search


Categories:


Archives:



Kiayati Yusriyah Blog
Universitas Gunadarma Staff Blog

Tour Belitung (hari ketiga)
September 6th, 2013

Filed under Uncategorized

Tour hari ini diawali dengan mengunjungi pantai Tanjung Pendam yang berada di pusat kota Tanjung Pandan. Pantai Tanjung Pendam memiliki fasilitas lapangan voly, futsal dan senam. Juga mempunyai gedung dan lapangan khusus untuk melakukan berbagai aktifitas yang diselenggarakan pemda setempat seperti pasar malam, gelar budaya dll. Tidak jauh dari pantai terdapat pelabuhan kapal laut.

Pantai Tanjung Pendam

Pantai Tanjung Pendam

ey...

ey...

Ingin tahu rumah adat Belitung ? Yuk mari kita ke sana.

Rumah Adat Belitung yang terletak di samping rumah dinas Bupati Belitung ini merupakan rekonstruksi Ruma Gede (Rumah Besar) yang berbentuk rumah panggung dari kayu. Rumah adat yang menyimpan artefak seni dan kebudayaan masyarakat Belitung ini terdiri dari 2 bagian, yakni ruang utama serta dapur bersih. Di ruang utama terdapat diorama sepasang pengantin lengkap dengan pelaminan dan ruang pengantin, ruang tamu, foto-foto Belitung di masa lalu, serta replika tempat makan, peludahan dan lain-lain. Sedangkan di bangunan dapur bersih terdapat aneka peralatan dapur, peralatan pertanian, hingga peralatan bertukang. Rumah Adat Belitung buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 12.00 WIB dan pukul 14.00 - 16.00 WIB. Khusus hari Minggu rumah adat ini hanya buka pada pukul 08.00 - 12.00 WIB.

Rumah adat Belitung

Rumah adat Belitung

di teras

di teras

di jendela

di jendela

ngerumpi

ngerumpi

di pelaminan

di pelaminan

tani

tani

Lelah narsis di rumah adat, saatnya makan siang di rumah makan Timpo Duluk

Wardoyo & Esti

Wardoyo & Esti

Kenapa timpo duluk ? Karena memang nuansanya jaman kuno. Melihat kedalam restoran ini, mata pengunjung akan dimanjakan dengan perkakas-perkakas yang digunakan dalam kehidupan masyarakat Belitong sehari-hari, seperti Terindak, Tampa, Ambong, Teko Aik dan lain-lain. Peralatan makan yang digunakan pun terlihat sangat unik, seperti Gelas berintik dan Piring kaleng. Lihat pula hiasan dindingnya, ada sepedanya segala :

serba tradisional di dinding

serba tradisional di dinding

Kemasan makanannya pun demikian. Nasi dibungkus daun, sop gangan ikan disajikan dalam kelapa muda, maknyuss… Taplak meja dari tikar pandan.

nyam... nyam...

nyam... nyam...

Oh ya,… waktu foto di atas diambil, ayam bumbu tumbar, lalab kembang pisang dan es jeruk kunci belum datang.

bersama bu Rivi (EO nya)

bersama bu Rivi (EO nya)

Masih ada waktu sebelum ke bandara, kami mampir ke Museum Geologi. Museum ini berada kurang lebih 500 meter dari pantai Tanjung Pendam. Sebelum dijadikan museum, bangunan ini merupakan rumah dinas perwira tinggi Belanda (hoofdambtenaar) yang bertugas di Belitung. Museum ini menyimpan berbagai jenis bebatuan termasuk batu satam, maket yang menggambarkan sejarah eksplorasi penambangan timah baik yang dikerjakan secara tradisional maupun modern.

Museum ini juga menyimpan koleksi benda budaya peninggalan raja-raja yang pernah berkuasa di pulau Belitung, diantaranya kerajaan Balok, Badau, dan Belanto berupa tombak, pedang, keris, stempel, keramik dan mata uang. Selain itu terdapat pula koleksi dari penemuan harta karun dari kapal Cina yang karam berupa porselen Cina, alat rumah tangga dari perunggu, tembaga seperti dulang, ketel, bokor dll.

di depan museum

di depan museum

batu satam

batu satam

peta Belitung

peta Belitung

Masih ada waktu lagi,… kami singgah di kawah putih Belitung atau  Danau Tambang Kaolin.

Kaolin (clay) adalah salah satu kekayaan tambang dari Belitung. Penambangan ini memberi banyak sekali lapangan pekerjaan untuk masyarakat Belitung. Seluruh hasil tambang kaolin dikapalkan ke luar pulau Belitung untuk bahan baku pabrik cat dan kosmetik. Tetapi dampak negatif dari penambangan ini, adalah kerusakan lingkungan, sama seperti penambangan timah. Kerusakan menjadi lebih parah ketika kegiatan tambang ini juga mengotori aliran sungai-sungai besar di Belitung. Hal ini tentu saja bertentangan dengan kampanye pelestarian keindahan Belitung.

danau tambang kaolin

danau tambang kaolin

di kawah putih

di kawah putih

kaolin

kaolin

menggunung

menggunung

alam yang rusak

alam yang rusak

yah… begitulah dilemanya… antara kebutuhan manusia dengan kelestarian alam, mana yang mau diprioritaskan ? Bukankah kelestarian alam juga kebutuhan manusia ?

Any way, we love Belitung so much… mmmuuaaacchhh….

pulang dulu ya...

pulang dulu ya...

Published by kiayati




One Response to “Tour Belitung (hari ketiga)”

  1. ydnugra Says:

    Tulisan yang lengkap. Top deh

Leave a Comment

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.