karami Blog

RINDU PRESIDEN TERIAK: “NEGARA TIDAK BOLEH KALAH LAWAN MAFIA”

January 12th, 2011 by karami


Beberapa waktu lalu bangsa kita ‘diserang’ oleh gelombang terorisme. Bom meledak dimana-mana. Belum terungkap secara tuntas siapa dalang pengeboman yang satu, sudah muncul ledakan berikutnya. Kondisi ini tak pelak membuat perasaan takut dan tidak aman menghinggapi masyarakat secara luas.
Hal ini memancing reaksi Presiden (saya yakin pembaca masih ingat), kala itu beliau dengan lantang berkata: ‘Negara tidak boleh kalah lawan terorisme’. Sejurus dengan itu, Badan anti teror kepolisian (Densus 88) langsung bergerak cepat memburu para pelaku dan dalang pengeboman disejumlah wiayah di tanah air. Berita-berita di TV Nasional sering melakukan up date atas kegiatan penyergapan yang dilakukan oleh badan tersebut dalam melumpuhkan para teroris. Dan akhirnya banyak ‘teroris’ berhasil dijinakkan, baik dalam keadaan meninggal atau masih hidup.
Karenanya, saat ini bisa saya katakan bahwa kita telah berhasil mengalahkan terorisme walaupun belum sepenuhnya. Kata belum sepenuhnya ini mengandung arti bahwa kita tetap harus waspada, karena bisa jadi ketika kita lengah teror itu akan marak kembali.
Bagaimana dengan sekarang……
Sekarang musuh kita yang menonjol bukan lagi terorisme, tapi persekongkolan untuk berbuat jahat. Bangsa kita dilanda banyak kasus yang terkait dengan persekongkolan seperti layaknya mafia. Sebut saja kasus century dan kasus Gayus yang dua-duanya saya yakin dilakukan oleh suatu jaringan. Contoh lain, di bidang olah raga: PSSI dengan Nurdin Halid dan Nugraha Besusnya, yang menguasai PSSI sedemikian lama. Sampai-sampai ketika Nurdin Halid Jadi terdakwapun masih tetap ‘bisa’ dipertahankan memimpin PSSI. Padahal kita tahu PSSI tak sedikitpun memberikan prestasi yang memadai yang menjadi dambaan masyarakat luas. Ditambah dengan produk kompetisi yang dilahirkan oleh PSSI yaitu LSI yang sarat dengan masalah. Kita tahu sebagian pesertanya menggunakan dana APBD yang seharusnya bukan untuk membiayai klub tapi untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.
Menurut KBBI On Line, Mafia bisa diartikan (salah satunya) sebagai perkumpulan rahasia yg bergerak di bidang kejahatan (kriminal). Dari definisi ini jelas dapat dikatakan bahwa kasus century dan Gayus adalah mafia karena ada perkumpulan/persekongkolan yang bersifat kejahatan. Dan untuk dua kasus ini saya golongkan sebagai mafia ekonomi (pajak) dan mafia hukum sekaligus. Bagaimana dengan PSSI ? Apakah juga ‘idem dito’? Bisa jadi sebagian pembaca akan menjawab: Ya!
Tidaklah sulit rasanya untuk menambah panjang daftar mafia di level Negara maupun dalam kehidupan sehari-hari…. Bukankah kita sering dengar, ada sebutan mafia tanah, mafia jabatan dst-dst. Satu hal yang bisa saya simpulkan terkait dengan hal ini adalah: apabila bangsa kita dikuasai oleh mafia, maka hancurlah negara kita. Oleh karenanya saya rindu Presiden kita lantang berteriak: “Negara tidak boleh kalah dengan mafia”. Dengan harapan seluruh penegak hukum kita langsung bereaksi dan bekerja untuk mengalahkan ‘mafia-mafia’ itu, walaupun memang lawan yang dihadapi kali ini sangat tangguh…..Jangan sampai rakyatlah yang akhirnya bereaksi , Ini bahaya tentunya…..!!!


Posted in Uncategorized | 2 Comments »

BB = Generasi Autis

January 6th, 2011 by karami


Berikut bunyi status facebook temen:”..Sekamar.. Sekasur..Sebelahan..dan sibuk dengan BB masing2.. ck ck ck..What a life..:D.”
Tanpa disadari BB telah menjadi trend saat ini. Barangkali sebagian anak muda perkotaan merasa ketinggalan jaman kalau tidak punya gadget yang satu ini. Terbukti dengan seringnya saya melihat diberbagai kesempatan, entah di angkot, di taman kampus, di pertokoan/mal dll, anak-anak muda kita tengah asyik memainkan jari jemarinya di hamparan keypad BBnya.
Gelombang teknologi canggih telah merasuk dan menyatu dalam denyut nadi kehidupan kita. Teknologi banyak membawa manfaat untuk manusia, ini tidak terbantahkan. Bahkan teknologi terkadang dijadikan salah satu kriteria untuk minilai tingkat peradaban suatu kaum. Semakin canggih teknologi yang digunakan, maka kaum itu akan dinilai lebih tinggi peradabannya dari yg lain, dan sebaliknya.
Tetapi kita harus ingat bahwa apapun itu, pasti akan ada positif negatifnya.
Kembali ke status facebook teman yang saya kutip di awal tulisan ini, saya melihat inilah salah satu sisi negatif dari penggunaan BB. Yang lainnya, tentu tidak sedikit. Contoh: saya sering melihat ada penumpang angkot keasyikan BBan, akhirnya dia turun kelewatan dari tujuan. Atau ketika disapa oleh orang sering tidak ‘ngeh’ dst..dst. Hal inilah yang menjadi keprihatinan saya…..penggunaan BB dan teknologi yang lain sepatutnya digunakan untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi dalam segala bidang, bukan malah sebaliknya. Saya setuju dengan kekhawatiran banyak pihak yang mengatakan bahwa  BB cenderung telah melahirkan ‘generasi autis’.
Bagaimana hal ini bisa dicegah? inilah PR kita bersama


Posted in Uncategorized | 1 Comment »

Negeri ‘Roller Coaster’

January 4th, 2011 by karami


Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana hingar bingarnya pujian dan dengan segala acara yang menyertai, ketika masyarakat kita ‘berpesta’ atas kehebatan tim nasisonal sepak bola Indonesia yang mampu lolos ke babak final piala AFF 2010. Bagaimana tidak Tim Garuda mampu sapu bersih semua partai penyisihan dan semifinal dengan 100% kemenangan. Dengan pelatih jenius ‘Alfred Riedl’ yang bisa merubah permainan menjadi atraktif dan menggairahkan, sangat wajar jika banyak pengamat, baik dalam negeri maupun pengamat dari luar memprediksi bahwa kita akan berhasil meraih tropi AFF ini.  Namun….kenyataan sangat bertolak belakang: Tim Garuda gagal meraih tropi.

Tulisan ini tidak akan membahas mengenai mengapa Tim Garuda gagal dalam even ini, karena saya yakin sudah sangat banyak yang mengupasnya. Tulisan ini lebih menyoroti pada satu hal, yaitu: ’sering melesetnya ramalan orang-orang atau lembaga manapun (baik dalam maupun luar negeri) ketika harus memprediksi sesuatu yang terkait dengan Indonesia’.  Contoh lain: bahwa jaman orba dulu saya masih ingat bahwa Indonesia akan diramalkan menjadi ‘macan asia’ bidang ekonomi, tapi rasanya kita sepakat….bahwa hal ini juga tidak terwujud, dan rasanya pembaca bisa menyebut contoh-contoh lain.

Jadi tidak salah bila saya menyimpulkan bahwa dalam bidang apapun ‘trend positif’ yang sering terjadi pada bangsa kita, tidak serta merta akan berubah menjadi sebuah capaian yang gemilang. Karena saya berkeyakinan bahwa negeri kita ini adalah negeri yang anomali, negeri roller coaster…..semoga keyakinan saya salah.


Posted in Uncategorized | No Comments »


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.