karami Blog

Batu dan Dahan Jambu

October 16th, 2008 by karami


“Ada apa dengan anak bangsa ini….., mahasiswa kok mendulukan okol daripada akal”. Pembaca mungkin ikut juga heran atas kejadian tawuran antar mahasiswa  UKI dan YAI Selasa, 14 Oktober lalu. Percis seperti uneg-uneg penulis yang terlampiaskan dalam kalimat pertama tulisan ini. Dalam setiap tawuran, salah satu ’senjata’ yang populer untuk digunakan adalah batu. Jadilah saling lempar benda keras tersebut, seperti tawuran UKI dan YAI itu….

Anda pasti tahu, batu itu mempunyai sifat kaku, keras bahkan sulit hancur……..kecuali oleh benda yang lebih keras dan lebih besar !  Maka pantaslah ‘batu’ kita jadikan simbol yang pas untuk mewakili pemikiran dari para mahasiswa yang melakukan tawuran itu. Mereka yang kita gadang-gadang sebagai ‘agent of change’, ternyata punya pemikiran/pendapat yang kaku bahkan cenderung keras kepala, ada perbedaan pandangan bukannya dirembuk, dicarikan solusi yang baik…..malah tawuran.

Setiap fenomena yang terjadi, sebaiknya kita introspeksi…..bisa jadi kita sebagai teman, orang tua bahkan guru atau dosennya ikut andil kesalahan, sehingga mahasiswa kita jadi seperti itu. Mahasiswa kita itu harusnya dibentuk seperti dahan pohon jambu…….inilah simbol yang saya rasa pas, untuk mewakili satu sifat yang ingin saya usulkan agar menjadi karakter utama mahasiswa kita atau bahkan manusia indonesia, yaitu: “KELENTURAN…..”

Lentur itu tidak mudah patah tapi bisa dibengkok-bengkokkan, ia kuat tapi ulet/lemas (tlg bedakan dengan tdk bertenaga !!). Secara lebih konkrit bisa diartikan bahwa mahasiswa seharusnya memiliki prinsip dan memegangnya secara teguh. Tapi harus punya juga sikap: toleran dan fleksibel. Saya yakin dengan mendahulukan sikap ‘Lentur’ perbedaan pandangan/pemikiran akan benar-benar menjadi rahmat buat kita….bukan bencana, seperti kasus tawuran……..

BudiPri


Posted in Uncategorized | 3 Comments »

Mulai Dari ‘Nol’………..

October 10th, 2008 by karami


Puncak ibadah umat Islam ditandai dengan datangnya ramadhan, kewajiban zakat diujungnya dan Idul Fitri. Apabila rekan-rekan sering nonton TV, Ramadhan 2008 ini ditandai dengan munculnya iklan Pertamina Pasti Pas. Satu frase yang dipopulerkan adalah ‘Mulai dari Nol’…..

Dikisahkan seorang petugas SPBU, sebelum melayani pelanggan menunjuk alat ukur yang disertai dengan frase: Mulai dari Nol ya pak……..Si pelanggan yang sudah bapak-bapak itu tidak merespon, bahkan bersikap sinis. Juga saat adzan maghrib sebagai tanda berbuka puasa tiba  bapak-bapak itu mengatakan tidak! dengan muka ketus atas anjuran petugas SPBU untuk berbuka puasa di sebuah toko yang menjual makanan diareal SPBU tersebut. Akhir episode dikisahkan bahwa saat idul fitri menjelang si Bapak-bapak itu menyadari akan kesalahannya yang sudah-sudah……sehingga saat mengisi BBM dia minta maaf kepada si petugas tersebut, seraya mengatakan dari nol lagi yam as….. Pesan dari cerita ini terkait dengan produk yang diiklankan. yaitu Pertamina akan melayani konsumen dengan ramah dan dengan ukuran yang tepat.  Sebuah iklan  yang menurut saya  tepat  Content  dan tepat waktu. Tapi…….tulisan ini  tak hendak membahas sisi marketing…….Saya  hanya akan mengexplorasi  kata kata  ‘Mulai dari Nol’ itu tadi dari sudut pandang yang lain yang mungkin nyeleneh.

Mulai dari Nol, setelah idul fitri ini saya maknai dengan beberapa arti:

 

1.      Arti sesungguhnya (inipun kalau tidak salah ya..) adalah manusia dalam keadaan fitrah setelah melakukan ibadah ramadhan, mensucikan hartanya dengan berzakat, sholat ied dan akhirnya bermaaf-maafan. makanya sering ada istilah kosong-kosong. Manusia seolah dilahirkan kembali…..Mulai dari Nol lagi !

2.      Fenomena lain dari idul fitri atau lebaran adalah budaya pulang mudik. Orang beramai-ramai kembali ke kampung halamannya. Bagi sebagian orang tak jadi masalah apabila uang yang dikumpulkan sebelas bulan sebelum idul fitri harus habis hanya dalam hitungan hari untuk mengongkosi mudik dan pengeluaran-pengeluaran lain yang terkait dengan mudik. Sehingga tak heran setelah pulang kembali ke kota dimana ia harus bekerja, dia  mengalami  keadaan :Mulai  dari  Nol lagi……..!

3.      Dengan kondisi ekonomi yang masih  lesu seperti ini,  biasanya kota besar menjadi magnet bagi para pendatang. Dilatar belakangi keadaan yang sulit mencari rejeki di desa, padahal harus membiayai hidup istri dan investasi masa depan anak, maka berbondong-bondonglah para tenaga kerja produktif  mengalir ke kota. Mereka rela meninggalkan kampung halaman dan semua yang telah dimilikinya. Mereka melangkah gamang menyerbu kota…..dengan tekad memulai hidup yang baru…….alias Mulai dari Nol !

Dari apa yang saya sampaikan tadi, manakah yang paling cocok untuk kita ?…….kalau saya sendiri malu; karena harusnya yang penting adalah yang nomor satu. Tapi jawabnya pasti belum tentu. Karena bukan saya yang menilai…..hanya Allah yang tahu. Sedangkan No. 3 Juga bukan, karena saya sudah menginjak kaki di kota Depok sejak 1992 untuk mencari sesuap nasi. Jadi saya yakin…..pembaca akan dapat menyimpulkan, kondisi yang paling tepat untuk saya di nomor berapa. Inilah bukti kelemahan saya…..disaat Allah telah melimpahkan rizkinya, umatmu ini tidak dapat memanage dengan baik. Sehingga setelah mudik ber Idul Fitri selalu berulang dari Nol lagi, dari Nol lagi !, tapi maaf kan saya ya Allah ….. apabila saya punya pikiran bahwa apa yang saya dapat rasanya memang hanya itu, hanya cukup memenuhi biaya pokok sehari-hari saja…..sekali lagi maaf kan saya ya Allah. Karena apa yang saya sampaikan ini kayaknya satu statemen yang tidak mensyukuri nikmat Allah.

 

Semoga keadaan ini tidak terjadi pada rekan-rekan……….Amin !

 

BudiPri


Posted in Uncategorized | 1 Comment »


Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.