karami Blog

Prinsip Mbah Marijan

October 28th, 2010 by karami


Merapi tidak bisa dipungkiri telah memberikan berjuta manfaat bagi lingkungan disekitarnya. sebuah gunung elok yang terletak di utara Jogja. Ia telah memberikan keteduhan, kesejukan, kesuburan, keindahan dan lain-lain, pada Selasa, 26 Oktober 2010 sekitar pikul 17.00 Wib, telah menampakkan sisi wajahnya yang lain. Dari kepundannya mengeluarkan awan panas (wedhus gembel) yang terbawa angin menyebar ke daerah sekitarnya. Awan yang konon bersuhu 600 derajat celsius itu,  tak pelak membuat seluruh makhluk hidup tak bisa bertahan, termasuk manusia….

Korban berjatuhan, hewan ternak, hasil kebun dan juga manusia. Salah satu yang menjadi korban bencana ini adalah sosok yang sangat terkenal: ‘Mbah. Marijan’. Beliau adalah  juru kunci gunung merapi yang oleh Keraton Jogja diberi gelar Panewu Suraksuhargo. Beliau termasuk orang yang ‘keukeuh’ tidak mau turun untuk mengungsi walaupun oleh yang berwenang sudah diidentifikasi bahwa gunung tersebut akan sangat berbahaya jika meletus/erupsi. Dan ini terbukti!

Mbah Marijan dari dulu sampai akhir hayatnya selalu tidak mau turun untuk menyelamatkan diri, beliau tetap bertahan di rumah sederhananya, walapun merapi sudah menampakkan tanda-tanda akan meletus. Mbah Marijan berprinsip: “Apa kata orang-orang nanti, maunya kok enaknya saja, giliran gak enak pada rame-rame menghindarinya”, itu kira-kira terjemahan bebas dalam bahasa Indonesia sehari-hari . Peryataan ini pernah dia sampaikan dalam suatu kesempatan, yang tentunya dalam bahasa Jawa. Kalau diterjemahkan mungkin beliau punya pemikiran bahwa merapi telah membawa banyak keenakan/kenikmatan (walupun ini sessungguhnya dari Tuhan), dan ketika itu manusia beramai-ramai menikmatinya, dan sebaliknya ketika merapi menjelma menjadi sesuatu yang tidak mengenakkan, manusia berbondong-bondong meninggalkannya.

Walaupun memegang prinsip tadi, bukan berarti Mbah Marijan menyarankan seluruh warga tetap tinggal di rumah masing-masing, Beliau pernah menuturkan bahwa: “Jangan ikuti orang bodoh seperti saya ini….”.

Sungguh suatu prinsip yang paradoks dan susah diterima oleh akal sehat orang-orang modern jaman sekarang ini. Sebagian dari kita pasti berpendapat bahwa tetap berada di atas dan tidak mau turun ke pengungsian dalam kondisi bahaya seperti erupsi merapi adalah hal konyol., karena nyawa taruhannya……,

Tapi Mbah Marijan telah memilih jalan hidupnya sendiri: teguh pada prinsip, apapun kata orang. Tinggal kita sekarang merenung,  hikmah apa yang bisa didapat dibalik semua ini. Saya berandai-andai jika prinsip itu penerapannya digeser sedikit saja,  bukan untuk melandasi soal merapi tadi, tapi dalam kontek kehidupan sehari-hari kita, utamanya dalam mencari rejeki (bekerja) untuk menghidupi anak istri. Rasanya  alangkah sangat elok. Kita diajarkan untuk tidak hanya cari enaknya saja tapi juga siap menerima gak enaknya dari sebuah pekerjaan. Jangan giliran ga enak kita tinggal…terus kita cari keenakan yang lainnya. Sungguh suatu hal yang tidak terpuji……Dan prinsip ini juga bisa diterapkan ke hal-hal yang lebih luas lagi, yaitu dalam kehidupan bermasyarakat guna menjalin ukhuwah dan juga hidup berumah tangga, saya rasa semua sepakat bahwa ini adalah prinsip yang sangat baik.

Dan akhirnya saya ucapkan selamat jalan Mbah Marijan dan saya doakan semoga tidak terjadi banyak korban yang lain, dan secepatnya merapi kembali bersahabat  sehingga saudara-saudara kita bisa hidup berdampingan seperti sediakala: “tenteram dan damai !”


Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Mimpi: ‘Angkot Bersahabat’

August 26th, 2010 by karami


Berangkat dari pengalaman naik kendaraan umum (khususnya angkot), rasa jengkel, marah, sebel dan kadang pengin berteriak sering menyeruak. Ini disebabkan oleh laju angkot yang sangat tidak bisa diprediksi alias seenak udel supirnya. Bila dicermati perilaku angkot,  saya mecatat beberapa hal yang masuk dalam kategori ugal-ugalan tadi; diantaranya berhenti disembarang tempat (kadang menjadikan laju kendaraan lain terhambat), menurunkan/mengoper penumpang sebelum sampai ditempat tujuan, ngebut dengan kecepatan yang tidak pada tempatnya, lalu tiba-tiba ngerem mendadak, dst..dst……., Khusus untuk yang  terakhir inilah yang beberapa hari lalu membuat saya jengkel setengah mati…..seolah-olah kita/penumpang tidak dianggap sebagai manusia. Sempat saya agak terpental membentur pembatas antara supir dan penumpang. Sungguh sesuatu yang sangat tidak mengenakkan……!!

Saya yakin, tidak hanya saya sendiri yang sering mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan ketika naik angkot. Pasti orang-orang yang seperti saya ini jumlahnya sangat banyak. Saya melihat bahwa ada peluang pasar yang bisa dimanfaatkan. Dari sinilah saya berkhayal, ada nggak ya….pengusaha angkot yang berani memproklamirkan bahwa jasa yang ditawarkan (mengantarkan penumpang menggunakan moda transportasi angkot) adalah angkot yang ‘bersahabat’ (kalau perlu ditempelin stiker yang menyolok). Angkot seperti ini meberikan jasa yang sopan kepada penumpang, yang dijalankannya membuat nyaman penumpang, menaik-turunkan penumpang di tempat yang tepat, menghargai penumpang adalah seorang manusia dst…dst…, atau mungkin ada yang mau memrakarsai bisnis angkot yang ‘bersahabat’ ini. Saya jamin, apabila ada angkot yang seperti ini pasti akan laku…..calon penumpang pasti akan rela berkorban sedikit waktu untuk menunggu datangnya angkot berstiker: ‘Bersahabat’. Kalau belum juga…..saya bermimpi suatu saat akan membuat ‘Angkot Bersahabat’…..!


Posted in Uncategorized | 1 Comment »

‘Mengurangi’ Kemiskinan

July 1st, 2010 by karami


Maaf…..tulisan kali ini masih seputar ‘keanehan’ di negaraku. Ini bukan berarti tak ada hal yang baik-baik yang bisa dituliskan tentang negaraku. Saya masih bisa melihat kok……. banyak yang positif di negaraku yang sebenarnya layak dikemukakan. Tapi kenapa saya tetap saja mengangkat hal yang ‘aneh’? Ya…….. anggap saja hal ini merupakan salah satu bentuk kecintaan saya terhadap Indonesia.

Beberapa waktu yang lalu (saya lupa tepatnya kapan), Pemerintah menetapkan kebijakan “Konversi minyak tanah ke bahan bakar Gas”. Saya yakin hampir semua pembaca mengingat hal ini. Kebijakan ini lahir atas pemikiran bahwa harga minyak dunia saat ini yang membumbung tinggi sehingga menjadi masalah yang sangat pelik bagi perekonomian dunia termasuk Indonesia.   Indonesia terkena dampak atas hal ini karena termasuk negara yang mengkonsumsi BBM dalam jumlah yang besar. Demi menyelamatkan perekonomian maka lahirlah kebijakan ini.

Tentunya sebagai warga negara yang baik sudah selayaknya kita mendukung. Rakyat saat ini sudah meninggalkan konsumsi minyak tanah dan beralaih ke bahan bakar gas. Tapi…..ternyata konversi ini membawa ongkos yang besar.

Akhir-akhir ini beberapa kali terjadi ledakan yang bersumber dari tabung gas atau perlengkapannya (Selang, regulator, karet dlsbg). Ledakan ini kebanyakan dari tabung gas yang berbobot 3 Kg. Tabung dengan bobot ini biasanya digunakan oleh sebagian besar rakyat kalangan menengah ke bawah. Sepengetahuan saya hal ini terjadi lebih karena perlengkapan yang beredar di pasaran, banyak yang tidak memenuhi standar SNI. Ledakan ini telah menimbulkan banyak korban baik cedera ataupun korban jiwa.

Sungguh sangat disayangkan mengapa ini bisa terjadi. Rasanya pemerintah sekali lagi harus belajar dan terus belajar sehingga hal seperti ini tidak terulang lagi; timbul korban atas suatu kebijakan yang tidak dibarengi oleh kesiapan berbagai pendukungnya yang dapat menjamin keberhasilan implementasi atas kebijakan itu.

Kembali kemasalah konversi minyak tanah ke bahan bakar gas, yang telah memakan korban tadi…….saya berharap hal ini bukan bukti atas anekdot yang sering saya dengar dari kawan-kawan yang mengatakan…..resep paling manjur mengurangi kemiskinan adalah ‘mengurangi’ jumlah orang miskin……tahu kan maksud saya?


Posted in Uncategorized | No Comments »

Penonton dan Komentator

June 11th, 2010 by karami


Saya orang Indonesia. Di negara saya, sepak bola adalah olah raga yang paling banyak digemari oleh rakyatnya. Baik tua atau muda, kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan,  hampir semuanya menyukai olah raga yang satu ini. Di negara saya, apabila musim liga-liga Eropa bergulir, sangat mudah menyaksikannya. Mau EPL, SERIE A, LA LIGA, BUNDES LIGA  dan yang lainnya, semua dapat ditonton dengan mudah karena banyak stasiun TV Nasional menyiarkannya. Sehingga rakyat saya tidak asing dengan nama-nama seperti Lionel Messi, Wayne Rooney, Thiery Henry, Samuel Eto’o, Park Ji Sung dan lain-lain.

Di Negara saya, saat ini tengah dilanda  demam sepak bola. Ini terjadi karena pertandingan sepak bola pada level tertinggi di planet ini tengah digelar, Ya WORLD CUP 2010. Di Afrika Selatan 32 Tim dari 32 negara telah siap bertanding. 32 tim terbaik dengan gagah mecatatkan diri sebagai finalis piala dunia kali ini. Perjuangan yang panjang telah ditempuh, semua tenaga telah dikorbankan dan juga taktik telah dijalankan, akhirnya sampailah mereka ke Afrika Selatan.

Menjadi finalis seperti ke 32 tim yang akan berlaga di Afrika Selatan merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh setiap negara, tak terkecuali negaraku: Indonesia. Ingin rasanya saya dan rakyat Indonesia kebanyakan melihat atlet-atlet sepak bola negaraku berlaga di final piala dunia.

Tapi sampai saat ini cita-cita itu rasanya sulit terwujud. Banyak faktor yang menyebabkan, secara langsung bisa saja hal ini terjadi karena rendahnya teknik dan fisik yang dipunyai atlet Indonesia, atau secara tidak langsung disebabkan oleh kondisi negara dan institusi di bawahnya (provinsi dan kabupaten) yang sering bermasalah karena mis manajemen pemimpinnya. Dan ini rasanya terjadi juga pada PSSI (organisasi sepak bola nasional Indonesia). PSSI dipimpin oleh pemimpin yang salah satunya telah ‘menguasai’ organisasi ini puluhan tahun, ditambah ketuanya saat ini pernah menjadi tersangka atas suatu kasus korupsi.

Di negara saya, saat ini dan entah sampai kapan, masih sering terjadi banyak masalah baik yang berskala nasional maupun lokal. Baik itu bidang politik, ekonomi, kebudayaaan serta bidang olah raga. Sedih rasanya…….saat dimana kami harus fokus membangun diberbagai hal, malah tenaga dan fikiran kami habis tersedot untuk hal-hal yang kontraprodukrif.

Ya sudah, apa boleh buat…kali ini ketika beberapa jam kedepan akan digelar pesta sepak bola dunia, cukuplah kita kembali jadi PENONTON dan tak lupa jadi KOMENTATOR. Bukankah ini sangat cocok dengan kebiasaan utama kebanyakan pemimpin dan rakyat kita yang ‘talkactive’?

Ayo wasit tiup peluit kick off mu, dan kami rakyat Indonesia,  negara yang penuh masalah ini sudah siap menyambutnya walaupun hanya sebagai PENONTON dan KOMENTATOR.


Posted in Uncategorized | No Comments »

Masalah Belajar dari Suatu Masalah

May 4th, 2010 by karami


Saat mana  kita belajar? mungkin ada seribu jawaban yang bisa dikemukaan atas pertanyaan ini. Satu yang sering disebut adalah: ’saat dimana ada masalah’.

Bagaimana bisa belajar dari suatu masalah, sementara masalah itu bertingkat-tingkat kesulitan dan dimensinya . Dan lagi kita terlanjur diwasiati oleh orang tua kita untuk tidak mencari salah dan mencari siapa yang melakukan kesalahan. Sehingga setiap terjadi problem, kita ‘dipaksa’ oleh situasi dan keadaan untuk tidak perlu berdebat, ribut-ribut dan seterusnya. Sebisa mungkin semuanya ‘kondusif’, semuanya aman terkendali.

Tapi….alhamdulilah, dimasa kini yang katanya era reformasi, semua serba terbuka sehingga membicarakan masalah yang terjadi sudah bukan hal yang tabu lagi. Mungkin sebagian kita bisa menilai bahwa ini adalah sebuah kemajuan. Penilaian ini tidaklah salah. Mengapa? karena dari masa sebelumnya tidak mungkin dijumpai perdebatan panjang dan lebar yang ditayangkan oleh media masa. Hanya saja apakah pembahasan tentang sesuatu yang salah, yang panjang lebar dan terus menerus itu bisa berdampak positif dan signifikan?

Dengan asumsi bahwa kita telah memiliki ‘kapasitas dan kapabilitas’, maka sudah saatnya kita berdiskusi, bertukar pikiran dan berdebat (kalau perlu) secara jujur dan terbuka untuk membahas sesuatu yang keliru. Jangan didiamkan problem yang muncul hanya karena alasan  situasi menjadi tidak kondusif. Kalau itu yang dilakukan saya khawatir akan menjadi ‘bom waktu’.  Hanya saja dalam mencari ’salahnya apa dan bagaimana’ dalam suatu problem, seharusnyalah  kita membekali diri terhadap kemungkinan, bahwa yang bisa benar itu bukan hanya diri kita, tapi orang/pihak lain pun punya potensi untuk mendapatkan predikat ‘benar’ dalam hal berpendapat.  Sehingga dengan mengedepankan sikap ini akan benar-benar didapatkan: ’salahnya apa/bagaimana?’. Inilah yang saya sebut   “akar masalah yang sebenarnya”. Akar masalah yang sebenarnya ini juga ‘wajib hukumnya’ untuk ‘DISEPAKATI’ oleh pihak-pihak yang bermasalah. Kalau hal ini benar-benar terjadi, rasanya tidaklah sulit untuk mengambil pelajaran dari masalah-masalah yang terjadi. Dari sinilah kita beranjak menjadi lebih baik dari sebelumnya.  Tapi….mungkin ngga? rasanya butuh proses….


Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Hiburan atau Senda Gurau?

April 22nd, 2010 by karami


Mari perhatikan barang sejenak atas banyaknya acara yang di tayangkan oleh TV Nasional kita!  Saya kira salah satu fenomena yang bisa kita temukan saat ini adalah: banyak acara yang bernuansa humor, yang bermaksud memancing tawa pemirsa. Bincang-bincang di kemas dalam suasana humor, Cerita/drama disampaikan dalam balutan lawakan dan seterusnya…….

Menurut saya, acara humor semacam ini sebenarnya merupakan cerminan kondisi mental masyarakat saat ini. Ya…. bisa jadi cerminan dari kondisi mental kita-kita juga. Cerminan mental masyarakat yang seperti apa?

Bangsa Indonesia banyak mengalami problem akut disemua bidang kehidupan.  Masyarakat tahu banyak tentang masalah yang timbul dan  yang tidak terselesaikan dengan elok, entah sampai kapan. Pihak-pihak yang bermasalah mengklaim dirinya paling benar……..hukum tak bisa tegak, sering memihak yang berduit. Masyarakat bigung ditengah ketidak mengertiannya. Akhirnya jenuh, bosan dan muak atas itu semua…..jadi untuk apa pusing mikirin problem bangsa ini, kita cari HIBURAN saja…..di kantor kita ngobrol dengan santai dan banyak tertawa dan bercanda, di rumah nonton OVJ, OMG, Bukan Empat Matanya Tukul……and so on lah. Kondisi mental yang seperti inilah yang mungkin menghinggapi banyak orang. Kalau ini yang terjadi saya sangat memahaminya……

Tetapi, dari kacamata yang lain saya benar-benar risau….bisa jadi ini merupakan kecenderungan di masyarakat kita, baik yang melabeli dirinya rakyat biasa ataupun mungkin pejabat, yang memang sudah tidak mau dan tidak sanggup untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan  tugas yang harus diembannya. Hasil kerja dari kondisi ketidak mampuan/ketidakmauan tersebut seringkali dibungkus dengan hal-hal yang sok obyektif, kalimat kalimat ilmiah sehingga seolah-olah menjadi paling baik/benar, paling hebat dst….Sehingga “orang lain  harus mengakui kerja hebatnya”. Ini sebuah kekonyolan, jadi tak heran  sekarang ini banyak diproduksi hal semacam itu. Saya berdoa semoga jangan sampai terjadi: ‘ Indonesia jadi republik konyol dan dagelan yang penuh SENDA GURAU……….’


Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Berpikir Sehat

April 16th, 2010 by karami


14 April 2010; Tanjung Priuk Berdarah. Tepatnya di makam Mbah Priuk telah terjadi bentrok horisontal antara Satpol PP dan masyarakat umum. Hal ini dipicu oleh konflik lahan pemakaman antara ahli waris dan masyarakat dengan PT. Pelindo dan Pemerintah.

Bentrok ini membawa korban, setidaknya 3 nyawa manusia telah terenggut. Peristiwa ini sungguh telah melahirkan keprihatinan mendalam dalam jiwa bangsa Indonesia. Keprihatinan ini akan lebih bertambah kalau kita melihat dari sisi ‘kemanusiaannya’.

Ya sisi kemanusiaan….., kita memang menyebutnya 3 nyawa manusia menjadi korban, tapi saya pastikan bahwa korban ‘kemanusiaan’ pasti lebih dari itu. Deretan korban kemanusiaan ini kalau disebut cukup banyak……istrinya, anaknya, ibu dan bapaknya  serta semua yang terkait dan bertumpu hidupnya dengan si korban yang terbunuh tadi, adalah korban ‘kemanusiaan’.

Dalam tulisan ini, saya tidak hendak mencari siapa yang salah…..tapi saya hanya mencoba mengutip pendapat masyarakat yang seakan-akan ini semua disebabkan oleh kebijakan pemerintah/pelindo yang akan menggusur makam Mbah Priuk. Atas dasar pemikiran apapun, Kalau ini benar saya tentunya sependapat dengan masyarakat, yaitu menolak!

Dalam hal ini pemerintah telah mengambil keputusan atas dasar pemikiran sempit, yaitu hanya untuk kepentingan ekonomi. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Penggusuran ini dalam rangka pembangunan /perbaikan PT. Pelindo agar  memenuhi syarat sebagai pelabuhan internasional. Ini saya sebut sebagai pemikiran yang tidak seimbang, tidak didasari atas segala aspek yang melingkupinya. Wajar kalau saya katakan, ini pemikiran yang tidak sehat!

Lantas….(ini yang penting) kalau pemerintah saya katakan berpikir tidak sehat, apakah rakyatnya juga harus ikut-ikutan berpikir tidak sehat? tentunya juga wajib saya jawab ‘Tidak!’,  seharusnya masyarakat tidak membalas dengan tindakan penganiayaan sehingga menimbulkan tragedi berdarah yang membawa korban seperti ini. Kalau akhirnya kejadiannya seperti itu berarti antara pemerintah /pelindo dan masyarakat jadi sama saja…….

Untuk itu ayolah…..kita terus berpikir sehat, walaupun  pemerintah masih akan terus berpikir tidak sehat…siapaun pemimpinnya. Setuju???


Posted in Uncategorized | 3 Comments »

Earth Hour

April 9th, 2010 by karami


Konsumsi listrik berlebihan ditengarai telah menjadi salah satu yang memberi andil besar terhadap terjadinya pemanasan global dewasa ini. Akibatnya bumi dan segenap ekosistemnya telah terdegradasi secara mutlak akibat ulah manusia.

Semua tahu, saya yakin 100%, karena tak jarang telinga saya mendengar keprihatinan mengenai hal ini dari mulut teman-teman. Yang katanya bumi makin panaslah, musim sudah kacaulah  dlsbg…… Ini sebenarnya bisa dijadikan bukti awal bahwa temen-temenku sangat peduli.

EARTH HOUR, selamatkan Bumi! Tepat tanggal 27 Maret 2010, jam 20.30 s.d 21.30 WIB yang lalu, kita dihimbau untuk mematikan listrik. Satu jam! ya hanya satu jam dari berjuta-juta jam hidup kita yang tak sedetik pun tidak mengkonsumsi listrik.

Tepat di waktu itu…., saya sempatkan melihat sekeliling rumah, ternyata….saya terkaget-kaget melihatnya. Dari kurang lebih 100 rumah  hanya hitungan jari yang melaksanakan himbauan itu. Apakah ini sebuah gejala ketidak sinkronan antara pikiran/gagasan dengan tindakan? Apakah ini sebuah ketidak pedulian atau apa?

Sampai saat tulisan ini dibuat, saya meyakini bahwa bisa jadi tidak tau adanya himbauan itu…….tapi masak sih di era seperti ini tidak tau kalau ada himbauan seperti itu???


Posted in Uncategorized | No Comments »

MARI KITA BERDOA………

October 1st, 2009 by karami


Asslamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi…..bapak/Ibu/sdr sebangsa dan setanah air. Akhir-akhir ini kita sama-sama mengalami banyak bencana yang menerjang bumi pertiwi Indonesia. Saya rasa kita sepakat bahwa masih akan sangat lama sembuhnya luka dan tercabik-cabiknya hati bangsa ini akibat teror bom, sekarang kita dikagetkan lagi dengan gempa dahsyat yang mengguncang, dari Tasik hingga Bumi Minang. Tapi rasanya sederet bencana tadi belum juga mampu menyadarkan bahwa kita ini seharusnya menjadi satu. Satu hati, satu jiwa, satu gerak langkah…

Sampai-sampai budayawan kondang Emha mengatakan bahwa tak ada tragedi sengeri apapun, tidak ada bencana sedahsyat apapun, tidak ada gempa bumi dan gunung meletus -juga bom Bali dan Marriot- yang sanggup mengetuk hati para pemimpin bangsa Indonesia untuk saling menyapa dan berkumpul. Baik yang Presiden, yang mantan Presiden, yang politisi, yang begawan, yang militer, yang resi, yang pemuka agama, yang ilmuwan, atau siapa saja, juga yang bukan siapa-siapa.

Oleh karena itu ayolah kita orang-orang tua duduk melingkar. Keadaan bangsa dan negara kita sudah sedemikian parahnya. Kali ini, hingga nanti waktu yang layak. Sudah tak ada kepantasan lagi untuk terus bersibuk mempertentangkan kepentingan antar kelompok kita. Sudah terlalu hina untuk terus berkonsentrasi pada keuntungan-keuntungan sepihak. hari ini juga kita harus berunding, melakukan rekapitulasi nasional, memulai kembali satu perjalanan kebangsaan. Musuh kita bersama tak kurang-kurang kuatnya, yang dari luar maupun di dalam diri kita semua….”

Untuk itu selain apa yang sudah disampaikan Cak Nun di atas, melalui tulisan ini saya mengajak (lebih tepatnya mengingatkan) kepada seluruh warga sebangsa dan setanah air, agar dalam doa yang telah rutin dipanjatkan setiap hari, tolong diselipkan doa secara khusus bagi keselamatan, ketabahan dan ketentraman hati bagi saudara-saudara kita di Tasik dsk, di Padang dsk dan diseluruh wilayah Indonesia yang tengah dilanda musibah.

Dan Tak lupa juga kita berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara kita….Akhirnya secara pribadi saya mengucapkan rasa bela sungkawa yang sangat tak terhingga atas jatuhnya korban akibat bencana gempa bumi di Padang dsk…semoga arwah para korban tersebut diterima disisi Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan…amiiiin

Wass. Wr. Wb.


Posted in Uncategorized | No Comments »

Kemana Perginya Kita?

September 1st, 2009 by karami


Guru kita tak terhitung jumlahnya….. dan menurutku tidak ada sebutan mantan guru. Kalau kita jeli,  setiap yang terjadi pada kita dan alam dengan segala fenomenanya adalah guru.  Dalam kaitan itu, ada anjuran kepada kita untuk selalu memaknai dan mengambil hikmah dari setiap apa yang terjadi. Kalaulah kita dapat memaknai dan mengambil hikmah dari setiap apa yang terjadi maka berbahagialah, karena kita tergolong manusia yang  ‘berhasil’.

Dengan bekal makna yang didapat kita harus selalu bergerak, kita tidak boleh berhenti……setiap kali kita berhasil menuju satu terminal yang kita dambakan, saat itu pulalah kita harus segera ‘pergi’ meninggalkan terminal tersebut….untuk menuju ke terminal berikutnya. Dan dimankah terminal terakhir kita?

Senin, 31 Agustus 2009, teman terbaikku…..Ritandiyono telah meninggalkan kita,  menurutku Beliau telah sangat memahami makna ‘pergi’ yang hakiki….perginya beliau tidaklah kemana-mana. Perginya adalah ‘kembali’. Dan siapapun kita ….. perginya kita adalah ‘kembali’

Selamat kembali……teman terbaikku


Posted in Uncategorized | No Comments »

« Previous Entries Next Entries »


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.