua si tergantung diri sendiri masing-masing
itu dia contoh salah satu negatifnya arus globalisasi
orang rela mengeluarkan uang banyak untuk memamerkan kebudayaan negara orang
padahal belum tentu dia mau memakai atau melestarikan budaya sendiri…..
parahhhhhhhhhh

rawe-rawe rantas malang-malang putung????

83. Haidar - April 7, 2010

kalau pandangan saya bukan jepang saja pak, amerika dan eropa juga sudah merasuki budaya masyarakat indonesia, contoh model pakaian cewek2 abg sekarang mereka banyak yang mengenakan busana ala kebarat2an seperti celana pendek yang ketat sekali. Padahal sebetulnya sangat bertentangan dengan budaya kita. Mereka sudah enggan mengenakan busana tradisional seperti kebaya, ulos dll. Menurut mereka kebaya itu sudah kuno katanya. ckckckck.

Jadi menurut saya sudah amat sangat jarang sekali orang yang masih melestarikan budaya asli mereka. Entah di tahun2 mendatang apakah budaya kita masih bisa bertahan atau akan punah..? hmmmm kita lihat saja nanti

84. Aji Saputro - April 7, 2010

Mengenal kebudayaan bangsa lain bukan merupakan hal yang salah. Manusia sebagai makhluk sosial sudah sewajarnya saling berinteraksi, bersosialisasi satu sama lainnya. Begitu pula dengan negara/bangsa yang harus berinteraksi dengan negara/bangsa lain.

Jika membicarakan budaya suatu bangsa, kita tidak hanya membicarakan pakaian/makanan khas bangsa itu. kita juga mau tidak mau harus mengikut sertakan tata krama, kebiasaan, cara bertutur kata, dan masih banyak lagi. sebagai contoh, dibeberapa negara ada kebiasaan pada saat makan, dimana pada saat kita makan kita harus menyisakan sedikit makan pada piring sebagai ungkapan bahwa sudah cukup makanannya. Sebaliknya, ada beberapa negara yang memiliki kebiasaan yang berbeda pada saat makan, dimana makanan yang disajikan di piring harus dihabiskan sebagai ungkapan terima kasih. Bagaimana jadinya jika kedua kebudayaan ini bertemu tetapi tidak mengetahui kebiasaan masing-masing.

Masalah menyewa pakaian khas jepang yang mahal-mahal itukan masalah hobi masing-masing orang. Mereka berhak untuk mengekspresikan kegemaran masing-masing selama kegemaran itu adalah hal yang positif.

Untuk masalah kapan kebudayaan Indonesia bisa mendunia, untuk saat ini kita hanya bisa berusaha melestarikannya saja, dan itu dimulai dari hal yang paling kecil, dari diri sendiri. Sudahkah ikut berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan kita sendiri?, atau paling tidak sudahkah kita mengenal kebudayaan kita sendiri?

85. Rina Yuliana Siagian - April 7, 2010

Siang pak,

Saya kurang setuju dengan pernyataan “dijajah”. Karena orang jepang atau warga negara lain juga ada yang mencintai budaya Indonesia buktinya bahwa budaya asing (jepang) yang ternyata mendominasi kecintaan orang banyak yang notabene bukan kebudayaan asli mereka.

Saya berpikir bahwa Negara Asing pun sebenarnya menyukai budaya Indonesia yang sungguh beragam dan unik, tinggal masyarakat Indonesia yang harus mampu melihat peluang tersebut agar dapat dijadikan kesempatan memperkenalkan budaya kita secara utuh yang murni Indonesia.

Apalagi sekarang ini zaman semakin modern ditambah dengan adanya acara2 seperti festival jepang yang sekarang lagi trend. Sebenarnya adanya budaya2 jepang seperti itu masuk kedalam negara kita,semua karena banyaknya film2 kartun jepang yang kita tonton sehari2,mungkin mereka merasa tertarik dari segi kostum maupun properti2 yang digunakan tokoh tsb, maka dari serial kartun tersebut sering diadakan acara acara festival2 berbau jepang tsb, sampai kostum maupun propertinya sama persis seperti tokoh2 yang ada si serial anime di tv2.

86. Andre - April 7, 2010

Menurut saya itu bukan merupakan semata-mata penjajahan. Itu adalah upaya dalam pertukaran kebudayaan. Kita melihat orang-orang bangga dengan kostum itu karena mereka belum pernah mengenakan kostum itu. Sebaiknya kita juga dengan gencar mengenalkan kebudayaan dalam negeri dulu. Baru kita perkenalkan keluar negeri.
Kita tingkatkan CINTA PRODUK DALAM NEGERI…!!!!

87. Tina Novika - April 7, 2010

Saat ini bukan hanya Jepang saja yang sudah menjajah budaya kita, banyak juga dari negara asing lainnya seperti negara-negara barat, yang terlihat dari cara pakaian anak muda jaman sekarang, dari perilaku juga, menyebabkan anak muda jaman sekarang jadi malu jika harus memiliki sifat nasionalisme, karena di anggap ‘kampungan’ atau ketinggalan jaman. padahal seharusnya sebagai anak bangsa kita harus bangga terhadap kekayaan budaya terutama, yang ada di Indonesia.
kekayaan budaya Indonesia yang begitu banyak, tidak semuanya diketahui karena kurangnya pengenalan dalam bentuk rill pada masyarakat, seperti festival khas kebudayaan Indonesia contohnya.

88. Dwi winda - April 7, 2010

menurut saya itu bukan dijajah deh pak.itu lebih kebentuk mengenal budaya lain,slh satunya itu.bahkan, bukan hanya dengan budaya jepang saja yg pernah tampil dijkarta.
kl dilihat dr segi positifnya,secra tidak langsung menambah pengetahuan kita tentang budaya asing,ya mungkin akan sedikit membuat kita lebih kreatif krn ada nya masukkan budaya lain…
kl dilihat dr segi negatifnya,mungkin akan mengakibatkan perbedaan yg sedikit menonjol dari 2 kebudayaan yg muncul yg nantinya akan ada perbandingan antar keduanya.

89. Taransa Agasya Tutupoly - April 7, 2010

menurut saya bukan dijajah,menurut saya itulah salah satu manfaat dari pertukaran budaya,seperti di negara eropa perancis,jerman mereka sangat mengaggumi budaya INDONESIA,mulai dari tarian,ludruk,ketoprak dan uang kuno sangat mereka gemari,sesungguhnya kebudayaan asing yang masuk adalah suatu pengetahuan dan pengalaman,kita hidup di dunia ini dengan beraneka ragam budaya,ras,agama dan suku,kita harus menghormati satu sama lain,tetapi kita harus tetap cinta dan menggalakan kebudayaan kita yaitu BUDAYA INDONESIA.

90. Cheche.M - April 7, 2010

Bangsa kita bukan dijajah budaya,tetapi mungkin hanya mngidolakan saja. Hal tersebut bisa saja disebabkan belum ada nya busana-busana atau hasil karya seperti yang berasal dari negara tetangga tersebut. Jadi tidak dapat disalahkan kepada bngsa ini sendri.

Dan mengenai pameran kebudayaan Indonesia kepada dunia luar, mudah-mudahan mendapat respon yang sama seprti kebudayaan luar masuk ke Indonesia.

91. SEPTRI ELVRILLA - April 7, 2010

semoga saja itu terjadi…
amin…
betapa bangganya kita bila itu terjadi..

memang sangat ironis sekali, tetapi itulah yg terjadi sekarang ini…
kita memang harus memperhatikan budaya bangsa kita yg amat sangat kaya, namun sayangnya wadah untuk mempublikasikan masih sangat kurang dan susah ditemui, didalam negeri saja susah apalagi diluar negeri, inilah dilema yg dialami oleh bangsa kita saat ini, kita dijajah secara tersirat bukan tersurat…
maka itu pemerintah harus membuat dan membuat lebih banyak lagi program-program yg bertujuan untuk melestarikan budaya kita sekaligus mempublikasikan bahwa negara kita amat sangat kaya akan budaya dan adat….

92. Haerudin - April 7, 2010

Walah,, opo meneh yeh????

dalam era globalisasi ini kebudayaan asing telah merombak ke kehidupan kita, tentunya bangsa kita bangsa Indonesia.. banyak sekali adat kebudayaan luar telah mengintimidasi negara kita,, contohnya negara eropa yang saat ini menggegerkan niat kaum hawa yang selalu menjadi bahan pembicaraan… seharusnya kiat kita tak seheboh busana-busana yang dipamerkan dunia luar,, coba kita instropeksi diri, mana yang pantas dipakai oleh kita antara kebudayaan asing atau dari kebudayaan yang kita punya ini.???

Mengapa kita tak sanggup membanggakan diri dengan kebudayaan milik negara kita sendiri jika hanya mampu bangga dengan kebudayaan luar?? akibatnya, “MALAYSIA” adalah contoh dari negara yang selalu meng-klaim kebudayaan2 milik negara kita… harusnya kita sadar akan pentingnya kebudayaan kita sendiri,, dengan mengagungkan kebudayaan Indonesia agar terlihat oleh dunia luar yang menjadi mimik bangsa Indonesia yang memiliki ribuan hingga jutaan beraneka ragam adat kebudayaan jika kita mengapresiasikannya. Toh, kita sendiri dapat berlomba dengan tradisi adat kebudayaan kita dengan kebudayaan dunia luar. BetuL-BetuL-BetuL???

93. Haerudin - April 7, 2010

Walah,, opo meneh yeh????

dalam era globalisasi ini kebudayaan asing telah merombak ke kehidupan kita, tentunya bangsa kita bangsa Indonesia.. banyak sekali adat kebudayaan luar telah mengintimidasi negara kita,, contohnya negara eropa yang saat ini menggegerkan niat kaum hawa yang selalu menjadi bahan pembicaraan… seharusnya kiat kita tak seheboh busana-busana yang dipamerkan dunia luar,, coba kita instropeksi diri, mana yang pantas dipakai oleh kita antara kebudayaan asing atau dari kebudayaan yang kita punya ini.???

Mengapa kita tak sanggup membanggakan diri dengan kebudayaan milik negara kita sendiri jika hanya mampu bangga dengan kebudayaan luar?? akibatnya, “MALAYSIA” adalah contoh dari negara yang selalu meng-klaim kebudayaan2 milik negara kita… harusnya kita sadar akan pentingnya kebudayaan kita sendiri,, dengan mengagungkan kebudayaan Indonesia agar terlihat oleh dunia luar yang menjadi mimik bangsa Indonesia yang memiliki ribuan hingga jutaan beraneka ragam adat kebudayaan jika kita mengapresiasikannya. Toh, kita sendiri dapat berlomba dengan tradisi adat kebudayaan kita dengan kebudayaan dunia luar. BetuL-BetuL-BetuL???

94. riddi adithya - April 7, 2010

setuju pak..soalnya anak muda sekarang kurang bisa memilah milih budaya yang masuk. Mereka hanya bisa melihat dari luarnya saja tanpa memikirkan dampak bagi budaya indonesia..

95. AGUSTINUS M. MALISAN - April 7, 2010

Kalau menurut saya sih itu bukan suatu masalah yang besar, dikarenakan sekarang ini sudah menjadi era maju dimana kita bebas untuk melakukan sesuatu yaitu dengan adanya pertukaran budaya yang dapat menguntungkan pihak-pihak terkait. Kita seharusnya bangga dengan hal itu, karena budaya kita juga pasti telah di pertunjukkan di negara lain asalkan masih bertujuan positif. Lalu para remaja yang mengenakan kostum karakter-karakter tokoh kartun jepang tersebut dikarenakan juga kurangnya sosialisasi dimasa kini tentang tokoh-tokoh pribumi atau pahlawan superhero dari indonesia. Itu kita bisa lihat dari tayangan-tayangan yang ada di televisi lebih mendominasi karya dari luar daripada karya anak negeri, dari segi isi cerita dan tampilan gambar produk dari luar juga mendominasi. tetapi itu semua tergantung dari individu masing-masing untuk menentukan pilihannya sendiri.

96. kunting Bangun D - April 7, 2010

Kita seharusnya bangga dengan hal itu, karena budaya kita juga pasti telah di pertunjukkan di negara lain asalkan masih bertujuan positif. Selain itu yang penting tidak merugikan negara kita. Dan tetap memegang teguh adat-istiadat bangsa indosnesia. Dan tidak lupa juga dengan budaya kita sendiri,yang harus dilestarikan. Agar nantinya bisa dilihat oleh anak cucu kiata.

97. Yohan Septian S. - April 7, 2010

saya pikir yang anak2 muda itu lakukan masih cukup positif jika dibandingkan yang lain
(seperti : tawuran, balapan liar, dugem, drugs), karena yang mereka lakukan bisa dibilang menyalurkan hobi dan kreatifitas.
Lalu, yang bapak bilang mereka menghabis banyak uang untuk membeli kostum dan accesoris yang dipakai dan terkesan aneh, itu sebenarnya karena mereka sedang mengikuti Lomba Cosplay (Cosplay Competition) yang ada pada event tersebut.
(Cosplay adalah suatu hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, video game, penyanyi dan musisi idola. Pelaku cosplay disebut cosplayer).
Dalam Cospaly Competition tsb penilaiannya dari tingat kesulitan pembuatan kostum & kemiripan dgn karakter kostum tsb.
Memang terbilang mahal, tp jika mereka berhasil memenangkan salah satu kategori (yg hadiahnya berkisar antara ratusan ribu s/d jutaan rupiah), mereka mendapat keuntungan & menutupi modal awal mereka.

hmm.,, hal ini memang ironis jika dipandang dari sudut nasionalisme.
Disaat bangsa ini hampir kehilangan jati diri nya., para generasi muda malah sibuk mendalami budaya bangsa lain. Maka dari itu kita perlu membuat sebuah event di negara lain yang diorganisir sedemikian rupa seperti event ini sehingga bisa menampilkan aneka kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sehingga menarik perhatian banyak warga negara asing di sana. Oleh karena itu peran serta pemerintah, wakil kedutaan besar Indonesaia di berbagai negara dan para pelajar Indonesia yang belajar di negara asing sangatlah diharapkan.

98. ANGGA RCH - April 8, 2010

haha invasi jepang. siap pak boleh bgt itu mah.
sejalan sy sama bapak ngerasa miris jg dgn situasi yg apa apa serba made in jepang. smg d impian bapak terlaksana tentunya dgn gebrakan yg besar dan gag cuman hoax.. okeh keep spirit. pish ah. mungkin solusi dr sy kita bales aj lg bikin film2 animasi keren superhiro indonesia yg diputer di tv2 luar negri. biar dy pada tw tu yg namanya si jamphang dkk. (mudah2an malah ga di ketawain ama dy org yg pd nonton filmnya). okok.

99. Herdy_Septian - April 8, 2010

Ass. Wr. Wb.

Comment saya c simple aja. Boleh aja c kita mengikuti atau mengagumi gaya budaya jepang, tapi jangan lupa juga sama budaya negara kita sendiri. Dan saya sangat setuju sekali kalau suatu saat nanti ada festival budaya Indonesia di negri Matahari Terbit tersebut, ya kalau bisa c di negara lain juga. Terima kasih.

Wass. Wr. Wb.

100. Mohammad zulkifli lubis - April 8, 2010

menurut saya itu semua kembali ke personalnya masing-masing. apakah dikarenakan hobi untuk mengenakan atribut luar. budaya indonesia juga ngak kalah menarik banya wisatawan barat, emang untuk daerah asia masih boleh dibilang kurang tertarik.

101. Abu Tsaqifa - April 8, 2010

Yah sudahlah mau dibilang apa lagi pak,,saya sih berharap ada juga event seperti itu lagi tapi bukan Jepang ataupun negara Eropa lainnya, saya berharap budaya Arab atau lebih khususnya budaya islam jadinya anak-anak yang bersliweran di mall pada pake jilbab dan gamis…hehehe…tapi mau ga yach????
tapi sesuai dengan sabda Rasul bahwa islam akan kembali asing diakhir zaman…naudzubillah…semoga ini bukan akhir zaman dimana orang2 lebih terbiasa dengan berpakain tapi talanjang dan merasa asing dengan wanita yang menutup auratnya apalagi yang bercadar…Masya Allah..!!!!!
50407732

102. namakuDanil - April 8, 2010

Kalau mengunakan kata “dijajah jepang” saya kurang setuju karena pada nyatanya yg saya lihat generasi muda kita sekarang ini lebih tertarik sesuatu yg “berbau” luar (bukan arti kata sesunguhnya) bukan hanya kebudayaan jepang tapi kebudayaan, tingkah laku, style-style, pola hidup pokoknya sesuatu yg datang dari luar, ntah siapa yg memulai tapi hal itu sangat keren bagi abg-abg, dah bagi para anak muda jika ingin terlihat keren mereka akan berbuat sesuatu yg keren bagi mereka

kalau kita lihat ke belakang mungkin kita2 ingat dengan manga dan anime yang muncul 10 - 20 tahun yang lalu seperti Doraemon, DragonBall, SaintSeiya, Satria Baja Hitam, Kungfu Boy tetapi kenapa baru belakangan ini para otaku-otaku bermunculan (sekitar tahun 2002 ke atas menurut saya) dengan cosplay-nya atau harajuku-style-nya mungkin karena itu memang keren atau karena mereka tidak tahu kalau budaya indonesia lebih keren dari itu?

hitung saja berapa banyak pakaian adat jepang Kimono? mungkin kurang dari 5 setahu saya, tapi kita hitung pakaian ada indonesia 10 ? lebih lah, kita lihat tarian dari jepang kabuki?, Bon Odori?, Mai? segitu yg saya tahu. anda tahu tari kecak? itu sangat terkenal di luar, tari saman mungkin tari ini lebih banyak di lombakan di luar negeri dari pada di indonesia mungkin loh, jaipong, piring, serampang 12, tor tor, jangget, cakalele dan banyak lagi tari-tarian kita tapi kenapa abg lebih senang budaya asing apakah menurut mereka budaya kita kampungan(bukan menyingung orang kampung saya juga orang kampung wong setiap lebaran pulang kampung toh)

kalao begini siapa yg di salahkan apakah orang tua yg sudah malas mengajarkan anak2 nya budaya2 lokal atau kah pemerintah yang lupa menyediakan sarana buat berbudaya lokal? jangan salahkan institusi komersil seperti mall dan lainya mereka menampilkan apa yang banyak di gandrungin semangkin banyak semangkin untung, kalau budaya kita yg lebih menguntungkan pasti budaya kita yg aka di festival2-kan

semoga hal ini hanya terjadi di kota2 besar ya supaya budaya asli kita masih tetap hidup walaupun tersingkir.

bukan mo menjelekan budaya jepang maap yg tersinggung cuman mo curcol aja

Danil Dwiguna

103. Agapdi T.T.R - April 8, 2010

Begitulah Pak banyak lebih suka sama kebudayaan negara orang lain dibandingkan kebudayaan negeri sendiri padahal kebudayaan negeri kita yang majemuk begitu banyak akan kekayaan seni dan tidak kalah menarik dengan kebudayaan negara Jepang.

104. Okta firman Maulana - April 8, 2010

memang sampai saat ini bangsa kita belum punya jati diri.
tidak hanya jepang yang menjajah negara kita, orang pribumi pun menjajah negara kita.
saya punya pengalaman tentang kebudayaan nusantara.
tahun lalu saya mengadakan event musik dengan tema “ATTITUDE PEMUDA NUSANTARA”. dengan mengangkat konsep kebudayaan nusantara.
di event ini menceritakan tentang kaitan pemuda kita dengan budaya nusantara.
naumun, apa boleh di kata para pemuda kita tidak terlalu antusias dengan budaya/adat yang dimiliki negara kita justru pemuda kita lebih antusias dengan budaya luar salah satunya budaya jepang.
saya juga tidak mengerti apa se yang membuat pemuda kita lebih menyukai budaya asing dibandingkan dengan budaya negaranya (Indonesia)..?
mungkin dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dapat mempengaruhi negara ini termasuk pemudanya.
entah sampai kapan negara kita tidak mempunyai komitmen.
sebenarnya negara ini patut dibanggakan akan budaya - budaya yang dimilikinya.
semoga negara ini dapat menjadi maju bukan berkembang lagi dengan adanya teknologi.
amien……………

105. okta firman maulana - April 8, 2010

memang sampai saat ini bangsa kita belum punya jati diri.
tidak hanya jepang yang menjajah negara kita, orang pribumi pun menjajah negara kita.
saya punya pengalaman tentang kebudayaan nusantara.
tahun lalu saya mengadakan event musik dengan tema “ATTITUDE PEMUDA NUSANTARA”. dengan mengangkat konsep kebudayaan nusantara.
di event ini menceritakan tentang kaitan pemuda kita dengan budaya nusantara.
naumun, apa boleh di kata para pemuda kita tidak terlalu antusias dengan budaya/adat yang dimiliki negara kita justru pemuda kita lebih antusias dengan budaya luar salah satunya budaya jepang.
saya juga tidak mengerti apa se yang membuat pemuda kita lebih menyukai budaya asing dibandingkan dengan budaya negaranya (Indonesia)..?
mungkin dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dapat mempengaruhi negara ini termasuk pemudanya.
entah sampai kapan negara kita tidak mempunyai komitmen.
sebenarnya negara ini patut dibanggakan akan budaya - budaya yang dimilikinya.
semoga negara ini dapat menjadi maju bukan berkembang lagi dengan adanya teknologi.

106. Okta Firman Maulana - April 8, 2010

memang sampai saat ini bangsa kita belum punya jati diri.
tidak hanya jepang yang menjajah negara kita, orang pribumi pun menjajah negara kita.
saya punya pengalaman tentang kebudayaan nusantara.
tahun lalu saya mengadakan event musik dengan tema “ATTITUDE PEMUDA NUSANTARA”. dengan mengangkat konsep kebudayaan nusantara.
di event ini menceritakan tentang kaitan pemuda kita dengan budaya nusantara.
naumun, apa boleh di kata para pemuda kita tidak terlalu antusias dengan budaya/adat yang dimiliki negara kita justru pemuda kita lebih antusias dengan budaya luar salah satunya budaya jepang.
saya juga tidak mengerti apa se yang membuat pemuda kita lebih menyukai budaya asing dibandingkan dengan budaya negaranya (Indonesia)..?
mungkin dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dapat mempengaruhi negara ini termasuk pemudanya.
entah sampai kapan negara kita tidak mempunyai komitmen.
sebenarnya negara ini patut dibanggakan akan budaya - budaya yang dimilikinya.
semoga negara ini dapat menjadi maju bukan berkembang lagi dengan adanya teknologi.
amien………

107. Okta firman Maulana - April 8, 2010

memang sampai saat ini bangsa kita belum punya jati diri.
tidak hanya jepang yang menjajah negara kita, orang pribumi pun menjajah negara kita.
saya punya pengalaman tentang kebudayaan nusantara.
tahun lalu saya mengadakan event musik dengan tema “ATTITUDE PEMUDA NUSANTARA”. dengan mengangkat konsep kebudayaan nusantara.
di event ini menceritakan tentang kaitan pemuda kita dengan budaya nusantara.
naumun, apa boleh di kata para pemuda kita tidak terlalu antusias dengan budaya/adat yang dimiliki negara kita justru pemuda kita lebih antusias dengan budaya luar salah satunya budaya jepang.
saya juga tidak mengerti apa se yang membuat pemuda kita lebih menyukai budaya asing dibandingkan dengan budaya negaranya (Indonesia)..?
mungkin dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dapat mempengaruhi negara ini termasuk pemudanya.
entah sampai kapan negara kita tidak mempunyai komitmen.
sebenarnya negara ini patut dibanggakan akan budaya - budaya yang dimilikinya.
semoga negara ini dapat menjadi maju bukan berkembang lagi dengan adanya teknologi.
amien……

108. maulana - April 8, 2010

mungkin kalau dibandingkan dengan negara jepang, indonesia masih banyak tertinggal, tapi bukan berarti kita tidak mempunyai hal yang melebihi dari negara jepang, contohnya luas geografis bila itu dapat dikelola dengan baik mungkin indonesia adalah negara yang paling maju perekonomiannya karena banyak yang bisa dimanfaatkan dari sumber daya yang ada hanya saja kita belum kompak untuk mengelolanya, itu juga yang terjadi dalam hal kebudayaan, kita belum kompak mengakui dan mengangkat kebudayaan sendiri, untuk itu diperlukan kesadaran dari pribadi masing-masing untuk menyikapinya.

109. Riski Purwo Handariningsih - April 8, 2010

Semua itu kembali lagi ke pribadi masing2 pak. Kalo memang seseorang benar2 mencintai budaya negeri sendiri, ga seharusnya membangga-banggakan budaya negera orang lain..
Mungkin, ga ada salahnya kalo kita mengambil nilai positif dari suatu negara, dalam halnya Jepang yang merupakan negara maju seperti yang Bapak katakan..
Namun, yang seharusnya kita lakukan adalah mencintai budaya negeri sendiri, apapun itu. Karena bagaimana budaya negara kita bisa maju kalau masyarakat negara ini juga tidak mencintai dan melestarikan negara kita..

Pokoknya, I luv Indonesia deh..!!

110. Okta firman maulana - April 8, 2010

memang sampai saat ini bangsa kita belum punya jati diri.
tidak hanya jepang yang menjajah negara kita, orang pribumi pun menjajah negara kita.
saya punya pengalaman tentang kebudayaan nusantara.
tahun lalu saya mengadakan event musik dengan tema “ATTITUDE PEMUDA NUSANTARA”. dengan mengangkat konsep kebudayaan nusantara.
di event ini menceritakan tentang kaitan pemuda kita dengan budaya nusantara.
naumun, apa boleh di kata para pemuda kita tidak terlalu antusias dengan budaya/adat yang dimiliki negara kita justru pemuda kita lebih antusias dengan budaya luar salah satunya budaya jepang.
saya juga tidak mengerti apa se yang membuat pemuda kita lebih menyukai budaya asing dibandingkan dengan budaya negaranya (Indonesia)..?
mungkin dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dapat mempengaruhi negara ini termasuk pemudanya.
entah sampai kapan negara kita tidak mempunyai komitmen.
sebenarnya negara ini patut dibanggakan akan budaya - budaya yang dimilikinya.
semoga negara ini dapat menjadi maju bukan berkembang lagi dengan adanya teknologi.
amien.

111. nana - April 8, 2010

nah……………………..
anak-anak muda indonesia kayaknya ditegur nih gara-gara kebanyakan dari kita sering memuji budaya negara lain dibanding dengan budaya negara sendiri he…he………..

Terutama Jepang nih dari budayanya yang kata orang-orang sich keren dan banyak ragam. Padahal kalau diliat-liat budaya kita banyak dan beragam loh…………..

Budaya kita sudah masuk ke negara lain dari pameran batik yang belum lama ini ada di Amerika Serikat.
Terus salah satu budaya yang tampil di negara Korea (lupa budaya apa yang dikenalkan di negara Korea ha….haha……………….)

Bukannya kita yang bisa memperkenalkan budaya kita keluar negri, tapi kitanya yang tidak mau ngerti tentang budaya yang ada di Indonesia.

Contoh kecilnya anak SD jaman sekarang kenal tidak dengan lagu-lagu daerah. Coba klakukan survei kalau mereka jawabnya tidak tahu atau menjawab saya taunya lagu peter pan.
hahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh kacaunya.

Jangan bilang kita dijajah Jepang, tapi kitalah yang menjajah negara kita sendiri dengan cara tidak tau budaya Indonesia, lagu daerah, alat-alat musik yang ada di Indonesia, dan suku-suku yang beraneka ragam di Indonesia.

112. Maryo Paulus Dedi - April 8, 2010

pendapat saya sih, ini kan udah jaman globalisasi jadi ya emang salah satu dampaknya ya seperti ini. tidak hanya jepang, dandanan style anak2 RnB ala orang negro diamerika sana juga sedang menjadi trend saat ini di negara kita. klo saya boleh kasih saran seharusnya kita sebagai anak2 muda bangsa ini juga harus lebih semangat dalam mempopulerkan budaya bangsa kita terhadap negara lain sehingga kembali lagi seperti impian bapak, kita yang melakukan invasi ke negara lain.. cara paling gampang yah kenakan batik jika anda ingin jalan2 keluar negeri. mumpung lagi booming kan batik dluar.. sekian dan terima kasih…

113. adi indra - April 8, 2010

Ass..
Menurut saya tidak salah juga untuk menyukai budaya asing jika itu masih positif dan sesuai dengan norma - norma yang ada.Tapi kita juga harus cinta budaya kita sendiri,budaya indonesia.karena indonesia mempunyai banyak sekali budaya - budaya yang sangat menarik,bagus,unik yang tidak kalah dengan budaya - budaya asing
wslm,,

114. Ryani Eka P - April 8, 2010

saat ini memang kebudayaan asing banyak bermunculan ataupun masuk ke indonesia tetapi bagaimana kita sebagai orang indonesia, khususnya kaum muda harus dapat melestarikan budaya indonesia, dan seharusnya kita juga harus menjunjung tinggi kebudayaan negara kita.

tetapi menurut saya tak ada salahnya masuknya budaya asing atau menggagumi budaya dari negara lain tetapi kita harus dapat menyaring budaya tersebut, tetapi budaya indonesia pun tidak kalah dengan budaya asing banyak contohnya bahwa budaya indonesia pun di perkenalkan ke internasional atau ke negara-negara lain dan budaya indonesia pun mendapat respon yang baik

115. Selvi Eka Puspita - April 8, 2010

aslmkm

kalau menurut saya pak, berhubung saya termasuk dari salah satu anak bangsa yang suka budaya jepang tersebut (terutama anime nya) jadi menurut saya gak ada salahnya. itu kan sama halnya dengan hobi, yah selama kita gak ngelupain budaya kita sendiri. emang seh banyak banget budaya indonesia yang bagus banget dan sebagai warga nya sepantasnya kita lebih membudayakan budaya Negeri Sendiri. yah, gak ada salahnya kan pak, toh even seperti pameran tersebut juga gak diadakan tiap hari kan pak.

tapi kalau sampai rela-rela mengeluarkan uang yang notabene gak sedikit, yah saya juga mikir-mikir pak, soalnya sayang uangnya, lebih baik buat ngerjain tugas (hehehehe jadi curhat krn tugas banyak banget =_=) atau untuk hal penting lainnya.

wslmkm

116. uneka wulan A - April 8, 2010

Sebenarnya sih saya tidak setuju jika kita sebagai orang yang berkebangsaan Indonesia menggunakan pakaian-pakaian atau berdandan hairsylish seperti negara-negara lain. Tetapi kan tidak ada salahnya jika ada yang ingin bergaya ala seperti itu mungkin bagi mereka yang tergila-gila dengan negara ataupun dengan idola-idolanya apapun akan dilakukan, mungkin sebenarnya mereka ingin sekali datang ke sana dan bergaya seperti idolanya tersebut namun karena suatu hal yang tidak bisa membuat mereka kesana, jadi mungkin dengan cara seperti itu mereka akan merasa puas, jika mereka bisa berdandan ala negara yang mereka sukai. Tetapi memang tidak boleh dipungkiri dan dilupakan bahwa kita ini juga bangsa Indonesia yang harus melestarikan bangsa kita ini jadi menurut saya tidak perlulah berdandan ala Negara-negara lain yang berlebihan dinegara kita ini.

117. didit raharjo - April 8, 2010

menurut saya memang kita harus lebih mempopulerkan budaya sendiri, seperti memakai pakaian-pakaian daerah…
tetapi tidak salah juga jika menyukai budaya-budaya asing seperti jepang.
Dan yang paling penting adalah kita harus menjaga budaya-budaya bangsa indonesia sendiri agar tidak di klaim oleh negara lain.

118. nanda purnama p - April 8, 2010

assalamualaikum wr wb pak..
menurut saya menyukai dan mengagumi budaya-budaya negara lain tidak ada salahnya. Tapi jangan sampai meninggalkan atau mencampakkan budaya negara kita sendiri. kita sebagai warga negara indonesia yang baik harus tetap menjaga budaya-budaya kita dan selalu bangga memiliki budaya-budaya yang penuh dengan keanekaragaman ini.

jadi..
bagi para penerus-penerus bangsa harus berpikir bagaimana budaya-budaya kita ini maju dan terus berkembang seperti perkembangan budaya jepang yang sudah menjamur dan juga digilai oleh masyarakat indonesia.

119. Nur Lu'lu - April 8, 2010

bukan dijajah juga c pak’..
hmm mungkin generasii muda ny saja yang berlebihan mengikutii
sgala hal ttg jepang..tapii sbnrny bukan hanya negara jepang,,negara-negara lain juga c..

hmm miris dan prihatin juga c pak melihat generasii muda kita yang seharusnya mencintaii dan bangga tehadap budaya Indonesia tapii malah bangga terhadap budaya negara lain..
mungkinn budaya Indonesia perlu d perkenalkan kepada generasi muda pak’.
buktinya masihh banyak kan generasi muda yang tdk tahu budaya-budaya yang ada d indonesia..
padahal disetiap daerah memiliki budaya yang beraneka ragam,,baguus dan unik..dan tidak kalah dengan budaya negara lain..

yahh untuk it para genersai muda mulai deh mencintaii kebudayaan negara kita sndirii dan pastii ny bangga dengan budaya Indonesia!!!

120. donni - April 8, 2010

itu cuman salah satu cara untuk menyalurkan hobi dengan cara yang lebay..lagian rata2 org indonesia lebih suka sama budaya luar c..krn budaya kita sendiri jarang di promosikan dengan gencar..

semangat nasionalisme org indonesia kayanya muncul klo lagi ada masalah terntentu doang.spt misal wkt batik di klaim malaysia baru pada rame2 ribuk gak jelas.skr dah pada diem lagi.artinya org indonesia semangatnya mncul musiman aja.buktinya org2 seneng2 aja nonton acr upin ipin,nntn film2 luar negri di bioskop(krn emang film indonesia banyak yg gak mutu c),ber-harajuku style(knp gak ber- ondel-ondel style kan mirip2 harajuku tuh??),dll deh..

buat yg bangga ma budaya dari luar knp gak pada pindah aja ke malaysia??mreka kan gak punya budaya asli malaysia makanya sering klaim budaya dr luar..tapi untungnya kita masih punya banyak org yg bangga dengan budaya sendiri.contohnya di acr “indonesia mencari bakat” ada pemuda asli NTT yang mencintai alat musik sasando.ya sisanya harus kita liat dr diri sendiri dulu,termasuk yg cinta negeri sendiri atau nggak c kita..

untuk pak menteri kebudayaan dan pariwisata kita harus berjuang bersama untuk mencegah terjadinya istilah ‘pernah ada negara Indonesia dengan budayanya yg beragam’ di masa depan nanti.maju terus Indonesia!!!

121. Windarko - April 8, 2010

selamat gini hari pak..

memang pak, betapa bodohnya generasi muda sekarang. mereka tidak sadar kalo sudah dijajah kembali oleh negara Matahari Terbit tersebut. memang dalam beberapa tahun belakangan ini, sudah banyak teman saya yang menjadi korban penjajahan itu. dan yang paling saya sayangkan sekali tak satu pun terapan budaya ataupun ilmu yang dipakai dari budaya Jepang yang dapat mendukung maasa depannya. mereka selalu tidak pernah gigih dalam mengejar mimpi-mimpinya yang berkaitan dengan masa depannya, tapi justru mereka gigih untuk meniru style dari budayanya, bahkan jika disuruh untuk memilih senjata mainan mereka lebih memilih samurai daripada mandao/keris. yang sebetulnya menurut saya kedua benda tersebut lebih memiliki nilai eksotik, kenapa enggak, bentuk keris yang berliku-liku menggambarkan keterampilan dari pembuatnya (mpu), sedangkan samurai hanya mengandalkan ketajamannya saja. meskipun begitu, keris pun tidak kalah tajamnya dengan samurai.

mereka terjajah bukan hanya sekedar itu, bahkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari pun mengikuti jepang yang notabenya tidak mencerminkan budaya jepang yang sesungguhnya yaitumereka selalu tidak pernah putus asa, mereka selalu berjuang keras, dan mereka selalu disiplin dalam mengejar impiannya (dalam rangka masa depan yang lebih baik. itu terbukti dari momen bersejarah pemboman hirosima dan nagasaki. kita tau, bahwa saat itu jepang benar2 sangat luluh lantak, hanya segelintir orang yang terselamatkan dari penghancuran tersebut, itupun mereka yang tercemar sinar radiasi dari bahan radioaktif. dan butuh waktu kurang dari 50 tahun negara tersebut sudah menjadi negara yang sangat maju dibidang apapun. apalagi alasannya kalo bukan dari sifat mereka yang gigih atau pantang menyerah demi mencapai masa depan yang jauh lebih baik. sedangkan indonesia sudah lebih dari 60 tahun, sedikitpun belum “menyenggol” yang namanya kriteia negara maju, bahkan dalam menyandang gelar negara berkembangpun belum mencapai level yang paling tinggi dikelasnya. itu terjadi karena remaja indonesia yang tidak pernah percaya diri dengan diri dan bangsanya sendiri. mereka selalu mengacu ke negara lain. lagi-lagi yang disayangkan hanya budaya bobroknya saja yang ditiru. jika ada 10 orang indonesia yang mengacu ke negara lain hanya satu orang yang benar-benar meniru kebudayaan yang dapat Memajukan kesejahteraannya/umum. dan itu sudah bukan lagi menjadi rahasia, tetapi sudah menjadi trend remaja saat ini.
terima kasih pak..
MERDEKA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
:)

122. Muhammad Khalil Haroen - April 8, 2010

saya juga turut prihatin dengan keadaan yang seperti itu, emang anak2 jaman sekarang lebih memilih budaya luar ketimbang budaya negeri sendiri, yang padahal ada banyak sekali macamnya.

saya juga setuju tuh pak sama bapak tentang “Saya jadi membayangkan suatu saat ada Festifal Budaya Indonesia juga di pusat belanja Tokyo, Kyoto, Osaka atau di kota-kota besar lainnya di Jepang . . . dan mereka juga menjejali gerai-gerai stand yang berisi sajian makanan khas dari Indonesia seperti, Nasi Liwet, Kimlo, Nasi Uduk, berbagai jenis Soto dan Sate dan lain-lain yang bercitarasa Nusantara.” semogha budaya kita bisa berkembang ke luar juga ya pak

123. R. Siti Aminah Nursyahbani - April 8, 2010

kalau menurut saya sih pak,itu bukan dijajah pak, tapi mungkin lebih ke arah menghargai budaya lain.
Ya memang sih terkadang orang2 kita sendiri suka melakukannya dengan terlalu berlebihan..padahal dengan kita tahu dan hapal budaya jepang saja juga sudah termasuk menghargai budaya mereka.

tidak perlu lah dengan mengikuti gaya budaya jepang bahkan rela2 mengeluarkan kocek yang besar hanya untuk bergaya seperti itu. seharusnya sih mereka malu pak,.masa budaya lain tahu tapi budaya indonesia sendiri kadang lupa..

memang semua itu harus berawal dari diri sendiri pak,.kalau saja dari kita ada sedikit kesadaran untuk lebih menghargai dan mencintai budaya indonesia, pasti kita tak perlu khawatir lagi..

Budaya indonesia juga sangat beragam dan ga kalah bagus koq dengan budaya luar yang lain,.
yaaa,…saya berharap sih,.semoga saja orang2 indonesia yang khususnya generasi muda harus tetap melestarikan budaya kita sendiri walaupun banyak terpengaruh budaya luar yang lain,.

124. Fitria Alawia - April 9, 2010

Menurut saya, “Sekarang ini memang sudah banyak yang meninggalkan rasa bangga terhadap kebudayaan bangsa Indonesia. bukan hanya dari cara berpakaian ketika ada festifal-festifal kebudayaan,produk-produk yang kita pakai,makanan bahkan jenis minuman yang kita konsumsi setiap hari”.
Sebenarnya ini bukan merupakan Penjajahan Kebudayaan,tetapi merupakan era Global (Pertukaran kebudayaan,perdagangan bebas,dll). Namun dengan adanya hal itu jangan membuat kita semakin terpuruk atau malahan “menendang” kebudayaan sendiri dan mengambil kebudayaan lain.

Untuk itu sebaiknya sejak usia dini anak-anak penerus bangsa ini sudah di tanamkan rasa Cinta akan segala kepunyaan Bangsa Indonesia….

125. AGUS SOETANTO - April 9, 2010

Assalamu’alaikum
Met Pagi salam sejahtera bagi kita semua..

DI JAJAH JEPANG LAGI …………!!!!
Gak kebayang dehhh,, pakai baju dari karung Goni, makan pakai Ketela dan umbi-umbian kayak Zaman dulu lagi..
hehehehehe….(mungkin ini doa para pejuang kita yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raga melawan jepang , NAMUN jasanya pada saat ini TIDAK di HARGAI),.,,hehehehe bcanda dulu…

sekarang serius neeehh

MENURUT saya perkembangan kebudayaan jepang di Negara kita yang tercinta ini, BUKANLAH suatu penjajahan, tetapi hal tersebut merupakan suatu keberhasilan negara MATAHARI terbit tersebut dalam mengembangkan kebudayaanya, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di SELURUH DUNIA..

SEBENARNYA bukan hanya Kebudayaan Jepang yang ada di Indonesia ,, BAnyak negara di dunia yang mengembangkan kebudayaanya di Indonesia,namun keberanian jepang dalam memodernisasi kebudayaanya sangat luar biasa berhasil dan diTERIMA di berbagai negara, JIKA budaya tersebut POSITIF dan memberikan keuntungan bagi RAKYAT Indonesia ya Monggo Silahkan masuk..

Saya kira Kebudayaan INDONESIA banyak yang berkembang di Luar Negri,seperti yang baru-baru ini dibuka pusat kebudayaan Indonesia di Belgia,,, MENGAPA dibuka pusat kebudayaan indonesia di Belgia?????? karena pemerintah melihat bahwa belgia sangat dapat menerima kebudayaan INDONESIA,,, lalu apakah kita mau di sebut sebagai “PENJAJAH” oleh negara-negara yang perkembangan kebudayaan Indonesianya sangat signifikan..

menurut saya SEBENARNYA, dari MASALAH KEBUDAYAAN ini kita tidak perlu merasa TERJAJAH.. Mari kita BANGGA dengan kebudayaan kita, TERNYATA kebudayaan kita lebih terjaga keASLIanya.BANGGA tak ada gunanya jika tidak berbuat sesuatu untuk mengembangkan kebudayaan sendiri,,

MENGAPA KEBUDAYAAN INDONESIA kalah “tenar” dari kebudayaan JEPANG yang SUKSES DI INDONESIA???????
karena generasi penerus untuk mengembangkan kebudayaan Indonesia sangat sedikit..
MENGAPA GENERASI MUDA INDONESIA TIDAK “MELIRIK” KEBUDAYAANYA SENDIRI ?????
karena sarana untuk mengembangkan kebudayaan sangat minim.
MENGAPA SANGAT MINIM???
karena tidak bernilai jual.
MENGAPA TIDAK BERNILAI JUAL???
karena tidak ada peminat.
TERNYATA ujung-ujungnya duit juga…..hehehehe

intinya jangan merasa terjajah,, jika kita saja masih acuh dengan kebudayaan kita,.

mari kita semua PEMERINTAH dan SEMUA RAKYAT INDONESIA ikut serta dalam memajukan kebudayaan INDONESIA

INDONESIA JAYA , MERDEKAAA……..

126. Ismail P.U - April 9, 2010

kebudayaan indonesia memang penuh dengan berbagai macam kekayaan dan corak, dari mulai adat, pakaian, makanan, tempat wisata dll. Namun yang menjadi perhatian disini adalah, ‘apakah kita “mampu” menunjukkan kepada dunia luar bahwa kebudayaan indonesia sangatlah beragam?’…..,

menurut saya, banyak faktor2 yang mempengaruhi kebudayaan kita kalah dengan negara luar, salah satunya mungkin..tidak adanya rasa cinta terhadap apa yang dimiliki sekarang,:)

FYI: banggalah terhadap budaya-budaya indonesia, karena nantinya kita sendiri yang akan membangun bangsa.

127. Anton Sucipto - April 9, 2010

Saya setuju pak,,untuk invasi ke jepang,,,hahahah
Menurut saya jika anak-anak suka kebudayaan jepang itu no problemo, karena itu merupakan hak mereka untuk brekreasi tetapi kita tidak boleh lupa akan kebudayaan bangsa sendiri dan harus lebih cinta budaya sendiri, daripada budaya asing. Banyak kayta “why” tetapi sedikit kata “how” itu yang harus kita tingkatkan. Jepang adalah negara yang sangat disiplin terhadap budaya nya,terlihat dari cara kepemerintahannya, itulah mungkin yang harus kita contoh. Kita Indonesia punya banyak budaya, masa kalah dengan jepang.
HIdup Indonesia…..

128. hadi - April 9, 2010

pendapat saya soal kebudayaan jepang yang masuk ke indonesia sebenar tidak masalah. dengan mengenal kebudayaan negara lain kita secara tidak langsung menghargai dan mempelajari kebiasaan negara tersebut. dengan demikian dapat tercipta lah hubungan kedua negara yang saling menguntung kan. tp yang perlu di tekan kan adalah kita jangan sampai kehilangan JATI DIRI KEBUDAYAAN kita sendiri. oleh sebab itu dari kecil. baik nya calon2 penerus bangsa di tanamkan sikap cinta tanah air.

129. mita permata sari - April 9, 2010

menurut saya yahhh pakk,,, bkan b’arti ada festival jepang, qta di jajah oleh jepang,, tapi itu hanya sebagian kebudayaan jepang saja yang diperkenalkan di indonesia…

qta sebagai bangsa indonesia ga perlu iri ko’ dengan adanya festifal jepang,,, toh banyak juga kebudayaan dari bangsa qta, yang sangat menarik dibanding jepang..

qta negara yang demokrasi, bisa menerima kebudayaan dri negara lain, asalkan selama itu masih bersifat positif..
biarkan saja,, jepang dengan baju kimono’a,, qta juga bangga dengan kebaya ataupun batik yang sudah menjadi hak paten kebudayaan asli bangsa indonesia,, bahkan negara lain pun kagum dengan b’macam-macam kebudayaan qta..

130. hadi - April 9, 2010

pendapat saya soal kebudayaan jepang yang masuk ke indonesia sebenar tidak masalah. dengan mengenal kebudayaan negara lain kita secara tidak langsung menghargai dan mempelajari kebiasaan negara tersebut. dengan demikian dapat tercipta lah hubungan kedua negara yang saling menguntung kan. tp yang perlu di tekan kan adalah kita jangan sampai kehilangan JATI DIRI KEBUDAYAAN kita sendiri. oleh sebab itu dari kecil. sebaik nya calon2 penerus bangsa di tanamkan sikap cinta tanah air.

131. Ryani Eka P - April 9, 2010

saat ini memang kebudayaan asing banyak bermunculan ataupun masuk ke indonesia tetapi bagaimana kita sebagai orang indonesia, khususnya kaum muda harus dapat melestarikan budaya indonesia, dan seharusnya kita juga harus menjunjung tinggi kebudayaan negara kita.

tetapi menurut saya tak ada salahnya masuknya budaya asing atau menggagumi budaya dari negara lain tetapi kita harus dapat menyaring budaya tersebut, tetapi budaya indonesia pun tidak kalah dengan budaya asing banyak contohnya bahwa budaya indonesia pun di perkenalkan ke internasional atau ke negara-negara lain dan budaya indonesia pun mendapat respon yang baik

132. ZAINUL ARIFIN - April 9, 2010

Saya setuju INDONESIA memang mengikuti gaya dan kebiasaan dari jepang bahkan adat barat yang semakin kental…jelas terlihat..

Tapi walaupun begitu Rakyat INDONESIA masih tetap memelihara adat istiadat secara kebiasaan mereka…seperti ketika terdapat pencurian karya seni serta budaya INDONESIA yang dilakukan malaysia, rakyat INDONESIA melakukan hal yang terbilang sangat menghargai budayanya sendiri dengan cara mempertahankan budaya tersebut sebagai budaya sendiri yang mana budaya tersebut seperti: Reog, Batik, serta lagu Rasa sayange

133. niko prasetia - April 9, 2010

kita bukan hanya di jajah jepang dari segi budaya pak…
tapi dari segi ekonomi, kita dapat melihat alat-alat elektronik dan mobil-mobil yang beredar di Indonesia kebanyakan dari jepang,,,,
kita jadi konsumen produk asinf di negeri kita sendiri…
sebenarnya negara kita dijajah oleh banyak negara maju seperti Amerika Serikat dengan waralaba restorannya ( Kentucky Friend Chicken, A & W, Pizza Hut, Mcdonal’s dan lain - lain)..
Prancis dengan perusahaan Supermaket nya (Carrefour)..
hal tersebut dapat mematikan usaha kecil dan mengaha..
semoga negara kita terutama generasi penerusnya tidak hanya menjadi konsumen di negera nya sendiri, akan tetapi dapat memproduksi barang untuk konsumsi dalam negeri…

134. Atmaka Sani Budiman - April 9, 2010

menurut saya itu bukan di jajah jepang pak..tapi salah satu ekspresi remaja untuk menyalurkan hobinya..di luar negeri juga banyak ko pak orang-orang yang suka akan batik indonesia.mungkin sosialisasi budaya kita d luar negeri seperti jepang kurang pak..tapi sebagai bangsa indonesia kita juga harus menghargai, melestarikan serta mencintai budaya kita sendiri.

135. E_BEAT - April 9, 2010

di indonesia emang seperti itu keadaannya… anak-anak kecil yang sering terpengaruh oleh film anime jepang pasti suka sesuatu yang berbau jepang…

tapi, kalo bapak perhatiin cuma negara INDONESIA doang yang duta besarnya, mentrinya, presidennya juga kalo bertamu ke luar negeri sering menggunakan batik. sehingga kontras sekali dengan orang penting lainnya, itu kan juga melambangkan kalo pemerintah kita juga mempromosikan indonesia contoh lainnya coba bapak liat pesawat yang di pake pemerintah buat ke luar negeri pasti ada iklan VISIT INDONESIA-nya…

batik jugu cuma dijual di INDONESIA, tapi di vietnam juga banyak yang jual! bahkan di vietnam bahasa INDONESIA jadi bahasa wajib no.2 setelah bahasa vietnam. di INDONESIA juga sering kok acara-acara yang pake pakaian khas INDONESIA contoh simplenya aja kondangan perkawinan, bisa diliat disitu berapa yang pake batik, berapa yang pake kebaya…

yang penting adalah kesadaran dari diri kita untuk melindungi warisan budaya leluhur, jangan kalo dipake negara laen baru kita teriak-teriak (50407628)

136. Indra.Hariman.Sunarto - April 9, 2010

ass wr,wb
menarik juga topik kali ini,,,,,
secara ga langsung,,kita harus nya banyak2 terima kasih kepada bangsa jepang,,sekalipun bangsa jepang pernah menjajah negara Republik Indonesi selama 3 1/2 tahun,,dan mengakibatkan banyaknya rakyat kita yang gugur,,,kita memang harus mengutuk peristiwa tersebut…tapi untuk di jaman modern skarang ini kita mestinya berterima kasih kepada bangsa jepang,,karena bangsa jepang lah,,kita bisa menonton tv,bisa memiliki motor (bagi yang mampu),bisa memiliki mobil (bagi yang mampu),dll.tanpa kita pungkiri semua perabot elektronik berasal dari jepang,dan yang terpenting leader market elektronik dan otomotif berasal dari negara jepang,,hampir sebagian bangsa indonesia pengguna elektronik dan otomotif jepang,,dan ada pendapat sebagian orang kalo mau beli barang elektronik atau otomotif beli lah made in jepang,,jangan beli barang bajakan…
jadi peran bangsa jepang buat bangsa indonesia sangat penting,,,,,salam super..

137. syahrizal andhika - April 9, 2010

ssebetulnya kebudayaan indonesia itu sangat beragam dan bermacam bahkan bisa dikatakan sebetulnya sejajar dengan kebudayaan jepang..
tetapi anak muda dari bangsa kita sendiri kebanyakan tidak mau membudidayakan kebudayaan indonesia karena kebanyakan anak muda dari indonesia jaman sekarang ini menyukai hal-hal yg modern harusnya pemerintah kita juga memberikan usaha seperti festival kebudayaan dimana yg diikut sertakan itu adalah anak muda.

138. adji pratomo - April 10, 2010

kalau yang di permasalahkan adalah karena mereka memakai baju” anime seperti itu mungkin karena film “GATOT KACA” gak di buat serial tv nya kalo pun ada culun sekali filmnya..hahahaaa

anak” kecil sekarang juga akan lebih mengenal Naruto cs dari pada gatot kaca cs.karena tak ada serial tv yang mempromosikan budaya indonesia dengan cara yang mengikuti perkembangan jaman.karena tidak dipungkiri anak” jaman sekarang sudah terpengaruhi dengan televisi jadi kita harus menyesuaikan diri juga.

indonesia mempunyai berbagai macam kebudayaan yang menarik namun kita harus menyesuaikan diri dengan dunia dengan cara memberikan promosi kebudayaan kita dengan cara” yang interaktif dan di kemas dengan menggunakan sedikit teknologi.begitulah realita yang ada menurut saya.jangan berharap kita di promosikan kebudayaannya oleh para turis asing melalui mulut kemulut seperti mereka mempromosikan bali.karna bali memang sangat bagus dan sudah terkenal lebih dulu dari pada “indonesia”

139. deden - April 10, 2010

bagi saya itu sah2 sja, jika kita mempelajari budaya luar seperti origami dll, tp setawu saya pakaian budaya jepang adalah kimono, bkan bju sailormon, power rangger dll itu kan hanya karakter yg ada di jepang..jepang tekenal budayanya, karena selalu membudidayakan ke muka dunia,.dam mereka juga melestarikannya di negaranya sendiri…
beda dengan kita, wlampun sudah mencoba dari sektor pariwisata, tp tetap aja ada budaya kita bsa di ambil..
mungkin harus di mulai dari diri sendiri dan mencntai kebudayaan sendiri baru lah kita mempromosikan kepada dunia…

140. raden bayu - April 10, 2010

bangsa indonesia memang memiliki budaya yanng sangat banyak, namun kendalanya adalah para remaja sekarang terlalu melebihkan budaya negara lain sehingga kurang melestarikan budaya sendiri. Contohnya saja di televisi paling banyak menayangkan film animasi dari jepang, sedangkan indonesia belum banya yang ditayangkan, mungkin hal ini yang menyebabkan kita meniru budaya lain.

jadi pemerintah juga harus mulai memperkenalkann budaya negara sendiri, sehingga para remaja dapat melestarikan budaya sendiri. Sedangkan untuk para remaja harus mengimbangi budaya luar dan budaya dalam negri sendiri, sehingga tidak terlupakan.

141. wildan - April 10, 2010

kalo menurut saya tokoh2 pahlawan indonesia seperti gatot kaca, &
si pitung..jika cerita pahlawan indonesia dapat dijadikan film kartun/komik mugkn dapat pula menyaingi tokok kartun jepang..
budaya indonesia sendiri sangatlah banyak…
tinggal kita sendiri yang harus mengembangkannya…

142. Ilham Setyabudi - April 10, 2010

Salam olahraga,

Wah saya setuju pak. Mungkin pada saat ini budaya Jepang memang sedang booming di Indonesia atau mungkin sudah dari dulu ya. Kebanyakan dari anak muda jaman sekarang merasa bangga dengan memakai berbagai atribut yang berasal dari Negeri Matahari Terbit tersebut, pokoknya semua hal yang berbau dari Jepang. Padahal kalau saya lihat budaya kita tidak kalah dengan budaya dari negeri lainnya, karena kita mempunyai berbagai macam kebudayaan. Hanya saja anak muda jaman sekarang belum begitu mengenal budaya Indonesia. Mungkin hanya beberapa saja yang paham. Kalau bisa sih, pemerintah mengadakan event-event gitu tentang budaya Indonesia, ya minimal sebulan sekali lah. Kalau banyak tanggapan positif, ya masih banyak dari masyarakat kita yang perduli dengan Indonesia. Kalau sebaliknya, tidak ada tanggapan, ya masyarakat kita pada sakit semua otaknya hehe :)

Itu menurut saya, terima kasih.

143. Arby Rusman J - April 11, 2010

kalau menurut saya sih itu karena ada even yang langka aja, kan ga setiap hari kita bisa memuin budaya asing, jadi ngambil kesempatannya, ditambah budaya jepang itu memang unik sekali dan sudah melekat sekali dengan remaja2 indonesia makanya tidak heran kalau antusias remaja kita sangat kuat, mungkin bakal berbeda ceritanya kalo negara kita juga bisa mempromosikan negaranya ke nagara luar, pasti akan banyak sekali peminat2nya.
Kalau melihat kondisi ini sepertinya cukup kritis juga ya, orang2nya lebih cinta budaya asing ketimbang negaranya sendiri, padahal indonesia itu banyak banget kebudayaannya,,tapi kalo dilihat terbalik, mungkin ga sih negara luar juga nasibnya kaya kita? orang2nya lebih suka dengan budaya luar dibanding negaranya sendiri???(mksdnya slain jepang)

144. teguh H M - April 11, 2010

hahaha…iya mungkin kalo saya ada di sana saya juga mau minjem kostum ’satria baja hitam’ hehehe…
kalo menurut saya itu bukan dijajah pak tapi lebih ke pertukaran seni budaya…jadi dari yang saya denger sebenernya di jepang juga ada nama nya perkumpulan peCinta Indonesia dimana mereka suka akan seni budaya bahkan makanan ala Indonesia…nah kalo yang ada di indonesia nama nya perkumpulan peCinta Jepang yang intensif melakukan penyelenggaraan even2 seperti itu setiap tahunya…
tapi sepertinya lebih banyak orang indonesia pecinta jepang daripada orang jepang yang menyukai kebudayan indonesia…
abis gimana ya…anak kecil saja udah di kasi tontonan animasi2 jepang..akhirnya si anak tersebut malah tertarik untuk mengetahui “apa sih jepang itu??yg bisa bikin film animasi yang aku tonton tiap hari…”

145. Asep T S - April 11, 2010

kalo menurut saya sih ga bisa disalahin juga, soalnya tergantung kepada selera masing2, boleh suka sama kebudayaan negara lain, cuma ya jangan lupakan budaya sendiri, soalnya kalo bukan kita, siap lagi yang bakal membudayakan budaya kita, disamping itu pemerintah juga seharusnya bisa mempromosikan budaya kita kesegala penjuru dunia (bkn budanya korupsi) hehe . .

146. Ita Rahmawati - April 11, 2010

kalau menurut saya sich karena kurangnya rasa cinta yang ada di diri para pemuda pa….
udah gitu coba lihat di media televisi kan kebanyakkan film jepang, mulai dari kartun, animasi, bahkan film berseripun kebanyakkan dari jepang yang slalu muncul setiap hari….
kalu dilihat kondisi yang seperti ini mah emang bener kalo remaja sekarang lebih cinta budaya asing karena budaya sendiri jarang banget di publikasikan padahal kita juga punya orang - orang yang tangguh dan berkompeten loch….

147. Septo arif - April 11, 2010

saya suka sekali isi dari blog bapak ini.
kita tidak bisa menyangkal lagi,banyak anak muda yang sudah lupa akan kebudayaan-kebudayaan negerinya sendiri makanya banyak kebudayaan-kebudayaan negeri kita diambil oleh negara lain.
untuk itu, kita harus lebih memperhatikan kebudayaan-kebudayaan negeri kita ini lebih dari sekarang ini dan mencoba lebih mengembangkannya seperti kebudayaan jepang yang sudah banyak digemari oleh kaum-kaum muda bangsa indonesia.

148. Irmalisa Agustina - April 11, 2010

menurut saya, perkembangan jaman menuntut para remaja untuk mengubah style mereka sesuai dengan perubahan yang sekarang sedang terjadi. Jadi menurut saya sah-sah saja kalau para remaja mengikuti gaya mereka, akan tetapi para remaja harus memilih hal-hal yang bermanfaat untuk pribadi masing-masing remaja, dan juga dapat mempertahankan budaya Indonesia yang ada.

149. khoirul - April 12, 2010

menurut saya itu bukan di jajah jepang pak..tapi salah satu ekspresi remaja untuk menyalurkan hobinya..di luar negeri juga banyak ko pak orang-orang yang suka akan batik indonesia.mungkin sosialisasi budaya kita d luar negeri seperti jepang kurang pak..tapi sebagai bangsa indonesia kita juga harus menghargai, melestarikan serta mencintai budaya kita sendiri.

150. zhulian lesmana - April 12, 2010

saya sebagai orang indonesia walaupun negara kita dijajah kita harus tegar menghadapinya dan menyikapinya dengan kepada dingin.
budaya kita jangan sampai jatuh ketangan dia(jepang)
hidup indonesia

151. budhi vensius uliver - April 12, 2010

waduh…mank bgtu pak dri dlu orang jepang.kaga ada capek capek ny mah jajah Indonsia.negara udah kaya msh aj ttp jajah Indo y?
kit mah sbgai bangsa Indo hrus perthanin smua milik negara kita.jng mau nnti djajah lagi ma Jepang …

kit kan ga mau semur jengkol di ganti ma sushi.itu kan ud mkn favorit kit dr dlu.^_^

152. Dony Bayu Dewantoro - April 12, 2010

semua ny mank harus kit pertahanin dari smua bangsa asing yang ingin mngambil semua kekayaan yang kit punya pak….

kita ga boleh mnyerah ma smua seranag bangsa asing yang sangta ingin menguasai negara kit.kita adalah negara yang sangat kuat karena negara kit punya banyak pulau dan suku bangsa…

kit harus semangat menjaga negara ini.
<<<<<>>>>>>

153. Muhamad Ikhsan - April 12, 2010

kita memang di lagi dijajah sama jepang pak ,tapi bukan cuman kayak yang bapak bilang aja (origami maksudnya).kita dijajah pake komik komik jepang,film kartun jepang,teknologi jepang kayanya semua berbau jepang ,liat aja kalo ngak percaya ,dijalan orang orang bangga pake produk-produk jepang ,mereka ngak mau ketinggalan ,1 contoh :liat temennya pake motor honda terbaru eh besoknya langsung dibeliin tuh ma ortunya ,nonton film kartun jepang aja ampe kesem sem ,ampe lupa kalo dari tadi disuruh ma emak nya beli minyak sayur kewarung uch

154. ardyan azrarajasa - April 12, 2010

menurut saya..gpp budaya jepang masuk ke indonesia..itukan hanya memperkenalkan budaya mereka ke indonesia dan yang kita lakukan hanya menyaring mana yang baik dan mana yang tidak boleh kita tiru..dan untuk masalah cos play..itu kan hanya hobi mereka pak..karna hobi seseorang sanggup menghabiskan uang mereka demi kesenangan mereka..apapun itu hobinya..dan satu masalah lagi..knp kalo ada acara budaya jepang gitu yang jaga stand nya orang indonesia..knp bkn orang jepang asli..kan mayan tuh bwt dijadiin pacar..hahaha piss pak..

155. Elisabeth Is Harlin - April 12, 2010

Menurut saya…
Klo dilihat dari segi technologi yang dimiliki oleh Jepang, saya pribadi juga menyukai akan kemajua teknologi yang mereka miliki krn mereka bisa menciptakan suatu barang yang sangat inovatif, tetapi bukan berarti qt bisa “nge-jiplak” mentah-mentah… entah ttg fashion, barang elektronik, dll.. itu semua karena mereka berani bersaing dan qt jangan merasa dijajah oleh Jepang tetapi qt harus banyak belajar ke mereka dalam mempromosikan budaya bangsanya…..dan Pemerintah Indonesia harus mendukung, bukan hanya omdo (omongan doank) tapi ga di modalin….

mungkin pertukaran pelajar antar bangsa bisa menjadi salh satu ajang pengenalan budaya Indonesia ke luar, makanya kualitas dalam negri harus ditingkatkan demi kelangsungan bangsa ini sendiri…..

156. ika wahyu pratiwi - April 12, 2010

saya setuju pakk…
akan saya buktikan saya cinta INDONESIA…
(hari jumat pke baju batik)…

157. Gagah Herlambang H - April 12, 2010

Jika ini(kebudayaan Jepang) memberikan suatu hal yg positif bagi kita sah-sah saja bila kita menirunya. Tetapi walaupun kita meniru kita harus juga dapat menjadi seperti Jepang,dimana negara ini juga meniru budaya-budaya negara lain tetapi tetap menjaga kultur budayanya sendiri dengan sangat baik. Kita boleh menjadi orang lain tetapi tidak boleh melupakan siapa diri kita sebenarnya.

Dan juga pelestarian budaya d Jepang amatlah maju bila dibandingkan dengan negara kita. Dimana event2 budaya mereka begitu serius dalam menangani budaya mereka yang banyak dan budaya Jepang pun terorganisir serta gampang diakses sedangkan di negara kita budaya yang menonjol hanyalah sebagian kecil dari ribuan kebudayaan kita, dimana yg plg dikenal hanyalah kebudayaan di pulau Bali dan Batik

158. Ida Ayu Merdekawati - April 13, 2010

Menurut saya itu suatu kewajaran saja pak, baju jepang bisa dibilang baju yang unik jika dipakai dan bagus jika dilihat, dan seni origami juga sangat indah jika kita bisa membuat bermacam2,, tapi saya bangga pak jadi warga negara indonesia, kita mempunyai kebudayaan yang beranekaragam sampai-sampai sering sekali kecolongan oleh negara lain. Keburukan indonesia adalah sering menelantarkan sesuatu hal, yang jika sudah diambil baru di hak paten kan,,tapi dari sisi lain sangat banyak yang bisa dibanggakan dr indonesia,karena kita mempunyai Bali yang sangat terkenal di seluruh mancanegara

159. Yudhan Giyandhi Hamid - April 14, 2010

saya setuju dengan bapak bahwasanya hari ini sangat miris sekali kita melihat dimana2 budaya jepang pada khususnya dan budaya barat pada umumnya telah mengkooptasi pikiran ataupun gaya hidup anak bangsa pada hari ini..menurut saya semua ini adalah pergeseran perubahan sosial yang sangat mendaasar atau fundamental terhadap bangsa kita yang notabenenya kita mempunyai beragam budaya..ada masalah apa pada budaya dan bangsa kita ini???????apakah budaya luar negeri lebih baik dari negara kita??????

pada hakekatnya ada beberapa unsur yang harus kita rubah dan kita perbaiki pada bangsa ini….
1. re-edukasi
yaitu kita harus merubah edukasi pandangan masyarakat tentang budaya Indonesia yang beragam dan kita harus merejuvinasi edukasi di berbagai lini masyarakat di negara kita,mulai dari tingkat terendah hingga tinggkat tertinggi..
2. revolusi
revolusi disini dalam artian kita harus merubah cara pandang elit politik yang selalu terpaku oleh bangsa lain..karena saya berpikiran disaat elit politik itu mempunyai kepentingan dengan bangsa luar,bangsa luar itu akan menjajah dalam segala bidang salah satunya adalah budaya kita sendiri.

mungkin ini adalah suatu pandangan dari anak bangsa yang melihat hari ini bangsa kita terjajah dengan budaya asing…

160. Derry Pradipta - April 14, 2010

Jangan khawatir bahwa kita akan dijajah jepang lagi karena bahasa daerah Indonesia sudah Go Internasional.lagipula diluar sana karya bangsa negara indonesia banyak dihargai,,jangan takut dan percaya sama bangsa sendiri.

161. Haidar - April 14, 2010

yah dijajah jepang lagi,…hmmm ssaya kira bukan jepang lagi pak, budaya barat juga sudah merasuki budaya indonesia, saran saya simpel saja, sekarang tergantung dari masyarakatnya itu sendiri mau melestarikan budaya sendiri atau mempromosikan budaya asing……?

Harus ada niat dari kita agar melestarikan budaya dari daerah kita masing-masing

162. rian artawjaya - April 14, 2010

dalam hal ini saya sangat prihatin dengan apa yg terjadi skrg.budaya luar sangat populer di kalangan masyarakat indonesia, sedangkan budaya sendiri jarang diberdayakan.oleh sebab itu sudah saatnya skrg kita memberdayakan budaya sendiri dengan membuat suatu wadah untuk membangkitkan budaya bangsa.memang tidak dipungkiri sebagian besar masyarakat khususnya di kota kota besar di indonesia mengetahui budaya luar khususnya jepang.pemerintah dalam hal ini wajib mewadahi seniman seniman lokal untuk mengberdayakan budaya budaya nya di dalam ruang lingkup indonesia saja dulu, dan hukumnya wajib bagi semua media untuk memberdayakan budaya bangsa yang kaya akan keanekaragaman ini

163. Nur Rakhman - April 15, 2010

Wah sepertinya sulit kalau budaya kita akan diikuti oleh orang luar negri. karena di sini saja masih jarang yang memakai pakaian daerah kita, ini dikarenakan bukan karena budaya kita tidak bagus… tapi dikarenakan belum adanya kesadaran berbudaya dari anak anak muda kita sendiri

164. Wahyu Prasetio - April 15, 2010

artikel yang bagus

hmm kalo dipikir-pikir, memang sih secara ga sadar kita seperti dihipnotis dengan segala macam budaya luar, ga hanya dari Jepang aja pak, bahkan dari negara lain sih.

sebetulnya sih bukan salah generasi muda sepenuhnya pak, kita boleh menggemari budaya dari jepang, misalnya seperti gaya, kebudayaan dan teknologi dari jepang. tapi sebaiknya sebelum kita terlalu jauh mencintai budaya luar negeri, hendaknya kita mencintai budaya negeri kita sendiri yang menurut saya ga kalah keren dari budaya bangsa lain( ga hanya jepang).

gini deh, kalo ngga salah saya pernah nonton di kick andy, ada seorang perempuan dari jepang yang rela meninggalkan negaranya(jepang) hanya untuk belajar tari jaipong dari Sunda, jelas-jelas tari jaipong asli dari Inonesia, tapi kenapa orang luar yang mencintai budaya kita dibanding masyarakat kita sendiri? wanita itu bersungguh-sungguh belajar tari jaipong sampai bisa membuat sanggar tari di sini, dan membawanya ke negaranya

sungguh ironis memang, jangan salahkan mereka bila suatu saat kita kecolongan dengan bangsa lain jika mereka mengklaim salah satu budaya kita menjadi budaya mereka.

165. ilham idrus - April 15, 2010

Ga segitunya lagi Pa….! kl hanya untuk budaya jepang..! memang saya juga ikut melihat pameran origami saat itu, tapi mempengaruhi budaya kita..? ga segitunya lagi Pa…!. walaupun begitu sebagai anak bangsa tetap kita harus tatap menjaga warisan budaya bangsa sendiri, justru yang lebih berbahanya adalah budaya yang berasal dari Barat yang saat ini mulai mempengaruhi generasi muda kita saat ini, terutama pergaulan bebasnya. Coba lihat bagaimana orang jepang yang begitu menghargai budayanya yg ketimuran yang begitu menghargai orangtua, patuh, dan etos kerja mereka yang tinggi. Selama Budaya asing itu bernilai Positif apa salahnya di terima bangsa Indonesia, sebagaimana budaya Cina dan Arab yg berpengaruh terhadap budaya di tanah air kita.
Selama Akulturasi budaya itu bersifat positif APA SALAHNYA………?

166. Fadli - April 15, 2010

sebetulnya it semua dimulai dari diri kita masing-masing,, karena tidak sedikit warga indonesia yang mencintai kebudayaan asing terutama kebudayaan jepang,,dan itu sangat dapat dilihat dengan jelas di beberapa tempat,, dan sampai ada yang menciptakan suatu komunitas pencinta kebudayaan jepang,, dan orang yang ada di dalam komunitas tersebut tidaklah sedikit jumlahnya,,tanpa sadar mereka telah meninggalkan kebudayaannya sendiri yakni kebudayaan indonesia..jadi untuk mengatasinya sebaiknya cintailah kebudayaan kita,, yakni kebudayaan indonesia,,karena kalau bukan kita yang mencintai,, siapa lagi??????

167. Ferry Ferdianto - April 16, 2010

salam super.. !!!!!

kalo kata mario teguh..

ckcckckkkk…

memang bangsa kita telah termakan oleh produk2 dari jepang,, semua barang yang dipakai rata2 buatan jepang yang dibangga-banggakan.. mau fashion,elektronik dan sebagainya selalu saja ingin yang ada bacaan “made in japan” padahal produk2 dalam negri hasil dan kualitas tidak kalah dengan produk2 dari jepang tapi memang susah untuk merubah cara pandang manusia yang sudah termakan dengan brand2 dari jepang..

semua itu memang harus dimulai dari diri sendiri,,

i Love produk INDONESIA…
i Love produk INDONESIA…
i Love produk INDONESIA…
i Love produk INDONESIA…
i Love produk INDONESIA…

apalagi jaket kulitnya,, “made in garut” yang sangat berkualitas..
hhee..

168. Iskandar Zulkarnain - April 16, 2010

Ada-ada aja.. mungkin bisa sih kita menjajah Jepang dari segi budaya asalkan para pemuda/i jepang dapat menerimanya sebagai collaboration culture, lho kok pemuda/i nya saja. Karena para generasi mudalah yang mempunyai semangat perubahan. tapi bukan penjajahan namanya, haha
Bukankah sudah tertera dengan jelas dan sering kita diperdengarkan sejak masa SD didalam teks pembukaan UUD’45 bahwa “penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak berperikemanusiaan dan tidak berperikeadilan”. dari saya mungkin segitu saja, bila salah kata mohon dimaafkan seluas-luasnya.

Best Regards Bapak Parno Abu Ghafar

169. eRni. wijayanti - April 16, 2010

just having fun aj pak…seru-seruan kalo anak jama sekarang bilang !!! bukan berarti mereka tidak mencintai budaya sendiri… salah satu dari anak-anak itu saya juga ikuut andil… saya bahkan poto2 menggunakan baju adat jepang…kebudayaan Indonesia juga mempunyai nilai tersendiri di negara luar kq pak.. …

170. indah pratiwi - April 17, 2010

hmmmm<>
tp mari kita bantu membangun budaya kita agar lebih berkembang lagi dengan cara memakai batik>>>>>>

171. indah pratiwi - April 17, 2010

hmmmm

memang miris banget sih,ternyata anak bangsa ini sudah banyak sekali yang tertarik dengan budaya luar tentunya(jepang).
pada saat ini banyak sekali memang contoh penjajahan yg tanpa kita sadari telah masuk ke dalam diri kita.
cotohnya seperti blajar membuat origami,memakai baju-baju khas negri matahari terbit itu dan sekarang sangat sekali buming seperti baju,pernak-pernik dan game online yang di minati oleh bangsa ini.

hmm memang di akui sih,emang keren2 banget
tp mari kita bantu membangun budaya kita agar lebih berkembang lagi dengan cara memakai batik

semmmangat!

172. adi pranata - April 17, 2010

yup..
bener banget….
pada saat ini sebenarnya bangsa indonesia secara tidak sadar di jajah kembali oleh jepang,karena bangsa mereka sudah mulai melakukan pengenalan kebudayaan mereka terhadap bangsa ini dan mereka juga sudah mulai mempelajari tentang kebudayaan kita.
bisa saja mereka mempalajari kebudayaan kita dan secara tidak sadar juga mereka akan menklim budaya kita sebagai budaya mereka.
sebaikny memang seharusnya kita sebagai warganegara yang baik,harus bersama-sama melestarikannya…..

173. Afrian Wigi Prayisno - April 18, 2010

didikan orang tua jaman sekarang sangat berbeda dengan orang tua jaman dulu..
jaman dulu saya masih di tanamkan untuk cinta budaya indonesia..
tapi jika saya lihat dari teman2 saya yang sudah menikah..
mereka tak lagi mengajarkan cinta untuk budaya indonesia, melainkan menanamkan cinta produk ataupun budaya luar negeri..
bahkan pernah saya coba bicara dengan teman saya namun dy hanya bicara “kalo ngikutin indonesia kapan anak gw akan maju” begitu teman saya berkata..
saya hanya bisa terdiam dan hanya bisa berfikir..
akan dibawa kemana budaya indonesia ini jika didikan orang tua jaman sekarang seperti itu..

174. rini estu - April 19, 2010

di jajah jepang lagi??? maybe…tapi dari segi mana dl????? mgkn yg di mksd bpk dari segi budaya…..tapi perilaku masyrakat yg bpk lht di mall rela memakai kostum ala jepang dgn mengeluarkan kocek yg dlm itu sih jd pemandangan yg biasa mklum gaya hidup masyarakat kita kan emang glamour….negara kita tdk bisa di bilang negara miskin…..terbuktikan sama bpk sndri tngkh laku masyarakat kita…..biar saja lah pak….tapi hal itu ga bisa di diamkan…..saya sgt mengerti karena lama kelamaan pemuda/i kita bukannya memiliki rasa nasionalis akan budaya kita malah akan lbh tertarik kpd budaya luar……seandainya menteri kebudayaan melihat hal ini pasti akan lbh menggalakkan rasa nasionalis dgn lbh mncntai budaya kita……yah dgn cara memperingati hari kartini dgn pakai kbya…..pakai baju batik tiap hari saja tdk hny tiap jumat………dsb…….

saya berharap tngkh laku masyarakt kita tidak lagi sprt itu…
maybe……..but…i’m so hopeless for that…….

hik..hik..hik..hik…

175. yusran - April 19, 2010

Aslm…
pak mau numpang nimbrung!!
hm…mnurt sya tdk jdi maslh sih pak, slma masi dalm bts koridor yg jls.APRESIASI dan EKSPRESI wjr2 sja kn pak kta memagumi slma tdk mengkuti, lain hal jka smpe ikut2an budya dsna “sex bebs”, “sake”, “prgauln bbs”. Hanya mnurt sya kta tdk ush trlalu snstf bsa2 nnt ktka nnt kebudyaan kta di pmerkan d negeri “sakura” bsa2 nnt tdk akn ad yg hdr akbt sntmen ngtf smcm in. Jd mnurt hmat sya biarlah msng2 dr kta sbgai prbadi yg dwasa mnntukn mna yg lebh baik,tp buat sya prbadi tidk ad yg bsa mnandingi kbnggaan akn ngri trcnt in.
waslm

176. Panji Agung Satriaji - April 20, 2010

Setuju sekali pak, Bangsa Indonesia gak boleh terbelakang
negara matahari terbit bisa memamerkan budayanya di Indonesia,
maka itu seharusnya generasi muda sekarang tidak malu or gengsi
memamerkan budanya sendiri di Luar negeri sehingga budaya Qt terkenal dan tidak lagi di plagiat negara tetangga serta mengakukan
budaya Qt menjadi budaya dia, akhirnya di permasalahkan

177. susanto - April 21, 2010

Assalamu’alaikum warahmatullhi wabaraktuh…!
setelah membaca tulisan bapak,Saya bangga terlahirkan dinegeri tercinta ini yang merupakan alam surga penuh dengan sumber alam yang serba ada,dan sudah tidak kaget lagi dalam seatu kontroversial negri atau negara manapun Untuk Saling Membuktikan kreatifitasnya melalui dalam segala bentuk bidang ilmu yang bisa dijadikan mamfaat khususnya untuk kebanyakan orang.Indonesia Sudah mardeka sejak 17 agustus 1945,maka oleh sebab kita sebagai warga indonesia( tuan rumah)mestilah bisa mengambil sikap atas maksud dan tujuan warga luar manapun dengan mempertahankan perjuangan pahlawan terdahulu atas kedatangan mereka ketanah air indonesia ini,dan melanjutkannya dengan seatu kebersamaan Bhineka tunggal ika yang berartikan walaupun berbeda-beda tapi tetap satu juga.!
MARDEKAAA,nyoo kita majukan bersama-sama negeri indonesia tercinta ini yang sudah kaya agar bisa menjadi negara pelopor diantara negara-negara…amin.
wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….

178. Geryanto Tri Saputra - April 21, 2010

kualitas SDM memang tidak bisa di bohongi. kualitas SDM jepang memang lebih baik dari kita saat ini. adapun orang indonesia yg memiliki kualitas yg sangat mengesankan, ada kesan orang2 tersebut “dibiarkan” oleh pemerintah. seharusnya di dukung dengan pemberian modal untuk menciptakan lapangan kerja baru. banyak mahasiswa dengan lulusan terbaik pergi mencari kerja di negeri orang. itu fakta bahwa di negeri sendiri mereka seperti tidak di hargai. sebaiknya kita perlu introspeksi untuk itu.
MERDEKA !! ALLAHU AKBAR !! WOW KEREN !!

179. Ezlia Septriyanti - April 22, 2010

saya juga merasa sedih dan prihatin melihat bangsa indonesia banyak yang mengagumi kebudayaan luar dibandingkan kebudayaan bangsa kita sendiri..

kenapa para rakyat indonesia lebih banyak yang menyukai budaya luar?
karena menurut rakyat indonesia budaya indonesia itu ketinggalan zaman (kuno) dibandingkan budaya luar yang lebih ngtrend..
tetapi saat ini tidak jarang juga.malahan bisa dibilang banyak rakyat indonesia yang menggunakan batik,itu salah satu bukti bahwa rakyat indonesia tidak melupakan budaya indonesia..

saya jadi ngebayangin apa yang bapak bayangin..kayaknya seru tuh pak kebudayaan indonesia masuk ke jepang.. pasti lebih maju lagi negara indonesia kita ini.. semoga aja jadi kenyataan pak..

180. R.R ANDITHA J.P - April 22, 2010

sebenarnya tidak begitu juga sih pak…kalau menurut saya ajang menampilkan budaya jepang itu hanya sebagai hiburan dan pengenalan budaya lain..karena sekarang ini, budaya kita sudah tidak kalah dengan budaya luar…buktinya, nama indonesia sudah terkenal ke negara-negara barat…tentunya hal ini tidak cukup hanya sampai di situ…anak-anak muda seperti kita ini yang harus rajin memamerkan budaya indonesia keluar…contoh kecilnya cukup simple..dengan memajang hasil karya kita sendiri di ruang internet, cukup menjanjikan untuk pengenalan budaya kita ke luar negeri..

181. prayogi syahrean - April 22, 2010

memang para pemuda indonesia kini lebih menyukai kebudayaan luar negeri dari cara berprilaku maupun fasion atau dandanan mereka sehari-hari. Mereka berpendapat bahwa budaya luar itu lebih trendi di bandingkan budaya indonesia yang mereka anggap kuno. Mereka tidak malu memakai pakaian yang terbuka layaknya bule-bule di luar negeri. Tetapi saya senang dengan di canangkan hari batik. Dengan adanya hari batik ini banyak para pemuda indonesia yang memakai batik indonesia. Semoga dapat menciptakan rasa cinta terhadap budaya indonesia. Saya setuju sekali jika ada festival kebudayaan indonesia di luar negeri contohnya di negeri matahari terbit dan di negeri lainnya. Saya juga sangat berharap adanya festival tersebut agar kebudayaan indonesia tidak kalah dengan kebudayaan asing.

182. Tutik Hartini - April 23, 2010

kalau dilihat secara umum menurut saya itu festival biasa yang hanya saja bedanya berasal dari negara luar. dan tidak berfek besar dengan anak anak. karena jika semacam origami dalam pembuatan origami nya pun kadang terbilang sulit. dan kebanyakn anak anak tidak akan mempelajarinya kembali.
pembuatan mainan origami dengan maianan khas Indonesia lebih mudah mainanan khas Indonesia. selain harga barang yang murah bahkan gratis sangat menarik bagi anak anak.

183. wahyudi saputra.NST - April 23, 2010

ia pak mang kyk’a kita ni selalu di bodohi oleh mereka,,dan yang lebih mydihkannya lagi kita indonesia nurut aje,,hehehe,,,

tapi semua ini yang harus bertanggungjawab adaah para pemimpin pemeintahan kita, karena sebenarnya merekalah yang bodoh mau kerjasama untuk kepentingan mereka masng-masing, tapi sebenarnya mereka jepenglah yang lebih utung,,,huhuhuh,,,,

pemimpn tapi bodoh,,hahaha

184. FAJAR ADAMA F.R - April 24, 2010

kalo menurut saya, tidak ada salahnya kok kita mengenal budaya jepang ataupun budaya-budaya yang lainnya…;toh hal ini tidak berdampak buruk…apalagi dengan adanya simbol batik sebagai khas Indonesia, ini menunjukan kalau budaya kita sudah dikenal oleh masyarakat luas khususnya PBB…

185. Lianita Noviana - April 25, 2010

menurut saya itu hal yang wajar, dapat dikatakan kita hanya mempelajari budaya mereka. Banyak orang Jepang yang mempelajari budaya Indonesia. Saya pernah melihat orang Jepang dapat ber sinden. Itu salah satu contohnya..dan mungkin juga mereka hanya menyalurkan hobby mereka. Selama negara kita tidak di usik oleh negara lain, hal seperti ini tidak terlalu bermasalah untuk negara kita…

186. Muhammad Nuzul Adam - April 26, 2010

Untung saya tidak suka dengan kebudayaan Jepang. Kebudayaan dari negeri sendiri aja banyak yang bagus, ngapain repot-repot bayar mahal buat sewa kebudayaan yang kita tidak mengerti asal-usulnya. Kebudayaan Bangsa Indonesia luar biasa banyak. Kalau misalnya ada pameran budaya kemudian saya diamanatkan memakai pakaian adat atau Gatot Kaca misalnya, dengan bangga saya akan bersedia. Lagipula tokoh pewayangan Indonesia lebih hebat, lebih bermoral, dan lebih logis dibanding tokoh Anime dari Jepang sana.

Hidup Indonesia!!!!

Garuda Di Dadaku…..!!!!!

187. ine kriestianti - April 26, 2010

Yap, betul banget pak!! kayaknya anak-anak remaja sekarang ini bangga kalau mereka bergaya seperti orang jepang. miris banget ngliatnya kebudayan jepang begitu dibanggakan oleh anak negeri ini,apalagi dengan banyaknya film-film kartun yang ditayangkan di televisi kita.
Ya boleh-boleh aja mengikuti trend tapi jangan sampai kebudayaan kita sendiri dilupakan begitu saja…

188. Nelvia Sesaria - April 26, 2010

pertukaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan, ga ada masalahnya kan pak!!?
selagi kita, Muda - Mudi Indonesia masih tetap menjujung tinggi harkat dan Martabat Negara kita yang TERCINTA ini Pak….hehehe
(betul… betul….. betul!!!!)
kalo untuk masalah menyewa kostum jepang dan rela mengeluarkan kocek yang cukup mahal, itu sih wajar - wajar saja menurut saya Pak..
mungkin, mereka memiliki hobby menonton dan menyukai anime - anime dari jepang. atau bisa juga karena mereka fikir dari pada jauh - jauh pergi ke Jepang dan mengeluarkan biaya yang lebih mahal hanya untuk sekedar berfoto menggunakan pakaian khas daerah sana. mereka lebih memilih untuk menyewa saja, mumpung ada acara tersebut..
jadi, apapun yang terjadi, HIDUP INDONESIA lahhh Pak……………..

189. Maulana septino - April 26, 2010

please donk ach…jangan ribut2 mulu…kan kata semboyan…DAMAI ITU INDAH…kapan indonesia ini bersih dari keributan…

190. rudi baharman - April 27, 2010

menurut saya..
kita jajah kembali mereka dengan budaya indonesia di negara mereka..
jadi bisa lebih di kenal budaya indonesia di negara luar…

191. Benedicta Yohanna S - April 27, 2010

menurut saya ga ada salah nya klo kita mengenal budaya asing. tahun ini adalah global market, banyak orang asing akan tinggal di indonesia, sebagai orang yang tinggal lama di indonesia tidak ada salahnya kita untuk lebih maju dari negara asing tsb. memang kebanyakan remaja indonesia lebih menyukai produk-produk dari luar negeri,,, tapi klo kita kilas balik.. tidak kalah lho produk-produk kita (indonesia) terkenal di luar negeri. contohnya Amerika,, ada semacam distro yang memajang t-shirt, sepatu, bahkan baju adat ala indonesia ada disana.

So, Cintailah Produk Dalam Negeri(Indonesia)

Sebab hanya kita, remaja2 indonesia yang akan melesraikan budaya indonesia sendiri.

192. Agie wahyu winata - April 28, 2010

klo menurut saya c,
ga ada salahnya mengenal budaya asing seperti jepang,tetapi jangan terlalu dibanggakan.
bila perlu kita mengenalkan budaya kita (indonesia) ke jepang sana,,buktinya banyak budaya kita bahkan lebih bagus dari jepang.

maka dari itu : cintailah budaya indonesia.

193. Dwi Utami Handayany - April 30, 2010

betul sekali pak,,
seharusnya masyarakat Indonesia harus lebih menghargai Budaya mereka sendiri.
Karena dengan begitu,budaya kita tidak akan terganti, dan akan terus ada sampai cucu cicit kita nanti.

194. Ponco Sutrisno - April 30, 2010

saya tidak pernah tau bagaimana dijajah jepang pada zaman dulu ,tapi yang saya tau jepang negara terhebat setelah amerika tapi tidak semua anak muda seperti yang bapak ceritakan .saya sangat menjujung adab jawa walaupun saya dilahirkan di jakarta.

195. Rika Setiawati - April 30, 2010

menurut saya festival seperti itu biasa saja,yang saya tau malahan negara-negara lain juga sering melakukan festival kebudayaan,kuliner dan tarian-tarian adat indonesia tapi saya rasa kurang terpublikasikan saja karena warga indonesia kurang memperhatikannya.warga baru gempaar-gempor jika kebudayaannya diakui-akui sama negara lain.jadi saya harap pemberitaan ditelevisi lebih update lagi agar warga indonesia lebih peduli dan bangga terhadap kebudayaannya,

196. Arini Solihati - May 1, 2010

assalamu’alaikum Wr. Wb.

saya tidak terlalu mengenali banyak tentang budaya jepang. mungkin jepang memasarkan budayanya di indonesia sangat gencar dan menjelajahi ke setiap tempat yang strategis jadi budayanya lebih mudah dikenal. padahal budaya indonesia sendiri jauh lebih banyak tapi, generasi penerusnya banyak yang tidak memperdulikan dan mereka lebih memilih mengikuti kebudayaan barat / negara lain.

sekitar 1 bulan yang lalau saya nonton salah satu acara musik di tv yang menampilkan gambang kromong dan sindennya itu berasal dari jepang. dia bilang “sejak kuliah saya memang sudah tertarik dengan gambang kromong dan saya mempelajarinya sampai sekarang menjadi sinden di Kota Solo”.

197. dian puji astuti - May 3, 2010

suka dengan kebudayaan negara lain bukan berarti di jajajh dengan Negara itu.. mungkin kita-kita sebagai kawula muda hanya ingin just having fun … seru-seruan … gituuuuuh paaak !!!!!

198. asti yanti - May 3, 2010

walaupun kebudayaan Jepang ada di Indonesia, saya tetap cinta Indonesia… PRikitiiiiiieeeewww … !!!!!!!!!!!!!!!!!!

199. yuliawati - May 3, 2010

saya setuju-setuju saja selama pameran tersebut tidak merugikan Indonesia ..

belajar kebudayaan orang lain juga tidak ada salahnya kan Pak???? okeeehhh2…..

200. acih - May 3, 2010

saya setuju-setuju saja di adakan pameran … karena jaman sekarang bukan lagi seperti jaman dahulu….

bisa di ambil nilai positifnya kebudayaan Jepang bisa menamabah pengetahuan budaya asing… gituuuuh pak

201. devi - May 3, 2010

setujuuuuu…. !!!!!!!!!!!!

karena mereka hanya ingin mengenalkan kebudayaan mereka …

bukan berarti kita di jajah kembali oleh Jepang…. biar Indonesia tambah maju ke depan. heheheheee !!!

202. noni triana - May 4, 2010

miris banget melihatnya ya,anak muda bangsa kita rela membeli barang mahal hanya untuk kebudayaan luar,belum tentu mereka rela beli batik yang mahal. benar-benar bangsa kita telah dijajah kembali.

boleh saja kita mengenal kebudayaan luar tetapi jangan sampai kita lupa akan kebudayaan kita sendiri.

203. R. aditiyo Sedianto - May 6, 2010

Saya sich setuju setuju aja karena sekarang kan jamanya udah beda dengan waktu kita masih belum merdeka,,,
lagipula gak ada salahnya kan kalo kita juga belajar kebudayaan lain selama hal itu masih positif dan tidak merugikan bangsa kita….

204. Rusydah Amalia - May 10, 2010

itu semua tergantung pd bangsa ini sendiri. klo bangsa kita bisa menghargai budayanya, maka bangsa lain juga bisa menghargai budaya bangsa kita qo pak..

205. Andami Fardela - May 10, 2010

menurut saya juga ga ada salahnya ada festival” di berbagai mall. di luar negeri juga banyak yang memasarkan produk atau kebudayaan indonesia secara sengaja atau tidak.memang kebanyakan remaja indonesia lebih menyukai produk-produk dari luar negeri, tapi coba flashback lagi. di luar negeri juga banyak yang memakai kebudayaan atau produk kita, contohnya saja yang sudah terkenal. BATIK.

206. Nadia Ayukurnianti - May 13, 2010

Saya Setuju sekali dengan khayalan bapak..sebagai warga Indonesia seharus nya melebih utamakan budaya2 yang berada di Indonesia..boleh2 saja Qt suka dengan budaya negara2 lain.tapi lebih di utamakan budaya Qt yaitu budaya Negara qt sendiri..

207. shafiq - May 13, 2010

kalau menurut saya sih tidak ada salahnya kok pak!di jepang sana pun,banyak para remaja nya yang suka dengan kebudayaan indonesia,bahkan di jepang pernah ada indonesia festival,yang dimana di dalamnya terdapat banyak makanan dan kebudayaan indonesia,jadi tidak ada salahnya menurut saya dengan adanya festival2 kebudayaan jepang di indonesia,selama kegiatan tersebut masih bersifat positif dan merusak kebudayaan bangsa indonesia.

208. Agustiar - May 17, 2010

Ga Perlu Takut Dengan Kebudayaan Asing Yg Masuk ke neagarA Qta,,, Saat ini Qta Hanya perlu Terus meneruS Menjaga n Memperkenalkan Budaya Qta Kepada Bangsa Asing… Buat Bangsa asiNg Terpesona aKan Budaya Qta,,,

209. nastain - May 18, 2010

betul pak,,, warga indonesia bisanya cuma ngikutin doank…. apalagi kalo budaya or stylenya keren diliat.
seharusnya kita sebagai warga, bisa menyeleksi budaya yang masuk ke negeri sendiri….jangan asal ikut-ikutan,
terkadang saya berpikir, apa warga kita menghargai budayanya sendiri????? seperti mereka menghargai budaya asing….

210. Marlina Situmorang - May 19, 2010

Kata “dijajah” itu memang tidak akan lepas dari bangsa Indonesia..
Karena memang bangsa Indonesia belum memiliki keinginan untuk “bebas”..
menurut saya sih gitu pak….

211. Steven Darmawan - May 19, 2010

Dari dulu sampai sekarang, Bangsakita ini masih saya belum bisa berdiri sendiri,alhasil ya gini….. sampai saat ini,masih aja dijajah………..

212. IRA ILAMA YULYANI (3DA02) - May 21, 2010

Assalamualaikum…
Menurut saya ini masih dalam batas normal untuk melakukan kegiatan pengenalan budaya setiap bangsa yang ada di dunia. Memang terlihat miris melihat keaadaan seperti itu, tapi semua akan kembali ke diri kita lagi. Selain itu pemerintah sebaiknya bekerja sama dengan lembaga pendidikan agar memasukan pelajaran seni budaya indonesia kepada murud-muridnya.

Terima Kasih

213. Arief Ramdhan.DP(3da02) - May 22, 2010

seep

214. ardie dharma setya - May 24, 2010

bertambahnya tahun setelah kemerdekaan tidak berarti sudah bebas dari penjajahan ,contohnya:kemajuan tekhnologi jepang kemudian dijual di indonesia merupakan abused bagi pemerintah indonesia yang tidak bisa membuat peraturan keras untuk menggunakan produk sendiri..saya sebagai bangsa indonesia merasa sedih akan hal itu,semoga di masa yang akan datang ada revolusi bagi kemajuan tekhnologi di Indonesia.amien

215. Rani Sekar Arum - June 3, 2010

amin pak semoga khayalan bapak terwujud..

216. Fuad Fauzi - June 10, 2010

Inilah Indonesia, hanya bisa meniru,…
Indonesia padahal memiliki segalanya dibandingkan Jepang. KENAPA negri JEPANG bisa mAJU & bisa berkembang ??? Apakah Indonesia tidak bisa seperti JEPANG??
Wilayah, Budaya, Bahasa, Suku, banyak segala tersebar di wilayah Indonesia, mestinya bangsa kita ini yang berkembang lebih maju lagi ketimbang Jepang…
Mungkin banyak faktor yang membuat bangsa ini tidak berkembang. Oleh karena itu, seharusnya potensi yang ada di Indonesia di gali, tunjukan pada Dunia bahwa Indonesia pun Bisa berkembang seperti negara-negara lain….

217. eko jlitenk top - June 16, 2010

memang tidak bisa di pungkiri bahwa kita sedang dijajah dalam segi budaya, saya ingat beberapa bulan yang lalu ada pagelaran seni yang ada di surabaya tepatnya di taman bungkul surabaya, singkat cerita ketika saya ada di TKP langsung mata ini hanya bisa terdiam tidak berkedip kertika melihat beberapa kebudayaan indonesia seperti reog atau tari2an, yang semua pemainnya membawa mainan khas jepang, yang diamaiknan saat mereka melakukan atraksi, kepala ini hanya bis geleng2 saja, pertanyaannya apakah para pemain sudah ijin dengan nenek moyang yang mengkreografi tarian atau lainnya, kok derani2nya mereka memainkan tarian dari nenek moyang yang di padu dengan kebudayaan negri matahari itu?. tak habis pkir juga mereka kok bangga ya………. dalam diskusi dengan teman2 ada statmen bahwa budaya indonesia itu sudah kadaluasa, ???????? ya dalam hati q jawab ja dasar orang yang gak nasinalisme blas…….


*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.