Muh. Yunanto

Universitas Gunadarma Jakarta

Archive for April, 2010


Published April 15th, 2010

Bahan Refleksi Dalam Penilaian Soft-Skill

Rubrik Untuk Menilai Soft-Skill

  1. Pada tugas kelompok, apakah kemampuan kerja kelompok menjadi tujuan pembelajaran pada mata kuliah?
  2. Bagaimana saya dapat menilai bahwa kerjasama kelompok sudah berjalan dengan baik?
  3. Tugas kelompok selalu diakhiri dengan presentasi apakah kemampuan berkomunikasi dalam bentuk memberikan presentasi menjadi tujuan pembelajaran mata kuliah?
  4. Bagaimana menilai kemampuan presentasi?

Apa yang dimaksud Rubrik?

Rubrik merupakan panduan asesment yang menggambarkan kriteria yang digunakan dosen dalam menilai atau memberi tingkatan dari hasil pekerjaan mahasiswa.

Rubrik perlu memuat daftar karakteristik yang diinginkan yang perlu ditunjukkan dalam suatu pekerjaan mahasiswa disertai dengan panduan untuk mengevaluasi masing-masing karakteristik tersebut.

Manfaat Pemakaian Rubrik

  1. Rubrik menjelaskan deskripsi tugas
  2. Rubrik memberikan informasi bobot penilaian
  3. Mahasiswa memperoleh umpan balik yang cepat dan akurat
  4. Penilaian lebih objektif dan konsisten

Jenis-Jenis Rubrik

  1. Rubrik Deskriptif
  2. Rubrik Holistik
  3. Rubrik Skala Persepsi

Bentuk-bentuk rubrik deskriptif

Deskripsi tugas:

DIMENSI

Skala 1

Skala 2

Skala 3

Dimensi 1

Tolok ukur Dimensi

Tolok ukur Dimensi

Tolok ukur Dimensi

Dimensi 2

Tolok ukur Dimensi

Tolok ukur Dimensi

Tolok ukur Dimensi

Dimensi 3

Tolok ukur Dimensi

Tolok ukur Dimensi

Tolok ukur Dimensi

Dimensi 4

Tolok ukur Dimensi

Tolok ukur Dimensi

Tolok ukur Dimensi

Dimensi 5

Tolok ukur Dimensi

Tolok ukur Dimensi

Tolok ukur Dimensi

Rubrik Deskriptif untuk Menilai Presentasi Lisan

Dimensi

Patut Dicontoh

Memuaskan

Di Bawah Harapan

Skor

Organisasi

Presentasi terorganisasi dengan baik dan menyajikan fakta yang meyakinkan untuk mendukung kesimpulan-kesimpulan.

(6-8)

Presentasi mempunyai fokus dan menyajikan beberapa bukti yang mendukung kesimpulan-kesimpulan.

(3-5)

Tidak ada organisasi yang jelas. Fakta tidak digunakan untuk mendukung pernyataan.

(0-2)

Isi

Isi akurat dan lengkap. Para pendengar menambah wawasan baru tentang topik tersebut.

(10-13)

Isi secara umum akurat, tetapi tidak lengkap. Para pendengar bisa mempelajari beberapa fakta yang tersirat, tetapi mereka tidak menambah wawasan baru tentang topik tersebut.

(5-9)

Isinya tidak akurat atau terlalu umum. Pendengar tidak belajar apapun atau kadang menyesatkan.

(0-4)

Gaya Presentasi

Pembicara tenang dan menggunakan intonasi yang tepat, berbicara tanpa bergantung pada catatan, dan berinteraksi secara intensif dengan pendengar. Pembicara selalu kontak mata dengan pendengar.

(7-9)

Secara umum pembicara tenang, tetapi dengan nada yang datar dan cukup sering bergantung pada catatan. Kadang-kadang kontak mata dengan pendengar diabaikan.

(3-6)

Pembicara cemas dan tidak nyaman, dan membaca berbagai catatan daripada berbicara. Pendengar sering diabaikan. Tidak terjadi kontak mata karena pembicara lebih banyak melihat ke papan tulis atau layar.

(0-2)

Published April 15th, 2010

EXTERNALITIES AND CSR?

Topik externalities memang tepat dikaitkan dengan Corporate Social Responsibility (CSR). Masalah externalities timbul terutama disebabkan adanya ketimpangan dalam property right assignments. Externalities terjadi jika pertukaran antara dua pelaku ekonomi (economic agent) terjadi di luar mekanisme pasar. Dengan kata lain, tidak ada kesepakatan dalam pertukaran barang dan jasa antara dua pelaku ekonomi atau lebih, namun transaksi tetap dilakukan (atau dipaksakan terjadi). Keberadaan CSR dapat dilacak melalui perbandingan antara Social Cost (CS) dengan Private Cost (CP) atau antara Social Benefit (BS) dengan Private Benefit (BP). Perlu diketahui bahwa Social cost = private cost + external cost sedangkan social benefit = private benefit + external benefit. External economies terjadi jika BS>BP sedangkan external diseconomies terjadi jika CS>CP. Pengujian sederhana dapat dilakukan dengan uji beda rata-rata. Pengujian yang lebih sophisticated dilakukan melalui factor analysis atau SEM. Hubungan externalities dengan CSR ditelusuri melalui konsep tersebut di atas, dengan menyelidiki apakah sudah ada pengalokasian property rights yang efisien oleh korporasi di Indonesia; atau dengan kata lain apakah BS ? BP atau CS ? CP. Ini merupakan bahan kajian yang menarik dan saya kira penelitian tentang topic ini masih sangat jarang dikaji secara mendalam. Masalah externalities pertama kali diteliti secara mendalam oleh James Meade (1952) dalam “External Economies and Diseconomies” yang kemudian ditelaah lagi oleh Francis Bator (1958). Berbagai penelitian dapat ditelusuri dalam berbagai jurnal dan situs tentang property right, externalities, welfare economics, dan corporate social responsibility, dan social cost/benefit, dan certainty equivalent. Penelitian seperti ini akan bermanfaat bagi (a) pengembangan model dan pengujian externalities dan property rights dan (b) perumusan kebijakan dalam property right assignment yang efisien Indonesia.

Masalah yang mungkin timbul adalah pengadaan data karena korporasi di Indonesia biasanya kurang terbuka, terutama kalau dikaitkan dengan private cost dan private benefit yang acap diberi label rahasia perusahaan. Social cost dan social benefit mungkin dapat dilakukan dengan penggalian data dan informasi dari anggota masyarakat yang terkena dampak transaksi korporasi tersebut, seperti di Lapindo, Buyat, dan berbagai kasus illegal logging.

A. JOURNAL

Francis Bator. “The Anatomy of Market Failure.” Quarterly Journal of Economics 72 (1958): 351-79. (Sumber: JSTOR)

J.E. Meade. “External Economies and Diseconomies in a Competitive Situation.” Economic Journal 62. N0. 245 (March 1952). (Sumber: JSTOR)

Ronald Coase. “The Problem of Social Cost.” Journal of Law and Economics 3 (October 1960): 1-44.

B. BUKU

H.L. Ahuja. Advanced Economic Theory: Microeconomic Analysis. S. Chand Company Ltd.

John P. Gould dan Edward Lazear. Microeconomic Theory. Richard D. Irwin.

Charles S. Maurice dan Owen R Phillips. Economic Analysis. Richard D. Irwin.

Tibor Scitovsky. Walfare and Competition. Richard Irwin.


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.