October 1st, 2009 by karami
Asslamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat pagi…..bapak/Ibu/sdr sebangsa dan setanah air. Akhir-akhir ini
kita sama-sama mengalami banyak bencana yang menerjang bumi pertiwi
Indonesia. Saya rasa kita sepakat bahwa masih akan sangat lama sembuhnya
luka dan tercabik-cabiknya hati bangsa ini akibat teror bom, sekarang kita
dikagetkan lagi dengan gempa dahsyat yang mengguncang, dari Tasik hingga
Bumi Minang. Tapi rasanya sederet bencana tadi belum juga mampu
menyadarkan bahwa kita ini seharusnya menjadi satu. Satu hati, satu jiwa,
satu gerak langkah…
Sampai-sampai budayawan kondang Emha mengatakan bahwa tak ada tragedi
sengeri apapun, tidak ada bencana sedahsyat apapun, tidak ada gempa bumi
dan gunung meletus -juga bom Bali dan Marriot- yang sanggup mengetuk hati
para pemimpin bangsa Indonesia untuk saling menyapa dan berkumpul. Baik
yang Presiden, yang mantan Presiden, yang politisi, yang begawan, yang
militer, yang resi, yang pemuka agama, yang ilmuwan, atau siapa saja, juga
yang bukan siapa-siapa.
Oleh karena itu ayolah kita orang-orang tua duduk melingkar. Keadaan
bangsa dan negara kita sudah sedemikian parahnya. Kali ini, hingga nanti
waktu yang layak. Sudah tak ada kepantasan lagi untuk terus bersibuk
mempertentangkan kepentingan antar kelompok kita. Sudah terlalu hina untuk
terus berkonsentrasi pada keuntungan-keuntungan sepihak. hari ini juga
kita harus berunding, melakukan rekapitulasi nasional, memulai kembali
satu perjalanan kebangsaan. Musuh kita bersama tak kurang-kurang kuatnya,
yang dari luar maupun di dalam diri kita semua….”
Untuk itu selain apa yang sudah disampaikan Cak Nun di atas, melalui email
ini saya mengajak (lebih tepatnya mengingatkan) kepada seluruh warga
sebangsa dan setanah air, agar dalam doa yang telah rutin dipanjatkan
setiap hari, tolong diselipkan doa secara khusus bagi keselamatan,
ketabahan dan ketentraman hati bagi saudara-saudara kita di Tasik dsk, di
Padang dsk dan diseluruh wilayah Indonesia yang tengah dilanda musibah.
Dan Tak lupa juga kita berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara kita….
Akhirnya secara pribadi saya mengucapkan rasa bela sungkawa yang sangat
tak terhingga atas jatuhnya korban akibat bencana gempa bumi di Padang
dsk…semoga arwah para korban tersebut diterima disisi Allah Swt dan
keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan…amiiiin
Wass. Wr. Wb.
Posted in Uncategorized | No Comments »
September 1st, 2009 by karami
Guru kita tak terhitung jumlahnya….. dan menurutku tidak ada sebutan mantan guru. Kalau kita jeli, setiap yang terjadi pada kita dan alam dengan segala fenomenanya adalah guru. Dalam kaitan itu, ada anjuran kepada kita untuk selalu memaknai dan mengambil hikmah dari setiap apa yang terjadi. Kalaulah kita dapat memaknai dan mengambil hikmah dari setiap apa yang terjadi maka berbahagialah, karena kita tergolong manusia yang ‘berhasil’.
Dengan bekal makna yang didapat kita harus selalu bergerak, kita tidak boleh berhenti……setiap kali kita berhasil menuju satu terminal yang kita dambakan, saat itu pulalah kita harus segera ‘pergi’ meninggalkan terminal tersebut….untuk menuju ke terminal berikutnya. Dan dimankah terminal terakhir kita?
Senin, 31 Agustus 2009, teman terbaikku…..Ritandiyono telah meninggalkan kita, menurutku Beliau telah sangat memahami makna ‘pergi’ yang hakiki….perginya beliau tidaklah kemana-mana. Perginya adalah ‘kembali’. Dan siapapun kita ….. perginya kita adalah ‘kembali’
Selamat kembali……teman terbaikku
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 27th, 2009 by karami
Walaupun bom bunuh diri itu telah lewat beberapa minggu lalu, ada saja sisi menarik yang dapat diperbicangkan sebagai bahan refleksi. Hampir semua warga dunia dari level petinggi negara, artis ataupun rakyat biasa mengutuk habis setiap kali terjadi teror bom seperti ini. Saya juga punya pendapat yang sama dengan orang kebanyakan tadi, cuma alasan kenapa saya mengutuk mungkin agak berbeda. Bagiku teror bom seperti kemarin sebenarnya telah menabrak logika umum. Logika yang mana? Kata orang bijak: 1. Bahwa untuk mencapai sesuatu tidak ada kata ‘jalan pintas’, Keinginan akan meraih sesuatu harus melalui sebuah proses. Alasan yang digunakan untuk melakukan teror bom yang sering saya dengar adalah ‘Jihad’, Si pelaku melakukan bom bunuh diri dengan harapan akan meraih surga. Seiring dengan gelegar bunyi bom, tubuh si pelaku tercerai berai, nyawapun melayang, sesaat setelah itu gerbang surga menanti. Begitu kira-kira bayangan si pelaku……menurut saya bukankah ini termasuk pemikiran yang pro ‘jalan pintas’. Menginginkan sesuatu (surga) dengan membunuh dirinya sendiri. Bukankah lahir dan mati itu hak ‘prerogratifnya’ Allah. Sah saja kalau saya men ‘judge’ bahwa si pelaku tidak mau/tidak mampu menempuh pahit getirnya kehidupan … untuk mencapai surga. 2. Hidup janganlah egois….!!!! kalau boleh meneruskan jalan pemikiran pelaku bom bunuh diri seperti di atas berarti si pelaku masuk surga. Dia masuk surga sementara korban yang lain bagaimana, terus keluarga yang ditinggalkan (baik keluarga pelaku atau korban) kelak akan bagaimana, Kan masih tanda Tanya to? logika saya mengatakan ‘kalau masuk surga baiknya itu ya mbok ngajak-ngajak jangan sendirian’…kalau begitu egois kan dia? Bukankah sebaiknya seperti ulama (kiai/uztadz) yang selalu menyeru akan jalan kebaikan sehingga manusia akan sampai ke surga dalam jumlah sebanyak-banyaknya. Itulah pemikiran saya yang sangat awam, yang sadar tidak tau banyak tentang konsep ‘jihad’. Mohon maaf…..
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
February 4th, 2009 by karami
Judul ini sengaja saya angkat, terkait dengan peristiwa meninggalnya Ketua DPRD Sumut: Abdul Aziz Angkat, Selasa (3/2), yang diduga akibat aksi anarkis sekelompok masa yang berdemo di Kantor DPRD Sumut.
Bisa jadi ini merupakan lambang kibasan bendera start, atas akan jatuhnya korban-korban yang berikutnya. Wajar saja saya khawatir akan terbuktinya pernyataan tadi secara pelan tapi pasti, mengapa? Kita semua tahu, tahun 2009 ini adalah tahun pemilihan umum. Dan kita sudah sering mengalami banyak pengalaman, setiap kali pemilu tidak sedikit korban berjatuhan sia-sia.
Saya pribadi sebenarnya sangat tidak menghendaki hal itu terjadi. Untuk itu, melalui tulisan singkat ini saya berharap agar kita semua sebagai sesama bangsa Indonesia:
- Apabila karena kapasistas Saudara sebagai tokoh Politik/ masyarakat sehingga memungkinkan untuk mempengaruhi opini public, janganlah karena kelebihan kreativitas dan kehebatan saudara digunakan untuk memprovokasi masa demi satu tujuan yang mungkin sangat sempit (pribadi), yaitu meraih kekuasaan.
- Apabila karena posisi anda (saya juga termasuk) sebagai rakyat biasa yang sangat empuk dijadikan objek tokoh-tokoh politik/masyarakat seperti yang saya sebutkan tadi, tolong kita selalu waspada untuk tidak mudah terprovokasi atau terbujuk rayu.
- Ada baiknya kita membentuk lingkaran-lingkaran kecil yang di dalam lingkaran itu kita saling memperkaya diri kita, saling memberi input satu sama yang lain untuk mewujudkan kedamaian di muka bumi.
Dengan itu semoga tidak terjadi/terulang lagi saudara-saudara kita yang mati sia-sia karena dibunuh oleh mesin yang diciptakan oleh manusia. Bisa saja mesin itu bernama politik……seperti kasus tadi.
Posted in Uncategorized | No Comments »
January 19th, 2009 by karami
Badan yang besar dan tubuh yang kokoh dari sebuah burung besi Airbus A320 tidak mampu ”mengalahkan” sekawanan besar burung angsa yang melintas membentuk tabir raksasa di depannya. Ibarat seekor gajah melawan sekawanan semut, sang gajah pun kemudian jatuh tersungkur.
Kalimat di atas saya kutipkan dari harian Kompas yang terbit pada Senin, 19 Januari 2009 sebagai komentar atas peristiwa pendaratan darurat di sungai Hudson yang dialami oleh pesawat Airbus A320 yang dioperasikan US Airways, bernomor penerbangan 1549, hanya lima menit setelah lepas landas dari Bandara LaGuardia, New York, Kamis (15/1).
Kurang gagahkah pesawat Airbus A320, dengan panjang body total mencapai 37,57 M, panjang sayap yang membentang sepanjang 34,09 M dan berat mencapai lebih 65 ton, yang kalau kita terlindas pasti hancur berkeping-keping dibuatnya….…tapi harus tunggang langgang menghadapi segerombolan burung angsa.
Burung angsa tidak mungkin diciptakan oleh kehebatan otak manusia (sekaliber Einstein sekalipun) dan juga kebiasaan terbang burung angsa yang membetuk tabir raksasa adalah sebagian kecil, bahkan sangat kecil dari karya sang Maha Berkarya….
Satu pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini adalah sehebat apapun benda, barang, bahkan mungkin sistem yang dibuat oleh manusia tak akan berarti apa-apa, dan akan terkapar lalu tunduk apabila berhadapan dengan Sang Maha Hidup. Dalam kasus ini baru sepasukan kecil saja dari pasukan yang sangat tak terhingga yang dimiliki oleh Sang Maha Hidup.
Posted in Uncategorized | 2 Comments »
January 19th, 2009 by karami
22 Desember…..“Mother Day’s”. Tak terbilang yang telah dilakukan oleh seorang ibu….bagi anak-anaknya, bisa jadi banyak diantara anak-anak itu telah/sedang menjadi pemimpin yang mengubah peradaban umat manusia. Siapa yang tak kenal Nabi Muhammad, Isa, Buddha Gautama………terus Colombus, Karl Marx, Einstein, Mahatma Gandhi dst. Satu yang perlu dicatat adalah, semua terlahir dari rahim seorang Ibu.
Tokoh-tokoh tadi menjadi besar dalam dekapan/terselimuti (covered) nilai-nilai yang telah dari sananya ter’embedded’ di dalam diri Ibu mereka masing-masing. Didalam rentang dekapan ibu inilah ada nilai pengorbanan dan kasih sayang. Dengan nilai ini mereka tumbuh dari kanak-kanak menjadi dewasa, dan selanjutnya berkarya mengubah wajah dunia.
Fitrah seorang ibu adalah akan sangat berbahagia bila dia bisa memberi/membagi kasih sayang dan melakukan pengorbanan-pengorbanan demi sang anak. Dan sebaliknya…Ibu akan merasa bersedih bukan kepalang kalau tidak bisa membahagiakan anak-anaknya.
Didalam diri anak-anak tertampil sosok/wajah yang merupakan hasil karya Ibunya. Wajah anak-anak itu selalu tersenyum ceria, tingkah polah mereka penuh dengan nilai kerjasama, permusuhan/perselisihan adalah sangat sementara. sungguh suatu keadaan yang tenteram dan damai…
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
November 15th, 2008 by karami
Bagi orang Muslim, pada waktu belajar agama di kelas, sang guru sering melontarkan pertanyaan: Sholat lima waktu, puasa bulan ramadhan, itu hukumnya apa? Sang murid serempak menjawab: Wajib……….!!! Berbohong, berbuat jahat kepada orang lain, hukumnya apa? Dijawab lagi: Haram……..!!!
Orang Islam sangat mengenal hukum semacam itu. Kalau dilengkapi, antara halal dan haram itu ada Sunah, Mubah dan Makruh. Penulis yakin, pembaca tahu betul apa arti dari masing-masing hukum tadi. Berikut saya tulis ulang secara singkat:
- Wajib adalah apabila suatu aktivitas dilakukan, maka pelaku akan diberikan ganjaran kebaikan (pahala), sedang bila ditinggalkan maka akan menjadikan yang meninggalkannya berdosa.
- Sunnah adalah apabila suatu aktivitas dilakukan, maka pelakunya mendapatkan kebaikan (pahala), namun bila ditinggalkan tidak mendapatkan dosa.
- Mubah adalah aktivitas yang boleh untuk dilakukan, bahkan lebih condong kepada dianjurkan (bersifat perintah), namun tidak ada janji berupa pahala terhadapnya.
- Makruh adalah suatu aktivitas yang dilarang namun tidak terdapat konsekuensi bila melakukannya. Atau dengan kata lain perbuatan makruh dapat diartikan sebagai perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan.
- Haram adalah sebuah status hukum terhadap suatu aktivitas atau keadaan suatu benda (misalnya makanan). Aktivitas yang berstatus hukum haram atau makanan yang dianggap haram adalah dilarang secara keras. Orang yang melakukan tindakan haram atau makan binatang haram ini akan mendapatkan konsekuensi berupa dosa.
Terinspirasi dari ke lima hukum tadi, saya jadi teringat bahwa saya harus introspeksi karena saya ultah di saat tulisan ini dibuat.
Materi introspeksi saya kali ini adalah mengenai: keberadaan saya sebagai individu di dunia ini. Menurut saya keberadaan saya di dunia inipun juga bisa ’dihukumi’ seperti di atas……..maksudnya begini:
- Kalau keberadaan saya di dunia ini memberi manfaat bagi orang banyak, dan sebaliknya ketiadaan saya membuat orang banyak jadi sulit/merugi/merasa kehilangan, dst, maka ….wajiblah saya hadir di dunia ini.
- Tetapi kalau keberadaan saya di dunia ini banyak merugikan orang lain dan sebaliknya ketiadaan saya menjadikan dunia tenteram dan damai, maka haramlah saya ……ada di antara kalian
- Apabila saya hadir di dunia bisa memberi manfaat, dan tidak hadirnya saya di dunia ini menjadikan orang lain tidak merasa kehilangan apapun, maka …..Sunnahlah saya.
- Dan jika ada atau tidaknya saya tidak ’ngaruh’, bisa jadi saya ini mubah atau makruh.
- Dan seterusnyalah………..
Untuk itu bantulah saya, berikanlah jawaban, tergolong manusia macam manakah saya : Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh atau haram?
Budi Pri
Posted in Uncategorized | 3 Comments »
November 11th, 2008 by karami
Setiap orang mendambakan kesuksesan dalam hidupnya. Namun tidak semua orang dapat mencapainya. Ada orang yang sukses dan sebaliknya, tidak sedikit yang gagal. Ternyata ada faktor penting yang menjadikan seseorang menjadi gagal atau sukses. Faktor itu adalah ‘Keberaian’. Ada 5 jenis keberanian yang harus kita miliki jika kita mendambakan kesuksesan dalam hidup.
Pertama, berani bercita-cita. Orang sukses mempunyai cita-cita yang tinggi, harapan masa depan yang lebih baik. Sementara orang yang gagal biasanya tidak memiliki cita-cita yang tinggi, atau bahkan tidak memilikinya sama sekali. Penetapan cita-cita oleh seseorang, berarti orang tersebut memiliki panduan dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Fungsi cita-cita disini adalah sebagai ‘goal’ atau tujuan. Dengan demikian cita-cita akan memacu ikhtiar dan pola hidup yang terencana dan teratur.
Kedua, berani memulai. Perjalanan ribuan kilometer dimulai dari satu langkah awal. Ini sangat penting, karena banyak orang yang memiliki cita-cita tinggi namun tidak mempunyai keberanian untuk memulainya.
Ketiga, berani berproses. Tak ada kesuksesan yang datang dalam sekejap mata. Adalah Sunatullah bahwa segala sesuatu di dunia ini bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Berproses berarti rela menjalani keras dan pahitnya perjuangan untuk menggapai sukses.
Keempat, berani berkorban. Tak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. Keberhasilan yang kita raih akan berbanding lurus dengan pengorbanan yang telah dilakukan. Pengorbanan tidak hanya dalam bentuk materi seperti harta atau uang. Ketika mengisi waktu luang, anda memilih melakukan kegiatan pengembangan diri, misal: belajar, mengikuti pelatihan, training dll daripada kegiatan bersenang-senang seperti nonton tv/bioskop, nongkrong, dugem dan kegiatan lain yang sejenis, berarti anda telah mengorbankan potensi untuk mendapatkan kesenangan. Tetapi yakinlah: bahwa hal demikian adalah merupakan investasi masa depan.
Kelima, Berani evaluasi diri. Setiap kesuksesan yang kita raih harus menjadi alat bagi kita untuk menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur. Rajin-rajinlah kita merenung, mengevaluasi diri dan bertanya kepada orang-orang terdekat tentang sikap dan perilaku kita, agar keberhasilan yang kita raih tidak menjadikan kita sombong dan angkuh.
Mulyadi
Budi Pri
Posted in Uncategorized | 5 Comments »
October 16th, 2008 by karami
“Ada apa dengan anak bangsa ini….., mahasiswa kok mendulukan okol daripada akal”. Pembaca mungkin ikut juga heran atas kejadian tawuran antar mahasiswa UKI dan YAI Selasa, 14 Oktober lalu. Percis seperti uneg-uneg penulis yang terlampiaskan dalam kalimat pertama tulisan ini. Dalam setiap tawuran, salah satu ’senjata’ yang populer untuk digunakan adalah batu. Jadilah saling lempar benda keras tersebut, seperti tawuran UKI dan YAI itu….
Anda pasti tahu, batu itu mempunyai sifat kaku, keras bahkan sulit hancur……..kecuali oleh benda yang lebih keras dan lebih besar ! Maka pantaslah ‘batu’ kita jadikan simbol yang pas untuk mewakili pemikiran dari para mahasiswa yang melakukan tawuran itu. Mereka yang kita gadang-gadang sebagai ‘agent of change’, ternyata punya pemikiran/pendapat yang kaku bahkan cenderung keras kepala, ada perbedaan pandangan bukannya dirembuk, dicarikan solusi yang baik…..malah tawuran.
Setiap fenomena yang terjadi, sebaiknya kita introspeksi…..bisa jadi kita sebagai teman, orang tua bahkan guru atau dosennya ikut andil kesalahan, sehingga mahasiswa kita jadi seperti itu. Mahasiswa kita itu harusnya dibentuk seperti dahan pohon jambu…….inilah simbol yang saya rasa pas, untuk mewakili satu sifat yang ingin saya usulkan agar menjadi karakter utama mahasiswa kita atau bahkan manusia indonesia, yaitu: “KELENTURAN…..”
Lentur itu tidak mudah patah tapi bisa dibengkok-bengkokkan, ia kuat tapi ulet/lemas (tlg bedakan dengan tdk bertenaga !!). Secara lebih konkrit bisa diartikan bahwa mahasiswa seharusnya memiliki prinsip dan memegangnya secara teguh. Tapi harus punya juga sikap: toleran dan fleksibel. Saya yakin dengan mendahulukan sikap ‘Lentur’ perbedaan pandangan/pemikiran akan benar-benar menjadi rahmat buat kita….bukan bencana, seperti kasus tawuran……..
BudiPri
Posted in Uncategorized | 3 Comments »
October 10th, 2008 by karami
Puncak ibadah umat Islam ditandai dengan datangnya ramadhan, kewajiban zakat diujungnya dan Idul Fitri. Apabila rekan-rekan sering nonton TV, Ramadhan 2008 ini ditandai dengan munculnya iklan Pertamina Pasti Pas. Satu frase yang dipopulerkan adalah ‘Mulai dari Nol’…..
Dikisahkan seorang petugas SPBU, sebelum melayani pelanggan menunjuk alat ukur yang disertai dengan frase: Mulai dari Nol ya pak……..Si pelanggan yang sudah bapak-bapak itu tidak merespon, bahkan bersikap sinis. Juga saat adzan maghrib sebagai tanda berbuka puasa tiba bapak-bapak itu mengatakan tidak! dengan muka ketus atas anjuran petugas SPBU untuk berbuka puasa di sebuah toko yang menjual makanan diareal SPBU tersebut. Akhir episode dikisahkan bahwa saat idul fitri menjelang si Bapak-bapak itu menyadari akan kesalahannya yang sudah-sudah……sehingga saat mengisi BBM dia minta maaf kepada si petugas tersebut, seraya mengatakan dari nol lagi yam as….. Pesan dari cerita ini terkait dengan produk yang diiklankan. yaitu Pertamina akan melayani konsumen dengan ramah dan dengan ukuran yang tepat. Sebuah iklan yang menurut saya tepat Content dan tepat waktu. Tapi…….tulisan ini tak hendak membahas sisi marketing…….Saya hanya akan mengexplorasi kata kata ‘Mulai dari Nol’ itu tadi dari sudut pandang yang lain yang mungkin nyeleneh.
Mulai dari Nol, setelah idul fitri ini saya maknai dengan beberapa arti:
1. Arti sesungguhnya (inipun kalau tidak salah ya..) adalah manusia dalam keadaan fitrah setelah melakukan ibadah ramadhan, mensucikan hartanya dengan berzakat, sholat ied dan akhirnya bermaaf-maafan. makanya sering ada istilah kosong-kosong. Manusia seolah dilahirkan kembali…..Mulai dari Nol lagi !
2. Fenomena lain dari idul fitri atau lebaran adalah budaya pulang mudik. Orang beramai-ramai kembali ke kampung halamannya. Bagi sebagian orang tak jadi masalah apabila uang yang dikumpulkan sebelas bulan sebelum idul fitri harus habis hanya dalam hitungan hari untuk mengongkosi mudik dan pengeluaran-pengeluaran lain yang terkait dengan mudik. Sehingga tak heran setelah pulang kembali ke kota dimana ia harus bekerja, dia mengalami keadaan :Mulai dari Nol lagi……..!
3. Dengan kondisi ekonomi yang masih lesu seperti ini, biasanya kota besar menjadi magnet bagi para pendatang. Dilatar belakangi keadaan yang sulit mencari rejeki di desa, padahal harus membiayai hidup istri dan investasi masa depan anak, maka berbondong-bondonglah para tenaga kerja produktif mengalir ke kota. Mereka rela meninggalkan kampung halaman dan semua yang telah dimilikinya. Mereka melangkah gamang menyerbu kota…..dengan tekad memulai hidup yang baru…….alias Mulai dari Nol !
Dari apa yang saya sampaikan tadi, manakah yang paling cocok untuk kita ?…….kalau saya sendiri malu; karena harusnya yang penting adalah yang nomor satu. Tapi jawabnya pasti belum tentu. Karena bukan saya yang menilai…..hanya Allah yang tahu. Sedangkan No. 3 Juga bukan, karena saya sudah menginjak kaki di kota Depok sejak 1992 untuk mencari sesuap nasi. Jadi saya yakin…..pembaca akan dapat menyimpulkan, kondisi yang paling tepat untuk saya di nomor berapa. Inilah bukti kelemahan saya…..disaat Allah telah melimpahkan rizkinya, umatmu ini tidak dapat memanage dengan baik. Sehingga setelah mudik ber Idul Fitri selalu berulang dari Nol lagi, dari Nol lagi !, tapi maaf kan saya ya Allah ….. apabila saya punya pikiran bahwa apa yang saya dapat rasanya memang hanya itu, hanya cukup memenuhi biaya pokok sehari-hari saja…..sekali lagi maaf kan saya ya Allah. Karena apa yang saya sampaikan ini kayaknya satu statemen yang tidak mensyukuri nikmat Allah.
Semoga keadaan ini tidak terjadi pada rekan-rekan……….Amin !
BudiPri
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
« Previous Entries