Kekasihku, Penyiksaku

November 30th, 2009

Kekasih,

Kapan kau hentikan siksamu?

Kau lubangi batinku dengan kebohonganmu

Kau siksa pikiranku dengan prasangka

Kau sulutkan emosiku dengan api cemburu

Kau siksa hatiku dengan tusukan hianatmu

Kau matikan rasaku dengan kepergianmu

Kekasih,

kapan kau hentikan siksamu?

NB: Judul diilhami dari ‘Golden Way’ Mario Teguh


Lucky

November 25th, 2009

Lagu ini pertama kali diperkenalkan oleh anakku. Lagu yang dinyanyikan duet oleh Jason Mraz Feat Colbie Caillat adalah Lagu yang aku nilai komplit, karena melodi dan liriknya enak dinikmati :). Sebab tidak jarang lagu yang melodinya enak tapi liriknya hm …. biasa saja atau sebaliknya.

Aku sering membaca atau mendengar “Persahabatan cukup buatku, aku tidak mau lebih dari itu” atau “Aku takut kalau rasa suka diantara kita akan merusak persahabatan yang sudah terjalin baik”. Lirik lagu ini justru sebaliknya, mereka bersyukur karena ternyata orang yang dicintai ternyata sahabatnya sendiri. Itu penafsiranku atas lagu tersebut. Kalau salah menafsirkan maaf saja.

Ada yang belum mendengar lagu itu? Aku sarankan coba cari dan dengarkan. Liriknya bisa dinikmati di bawah ini. Silahkan ….

Do you hear me,

I’m talking to you

Across the water across the deep blue ocean

Under the open sky, oh my, baby I’m trying

Boy I hear you in my dreams

I feel your whisper across the sea

I keep you with me in my heart

You make it easier when life gets hard

I’m lucky I’m in love with my best friend

Lucky to have been where I have been

Lucky to be coming home again

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

They don’t know how long it takes

Waiting for a love like this

Every time we say goodbye

I wish we had one more kiss

I’ll wait for you I promise you, I will

I’m lucky I’m in love with my best friend

Lucky to have been where I have been

Lucky to be coming home again

Lucky we’re in love in every way

Lucky to have stayed where we have stayed

Lucky to be coming home someday

And so I’m sailing through the sea

To an island where we’ll meet

You’ll hear the music fill the air

I’ll put a flower in your hair

Though the breezes through trees

Move so pretty you’re all I see

As the world keeps spinning round

You hold me right here right now

I’m lucky I’m in love with my best friend

Lucky to have been where I have been

Lucky to be coming home again

I’m lucky we’re in love in every way

Lucky to have stayed where we have stayed

Lucky to be coming home someday

Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh

Ooooh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh


Flightless Bird

November 25th, 2009

Sebuah lagu dari Iron and Wine berjudul Flightless Bird, American Mouth akhir-akhir ini menemani saat aku kerja. Ketertarikanku pada lagu ini berawal dari aku menonton film Twilight.  Yup, lagu itu sebenarnya OST dari film tersebut. Beberapa bulan lalu saat aku menyaksikan film tersebut untuk pertama kali, tidak ada rasa suka, ingin atau tertarik mencari dan mendengar lagu tersebut. Namun seiring dengan akan munculnya film New Moon, aku menyaksikan ulang film Twilight, wow ternyata aku jatuh cinta dengan lagu tersebut. Awal kecintaanku pada lagu itu sebatas melodinya, karena di film Twilight liriknya dinyanyikan dengan artikulasi yang tidak jelas. Karena memang fokusnya pada percakapan antara pemeran utamanya.

Rasa penasaranku akan lirik lagu tersebut membimbingku untuk mengunduh lirik lagu itu dari media internet. Setelah aku mengunduh dan melanjutkan membaca liriknya, aku malah nggak ngerti apa makna dari lagu itu. Bahasa lagu kadang-kadang susah dimengerti. Apakah ada yang tahu maknanya?


I was a quick wet boy, diving too deep for coins
All of your street light eyes wide on my plastic toys
Then when the cops closed the fair, I cut my long baby hair
Stole me a dog-eared map and called for you everywhere

Have I found you
Flightless bird, jealous, weeping or lost you, american mouth
Big pill looming

Now I’m a fat house cat
Nursing my sore blunt tongue
Watching the warm poison rats curl through the wide fence cracks
Pissing on magazine photos
Those fishing lures thrown in the cold
And clean blood of Christ mountain stream

Have I found you
Flightless bird, grounded, bleeding or lost you, american mouth
Big pill stuck going down


Memujamu

November 24th, 2009

Apakah Aku Menemukanmu?


Alunan suaramu menyeruak, membelah kesunyian jiwa

Langkahmu memacu denyut nadiku

Apakah aku menemukanmu?


Bau tubuhmu menggugah gairah hidupku

Bau rambutmu aroma green tea yang menyegarkan otak dan ragaku

Apakah aku menemukanmu?


Sorot matamu tajam, menghujam jantungku

Jalinan katamu menusuk hatiku yang kosong

Apakah aku telah menemukanmu?

?


Negeri 5 Menara

November 24th, 2009

Negeri 5 Menara


Beberapa waktu lalu kutemukan sebuah novel tergeletak di atas meja teman kerjaku. Negeri 5 Menara judul dari novel tersebut. Judul novel tersebut ibarat magis yang menarikku untuk mengetahui isinya. Ternyata benar kata para ahli di bidang tulis-menulis bahwa judul dari sebuah tulisan harus “eye catching”. Menurutku judulnya tidak saja eye caching tapi juga “heart catching”. Aku memang penggemar berat novel. Aku ingat sapaan temanku beberapa waktu lalu saat aku sedang membaca novel “New Moon” (novel best seller dunia karangan Stephenie Meyer yang akhirnya disajikan dalam layar lebar sebagai sekuel dari twilight), dia katakan “kok betah membaca cerita yang tidak ada gambarnya?”. Lalu aku menjawab “oh membaca buku cerita merupakan salah satu cara aku refreshing (disamping nonton film dan mendengarkan musik), sekalipun tanpa gambar Aku penasaran ingin membaca novel tersebut walaupun yang empunya tidak ada. Tiga bab pertama aku baca, yang punya akhirnya muncul lalu aku katakan sepertinya novel yang dia punya bagus. Dia katakana bahwa dia belum membacanya. Lalu dia bilang kalau aku tertarik untuk membacanya, maka dia akan pinjamkan setelah dia membaca.

Hari Jumat minggu lalu, sahabatku memintaku untuk mengantar ke Gramedia. Tanpa pikir panjang aku setuju untuk mengantarnya. Buku yang dicari sahabatku ternyata tidak ada di Gramedia, maka kami putuskan untuk mencarinya di toko buku di Detos. Tanpa sengaja aku temukan novel yang ingin aku baca, Negeri 5 Menara, sementara sahabatku mencari buku yang diinginkan. Rasa penasaranku mengalahkan rasa kesabaranku (karena sampai minggu lalu temanku belum meminjamkan, mungkin karena kami juga jarang bertemu walaupun satu ruangan), akhirnya aku beli juga novel tersebut. Harganya tidak mahal hanya 50.000 rupiah dipotong diskon 20% jadi aku hanya membayar 40.000 rupiah. Lumayan untuk membayar rasa kangenku untuk membaca novel yang akhir-akhir ini sudah tidak aku lakukan lagi.

Cukup 4 jam saja aku selesaikan membaca novel tersebut. Wah ternyata tidak rugi membeli novel tersebut. Ceritanya bagus membangkitkan semangat untuk maju. Novel tersebut menceritakan bagaimana kehidupan murid setingkat SMA kelas 1 hingga lulus (4 tahun) di Pondok pesantren, yang setelah aku baca pada halaman depan ternyata Pondok Modern Gontor (karena aku biasa melewatkan bagian depan langsung ke bab 1). Novel itu bercerita secara detil mengenai kehidupan hari perhari muridnya mulai dari jam 4.00 - 22.00. Aku terkesima dengan moto “man jadda wajada” yang menjadi magis dari novel tersebut. Lagi-lagi aku dapat pelajaran berharga dari membaca novel karangan A. Fuadi, pria kelahiran Bayur, Danau Maninjau. Menilik latar belakang penulis novel ternyata beliau lulusan hubungan internasional, UNPAD, yang pada tahun 1982 mendapat beasiswa Fullbright untuk kuliah S2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University. Tahun 2004, beliau mendapatkan beasiswa Chevening untuk belajar di Royal Holloway, University of London untuk bidang film documenter.

Alur ceritanya enak dibaca. Gambaran suuasana dilukiskan dengan detil, sehingga saat membaca novel tersebut seolah-olah aku ikut ada di dalamnya. Pada bab satu sudah bisa aku tebak kalau beliau dapat melukiskan dengan detil setiap adegan dalam hidup beliau (karena novel ini sebenarnya adalah kisah hidup beliau dengan para sahabatnya). Terbukti dalam bab 1 beliau menggambarkan bagaimana suasana musim dingin di Washington DC pada sore hari. Satu hal lagi yang mungkin aku bisa buktikan dalam pekerjaanku sehari-hari yakni ikhlas. Ikhlas untuk mengajar dan diajar, ikhlas untuk dipimpin dan memimpin. (tembus langsung ke otak dan hatiku). “Dua ibu jariku aku angkat” sebagai apresiasi dari novel ini setelah membacanya.


Kata Bijak

November 24th, 2009

Mutiara dari Negeri 5 Menara

Pada novel Negeri 5 Menara ada bonus kata mutiara dari ulama terkenal Imam Safii, yang diajarkan kepada siswa tahun keempat di Pondok Modern Gontor. Bagus banget loh (norak ya mungkin orang lain sudah tahu sekian tahun lalu). Hanya aku lebih suka kalau kata mutiara pada paragraph ke-4 diganti menjadi “Jika bulan tidak bergerak mengelilingi bumi dan terus diam tentu manusia bosan padanya dan enggan memandangnya”. Karena menurut saya iapa yang betah memandang matahari dan perubahannya? Kalau hanya saat mau tenggelem hm… ok aja sih. Hi hi hi ini sih menurut pendapatku. Anyway, ini aku tuliskan ulang kata mutiara dari novel tersebut. Selamat menikmati.

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tidak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa Jika di dalam hutan


Suka duka persahabatan

November 24th, 2009

Hampir semua orang pernah merasakan persahabatan. Aku sendiri sedang menjalin persahabatan dengan beberapa orang. Lama tidaknya persahabatan bergantung pada seberapa besar pengertian, pengorbanan dan toleransi yang bisa kita berikan dalam persahabatan tersebut. Berdasarkan pengalaman aku sendiri persahabatan membutuhkan keberanian untuk mengkritik sahabat seburuk apapun reaksi dari sahabat kita.



Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.