search


Categories:


Archives:



Kiayati Yusriyah Blog
Universitas Gunadarma Staff Blog

Masjid Nabawi
January 27th, 2011

Filed under Umroh

Labbaik Allahumma umrotan… aku sambut panggilanMU Ya Allah untuk berumroh…
Rasa rindu pada Baitullah mendorongku untuk melakukan ibadah umroh memenuhi panggilanNYA ke tanah suci pada 24 Juli - 3 Agustus 2010 bersama ibunda tercinta.
Sesampainya di Jeddah, setelah proses imigrasi selesai, kami sudah dijemput Ustadz Ghofir dan Ustadz Kafi yang akan menjadi pembimbing selama di  Madinah dan Mekkah. Setelah makan malam, kami langsung menuju Madinah.

Betapa terharunya aku, ketika memasuki kota Madinah di malam hari, sambil mengumandangkan assalamualaika ya Rasulullah… assalamualaika ya Habiballah… assalamualaika ya Amirul mukminin…

Pagi hari, subuh pertama di Madinah kembali kujumpai masjid Nabawi yang semakin cantik. Sebelumnya, aku pernah shalat di Masjid Nabi ini tahun 2002 ketika menunaikan ibadah Haji. Kini , di pelataran masjid sudah dinaungi payung-payung raksasa nan anggun, yang memberi keteduhan di siang hari. Pada sore dan malam hari, payung-payung cantik ini akan menutup, sehingga indahnya bulan dan bintang-bintang di langit, serta kelap kelip cemerlang lampu dari segala sudut masjid Nabawi dapat dinikmati para jamaah.

Sabda Rasulullah SAW, shalat yang dilakukan di masjid Nabawi lebih utama daripada melaksanakan seribu shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram.

Megahnya Masjid Nabawi

Megahnya Masjid Nabawi

Sejarah Berdirinya

Waktu Rasulullah SAW masuk Madinah, kaum Ansar mengelu-elukan beliau serta menawarkan rumah untuk beristirahat. Namun Rasulullah SAW menjawab dengan bijaksana : “Biarkanlah unta ini jalan, karena ia diperintah”. Setelah sampai di tanah milik kedua orang anak yatim bernama Sahal dan Suhail keduanya anak Amr bin Amarah di bawah asuhan Mu’adz bin Atrah, unta tersebut berhenti. Kemudian beliau dipersilahkan oleh Abu Ayub Al Ansari tinggal di rumahnya. Setelah beberapa bulan di rumah Abu Ayub Al Ansari, Nabi merencanakan akan mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik As’ad bin Zurrah, sebagian milik kedua anak yatim (Sahal dan Suhail), dan sebagian lagi tanah kuburan musyrikin yang telah rusak.

Tanah kepunyaan kedua anak yatim tadi dibeli dengan harga sepuluh dinar yang dibayar oleh Abu Bakar R.A., sedang tanah kuburan milik As’ad bin Zurrah diserahkan sebagai wakaf.

Waktu membangun masjid, Nabi meletakkan batu pertama, selanjutnya kedua, ketiga, keempat dan kelima masing-masing oleh sahabat Abu Bakar, ‘Umar, Usman dan Ali. Kemudian dikerjakan dengan gotong royong sampai selesai. Pagarnya dari batu tanah (setinggi kurang lebih 2 meter) tiang-tiangnya dari batang kurma, atap dari pelepah pohon kurma, halaman ditutup dengan batu-batu kecil, kiblatnya menghadap ke Baitulmaqdis, karena waktu itu perintah Allah untuk menghadap ka’bah belum turun.

Pintunya tiga buah, yaitu pintu kanan, pintu kiri dan pintu belakang. Panjang masjid 70 hasta, lebar 60 hasta ( 1 hasta = 46,2 cm). Dengan demikian masjid itu sederhana sekali tanpa hiasan, tanpa tikar dan untuk penerangan waktu malam hari digunakan pelepah kurma kering yang dibakar. Masjid tersebut dibuat tahun pertama Hijriyah. Di sisi masjid dibangun tempat kediaman Nabi dan keluarganya yang kemudian menjadi tempat pemakamannya.

Masjid Nabawi terus mengalami perluasan dan perbaikan secara bertahap sejak tahun ke 4 Hijriyah (setelah kiblat dipindahkan dari Baitul Maqdis ke arah Ka’bah, pintu belakang dijadikan mihrab). Perluasan dan perbaikan terus dilakukan hingga saat ini.

Makam Rasulullah SAW

Makam Nabi Muhammad SAW terletak di sudut timur masjid Nabawi dahulu dinamakan Maqshurah. Setelah masjid itu diperluas, makam itu termasuk di dalam bangunan masjid. Pada bangunan ini terdapat empat buah pintu :

a. Pintu sebelah kiblat dinamakan pintu At-taubah

b. Pintu sebelah timur dinamakan pintu Fatimah

c. Pintu sebelah utara dinamakan pintu Tahajjud

d. Pintu sebelah barat ke Raudah (sudah ditutup).

Dalam ruangan ini terdapat 3 buah makam, yaitu makam Rasulullah SAW, Abu Bakar As Siddiq dan Umar Ibnul Khatab.

Makam Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar

Makam Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar

Dilihat dari luar masjid, maka posisi Makam Rasulullah SAW dan kedua sahabat terletak di bawah kubah hijau.

Kubah hijau

Kubah hijau

Raudhah

Raudah adalah suatu tempat di dalam masjid Nabawi yang letaknya ditandai tiang-tiang putih, berada diantara rumah Nabi (sekarang makam Rasulullah) sampai mimbar. Luas Raudah dari arah Timur ke Barat sepanjang 22 m dan dari Utara ke Selatan 15 m. Raudah adalah tempat yang makbul untuk berdoa.

Sabda Rasulullah SAW yang artinya : ” Diantara rumahku dengan mimbarku adalah sebuah raudhah (taman) diantara taman-taman surga”. (Diriwayatkan Anas bin Malik).

Dianjurkan untuk shalat sunat dan berdoa di tempat tersebut.

Raudhah

Raudhah

Untuk mencapai Raudhah, tidak mudah. Karena jumlah jamaah yang sangat banyak, sementara luas area Raudhah sangat secil jika dibandingkan dengan jumlah jamaah yang ingin mencapainya. Untuk jamaah wanita terdapat dua sesi waktu untuk bisa berdoa di Raudhah, yakni pagi jam 7 - 12 dan malam ba’da shalat Isya sampai jam 10 malam. Rombongan jamaahpun diatur secara bergiliran. Ada rombongan jamaah Arab, Turki, Indonesia, Malaysia dll. Terharu sekali rasanya ketika mencapai Raudhah dan bisa shalat sunah dua rokaat dilanjutkan dengan berdoa. Semoga do’a-do’a yang kupanjatkan ketika di Raudhah terkabul , ya Allah !

Tiang-tiang cantik

Di pelataran masjid Nabawi dipercantik dengan kehadiran tiang-tiang yang anggun.

tiang-latar1

Dari tiang-tiang ini, bila siang hari (panas) maka akan muncul payung-payung raksasa nan anggun yang akan memberi keteduhan area di bawahnya.

payung-payung raksasa

payung-payung raksasa

Bagian dalam

Pada bagian dalam masjid, kita akan dibuat takjub pada keelokan disain interiornya.

Bagian dalam masjid Nabawi

Bagian dalam masjid Nabawi

Shalat di masjid Nabawi memberi kesejukan dan kedamaian hati.

Tak puas-puasnya aku memohon…

Tak puas-puasnya aku memandang tiang-tiang masjid

Tak puas-puasnya aku menatap eternit yang eksotis

Tak puas-puasnya aku menatap jamaah yang bercumbu denganNYA… memohon padaNYA… bergairah berjumpa denganNYA…

Ya Allah, terima kasih Engkau telah memberi kesempatan pada hamba ini untuk merasakan syahdunya berkencan denganMU… curhat denganMU, … memohon padaMU… di masjid NabiMU… Kabulkanlah do’a-do’aku… ya Robb !

Shalawat dan salam, semoga senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman… Amin ya Robbal alamin.

Daftar Pustaka :

Departemen Agama RI. 1992. Bimbingan Manasik, Ziarah dan Perjalanan Haji.

Published by kiayati




3 Responses to “Masjid Nabawi”

  1. rakhma Says:

    Andai aku juga disana, memandang tiang-tiang masjid yang kokoh maka ya Allah Bikinlah sekokoh itu Imanku…., sekuat itu perjuanganku…., mencapai cintaMu

    Dan ketika menatap eternit yang eksotis maka …, Tuhanku… seindah itu harapanku. Dan secantik itu pula diriku, dalam menjalankan semua Ridhamu…

    Subkhaanallah …..

  2. kiayati Says:

    Ya Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,… berikanlah kesempatan kepada ukhtiku mbak Rakhma, untuk dapat segera memenuhi panggilanMU ke Tanah Suci…, kabulkanlah doa-doanya… ya Robb !

  3. Maryani_s Says:

    Andaikan saja aku ada di sana dan mengukir hati untuk-Mu Ya Allah…. aku ingin itu terjadi di dalam kehidupanku nanti, bersama orang yang bersihkan hati untuk bersama-Mu menangis dan menangis bersama dengan air mata bahagia…..

Leave a Comment

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.