INDONESIA….INDONESIA…..ATAU SAYA YANG TIDAK PUNYA IDENTITAS (???)

Beberapa kali punya kesempatan melihat negara lain, ada satu hal yang pasti saya alami : kehilangan identitas. Pengalaman pertama saat kuliah di Asian Institute Technology (AIT) selama tahun 1993-1994. Begitu bertemu orang baru yang bukan orang Indonesia, percakapan kira-kira akan terjadi seperti ini:

Hi….how are you? Are you Philippines? Are you Thai? Oh…no…so you are from Malaysia?

Itu pertanyaan kalau orang asing yang baru ketemu itu bukan orang Thailand. Kalau orang barunya orang Thailand, mereka akan langsung nyerocos ngajak ngobrol dalam bahasa Thailand.

Dan kalau akhirnya saya bilang…No, I’m from Indonesia. Mereka akan kaget. Kaget entah karena gak pernah dengar Indonesia, atau karena wajah saya kagak ada Indonesia-Indonesianya acan. Dua tahun di Thailand belum pernah ada orang yang langsung bisa menebak ”Are from Indonesia?”

Setelah ada kesempatan pergi ke beberapa Negara lainnya, ternyata pengalaman ini tidak berubah. Makin mengherankan, karena lebih memungkinkan bagi orang yang baru saya ketemui menebak saya sebagai orang Brazil, Jepang, China, tentu saja di luar sebagai orang Thailand. Pada umumnya memang orang yang baru ketemu saya selalu menduga saya orang Thailand. Senang juga sih, berarti agak mirip dikit kan. Jadi bisa merasa diri agak cantik dikit….hehehehehhehe.

Anehnya, di Jerman, beberapa orang asing yang sempat ngobrol dengan saya, selalu langsung menebak ”You are Brazil?” Ini yang sangat mengherankan emang, karena menurut saya, tidak ada sedikitpun penampilan fisik saya yang menunjukkan sebagai wanita Brazil. Kayak langit dan bumi bahkan menurut saya.

Pengalaman paling menggelikan dianggap sebagai orang Thailand terjadi tahun lalu. Saat perjalanan pulang dari India (juga), petugas yang saya temui (karena mau ganti pesawat), langsung menyapa dengan sangat ramah dan nyerocos dalam bahasa Thailand. Saya sih emang gak kaget, karena sudah terbiasa mengalaminya. Bahkan kalo tidak penting untuk mengerti apa yang mereka omongin, meskipun hanya ngomong ke saya, biasanya saya pura-pura mengerti saja dengan cara melemparkan senyum termanis. Karena kadang-kadang kalo saya bilang ”I don’t understand” suka ada yang langsung diam. Nah yang ini, yang sudah nyerocos dan sangat ramah ini, ternyata tidak bisa menerima saat saya bilang ”English please.” Dia langsung cemberut, ngomongnya langsung galak saat minta dokumen yagn dibutuhkan, dan meletakkan barang-barang yang dia pegang itu atau mengambil kertas dan paspor dari tangan saya dengan cara kasar. Dan tidak ngomong sama sekali lagi. Saya sih maklum, mungkin dia pikir saya pura-pura tidak mengerti bahasa Thailand karena tinggal di luar negeri….hehehehhehehe.

Di Brazil, saat jalan sama mbak Susy, orang sana langsung menoleh ke saya dengan bahasa mereka begitu merasa mbak Susy gak mengerti bahasa mereka. Mereka langsung berpikir minta bantuan menerjemahkan ke saya heheheheh. Orang Brazil emang payah bahasa Inggrisnya. Di bandara Paris, atau di pesawat Air France, ke saya mereka selalu berbahasa Perancis, tapi begitu ke mbak Susy mereka berbahasa Inggris.

Paling menyedihkan perjalanan baru-baru ini ke India. Biasanya di India mereka langsung menebak saya Thailand…kalau salah baru bilang Philippines. Kali ini, dari berbagai orang baru yang saya temui, begitu ketemu mereka mengatakan ”Are you Japan?” ”Are you China?” ”Are you Vietnam?” ”Are you Philippines?” Dan yang paling mengherankan…..orang India sendiri nanya ke saya ”You are India?” Secara statistic memang tetap terbanyak adalah “You are from Thailand?” dan semua mereka selalu kaget begitu saya jawab “No, I’m from Indonesia.”

Di sepanjang perjalanan pulang, selama sekitar 8 jam, saya bertanya-tanya dalam diri sendiri. Kenapa ya tidak pernah ada orang yang bisa menebak dari mana negara saya(???) Apa emang orang luar tidak familiar sama sekali dengan nama ”Indonesia”? Kalau memang iya, tugas kita berat sekali dong, apalagi tugasnya menteri parawisata (eh masih ada gak sih?). Kita harus memperkenalkan Indonesia lebiah giat ke luar negeri.

Atau…wajah saya yang tidak punya identitas? Perlu dipertanyakan seperti apa wajah orang Indonesia yang dibayangkan oleh orang-orang asing. PENELITIAN PERLU DILAKUKAN!!!!!giving feedback on closing ceremonialgiving feedback on closing ceremonial

2 Responses to “INDONESIA….INDONESIA…..ATAU SAYA YANG TIDAK PUNYA IDENTITAS (???)”

  1. Miris rasanya melihat Indonesia saat ini, banyak yang tidak mengenal indonesia
    bahkan yang lebih lucu lagi, ketika diajukan pertannyaan “do you know bali?” dengan cepat si bule bilang, yes i know!
    giliran ditanya “do you know indonesia?”, reaksi yang sama “What the indonesia??” dengan ekspresi yang ngak banget

    semoga banyak para ilmuan dari indonesia, supaya wajahnya familiar, amin

    Hidup bu hotniar :D

  2. Hello Jerimo,

    Ternyata kamu suka juga baca arsip-arsip lama ya….hehehehehhe. Iya, kita masing-masing yang harus mengubahnya. Kita tidak boleh melecehkan negara dan bangsa kita sendiri, kita mulai dari diri sendiri. Misalnya, saat dapat tugas menulis artikel atau tugas dalam Bahasa Indonesia, gunakanlah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan ketakutan orang lain (yang nota bene adalah orang Indonesia) tidak mengerti apa yang dimaksud. Bangga menjadi orang Indonesia bukan berarti kita hanya menyombongkan diri dengan omogn kosong, tapi dengan menghargai segala yang ada di Indonesia, menghargai penduduknya, menghargai pemerintahannya, menghargai bahasanya, menghargai budayanya, menghargai produknya, dst.

    Saya senang dengan semangat mu. Sejak kamu nyapa saya di Puncak saat penerjemahan, saya berdoa dalam hati semoga semua mahasiswa Gunadarma (khususnya) dan remaja Indonesia (umumnya) seperti Jerimo. Pertahankan itu ya Jerimo. Selalu belajar dan bersyukur.

    Eh..bukan cuma “hidup saya”…hidup bangsa Indonesia dong…hehehehehhe

    Good luck.

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.