Bamby’s Chronicles
The untold story of my life

May 2nd, 2007

Alumni: kalo udah lulus, apa perannya buat almamater?

Posted in Miscellaneous by mkusuma

Pertanyaan seperti judul posting ini mungkin ada di benak para alumni pada umumnya dan alumni UG pada khususnya. Lalu apa jawabannya? BANYAK PERANNYA. Sebuah jawaban singkat tapi mempunyai makna yang sangat mendalam. Mengapa demikian? Seorang alumni adalah kepanjangan tangan atau istilah kerennya adalah duta almamater di masyarakat. Baik buruknya almamater juga bisa terlihat dari alumni. Terkadang orang men-generalisasi kualitas suatu institusi pendidikan hanya dengan melihat beberapa gelintir alumninya. Jika yang beberapa gelintir itu bagus, maka almamanterpun akan terbawa bagus citranya di masyarakat. Sebaliknya, jika yang segelintir itu buruk citranya, maka almamater jugalah yang akan terkena dampaknya.

Sebagai duta almamater, seorang alumni dapat berperan dalam menggiring calon mahasiswa untuk berkuliah di-almamater-nya. Jika para alumni dapat menunjukkan citra yang baik, tentu hal ini akan berdampak positif bagi almamaternya, sehingga para orang tua tidak ragu untuk menyekolahkan anaknya di institusi pendidikan tersebut.

Setelah melalui proses belajar, maka seorang mahasiswa akan lulus. Setelah lulus, tentunya semua berharap untuk bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan sesuai dengan bidang keahliannya. Disinilah peran alumni kembali sangat diharapkan. Dengan membangun jaringan yang kuat dan memberikan informasi yang dapat membantu para lulusan dalam mencari pekerjaan, maka lulusan dapat lebih mudah dalam memperoleh pekerjaan. Informasi bukan hanya lowongan pekerjaan, tetapi juga bagaimana kiat-kiat mendapatkan pekerjaan dan juga kiat-kiat bekerja. Kemudian juga harapan apa yang diinginkan oleh dunia industri dari para lulusan. Dengan berbagi pengalaman ini, tentunya sang lulusan baru akan lebih siap bekerja dan dapat memenuhi harapan dunia industri. Hubungan kemitraan yang sinergis antara almamater dan alumninya, melalui ikatan alumni yang kuat dan solid, merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu institusi pendidikan. Ayo para alumni sukses, bantulah rekan-rekanmu dan juga almamatermu! Majulah Gunadarma!

You can leave a comment, or trackback from your own site. RSS 2.0

12 comments

  1. amutiara says:

    Kuncinya menurut ane nih perlu Product Quality-Control (lulusan dalam hal ini) Gunadarma. Agar alumni memang berkualitas dan mudah mendapatkan kerja.
    Bentuk Quality Control bisa macam-macam nih…….
    Bisa jadi pola sidang sarjana di ubah………he he he ….

    Ujian kudu memuat paramater-parameter; salah satu parameternya yach tujuan jurusan.
    Selama mahasiswa belum memenuhi apa yang menjadi tujuan jurusan….yach belum boleh lulus….

    May 3rd, 2007 at 12:25 am

  2. tanzir says:

    Kalau lulus, kalau bisa Gunadarma mencarikan pekerjaan untuk lulusannya. Bandingkan dengan kompetitor Gundarma yang sudah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan. Sehingga para lulusannya paling tidak udah terjamin lapangan pekerjaannya.

    Memang sekarang sudah ada http://career.gunadarma.ac.id/, tapi kayaknya belum maksimal deh. Ya ndak siy? :)

    May 3rd, 2007 at 8:54 am

  3. mkusuma says:

    Betul Mas Benny dan Mas Tanzir. Cuma sebagai alumni yang sudah tergolong sukses terutama di dunia industri, alangkah lebih baik kalo menjadi kanal bagi penyaluran lulusan. Ini kan sebetulnya yang terjadi dewasa ini dimana PT yg sudah tua usianya mempunyai jaringan yang sangat kuat di dunia kerja. Padahal masalah kemampuan lulusannya belum tentu lebih baik dari lulusan UG. Tapi ya itu, kemitraan yang menjadi kunci. Institusi dan ikatan alumni harus sama-sama aktif. Makasih ya udah mampir.

    May 3rd, 2007 at 1:09 pm

  4. Avi says:

    Sistem kontrol kualitas tidak hanya terdiri dari penyaringan hasil akhir saja, tetapi juga ada mekanisme feedback yang hasilnya digunakan sebagai parameter untuk meningkatkan kualitas proses produksi itu sendiri. Dalam hal ini proses penyaringan bahan mentah juga mempunyai peran besar. Apalagi bahan mentahnya rata2 mempunyai motivasi belajar yang tinggi seperti tetangga.

    May 3rd, 2007 at 2:14 pm

  5. Rudy Prasetyo says:

    Saya Rudy Prasetyo ET14,
    Sebenarnya Gunadarma itu menciptakan alumninya untuk mempunyai keahlian/siap bekerja atau hanya memberikan IPK sesuai standar pekerjaan saat ini?
    Karena menurut saya jika memang IPK yg dituju berarti memang kita harus membangun jaringan kolusi kita di mana-mana?
    Apakah mungkin menciptakan sumber daya yang memiliki jiwa usaha sendiri/wiraswasta, jadi tidak tergantung dengan kebutuhan lowongan pekerjaan yang ada?
    Terima kasih.

    May 8th, 2007 at 1:21 pm

  6. Brama says:

    Kalau menurut pengalaman beberapa Universitas dan perusahaan sebenarnya ada 3 Unsur yang harus menjadi pendukung terciptanya sinergi antara kumunitas almamater dan ketiganya merupakan triangle (segitiga) yang saling terkait, yaitu : Mahasiswa dan Alumni sebagai object, Kampus sebagai wadah selama pendidikan dan Lingkungan diluar kampus (masyarakat industri dan masyarakat umum) sebagai tempat akhir. Mahasiswa harus disaring mempunyai kemampuan dan attitude yang berkualitas, kampus harus punya dukungan terhadap pembinaannya didalam mendidik dan pada saat diluar mendukung aktivitas Alumni (menjadi Public Relation bagi para alumni) sehingga bisa dikenal baik bagi para pemakai dalam hal ini Industri atau masyarakat. Jika Alumni diterima di masyarakat maka secara langsung dan otomatis kampus akan dikenal sebagai tempat penggodok alumni berkualitas yang pada akhirnya juga banyak calon mahasiswa yang berkualitas akan berbondong-bondong memilih kampus tersebut sebagai tempat belajarnya, dan semua akan terus berputar seperti itu. Yang kurang dari kampus kita saya pikir adalah bagaimana kampus bisa menjadi PR bagi mahasiswa dan Alumninya, jika ini berjalan kita bisa akan menjadi Almamater yang cukup diperhitungkan dan dibanggakan. Jujur saja, dunia luar tidak banyak tahu bahwa Gunadarma mengajarkan mahasiswanya banyak hal yang dapat dibanggakan atau dipergunakan di dunia Industri. Cobalah terangkan pada masyarakat dan industri, seperti halnya kompetitor Gunadarma lakukan sehingga Industri dapat mempercayakan alumninya utk bisa masuk ke dalam lingkungan mereka. Gunadarma harus lebih baik. Terangkan pada Dunia apa yang kau punya…

    May 30th, 2007 at 8:34 pm

  7. ajid says:

    Saya alumni gd angkatan 99 ka11(malam)jurusan MI yg dirubah menjadi SI lulusan 2003. Selama saya kuliah sepertinya apa yang saya dapatkan adalah terlalu teori/text book. Praktikum juga terlalu dasar. Jadi sebenarnya apa yang harus dicapai dari jurusan yang diambil oleh mahasiswa memang harus ada parameter dan kecakapan apa yg telah dikuasai sebagai syarat kelulusan. Jadi tidak hanya mencetak lulusan saja tanpa ada kualifikasi/kompetensi yang dicapai. Untuk mencapai itu menurut saya dosen2 di gd harus qualified di bidangnya dan fasilitas penunjang yg harus disesuaikan dengan perkembangan zaman/teknologi berjalan. salam. ajid
    nb. apakah di website gd ada forum/milist utk alumni?

    November 15th, 2007 at 11:37 am

  8. valentina says:

    saya alumni 2000. Tidak mudah menjadi lulusan GD yang tidak disepelekan pada saat bekerja. Banyak perusahaan yang masih memandang sebelah mata lulusan GD. Lulusan GD dengan kualitas baik tentu saja tidak menyerah dan berusaha untuk tidak dianggap remeh. Benar sekali apa yang dibilang Pak Benny Product Quality-Control, karena sebenarnya lulusan GD dengan kualitas baik bisa bersaingan dengan lulusan dari universitas ternama lainnya. Cuma sayangnya jumlah lulusan kualitas terbaik selalu lebih rendah dengan jumlah lulusan gunadarma dengan kualitas kurang baik(Saya heran kenapa rektor setiap kali pidato dalam Dies Natalis selalu bangga dengan jumlah lulusan GD, yang sebagian besar kualitas masih dipertanyakan :D). Dan untuk mendapatkan kualitas baik itu kampus juga ikut berperan, kan? Tidak cuma dari usaha belajar mahasiswa itu sendiri kan? Pengalaman saya menjadi dosen GD, karena banyak dosen-dosen yang mengajar di bidang yang kurang sesuai. Jadi tidak heran dengan apa yang disampaikan. Mungkin dosen-dosen tersebut mau mengajar dibidang yang baru tetapi untuk akses bagaimana si dosen tersebut untuk mempelajari yang baru sangat susah.

    April 26th, 2008 at 11:59 am

  9. sulfa maria says:

    menurut saya, alumni sebuah univ emang merupakan duta dari kampus tsb.Tapi tidak bisa di jadikan tolak ukur sebuah kampus itu bagus atau tidak dari alumninya. walau bagaimanapun dunia IT itu terus berkembang, so skill setiap individu di dunia IT balik dari ke pribadinya masing-masing, apakah dia selalu meng uptodate dirinya atau tidak. klo hanya mengandalkan apa yang diberikan kampus dan selalu berharapkan disediakan semua oleh kampus, maka kapan akan menjadi dewasanya klo semua ilmu harus selalu disuapi…. layaknya manusia dilahirkan dalam keadaan tidak memiliki kemampuan apa pun tapi dia learning by doing so dia bisa melakukan semuanya sendiri.

    May 22nd, 2008 at 3:50 pm

  10. Ria says:

    intnya sih menurut saya pribadi adalah kalau memang dia lulusan gunadarma di bidang IT yg dia harus buktiin dia mampu bersaing dengan Universitas manapun dengan begitu orang2 tidak akan memandang sebelah mata kita pribadi dan akan berfikir dua kali melecehkan aluini gunadarma…

    May 27th, 2008 at 2:53 pm

  11. yolanda says:

    mayoritas kita menjadikan kesuksesan dlm berkarir, meraih gelar akademis, kemapanan finansial dan sejenisnya sebagai ‘ukuran’ keberhasilan…
    yang justru sering membelenggu kita untuk dapat leluasa berpikir konstruktif bagi lingkungan dan diri kita….

    jika tujuan utama kita kuliah, mengajar dan jadi bagian suatu sistem pendidikan adalah keterbukaan pemikiran, pemberdayaan diri dengan berbagai upaya proaktif merespon lingkungan termasuk sistem itu sendiri ….
    mudah-mudahan alumni beserta seluruh elemen kampus secara alamiah mencerminkan kualitas seutuhnya dari UG

    btw, mas bamby…blogwalking ni…dari blog pak budi hermana, mbak farida, pak gogo, mbak atik, trus ke sini….
    mudah-mudahan masih inget saya….

    June 1st, 2008 at 11:23 pm

  12. arief says:

    Halo mas. Numpang lewat saja sih. Maaf, kalau kurang sopan, tapi sepertinya nggak perlu kenalan lagi ya? :-) Menanggapi artikel yang mas tulis, saya setuju kalau alumni sangat berperan dalam pencitraan almamaternya. Di sisi lain, institusi almamater juga akan banyak memperoleh masukan dari alumninya, salah satunya dalam upaya peninjauan kembali kurikulum. Apakah masih up-to-date atau tidak. Terlalu “mengawang-awang” di level teori atau sudah “membumi” di dunia kerja. Sederhananya seperti itu. Saya bercerita seperti ini, soalnya di tempat saya sedang ada kegiatan workshop kurikulum nih, mas. Harapannya kalau sudah selesai, tahun depan akan mengajukan akreditasi. Salam buat rekan dan keluarga.

    July 12th, 2008 at 3:24 pm

Leave a comment

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.