karami Blog

Siapakah Yang Sedang Memimpin Kita Sekarang?

July 19th, 2011 by karami


Ada dua golongan kelompok manusia ………

Yang pertama, mereka tidak terlalu berpendidikan (formal). Mereka rata-rata lulus SMA atau di bawahnya, tetapi mereka belajar dari alam tentang kapan saatnya menanam padi, kapan harus melaut, kapan harus mengungsi ketika gunung berapi mulai terbatuk-batuk. Mereka menuntut ilmu tiap hari, tiap jam, tiap detik dari alam yang telah di anugerahkan oleh sang Pencipta.

Orang-orang ini selalu berkumpul bergotong royong dan saling tolong menolong guna menyelesaikan permasalahan individu atau masyarakat tanpa upah sepersenpun. Hati mereka bersih tanpa motif apapun ketika menyingsingkan lengan untuk bekerja. Saling tenggang rasa antar mereka menjadi nilai yang sudah tertanam sejak lahir. Kepentingan pribadi dinomor terakhirkan, karena dia sudah diajarkan oleh pendahulu-pendahulunya untuk mengangkat derajat masyarakat dengan menomor satukan kebutuhan orang banyak (bersama).

Dan jangan lupa, orang-orang golongan ini sangat tinggi tingkat ibadahnya. Tak hanya ibadah fisik, mereka sadar bahwa setiap apa yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab adalah bernilai ibadah. Sehingga tak khayal……..apabila mereka pedagang, mereka tidak akan pernah mengurangi timbangan, apabila mereka guru, mereka selalu penuh semangat menularkan ilmu, apabila mereka penjual kacang, mereka dalami betul masalah ‘perkacangan’ sampai tuntas.

Itulah gambaran kelompok yang pertama……….

Adapun kelompok yang kedua, adalah mereka yang berpendidikan (formal) tinggi, bergelar banyak….bahkan mungkin tak sedikit diantara mereka yang Professor Doktor. Pastinya mereka ini telah ‘menelan’ buku yang tebal-tebal dalam jumlah sangat banyak. Ilmu mereka ada di ujung pohon yang sangat tinggi. Apabila mereka pakar kemiskinan…pasti telah lahir teori-teori kemiskinan yang bejibun, tanpa harus menjiwainya (menjadi miskin).

Mereka ini sering berkumpul, selalu membicarakan ‘strategi’ untuk meningkatkan kesejahteraan orang banyak melalui teori-teori yang ada dalam buku, tanpa peduli apakah teori yang mereka gunakan sesuai dengan kondisi riil yang melingkupinya. Mereka dipanggil menjadi nara sumber di berbagai tempat dan berbagai media massa. Banyak uang masuk kekantongnya, karena mereka ‘pandai’ mencari uang.

Sangat sedikit diantara mereka yang punya rumah bukan di komplek, sehingga sangat tidak mungkin bagi mereka untuk berkumpul dengan masyarakat/para tetangganya. Tetapi jangan salah, nilai kebersamaan diantara mereka tetap tinggi, utamanya kebersamaan dengan kelompoknya. Bahkan antar mereka saling bersinergi untuk meningkatkan derajat individu ataupun kelompoknya. Mereka menggunakan peralatan canggih, internet, laptop, ipad dan sejenisnya. Tingkat ibadah golongan ini juga sangat tinggi, mereka ini sudah beberapa kali ke tanah suci, baik Haji maupun Umroh karena mereka tahu betul bahwa hal itu adalah cara yang efektif untuk meningkatkan gengsi dan derajatnya. Ini tidak mungkin dilakukan oleh mereka yang masuk golongan pertama.

Sekarang masalahnya…..siapakah diantara mereka yang patut kita jadikan pemimpin baik dari tingkat RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, Menteri, bahkan Presiden?. Dan pertanyaan berikutnya siapakah sebenarnya pemimpin kita sekarang?


Posted in Uncategorized |

2 Responses

  1. rakhma Says:

    membingungkan ya pak……, karena sejatinya pemimpin itu tidak terdapat diantara mereka…? Pemimpin itu bukan orang !!! tapi ilmu / aturan / konsepsiyang melebur pada orang. Dua kelompok manusia diatas bedanya hanya dari sumber ilmunya. kelompok pertama dari Experient dan kelompok kedua bersumber dari experimant, yang sudah menjelma menjadi buku. Karena Sumber ilmu itu dari dua hal yaitu: Experient / pengalaman dan yang kedua dan Experiment/ percobaan.

    tapi harus di ingat bahwa dari dua hal tersebut juga belum lengkap, aku mau jelasin terlalu panjang, suatu waktu jeritan ini akan ketemu juga, semoga.


  2. heru_h Says:

    Biasanya ada orang bisa mengerjakan sesuatu karena pengalaman ada orang yang lebih mengerti dengan keilmuannya jadi ada dua faktor pengalaman dan pengetahuan. Terkadang ada juga orang menilai gitu aja ngak tau dan ada satu sisi orang mengatakan enak aja kalau bicara karena belum mengalaminya. Dilematik juga tapi pengalaman dan pengetahuan merupakan perbedaan yang tipis sekali keduanya diperlukan dalam kehidupan demikian…tidak terkecuali. Mudah2an cerita ini bermanfaat bagi kehidupan kita. Amien


Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.