karami Blog

Terima Kasih

November 24th, 2010 by karami


Di tengah hari yang cukup panas, tepatnya hari selasa 23 Nov 2010 seperti biasanya aku  harus menunaikan tugas mengajar di Kampus G. Saat jarum jam menunjukkan kurang lebih pukul 12.00, aku bergegas dari ruangan menuju ke halte depan kampus untuk menaiki angkot yang dapat mengantarku ke tempat tujuan.

Saat itu kondisi angkot tidak begitu penuh, sekitar 4 -5 orang sudah berada di dalam, dan aku memilih bangku depan di samping pak supir. Tak lama kemudian pak supir menjalankan kendaraannya  sambil memperhatikan sisi sebelah kiri siapa tahu ada penumpang yang akan menggunakan jasanya.

Tak seperti biasanya, angkot kali ini benar-benar membuat saya nyaman walau keadaan cuaca saat itu sangat panas. Bagiku….suasana nyaman tercipta bisa jadi karena angkot tersebut sesuai dengan harapanku yaitu: angkot tersebut berhenti tidak berada percis di mulut gang kampus D, tapi agak ke depan, sehingga tidak menghambat laju kendaraan yang mau masuk keluar kampus. Ini sangat jarang terjadi……dan hal inilah yang membuat saya harus angkat jempol pada angkot ini. Yang kedua, ternyata pak supirpun dalam menjalankan angkotnya juga sangat membuat hati lega…dengan kecepatan yang pas dan tidak terkesan buru-buru mengejar setoran, sehingga rasa nyaman pun muncul.

Betapa terkejutnya aku….!

Ketika angkot itu sampai di halte UI/Kober….seorang gadis (sangat mungkin dia mahasiswi karena penampilannya yang rapi, membawa tas dan buku) turun sambil menyodorkan uang sebagai ongkos. Gadis itu  tidak hanya menyodorkan uangnya tapi seraya mengucapkan sesuatu: TERIMAKASIH..!! ya aku terkejut….sangat jarang aku menemui seorang penumpang menyebutkan kata itu kepada supir angkot.

Ini bisa jadi karena si supir telah menjalankan angkot sesuai dengan harapan hati si gadis itu (juga sesuai dengan keinginanku juga) atau karena memang sudah menjadi habit gadis itu untuk dengan ringan mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang telah membantu walau sekecil apapun. Ini menjadi pejaran yang sangat berharga bagiku…

Aku menyesal….!

Ketika aku sudah sampai ke tempat tujuanku, aku turun dan menyodorkan uang sebagai ongkos, aku  tidak  mengucapkan terima kasih kepada si supir…seperti gadis itu. Ternyata mengucapkan terima kasih itu tidak mudah…bahkan sulit bagi sebagian orang yang memang tidak terbiasa, seperti diriku….padahal seharusnya si supir angkot itu sangat pantas menerima ucapan terima kasih dari setiap penumpang.

Ya Allah … ringankan diriku untuk bisa berucap terima kasih kepada siapapun yang telah membantu.


Posted in Uncategorized |

3 Responses

  1. ati Says:

    Terima kasih, Pak sudah mengingatkan kembali pada budaya yang nyaris hilang…


  2. Bambang Wahyudi Says:

    Terima kasih pak Budi …


  3. toswari Says:

    Tenang pak, saya masih mengucapkan kalimat terima kasih ketika naik angkot… :) kan gadis tadi minimal ada temanya..hehehe..


Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.