education12 May 2008 02:27 pm

Sudah lama sekali kata ini didengungkan oleh semua pihak “LINK AND MATCH”, tapi kenyataan dilapangan masih sangat rendah penerapannya. Problem klasik dari dua kubu adalah :

Perguruan Tinggi : “Kami mencetak lulusan siap belajar bukan siap kerja”

Pemakai Tenaga Kerja : “Lulusan dari perguruan tinggi tidak memiliki kompetensi yang memadai”

Kalau kita balik pertanyaan kepada Pemakai Tenaga Kerja, “Seberapa jauh sumbangsih perusahaan/institusi anda mendukung Tenaga Kerja agar sesuai dengan harapan anda?”. Jawabannya sudah pasti “Ini bukan tugas kami, ini tugas perguruan tinggi”

Dan hal yang sama kalau kita balik ke Perguruan Tinggi, “Seberapa jauh perguruan tinggi dalam mempersiapkan proses belajar-mengajar secara real melibatkan pemakai Tenaga Kerja?” Jawabannya : “Mereka kan tidak tahu menyusun kurikulum”.

Melihat kondisi di atas maka sangat disadari sangat sulit untuk mewujudkan Link and Match, sebab kita berjalan sendiri-sendiri. Alangkah lebih indahnya jika kegiatan kebersamaan antara Perguruan Tinggi dan Pemakai Tenaga Kerja bisa dilakukan dengan mesra. Contoh kecil yang saya ingat waktu menempuh pendidikan di Australia adalah :

  • Pengajar pada bidang dan level tertentu wajib magang di perusahaan selama bbrp bulan setiap 5 tahun. Tujuan untuk sinkronisasi kebutuhan materi pengajaran.
  • Beberapa pekerja dari perusahaan wajib menjadi dosen tamu di perguruan tinggi, untuk menginformasikan kebutuhan tenaga kerja dan memberikan kondisi kerja nyata yang ada di lapangan.
  • Banyak dibangun laboratorium di perguruan tinggi yang ruangan dimiliki oleh perguruan tinggi, tapi peralatan oleh perusahaan. Sehingga kalau ada client dari perusahaan akan pelatihan maka dilakukan di lab itu dengan komposisi pengajar 50-50. Tetapi jika lab menganggu bisa sebenuhnya dimanfaatkan oleh perguruan tinggi.
  • Kegiatan pameran lowongan kerja dan magang yang dilakukan bersama antara kampus dan perusahaan-perusahaan, hampir rutin dilakukan setiap tahun pada open house untuk menarik mahasiswa baru dan para alumni.

3 Responses to “Link and Match”

  1. on 30 Nov 2008 at 8:27 pm nozel

    masukan n perbandingan yg bagus tuh…
    perguruan tinggi kita harus mencontohnya supaya pengangguran sarjana tidak semakin meningkat.

  2. on 09 Apr 2009 at 11:47 pm nick_noacel

    http://www.message_careleltrors.com/

  3. on 08 Apr 2010 at 11:56 am XdhiX

    ijin copas pak utk d forum saya.. mudah2an bsa jd inspirasi kmpus….
    thanks..

Trackback this Post | Feed on comments to this Post

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.