Maaf saya memang jarang update blog karena berbagai kesibukan yang tadinya tidak pernah difikirkan, dari ngurusi Standard Nasional bidang TI, pemetaan SDM TI dan lain-lain suatu hal yang sangat sulit saya lakukan kalau saya tidak memutuskan kembali ke Indonesia.

Setelah hari Jumat, sempat permisi dengan pak Menpora dan rekan-rekan di Portal Kemenpora karena saya kemungkinan tidak bisa ikut rapat evaluasi dan koordinasi, lalu hanya punya waktu 1 hari untuk persiapan jadi tentu semuanya terasa geradak-geruduk. Setelah meninggalkan pesan-pesan dan tugas ke tim BSSDM barulah saya bisa meninggalkan markas dengan agak tenang. Persiapan souvenir, brosur dan lain sebagainya juga dilakukan.

Akhirnya hari Minggu berangkat, check-in jam 4.20 jadi lumayan pagi dari Taman Puspa. Setelah take off pada 6.25 kami berangkat menuju Hong Kong dengan China Airlines.  Relatif pesawat tidak mengalami hambatan dan di pesawat sempat nonton film Philipina (Pinoy .. apa gitu) dan film India. Bosen nonton film Hollywood.

Sampai di Hong Kong mulai merasaan ke-lelet-an Hong Kong ini, Jadi memang sangat berbeeda antara “terlihat dan terkesan” lambat dan tak serius, dan kenyataan lambat sebuenarnya. Di Hong Kong petugas seperti sigap dan cepat, tapi koq lambat juga.  Bagasi harus cari-carian, dan antrian di imigrasi juga lambat.  Setelah cukup lama di i migrasi kami keluar dari airport dan sudah ditunggu oleh pengemudi yang menjemput.

Langsung menuju Shenzhen, di border passport diperiksa, dan kami juga harus turun dan membawa bagasi kami semua.  Setelah sukses urusan imigrasi langsung menuju hotel, hari pertama relatif tidak ada yang istimewa, makan malam di rumah makan yang besar, dan jalan-jalan sedikit di kota.

Saya akui urusan copy-meng-copy memang hebat di sini, kotanya pun banyak sekali meng-copy kota di Jerman he he he jadi seperti saya mirip “de ja vu” banyak melihat beberapa hal yang sama dengan di Jerman sana.  Sayang beer-nya koq enteng banget