search


Categories:


Archives:



Kiayati Yusriyah Blog
Universitas Gunadarma Staff Blog

Tour Belitung (hari pertama)
September 5th, 2013

Filed under Hobby

Pada 31 Agustus -2 September 2013, saya,suami dan teman-teman alumni MM Asuransi angkatan 8 UG mengadakan tour ke Belitung. Berangkat dari Bandara Soeta Jakarta jam 06.20 tiba di bandara HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan jam 7.20 menggunakan Sriwijaya Air. Alhamdulillah perjalanan pagi tersebut tanpa delay.

di bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan

di bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan

Di bandara, kami sudah dijemput oleh pihak travel agent yang menyediakan 2 kendaraan. Satu kendaraan digunakan untuk mengangkut koper-koper ke hotel, dan satu kendaraan langsung membawa kami menuju Belitung Timur.

Dalam perjalanan, pemandu mulai memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang Belitung.

Pemandu menjelaskan tentang Belitung

Pemandu menjelaskan tentang Belitung

Dalam perjalanan, kami berhenti untuk menikmati sarapan pagi Mie Belitung. Mie Belitung merupakan makanan khas setempat yang terdiri dari mie, toge, tahu, timun, emping, yang disiram kuah kaldu udang kental dengan rasa yang khas.

Mie Belitung

Mie Belitung

sarapan mie Belitung

sarapan mie Belitung

Selesai sarapan, perjalanan dilanjutkan ke Vihara Dewi Kwam Im Burong Mandi. Vihara Dewi Kwan Im atau yang juga disebut dengan Vihara Burung Mandi terletak di lereng bukit dan langsung mengadap ke Selat Karimata. Meskipun di papan nama tertulis dengan nama Vihara Buddhayana, tempat yang dibangun pada tahun 1474 ini lebih sering dijadikan sebagai tempat sembahyang umat Kong Hu Cu. Vihara Dewi Kwan Im memiliki 3 bangunan sebagai tempat berdoa. Bangunan utama adalah tempat berdoa kepada Dewi Kwan Im, bangunan kedua merupakan tempat berdoa kepada Buddha, dan bangunan terakhir adalah tempat berdoa kepada Toapekong atau Dewa Laut. Jika Anda datang di waktu yang tepat, Anda bisa melakukan ciamsi (ramal nasib) dengan bantuan juru kunci vihara ini. Vihara Dewi Kwan Im dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 07.00 - 16.00 WIB. Sedangkan pada akhir pekan akan buka hingga pukul 17.00 WIB.

vihara

Vihara Dewi Kwam Im

Selesai potrat potret di Vihara, kami menuju pantai Burung Mandi. Ini adalah pantai berpasir putih seperti umumnya pantai-pantai Belitung, tetapi uniknya  tidak ditemukan satu pun batu granit  kecuali hanya pasir putih sepanjang pantai dan ratusan pohon pinus laut yang menjadi pembatas antara pantai dan daratan. Di latar belakang bisa disaksikan gunung Burung Mandi. Ini membuat pantai ini berbeda, karena di sini adalah satu-satunya pantai Belitung yang memiliki gunung sebagai latar belakang. Di pantai ini banyak dijumpai perahu layar bercadik. Jarak Burung Mandi ke bandara kira-kira 70 km, bisa ditempuh dalam satu jam. Tidak ada hotel di sekitar tempat ini, kota terdekat adalah Manggar, berjarak 18 km.

Pantai Burung Mandi

Pantai Burung Mandi

fose di pantai Burung Mandi

fose di pantai Burung Mandi

Di Belitung Timur banyak dijumpai danau-danau kecil.

danau-kecil

di-danau

Pernah dengar kota 1001 warung kopi ? Nah,… kami sempat singgah di kota Manggar untuk menikmati seduhan kopi hitam dan kopi susu di kota 1001 warung kopi.

Ngupi dulu ah...

Ngupi dulu ah...

Kopi di sini harganya murah, cuma Rp 4000,-/cangkir. Ada kopi rasa susu dan kopi hitam. Bagi yang nggak suka ngopi, minum teh atau jeruk hangat juga ada. Bangunan warung kopi di Manggar rata-rata seperti bedeng bangunan sederhana beratap seng dan dinding bambu. Kursi dan meja kayu sederhana dialasi taplak plastik tanpa hiasan apa pun. Jangan bayangkan seperti kafe kopi di Jakarta yang dilengkapi sofa, televisi, dan penyejuk udara.

Namun, justru warung kopi yang sederhana itu yang bisa dinikmati warga asli Belitung dan wisatawan luar yang ingin menikmati kopi Manggar karena harganya murah meriah. Rata-rata warung kopi di kota laskar pelangi ini buka 24 jam. Kapan saja, warga bisa minum kopi sambil mengobrol dengan teman sejawat. Model warung kopi dengan banyak jendela terbuka membuat siapa saja yang di luar bangunan bisa melihat aktivitas warga yang sedang minum kopi di dalam warung.

Kopi hitam dan kopi susu

Kopi hitam dan kopi susu

Selesai mengelilingi kota Manggar, saatnya makan siang.

Makan siang di kota Manggar

Makan siang di kota Manggar

Makan siang pertama dengan menu sop gangan, cumi goreng, sate ayam, cah kangkung dan ikan bakar. Sop gangan dimasak dari ikan laut segar. Bisa dipilih ikan merah, ikan ketarap, atau ikan bulat. Daging ikannya cocok untuk bahan sop karena cepat empuk jika direbus.

Bumbu sop gangan adalah kunyit, asam, jahe, dan sereh yang dihaluskan. Syaratnya, langsung dimasukkan ke rebusan potongan ikan segar. Memasak sop gangan harus dalam keadaan segar. Jadi tidak boleh dipanaskan lagi, harus langsung disajikan agar rasanya tidak berubah. Sop ini tidak mengandung minyak karena dimasak dengan rebusan air. Bumbunya tidak boleh ditumis.

Hampir semua restoran seafood di Belitung menyediakan sop gangan. Tidak sulit mencari menu sop gangan di “Pulau Timah” ini. Makanan khas daerah ini sudah melegenda untuk menjadi makanan pembuka tamu-tamu yang datang dari luar kota.

Menu makan siang pertama

Menu makan siang pertama

Di rumah makan ini (saya lupa nama rumah makannya), terdapat view indah di bagian belakangnya. Menambah segar dan lezatnya menu makanan. Tentu saja kami tidak bisa menyia-nyiakan view tanpa fose-fose ceria kami, hah… narsis…

fose sebelum makan

fose sebelum makan

Narsis sesudah makan

Narsis sesudah makan

Kota Manggar berada di pinggir Selat Karimata.

Selat Karimata

Selat Karimata

with Tasmil

with Tasmil

Perjalanan berlanjut menuju Gantong, kota kelahiran Andrea Hirata sang maestro Laskar Pelangi. Memasuki Gantong, kita akan melewati jembatan Gantong yang memisahkan antara air laut dan air tawar.

Jembatan Gantong

Jembatan Gantong

Andrea Hirata memiliki museum kata di Gantong. Tak lupa kami pun berfose di sana.

di Museum Kata Andrea Hirata

di Museum Kata Andrea Hirata

Siapa yang tak kenal SD Muhammadiyah yang kesohor di film Laskar Pelangi ? Tentu saja kami buktikan bahwa kami sampai pula di sana he..he..

SD Muhammadiyah

SD Muhammadiyah

Setelah menghabiskan hari pertama di Belitung Timur, saatnya kembali ke Belitung Barat. Pada hari tersebut, kebetulan sedang ada pawai pembangunan di Belitung. Kami pun tidak menyia-nyiakan acara yang digelar setahun sekali tersebut.

nonton pawai

nonton pawai

Salah satu yang unik dari Belitung adalah batu satam. Belitung, sebuah pulau yang pernah menyandang predikat ‘Pulau Terkaya di Indonesia’ ternyata tidak hanya kaya karena tambang timah. Namun memiliki anugerah yang tidak diberikan kepada daerah lain. Ratusan ribu tahun lalu Pulau Belitung dihujani benda langit yang bernama meteor. Batu meteor tersebut saat ini banyak diburu para kolektor, bukan hanya dari Indonesia, namun juga dari mancanegara.


Batu meteor yang oleh orang belitung disebut BATU SATAM ini hanya bisa ditemukan dan tidak bisa dicari. Biasanya batu satam ditemukan saat para penambang timah melakukan penambangan. Oleh karenanya batu satam sangatlah langka. Akibatnya permintaan batu satam dari luar belitung (bahkan luar negeri) yang sangat banyak, tidak semua bisa terlayani. Wajar saja jika harga batu yang selalu mengkilat dan berminyak ini cukup tinggi.
satam1

fose di menara batu satam
fose di menara batu satam
Lelah keliling Belitung, Tasmil mengajak mencicipi mpek-mpek. Karena kami sudah disiapkan makan malam, maka mencicipi empek-empek dan tek wan satu porsi untuk 2 orang. Sayang nggak ada foto empek-empek nya. Priyo yang berbagi porsi dengan Wardoyo masih penasaran, ingin makan tekwan lagi satu porsi sendiri. Silahkan kembali ke Belitung ya Priyo….
Menu makan malam kali ini kepiting, udang, bakso ikan, steam ikan kakap. Semuanya maknyuss…
steam kakap
steam kakap
kepiting dan udang goreng tepung
kepiting dan udang goreng tepung
makan malam yang lezat

makan malam yang lezat

Published by kiayati




One Response to “Tour Belitung (hari pertama)”

  1. ydnugra Says:

    Bumi Indonesia memang tiada tandingannya. “…walaupun banyak negri kujalani, yang mahsyur permai dikata orang, tetapi kampung dan rumahku..,
    disanalah yang the best of the best”

    http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/ydnugra/

Leave a Comment

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.