search


Categories:


Archives:



Kiayati Yusriyah Blog
Universitas Gunadarma Staff Blog

Tour Belitung (hari ketiga)
September 6th, 2013

Filed under Uncategorized | 1 Comment »

Tour hari ini diawali dengan mengunjungi pantai Tanjung Pendam yang berada di pusat kota Tanjung Pandan. Pantai Tanjung Pendam memiliki fasilitas lapangan voly, futsal dan senam. Juga mempunyai gedung dan lapangan khusus untuk melakukan berbagai aktifitas yang diselenggarakan pemda setempat seperti pasar malam, gelar budaya dll. Tidak jauh dari pantai terdapat pelabuhan kapal laut.

Pantai Tanjung Pendam

Pantai Tanjung Pendam

ey...

ey...

Ingin tahu rumah adat Belitung ? Yuk mari kita ke sana.

Rumah Adat Belitung yang terletak di samping rumah dinas Bupati Belitung ini merupakan rekonstruksi Ruma Gede (Rumah Besar) yang berbentuk rumah panggung dari kayu. Rumah adat yang menyimpan artefak seni dan kebudayaan masyarakat Belitung ini terdiri dari 2 bagian, yakni ruang utama serta dapur bersih. Di ruang utama terdapat diorama sepasang pengantin lengkap dengan pelaminan dan ruang pengantin, ruang tamu, foto-foto Belitung di masa lalu, serta replika tempat makan, peludahan dan lain-lain. Sedangkan di bangunan dapur bersih terdapat aneka peralatan dapur, peralatan pertanian, hingga peralatan bertukang. Rumah Adat Belitung buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 12.00 WIB dan pukul 14.00 - 16.00 WIB. Khusus hari Minggu rumah adat ini hanya buka pada pukul 08.00 - 12.00 WIB.

Rumah adat Belitung

Rumah adat Belitung

di teras

di teras

di jendela

di jendela

ngerumpi

ngerumpi

di pelaminan

di pelaminan

tani

tani

Lelah narsis di rumah adat, saatnya makan siang di rumah makan Timpo Duluk

Wardoyo & Esti

Wardoyo & Esti

Kenapa timpo duluk ? Karena memang nuansanya jaman kuno. Melihat kedalam restoran ini, mata pengunjung akan dimanjakan dengan perkakas-perkakas yang digunakan dalam kehidupan masyarakat Belitong sehari-hari, seperti Terindak, Tampa, Ambong, Teko Aik dan lain-lain. Peralatan makan yang digunakan pun terlihat sangat unik, seperti Gelas berintik dan Piring kaleng. Lihat pula hiasan dindingnya, ada sepedanya segala :

serba tradisional di dinding

serba tradisional di dinding

Kemasan makanannya pun demikian. Nasi dibungkus daun, sop gangan ikan disajikan dalam kelapa muda, maknyuss… Taplak meja dari tikar pandan.

nyam... nyam...

nyam... nyam...

Oh ya,… waktu foto di atas diambil, ayam bumbu tumbar, lalab kembang pisang dan es jeruk kunci belum datang.

bersama bu Rivi (EO nya)

bersama bu Rivi (EO nya)

Masih ada waktu sebelum ke bandara, kami mampir ke Museum Geologi. Museum ini berada kurang lebih 500 meter dari pantai Tanjung Pendam. Sebelum dijadikan museum, bangunan ini merupakan rumah dinas perwira tinggi Belanda (hoofdambtenaar) yang bertugas di Belitung. Museum ini menyimpan berbagai jenis bebatuan termasuk batu satam, maket yang menggambarkan sejarah eksplorasi penambangan timah baik yang dikerjakan secara tradisional maupun modern.

Museum ini juga menyimpan koleksi benda budaya peninggalan raja-raja yang pernah berkuasa di pulau Belitung, diantaranya kerajaan Balok, Badau, dan Belanto berupa tombak, pedang, keris, stempel, keramik dan mata uang. Selain itu terdapat pula koleksi dari penemuan harta karun dari kapal Cina yang karam berupa porselen Cina, alat rumah tangga dari perunggu, tembaga seperti dulang, ketel, bokor dll.

di depan museum

di depan museum

batu satam

batu satam

peta Belitung

peta Belitung

Masih ada waktu lagi,… kami singgah di kawah putih Belitung atau  Danau Tambang Kaolin.

Kaolin (clay) adalah salah satu kekayaan tambang dari Belitung. Penambangan ini memberi banyak sekali lapangan pekerjaan untuk masyarakat Belitung. Seluruh hasil tambang kaolin dikapalkan ke luar pulau Belitung untuk bahan baku pabrik cat dan kosmetik. Tetapi dampak negatif dari penambangan ini, adalah kerusakan lingkungan, sama seperti penambangan timah. Kerusakan menjadi lebih parah ketika kegiatan tambang ini juga mengotori aliran sungai-sungai besar di Belitung. Hal ini tentu saja bertentangan dengan kampanye pelestarian keindahan Belitung.

danau tambang kaolin

danau tambang kaolin

di kawah putih

di kawah putih

kaolin

kaolin

menggunung

menggunung

alam yang rusak

alam yang rusak

yah… begitulah dilemanya… antara kebutuhan manusia dengan kelestarian alam, mana yang mau diprioritaskan ? Bukankah kelestarian alam juga kebutuhan manusia ?

Any way, we love Belitung so much… mmmuuaaacchhh….

pulang dulu ya...

pulang dulu ya...

Published by kiayati

more


Tour Belitung (hari kedua)
September 5th, 2013

Filed under Hobby | 1 Comment »

Setelah seharian menikmati keindahan Belitung Timur dan wisata kulinernya pada hari pertama, kami semua terlelap di kamar yang nyaman di hotel Grand Pelangi. Kamar mandi di hotel ini ada air panasnya, sehingga bisa mengobati lelahnya badan. Kasurnya pun empuk dan lapang untuk berdua.

tempat tidur yang nyaman

tempat tidur yang nyaman

Pada bagian belakang hotel terdapat kolam renang.

bagian belakang hotel

bagian belakang hotel

Sesungguhnya di belakang hotel juga ada view pantai Tanjung Pendam. Hanya saja agak jauh, landai dan kecoklatan, sehingga kurang menarik.

Di hotel ini tersedia sarapan pagi pertama dengan menu kwetiau, ayam dikecapin, lontong sayur, bubur ayam, roti tawar , selai nanas, buah semangka dan melon, susu segar, jus jeruk.

sarapan ye..

sarapan ye..

Selesai sarapan, kami berkumpul di depan hotel untuk narsis lagi… hari ini menggunakan kostum made in Belitung yang dibeli pada hari pertama. Warna dan disain sesuai selera, jadilah aneka warna : merah, kuning dan hitam,… semarak…

di depan hotel

di depan hotel

Well,… acara hari kedua adalah mengunjungi pulau-pulai kecil di sekitar Belitung, berawal dari pantai Tanjung Tinggi yang berpasir lembut.

fose sebelum berlayar

fose sebelum berlayar

Dalam pelayaran, sepanjang mata memandang, kita akan dimanjakan pemandangan laut biru yang jernih, segar dan hamparan batu granit di sepanjang pantai dan pulau yang dilalui.

Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi

Di sela pelayaran, kami singgah di pulau-pulau untuk membuktikan bahwa kami sampai di sana,… he..he… maksudnya narsis-narsis geetooh…

duduk santai

duduk santai

pantai

kombinasi biru, putih dan hijau

nunjuk apa ya ?

nunjuk apa ya ?

pantai1
air laut nan jernih
seru di perahu

seru di perahu

Pulau Batu Berlayar

Pulau Batu Berlayar

wwee,...

wwee,...

Rasanya, bukan saatnya untuk berkata-kata… biarlah foto-foto ini yang berbicara….

batu3

ngariung

gaya mendorong

gaya mendorong

di pulau Batu Berlayar

di pulau Batu Berlayar

sedakep

sedakep

yuhuyyy...

yuhuyyy...

snorkeling

snorkeling

segerrr

segerrr

selalu di batu

selalu di batu

di Pulau Siluman

di Pulau Pasir

nemu bintang laut di Pulau Siluman

nemu bintang laut di Pulau Pasir

Pulau Pasir merupakan pulau yang hanya berisi pasir putih bersih halus, dan pulaunya sangat kecil, diameter kira-kira 5 meter ketika kami di sana. Bila air laut pasang, maka pulau ini tenggelam dan tidak bisa terlihat.

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

3 jagoan

3 jagoan

view dari mercu suar di P. Lengkuas
view dari mercu suar di P. Lengkuas
dari lantai 18 menara Mercu suar

dari lantai 18 menara Mercu suar

tenang

tenang

alhamdulillah ... bisa sampai atas

alhamdulillah ... bisa sampai atas

eksotis

eksotis

Subhanallah... Indahnya Tanah Airku

Subhanallah... Indahnya Tanah Airku

Published by kiayati

more


Tour Belitung (hari pertama)
September 5th, 2013

Filed under Hobby | 1 Comment »

Pada 31 Agustus -2 September 2013, saya,suami dan teman-teman alumni MM Asuransi angkatan 8 UG mengadakan tour ke Belitung. Berangkat dari Bandara Soeta Jakarta jam 06.20 tiba di bandara HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan jam 7.20 menggunakan Sriwijaya Air. Alhamdulillah perjalanan pagi tersebut tanpa delay.

di bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan

di bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan

Di bandara, kami sudah dijemput oleh pihak travel agent yang menyediakan 2 kendaraan. Satu kendaraan digunakan untuk mengangkut koper-koper ke hotel, dan satu kendaraan langsung membawa kami menuju Belitung Timur.

Dalam perjalanan, pemandu mulai memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang Belitung.

Pemandu menjelaskan tentang Belitung

Pemandu menjelaskan tentang Belitung

Dalam perjalanan, kami berhenti untuk menikmati sarapan pagi Mie Belitung. Mie Belitung merupakan makanan khas setempat yang terdiri dari mie, toge, tahu, timun, emping, yang disiram kuah kaldu udang kental dengan rasa yang khas.

Mie Belitung

Mie Belitung

sarapan mie Belitung

sarapan mie Belitung

Selesai sarapan, perjalanan dilanjutkan ke Vihara Dewi Kwam Im Burong Mandi. Vihara Dewi Kwan Im atau yang juga disebut dengan Vihara Burung Mandi terletak di lereng bukit dan langsung mengadap ke Selat Karimata. Meskipun di papan nama tertulis dengan nama Vihara Buddhayana, tempat yang dibangun pada tahun 1474 ini lebih sering dijadikan sebagai tempat sembahyang umat Kong Hu Cu. Vihara Dewi Kwan Im memiliki 3 bangunan sebagai tempat berdoa. Bangunan utama adalah tempat berdoa kepada Dewi Kwan Im, bangunan kedua merupakan tempat berdoa kepada Buddha, dan bangunan terakhir adalah tempat berdoa kepada Toapekong atau Dewa Laut. Jika Anda datang di waktu yang tepat, Anda bisa melakukan ciamsi (ramal nasib) dengan bantuan juru kunci vihara ini. Vihara Dewi Kwan Im dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 07.00 - 16.00 WIB. Sedangkan pada akhir pekan akan buka hingga pukul 17.00 WIB.

vihara

Vihara Dewi Kwam Im

Selesai potrat potret di Vihara, kami menuju pantai Burung Mandi. Ini adalah pantai berpasir putih seperti umumnya pantai-pantai Belitung, tetapi uniknya  tidak ditemukan satu pun batu granit  kecuali hanya pasir putih sepanjang pantai dan ratusan pohon pinus laut yang menjadi pembatas antara pantai dan daratan. Di latar belakang bisa disaksikan gunung Burung Mandi. Ini membuat pantai ini berbeda, karena di sini adalah satu-satunya pantai Belitung yang memiliki gunung sebagai latar belakang. Di pantai ini banyak dijumpai perahu layar bercadik. Jarak Burung Mandi ke bandara kira-kira 70 km, bisa ditempuh dalam satu jam. Tidak ada hotel di sekitar tempat ini, kota terdekat adalah Manggar, berjarak 18 km.

Pantai Burung Mandi

Pantai Burung Mandi

fose di pantai Burung Mandi

fose di pantai Burung Mandi

Di Belitung Timur banyak dijumpai danau-danau kecil.

danau-kecil

di-danau

Pernah dengar kota 1001 warung kopi ? Nah,… kami sempat singgah di kota Manggar untuk menikmati seduhan kopi hitam dan kopi susu di kota 1001 warung kopi.

Ngupi dulu ah...

Ngupi dulu ah...

Kopi di sini harganya murah, cuma Rp 4000,-/cangkir. Ada kopi rasa susu dan kopi hitam. Bagi yang nggak suka ngopi, minum teh atau jeruk hangat juga ada. Bangunan warung kopi di Manggar rata-rata seperti bedeng bangunan sederhana beratap seng dan dinding bambu. Kursi dan meja kayu sederhana dialasi taplak plastik tanpa hiasan apa pun. Jangan bayangkan seperti kafe kopi di Jakarta yang dilengkapi sofa, televisi, dan penyejuk udara.

Namun, justru warung kopi yang sederhana itu yang bisa dinikmati warga asli Belitung dan wisatawan luar yang ingin menikmati kopi Manggar karena harganya murah meriah. Rata-rata warung kopi di kota laskar pelangi ini buka 24 jam. Kapan saja, warga bisa minum kopi sambil mengobrol dengan teman sejawat. Model warung kopi dengan banyak jendela terbuka membuat siapa saja yang di luar bangunan bisa melihat aktivitas warga yang sedang minum kopi di dalam warung.

Kopi hitam dan kopi susu

Kopi hitam dan kopi susu

Selesai mengelilingi kota Manggar, saatnya makan siang.

Makan siang di kota Manggar

Makan siang di kota Manggar

Makan siang pertama dengan menu sop gangan, cumi goreng, sate ayam, cah kangkung dan ikan bakar. Sop gangan dimasak dari ikan laut segar. Bisa dipilih ikan merah, ikan ketarap, atau ikan bulat. Daging ikannya cocok untuk bahan sop karena cepat empuk jika direbus.

Bumbu sop gangan adalah kunyit, asam, jahe, dan sereh yang dihaluskan. Syaratnya, langsung dimasukkan ke rebusan potongan ikan segar. Memasak sop gangan harus dalam keadaan segar. Jadi tidak boleh dipanaskan lagi, harus langsung disajikan agar rasanya tidak berubah. Sop ini tidak mengandung minyak karena dimasak dengan rebusan air. Bumbunya tidak boleh ditumis.

Hampir semua restoran seafood di Belitung menyediakan sop gangan. Tidak sulit mencari menu sop gangan di “Pulau Timah” ini. Makanan khas daerah ini sudah melegenda untuk menjadi makanan pembuka tamu-tamu yang datang dari luar kota.

Menu makan siang pertama

Menu makan siang pertama

Di rumah makan ini (saya lupa nama rumah makannya), terdapat view indah di bagian belakangnya. Menambah segar dan lezatnya menu makanan. Tentu saja kami tidak bisa menyia-nyiakan view tanpa fose-fose ceria kami, hah… narsis…

fose sebelum makan

fose sebelum makan

Narsis sesudah makan

Narsis sesudah makan

Kota Manggar berada di pinggir Selat Karimata.

Selat Karimata

Selat Karimata

with Tasmil

with Tasmil

Perjalanan berlanjut menuju Gantong, kota kelahiran Andrea Hirata sang maestro Laskar Pelangi. Memasuki Gantong, kita akan melewati jembatan Gantong yang memisahkan antara air laut dan air tawar.

Jembatan Gantong

Jembatan Gantong

Andrea Hirata memiliki museum kata di Gantong. Tak lupa kami pun berfose di sana.

di Museum Kata Andrea Hirata

di Museum Kata Andrea Hirata

Siapa yang tak kenal SD Muhammadiyah yang kesohor di film Laskar Pelangi ? Tentu saja kami buktikan bahwa kami sampai pula di sana he..he..

SD Muhammadiyah

SD Muhammadiyah

Setelah menghabiskan hari pertama di Belitung Timur, saatnya kembali ke Belitung Barat. Pada hari tersebut, kebetulan sedang ada pawai pembangunan di Belitung. Kami pun tidak menyia-nyiakan acara yang digelar setahun sekali tersebut.

nonton pawai

nonton pawai

Salah satu yang unik dari Belitung adalah batu satam. Belitung, sebuah pulau yang pernah menyandang predikat ‘Pulau Terkaya di Indonesia’ ternyata tidak hanya kaya karena tambang timah. Namun memiliki anugerah yang tidak diberikan kepada daerah lain. Ratusan ribu tahun lalu Pulau Belitung dihujani benda langit yang bernama meteor. Batu meteor tersebut saat ini banyak diburu para kolektor, bukan hanya dari Indonesia, namun juga dari mancanegara.


Batu meteor yang oleh orang belitung disebut BATU SATAM ini hanya bisa ditemukan dan tidak bisa dicari. Biasanya batu satam ditemukan saat para penambang timah melakukan penambangan. Oleh karenanya batu satam sangatlah langka. Akibatnya permintaan batu satam dari luar belitung (bahkan luar negeri) yang sangat banyak, tidak semua bisa terlayani. Wajar saja jika harga batu yang selalu mengkilat dan berminyak ini cukup tinggi.
satam1

fose di menara batu satam
fose di menara batu satam
Lelah keliling Belitung, Tasmil mengajak mencicipi mpek-mpek. Karena kami sudah disiapkan makan malam, maka mencicipi empek-empek dan tek wan satu porsi untuk 2 orang. Sayang nggak ada foto empek-empek nya. Priyo yang berbagi porsi dengan Wardoyo masih penasaran, ingin makan tekwan lagi satu porsi sendiri. Silahkan kembali ke Belitung ya Priyo….
Menu makan malam kali ini kepiting, udang, bakso ikan, steam ikan kakap. Semuanya maknyuss…
steam kakap
steam kakap
kepiting dan udang goreng tepung
kepiting dan udang goreng tepung
makan malam yang lezat

makan malam yang lezat

Published by kiayati

more


Sri Gethuk
August 23rd, 2013

Filed under Hobby | 1 Comment »

Heeyy… ini bukan nama seorang wanita ya… , juga bukan nama makanan. Sri Gethuk adalah nama air terjun yang menjadi salah satu primadona pariwisata di  Gunung Kidul, tepatnya di desa Bleberan kecamatan Playen. Wisata alam dimulai dengan naik perahu dengan tarif Rp 10.000,- menyusuri sungai Oya menuju air terjun.

naik perahu

naik perahu

Selama perjalanan menyusuri sungai Oya menuju air terjun, pengunjung disuguhi suasana teduh, nyaman, hening dan pemandangan batuan cadas berrelief di kanan kiri.

nyaman menyusuri sungai

nyaman menyusuri sungai

Kenyamanan suasana di atas perahu akhirnya diperindah dengan pemandangan spektakuler air terjun, subhanallah…

air terjun Sri Gethuk

air terjun Sri Gethuk

Narsis dulu ahh…

he.. he...

he.. he...

Bagi yang suka berenang dan loncat-loncat dari tebing ke sungai, di sini  surganya….

Disewakan pula pelampung, jangan khawatir buat yang nggak bisa berenang.

segarrr...

segarrr...

Atau yang mau duduk-duduk di bebatuan, monggoo….

batu di sungai

batu di sungai

Setelah puas main air, berenang, loncat-loncat, narsis-narsis… mau balik lagi ke tempat awal, bisa terus berenang atau naik perahu lagi (nggak usah bayar lagi ya..).

sayonara...

sayonara...

Published by kiayati

more


Golden Sunrise di Sikunir
August 19th, 2013

Filed under Hobby | 1 Comment »

Menikmati keindahan sunrise pernah kualami di gunung Bromo pada September 2012. Tahun ini, kesempatan indah tersebut kembali kualami di Sikunir- Dieng bersama suami dan anak-anak. Sangat mengesankan tentunya. Jam 4 pagi kami berangkat dari penginapan dengan mengendarai ojek menuju desa Sembungan. Suhu udara sekitar 2 derajat Celcius pagi itu. 4 lapis baju dan jaket kukenakan, 2 lapis kaos kaki, sepatu gunung milik anak kami Faris yang ukurannya 43, padahal ukuran kakiku 37 ha.. ha.. koplah..koplah… yang penting hangat. Kepala tertutup jilbab dan topi hangat. Tetap saja menggigil kedinginan brrr….

Perjalanan naik ojek sangat gelap, mendaki dan jalannya rusak. Alhamdulillah tepat waktu subuh sampai di suatu masjid. Kami sholat subuh berjamaah dengan warga setempat. Usai sholat, perjalanan dengan ojek dilanjutkan sampai batas dimana kami harus berjalan kaki mendaki melalui jalan setapak di sisi kanan adalah gunung dan di sisi kiri jurang. Berkali-kali pemandu kami berteriak “Merapat ke kanan !”. Pendakian ini hampir 800 meter harus dilalui dengan nafas “ngos-ngosan”… hufff. Tiga kali aku harus berhenti istirahat. Alhamdulillah, perlahan tapi pasti, akhirnya aku dan suami sampai di tempat strategis untuk melihat sunrise. Sementara anak kami Faris dan Fauzan mendaki lebih tinggi lagi untuk mencapai posisi yang lebih yahudd..

Dari posisi kami berdiri , terhampar puncak gunung Sindoro, Merapi, Sumbing yang menjadi saksi indahnya mentari menampakkan diri…. subhanallah

Indahnya mentari menampakkan diri

Indahnya mentari menampakkan diri

latar gunung Sindoro

latar gunung Sindoro

Published by kiayati

more


Kawah Sikidang
August 19th, 2013

Filed under Hobby | 3 Comments »

Kawah Sikidang terletak di pegunungan Dieng, merupakan salah satu objek  yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Terdapat legenda terkait kawah tersebut. Konon di masa silam terdapat seorang putri cantik yang tinggal di istana megah. Putri tersebut bernama Shinta Dewi. Kecantikan putri tersebut menyebabkan seorang pangeran kaya raya bernama Kidang Garungan bermaksud melamarnya. Sang pangeran memerintahkan ajudannya untuk menyampaikan niatnya tersebut kepada sang putri. Shinta Dewi yang mendengar bahwa pangeran kaya raya ingin meminangnya, maka dia pun bersedia. Singkat cerita, pada hari yang ditentukan pangeran datang dengan membawa mas kawin yang sangat mewah ke istana putri. Namun betapa kagetnya sang putri,… ternyata wajah sang pangeran serupa dengan wajah kijang. Maka dimintanya pangeran untuk memenuhi satu syarat lagi, yakni membuat sumur besar untuk keperluan penduduk setempat. Dan sumur tersebut harus digali oleh pangeran sendiri dalam satu hari. Dengan berat hati, sang pangeran menyanggupi permintaan Shinta Dewi. Karena kesaktiannya, pangeran hampir dapat menyelesaikan tugasnya. Sebelum sumur selesai, Shinta Dewi menyuruh prajuritnya untuk menutup sumur yang hampir jadi. Alhasil, pangeran terkubur dalam sumur yang digalinya sendiri. Sebelum meninggal, pangeran mengutuk Shinta Dewi bahwa kelak keturunannya akan berrambut gimbal. Kini, di Dieng banyak ditemui anak kecil berrambut gimbal/gembel. Dan  kemarahan pangeran menyebabkan sumur bergolak , yang kini menjadi kawah. Untuk mengenangnya, kawah tersebut diberi nama kawah Sikidang. Kidang adalah  kijang dalam bahasa Jawa Tengah.

kawah Sikidang

kawah Sikidang

Published by kiayati

more


Ta’ziyah
July 25th, 2013

Filed under Uncategorized | 1 Comment »

Hari ini, Kamis 25 Juli 2013, saya dan suami melakukan ta’ziyah yang kedua di bulan suci Romadhan. Ta’ziyah yang pertama pada hari Jum’at 12 Juli 2013, kami keluarga besar Universitas Gunadarma, dikejutkan dengan meninggalnya teman kami Mifti. Dan hari ini, ta’ziyah meninggalnya ayah dari mbak Erni, mbak Elly dan mbak Evi, ketiganya kakak beradik merupakan teman-teman di UG. Semoga almarhumah dan almarhum yang meninggal khusnul khotimah.

Pada kedua ta’ziyah ini, saya berfikir, bahagia sekali rasanya dipanggil Allah di bulan suci. Bulan yang penuh rahmat dan maghfiroh. Biasanya menjelang bulan puasa, kita semua saling memohon maaf. Memasuki bulan suci, kita puasa, memperbanyak membaca Al Qur’an, menambah ibadah sholatnya dengan sholat-sholat sunnah, banyak beramal dll. Pendek kata, berusaha mendekatkan diri pada Sang Khalik. Nah,.. dalam keadaan upaya mendekat pada Allah, ternyata Allah memanggil. Bak gayung bersambut, mesraa…

Pada

Published by kiayati

more


Makam Baqi’
February 3rd, 2011

Filed under Umroh | Comment now »

Baqi’ adalah tanah kuburan untuk penduduk Madinah sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah di makamkan di situ. Baqi’ letaknya di sebelah timur dari masjid Nabawi. Di situ dimakamkan ‘Usman bin Affan (Khalifah ke III) dan para istri Nabi, yaitu Siti ‘A’isyah, Ummi Salamah, Juwairiyah, Zainab, Hafsah binti ‘Umar bin Khattab dan Mariyah Al Qibtiyah.

Demikian pula putera dan puteri Rasulullah diantaranya Abdullah, Ibrahim, Siti Fatimah, Zainab bin Ummi Kulsum. Juga Ruqayyah dan Halimatus Sa’diyyah ibu susu Rasulullah SAW.

Yang mula-mula dimakamkan di Baqi’ ialah Abu Umamah, Hasan bin Zararah dari kaum Ansar dan Usman bin Madlum dari golongan Muhajirin.

Di makam Baqi tidak ada batu nisan besar-besar seperti layaknya kuburan di Indonesia. Yang ada adalah batu-batu kecil.

makam-baqi1

Daftar Pustaka :

Departemen Agama RI. 1992. Bimbingan Manasik, Ziarah dan Perjalanan Haji.

Published by kiayati

more


Masjid Nabawi
January 27th, 2011

Filed under Umroh | 3 Comments »

Labbaik Allahumma umrotan… aku sambut panggilanMU Ya Allah untuk berumroh…
Rasa rindu pada Baitullah mendorongku untuk melakukan ibadah umroh memenuhi panggilanNYA ke tanah suci pada 24 Juli - 3 Agustus 2010 bersama ibunda tercinta.
Sesampainya di Jeddah, setelah proses imigrasi selesai, kami sudah dijemput Ustadz Ghofir dan Ustadz Kafi yang akan menjadi pembimbing selama di  Madinah dan Mekkah. Setelah makan malam, kami langsung menuju Madinah.

Betapa terharunya aku, ketika memasuki kota Madinah di malam hari, sambil mengumandangkan assalamualaika ya Rasulullah… assalamualaika ya Habiballah… assalamualaika ya Amirul mukminin…

Pagi hari, subuh pertama di Madinah kembali kujumpai masjid Nabawi yang semakin cantik. Sebelumnya, aku pernah shalat di Masjid Nabi ini tahun 2002 ketika menunaikan ibadah Haji. Kini , di pelataran masjid sudah dinaungi payung-payung raksasa nan anggun, yang memberi keteduhan di siang hari. Pada sore dan malam hari, payung-payung cantik ini akan menutup, sehingga indahnya bulan dan bintang-bintang di langit, serta kelap kelip cemerlang lampu dari segala sudut masjid Nabawi dapat dinikmati para jamaah.

Sabda Rasulullah SAW, shalat yang dilakukan di masjid Nabawi lebih utama daripada melaksanakan seribu shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram.

Megahnya Masjid Nabawi

Megahnya Masjid Nabawi

Sejarah Berdirinya

Waktu Rasulullah SAW masuk Madinah, kaum Ansar mengelu-elukan beliau serta menawarkan rumah untuk beristirahat. Namun Rasulullah SAW menjawab dengan bijaksana : “Biarkanlah unta ini jalan, karena ia diperintah”. Setelah sampai di tanah milik kedua orang anak yatim bernama Sahal dan Suhail keduanya anak Amr bin Amarah di bawah asuhan Mu’adz bin Atrah, unta tersebut berhenti. Kemudian beliau dipersilahkan oleh Abu Ayub Al Ansari tinggal di rumahnya. Setelah beberapa bulan di rumah Abu Ayub Al Ansari, Nabi merencanakan akan mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik As’ad bin Zurrah, sebagian milik kedua anak yatim (Sahal dan Suhail), dan sebagian lagi tanah kuburan musyrikin yang telah rusak.

Tanah kepunyaan kedua anak yatim tadi dibeli dengan harga sepuluh dinar yang dibayar oleh Abu Bakar R.A., sedang tanah kuburan milik As’ad bin Zurrah diserahkan sebagai wakaf.

Waktu membangun masjid, Nabi meletakkan batu pertama, selanjutnya kedua, ketiga, keempat dan kelima masing-masing oleh sahabat Abu Bakar, ‘Umar, Usman dan Ali. Kemudian dikerjakan dengan gotong royong sampai selesai. Pagarnya dari batu tanah (setinggi kurang lebih 2 meter) tiang-tiangnya dari batang kurma, atap dari pelepah pohon kurma, halaman ditutup dengan batu-batu kecil, kiblatnya menghadap ke Baitulmaqdis, karena waktu itu perintah Allah untuk menghadap ka’bah belum turun.

Pintunya tiga buah, yaitu pintu kanan, pintu kiri dan pintu belakang. Panjang masjid 70 hasta, lebar 60 hasta ( 1 hasta = 46,2 cm). Dengan demikian masjid itu sederhana sekali tanpa hiasan, tanpa tikar dan untuk penerangan waktu malam hari digunakan pelepah kurma kering yang dibakar. Masjid tersebut dibuat tahun pertama Hijriyah. Di sisi masjid dibangun tempat kediaman Nabi dan keluarganya yang kemudian menjadi tempat pemakamannya.

Masjid Nabawi terus mengalami perluasan dan perbaikan secara bertahap sejak tahun ke 4 Hijriyah (setelah kiblat dipindahkan dari Baitul Maqdis ke arah Ka’bah, pintu belakang dijadikan mihrab). Perluasan dan perbaikan terus dilakukan hingga saat ini.

Makam Rasulullah SAW

Makam Nabi Muhammad SAW terletak di sudut timur masjid Nabawi dahulu dinamakan Maqshurah. Setelah masjid itu diperluas, makam itu termasuk di dalam bangunan masjid. Pada bangunan ini terdapat empat buah pintu :

a. Pintu sebelah kiblat dinamakan pintu At-taubah

b. Pintu sebelah timur dinamakan pintu Fatimah

c. Pintu sebelah utara dinamakan pintu Tahajjud

d. Pintu sebelah barat ke Raudah (sudah ditutup).

Dalam ruangan ini terdapat 3 buah makam, yaitu makam Rasulullah SAW, Abu Bakar As Siddiq dan Umar Ibnul Khatab.

Makam Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar

Makam Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar

Dilihat dari luar masjid, maka posisi Makam Rasulullah SAW dan kedua sahabat terletak di bawah kubah hijau.

Kubah hijau

Kubah hijau

Raudhah

Raudah adalah suatu tempat di dalam masjid Nabawi yang letaknya ditandai tiang-tiang putih, berada diantara rumah Nabi (sekarang makam Rasulullah) sampai mimbar. Luas Raudah dari arah Timur ke Barat sepanjang 22 m dan dari Utara ke Selatan 15 m. Raudah adalah tempat yang makbul untuk berdoa.

Sabda Rasulullah SAW yang artinya : ” Diantara rumahku dengan mimbarku adalah sebuah raudhah (taman) diantara taman-taman surga”. (Diriwayatkan Anas bin Malik).

Dianjurkan untuk shalat sunat dan berdoa di tempat tersebut.

Raudhah

Raudhah

Untuk mencapai Raudhah, tidak mudah. Karena jumlah jamaah yang sangat banyak, sementara luas area Raudhah sangat secil jika dibandingkan dengan jumlah jamaah yang ingin mencapainya. Untuk jamaah wanita terdapat dua sesi waktu untuk bisa berdoa di Raudhah, yakni pagi jam 7 - 12 dan malam ba’da shalat Isya sampai jam 10 malam. Rombongan jamaahpun diatur secara bergiliran. Ada rombongan jamaah Arab, Turki, Indonesia, Malaysia dll. Terharu sekali rasanya ketika mencapai Raudhah dan bisa shalat sunah dua rokaat dilanjutkan dengan berdoa. Semoga do’a-do’a yang kupanjatkan ketika di Raudhah terkabul , ya Allah !

Tiang-tiang cantik

Di pelataran masjid Nabawi dipercantik dengan kehadiran tiang-tiang yang anggun.

tiang-latar1

Dari tiang-tiang ini, bila siang hari (panas) maka akan muncul payung-payung raksasa nan anggun yang akan memberi keteduhan area di bawahnya.

payung-payung raksasa

payung-payung raksasa

Bagian dalam

Pada bagian dalam masjid, kita akan dibuat takjub pada keelokan disain interiornya.

Bagian dalam masjid Nabawi

Bagian dalam masjid Nabawi

Shalat di masjid Nabawi memberi kesejukan dan kedamaian hati.

Tak puas-puasnya aku memohon…

Tak puas-puasnya aku memandang tiang-tiang masjid

Tak puas-puasnya aku menatap eternit yang eksotis

Tak puas-puasnya aku menatap jamaah yang bercumbu denganNYA… memohon padaNYA… bergairah berjumpa denganNYA…

Ya Allah, terima kasih Engkau telah memberi kesempatan pada hamba ini untuk merasakan syahdunya berkencan denganMU… curhat denganMU, … memohon padaMU… di masjid NabiMU… Kabulkanlah do’a-do’aku… ya Robb !

Shalawat dan salam, semoga senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman… Amin ya Robbal alamin.

Daftar Pustaka :

Departemen Agama RI. 1992. Bimbingan Manasik, Ziarah dan Perjalanan Haji.

Published by kiayati

more


Kamus Tradisional Online
October 30th, 2009

Filed under keluarga | Comment now »

Tanggal 26-27 Oktober 2009 Fauzan, anak bungsu kami, menjadi salah satu peserta pameran pada acara Global Conference on Open Source di hotel Shangri La. Mengapa dia menjadi peserta pameran ? Tak lain karena buah karyanya Kardinal di http://www.kamus-tradisional.web.id. Di pameran tersebut, stand Kardinal banyak dikunjungi para penggiat open source. Fauzan menjadi peserta pameran termuda, karena masih SMA, itu pula yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Anak SMA yang sudah memikirkan konservasi bahasa tradisional dan bahasa daerah di Indonesia. Kardinal merupakan kamus on line yang menggabungkan beberapa bahasa. Tahap awal yang mulai dibuat 5 bulan yang lalu adalah kamus bahasa Kawi. Karena sifatnya open project, maka mulai bergabunglah beberapa kontributor. Dan sekarang sudah berkembang ke beberapa bahasa, antara lain bahasa Kaili Rai (Sulawesi Tengah), Minahasa, Bukit tinggi dll. Perkembangan Kardinal sangat dipengaruhi oleh keaktifan kontributor bahasa. Diharapkan banyak kontributor bergabung dari Sabang sampai Merauke, demi kelestarian kekayaan bahasa di tanah air.

Published by kiayati

more


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.