Author Archive for pardede

28
Oct

Workshop Penyusunan Proposal PKM 2009

Peserta Workshop PKM 2009

24
Oct

senang… terima kasih

senang.. comblee…
PELATIHAN TEKNIK PRESENTASI DAN PENULISAN BAGI MAHASISWA rampung dengan sukses :D

Terima kasih buat antusiasme peserta pelatihan
Saya senang kalau semua mahasiswa bisa selalu antusias dalam melakukan apa saja, terutama dalam mengikuti kuliah.

Hari ini, peserta pelatihan tidak hanya belajar membuat slide presentasi menggunakan Power Point, tapi yang lebih seru… mereka belajar menyelesaikan tugas dalam waktu yang sangat terbatas. Pada awalnya, semua berteriak waktu diberi tahu bahwa waktu untuk membuat slide hanya 60 menit, tetapi ternyata semua berhasil menyelesaikan slide presentasi mereka.
Semua berusaha keras… dan hasilnya.. hmmm lumayan
Perbaikan di sana sini tentu masih dibutuhkan. Semua ini bagian dari proses belajar toh…

Dari 36 judul yang terkumpul, terpilih 7 judul untuk dipresentasikan di depan semua peserta Pelatihan dan Di hadapan Juri.
Inginnya sih ke-36 judul dipresentasikan, tapi bisa-bisa selesainya baru tengah malam.
Dari 7 presentasi yang dilakukan, akan dipilih 3 pemenang.. pengumumannya… tunggu tanggal mainnya :D

Catatan yang diberikan oleh Nara Sumber Dr. Sugiharto menyatakan bahwa semua presentasi sudah dilakukan dengan baik. Tidak ada yang gemetaran saat presentasi. Namun, masih ada satu hal yang masih harus dilatih lagi, yaitu ketepatan waktu. Siapa pun yang melakukan presentasi harus memperhatikan betul-betul waktu yang tersedia untuk presentasi.

Terima kasih untuk para Nara Sumber Pak Toto dan Bu Nina
untuk Juri… terima kasih… Bu Peni, Bu Lily dan Pak Toto…

Terima kasih yang sangat banyak untuk PANITIA yang sudah meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya untuk mengurus acara ini… Pak Hendro, Pak Hitho, Bu Ira W., Bu Yeni S.

Mudah-mudahan apa yang sudah kita lakukan di sini bermanfaat bagi semua orang.. :D

24
Oct

Penat yang terbayar

Setelah melalui hari-hari persiapan yang sangat tidak panjang,
penat dan ketegangan terobati
begitu melihat pada hari ini Jumat 24 Oktober 2008, para peserta WORKSHOP PENGISIAN BLOG KOMUNITAS antusias dan bersemangat dalam menyusun tulisan untuk mengisi blog komunitas mereka

Tidak ada mahasiswa peserta yang cuma duduk diam tanpa menulis apa pun
kalau pun ada, mereka sedang merenungkan tulisan yang mereka buat.

Mahasiswa yang hari ini ikut workshop pengisian blog komunitas akan menjadi motor yang mengawal kehidupan blog komunitas mereka.

Mudah-mudahan setelah hari ini, mereka tetap mengisi blog komunitasnya dengan berbagai tulisan yang bermanfaat dan menyegarkan.

Semoga keberadaan blog komunitas mahasiswa UG dirasakan manfaatnya oleh anggotanya maupun oleh seluruh civitas akademika Gunadarma.

28
Sep

Don’t judge the cover “by the book”

Don’t judge the cover “by the book”
Apa ga terbalik tuh? Bukannya ‘Don’t judge the book by it’s cover’ ?

Seringkali kita melakukan segala sesuatu itu ‘by the book’
which is not bad at all
tapi kehidupan ini kan tidak selalu ‘by the book’
banyak hal yang mesti dihadapi, ditangani, ditanggapi tanpa ‘by the book’

seringkali kita menilai (judge) sesuatu ‘by the book’
kalau tidak sesuai dengan ‘what the book says’, maka nilainya buruk

tidak jarang pula kita menilai sesuatu ‘by the book’
hanya yang sesuai dengan ‘what the book says’ lah yang benar

improvisasi.. (jadi inget ‘improvise… improvise!!!)
let’s not judge the cover “by the book”

26
Sep

MENGAJAR DI DALAM OVEN

Mengajar di dalam Oven ??
Biasanya orang memasak menggunakan oven.. bukan begitu? Terbayang dong panasnya.
Tapi ini kenyataan… Mengajar di dalam Oven
Barangkali tepatnya Mengajar Bak di Dalam Oven
Coba deh, kapan-kapan merasakan sendiri,
berada di dalam ruangan yang AC nya tidak berfungsi, ruangan berjendela mati (tidak bisa dibuka), berisi 40 (empat puluh) orang, siang hari yang panas, selama 3 jam, sambil mengajar, bicara, mondar-mandir, menulis…..
Coba deh
Kalau sudah mencoba.. BARU PERCAYA … Kalo selama ini beratus orang merasakan belajar dan mengajar di dalam OVEN
Mudah-mudahan ga pada jadi kisut karena dehidrasi :D :D :D

08
Sep

sauna …. lagi???

senin malam
besok hari selasa..
besok mengajar lagi di kampus J
hmm… I wonder…. besok SAUNA lagi ga yaaaa???

berdoa dimulai ….

02
Sep

Sauna…. Let’s Pray

Akhirnya dapat juga kesempatan mengajar di Kampus J….
Kalau dulu, paling tinggi mengajar di ruang kelas di lantai 3, sekarang bisa merasakan mengajar di ruang kelas di lantai 5 dan lantai 4, dengan pemandangan jalan tol dan pelataran parkir ruko yang saya belum tahu namanya.
Mahasiswa terlihat antusias, mungkin karena untuk beberapa di antara mereka, hari ini adalah hari pertama kuliah di semester yang baru… penting untuk disemangati.

Sesi pagi berjalan lancar, jam pertama masih sejuk, jam kedua masih sejuk jam ketiga mulai hangat…. ruang kelasnya maksudnya :)
maklum ruangan pertama (di lantai lima) yang kami gunakan tidak dilengkapi alat pendingin ruangan. Yang ada hanya sebuah kipas angin elektrik ukuran biasa yang ditempelkan di dinding tidak jauh dari pintu masuk dan berseberangan dengan jendela. UNTUNG… jendelanya bisa dibuka sehingga udara masih bisa bergerak dan ruangan tidak terasa terlalu panas.
Sesi pertama berjalan lancar, hingga kuliah selesai, para mahasiswa masih terlihat happy dan segar.

Sesi kedua, dimulai sekitar jam 12.00, di lantai empat, di sebuah ruangan yang dilengkapi alat pendingin udara yang diletakkan di dinding, di atas jendela mati. Jendela MATI = Jendela yang TIDAK BISA dibuka. Hati ini terasa riang, karena berpikir bahwa sesi kedua akan saya lalui dengan penuh kesejukan. Setelah mempersilahkan para pemuda pemudi harapan bangsa menempati tempat duduk masing-masing, saya pun menutup pintu dengan harapan ruangan akan cepat menjadi dingin…. Ternyata OH ternyata, alih-alih menjadi sejuk… ruangan menjadi semakin hangat dan akhirnya panas. Belum pernah saya merasakan bagai berada di dalam stopless kedap udara seperti ini. Para mahasiswa pun semakin gencar mengibaskan benda apa saja yang bisa digunakan untuk mengipasi diri masing-masing… JENDELA MATI… membuat udara tidak bergerak.. akhirnya pintu terpaksa dibuka kembali, dan kami belajar.. -saya mengajar dan mahasiswa belajar sampil berkipas- dengan ditingkahi suara-suara dari luar ruangan yang tidak kalah serunya jika dibandingkan suara saya sendiri Apakah ruangan menjadi sejuk?? TENTU TIDAK… ruang kelas tetap terasa panas dan bising pula… Sesi kedua berlangsung terus… saya bertekad, udara panas itu tidak boleh mengganggu jalannya kuliah, tapi saya tidak tega melihat wajah para mahasiswa yang semakin memerah, bahkan ada yang agak menghitam karena memang warna dasarnya hitam, karena kepanasan….
Sesi kedua berhasil kami akhiri sesuai jadwal, dan saya meninggalkan ruangan dengan berkeringat .. sampai-sampai saya bertanya sendiri.. tadi tuh saya mengajar atau doing sauna bath ????

Belum kering keringat yang saya dapat dari sesi dua, saya harus melanjutkan sesi ketiga. Kembali ke ruangan yang di lantai empat tadi…. Jendela yang terbuka lebar-lebar, kipas angin yang berputar tanpa henti, tidak bisa mengalahkan suhu ruangan yang terlanjur naik. Kembali kami lalui sesi tiga dalam suasana hangat (baca:panas)… untung mahasiswa masih terpukau oleh suara saya yang mulai habis karena sebelumnya sudah mengajar 6 jam pelajaran, sehingga hati ini terhibur. Di ruang kelas yang terakhir ini, wajah para mahasiswa tidak semerah mahasiswa yang saya ajar pada sesi kedua… dan mereka tidak berkipas-kipas… mungkin sudah terbiasa :D :D tapi tidak sedikit mahasiswa yang berkeringat sampai menetes-netes … Kami pun mennyelesaikan sesi ketiga ini dengan bersimbah keringat…

Kesimpulan di ujung hari ???
Saya kagum juga pada anak-anak itu. Mereka tetap semangat belajar dalam suasana seperti itu.
Keterbatasan semacam ini tidak menjadi halangan..
Namun…ini baru hari pertama di awal semester… masih ada sekian hari lagi yang mesti dilalui dengan suasana seperti tadi.
Saya cuma bisa berdoa dalam hati,
semoga keadaan akan menjadi jauh lebih baik (maksudnya.. pendingin ruangannya segera diperbaiki)
semoga kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung dalam suasana yang sejuk.. (semua ruang kelas dipasangi pendingin ruangan yang berfungsi dengan baik…)
semoga para mahasiswa tetap punya semangat belajar yang MEMBARA meskipun nanti ruangannya sudah dingiiiin sekali :D
semoga banyak yang berdoa supaya cepat terkabul harapan ini…
Berdoa…. mulai

20
Aug

:D :D

nulis komentar aja ga sempet…
gimana mau nulis blog ??! .. :D :D :D

waktu habis buat ngurusi em ha es
waktu habis buat mikirin masa depan anak muda harapan bangsa

yang pasti
gara-gara huawei lelet abizzz
sementara tagihan kencengnya minta ampuun…

(temenku,2008).. boleh dikutip :D

19
Aug

PKM - Program Kreativitas Mahasiswa - 2009

PENGUMUMAN
NO : 009/PU/PR-III/ UG/VIII/2008

Tentang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2009

Diumumkan kepada seluruh mahasiswa jenjang S1 dan D3 dari semua jurusan/program studi di Universitas Gunadarma dibuka kesempatan untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang akan didanai tahun 2009 yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dirjen DIKTI Depdiknas.

Proposal yang diajukan harus berorientasi pada PKM Penelitian (PKMP), PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM), PKM Kewirausahaan (PKMK), dan PKM Penerapan Teknologi (PKMT).

Persyaratan:
1. Setiap proposal dibuat oleh kelompok mahasiswa,
2. Tiap kelompok terdiri dari 3-5 orang mahasiswa yang berasal dari paling sedikit dua angkatan berbeda,
3. Kelompok mahasiswa dapat berasal dari bidang studi yang berbeda atau dari program studi yang sama,
4. Mahasiswa anggota kelompok pengusul harus terdaftar aktif di semester 1-5 (mahasiswa D3) atau semester 1-7 (mahasiswa S1) pada PTA 2008/2009,
5. Penyusunan proposal dilakukan di bawah bimbingan 1 (satu) dosen pendamping,
6. Mengikuti sistematika dan format penulisan yang tercantum dalam Panduan PKM di alamat http://dp2m-dikti.net.

Bagi mahasiswa/kelompok mahasiswa yang berminat dapat menyerahkan 1 (satu) eksemplar proposal, untuk diperiksa kelengkapannya sebelum diperbanyak sesuai ketentuan, ke:

Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma
Ruang D427 - Gedung 4 Lantai 2
Kampus D - Pondok Cina
Jl. Margonda Raya No 100 Depok
Telp. (021) 78881112 ext 454.

Paling lambat Hari Selasa, Tanggal 16 September 2008,
Pukul 14.00 WIB.

Untuk mendapat keterangan lebih lengkap, mahasiswa yang berminat dapat menghubungi Bidang Kemahasiswaan pada alamat di atas.

Depok, 12 Agustus 2008
Bidang Kemahasiswaan

18
Aug

Rendezvous dans dix ans… qu’est_ce_que tu pense ?

Place des Grands Hommes
Paroles: Bruno Garcin. Musique: Patrick Bruel 1989

On s’était dit rendez-vous dans dix ans
Même jour, même heure, mêmes pommes
On verra quand on aura trente ans
Sur les marches de la place des Grands Hommes

Le jour est venu et moi aussi
Mais j’veux pas être le premier.
Si on avait plus rien à s’dire et si et si…
J’fais des détours dans l’quartier.
C’est fou comme un crépuscule de printemps.
Rappelle le même crépuscule qu’y a dix ans,
Trottoirs usés par les regards baissés.
Qu’est-ce que j’ai fait d’ces années ?
J’ai pas flotté tranquille sur l’eau,
J’ai pas nagé le vent dans l’dos.
Dernière ligne droite, la rue Soufflot,
Combien s’ront là… 4, 3, 2, 1… 0 ?

J’avais eu si souvent envie d’elle.
La belle Sév’rine me r’gardera-t-elle ?
Eric voulait explorer le subconscient.
Remonte-t-il à la surface de temps en temps ?
J’ai un peu peur de traverser l’miroir.
Si j’y allais pas… J’me s’rais trompé d’un soir.
D’vant une vitrine d’antiquités,
J’imagine les retrouvailles de l’amitié.
“T’as pas changé, qu’est-ce que tu d’viens ?
Tu t’es mariée, t’as trois gamins.
T’as réussi, tu fais médecin ?
Et toi Pascale, tu t’marres toujours pour rien ?”

J’ai connu des marées hautes et des marées basses,
Comme vous, comme vous, comme vous.
J’ai rencontré des tempêtes et des bourrasques,
Comme vous, comme vous, comme vous.
Chaque amour morte à une nouvelle a fait place,
Et vous, et vous… et vous ?
Et toi Marco qui ambitionnait simplement d’être heureux dans la vie,
As-tu réussi ton pari ?
Et toi François, et toi Laurence, et toi Marion,
Et toi Gégé… et toi Bruno, et toi Evelyne ?

Et bien c’est formidable les copains !
On s’est tout dit, on s’sert la main !
On ne peut pas mettre dix ans sur table
Comme on étale ses lettres au Scrabble.
Dans la vitrine je vois l’reflet
D’une lycéenne derrière moi.
Si elle part à gauche, je la suivrai.
Si c’est à droite… Attendez-moi !
Attendez-moi ! Attendez-moi ! Attendez-moi !

On s’était dit rendez-vous dans dix ans,
Même jour, même heure, mêmes pommes.
On verra quand on aura trente ans
Si on est d’venus des grands hommes…
Des grands hommes… des grands hommes…

Tiens, si on s’donnait rendez-vous dans dix ans… ?




Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.