Negeri Impian

DREAM LAND

 

Alangkah indahnya tanah ini.  Sawah gandum menghampar hijau dengan sangat rapid an luas.  Ada juga sedikit yang sudah menguning seperti emas, tapi tidak membuat pemandangannya rusak, malah semakin indah dan rapi.  Tanaman jagung juga dapat ditemukan dalam petak-petak yang lebih sempit, dan juga semakin menambah keindahan pemandangan.  Sawah gandum dan jagung begitu luasnya menghampar, tidak digantikan oleh gedung-gedung tinggi atau pabrik.  Rumah-rumah petani yang dibangun dengan model yang sama, bahkan konstruksinya juga, menambah keindahan pemandangan.  Bunga-bunga berwarna-warni mekar di balkon rumah-rumah petani.  Sangat indah.  Saya tidak bisa melukiskan keindahannya dengan kata-kata.  Saya khawatir kata-kata saya malah akan mengurangi keindahannya.  Saya hanya bisa bergumam…..NEGERI IMPIAN.

 

Dahulu kala, di dalam kepolosan dan keluguan kanak-kanak, saya bercita-cita jadi presiden.  Saya ingin membangun negaraku seperti negeri impian yang saya saksikan itu.  Saat itu, saya tidak pernah berniat atau membayangkan membangun kota dengan mercu suar tinggi atau gedung2 yang menjulang ke langit, atau jalan-jalan yang tumpang tindih, atau kehebatan-kehebatan lainnya yang orang pada umumnya anggap sebagai ciri modernitas dan teknologi tingkat tinggi.  Saya hanya ingin membangun pertanian dengan perkampungannya, yang sangat rapi, asri, nyaman, yang tidak akan merendahkan petaninya, petani yang sejahtera bukan buruh tani yang miskin, petani yang pintar bukan petani yang dibodoh-bodohin oleh tengkulak, petani yang bangga menyebutkan dirinya adalah PETANI.

 

Keindahan pemandangan ini hanya saya nikmati dari jauh, hanya dilihat dari kereta.  Saya ingin turun dan menyentuh semua gandum-gandum itu.  Saya ingin turun untuk mengukur tinggi semua gandum-gandum itu.  Saya ingin turun untuk melihat rumah petani itu dari dalam.  Saya ingin tinggal di sana.  Saya membayangkan rasanya pasti menakjubkan, dengan cuaca yang dingin, tinggal di rumah yang besar dan sangat indah desainnya, dikelilingi oleh hamparan gandum yang sangat luas, dan tentunya dikelilingi dengan kehangatan tetangga yang tidak berdesak-desakan seperti di kota.

 

Munchen nama aslinya, Munich nama internasionalnya…….ohhhh, saya ingin tinggal di pangkuanmu.  Saya ingin jadi petani.  Itu adalah jatuh cinta pada pandangan pertama.  Apakah keinginan saya hanya tinggal keinginan saja?  Apakah saya mampu menciptakan Munich kecilku di tanah airku tercinta?

 

Apakah ada dari antara nomor 1, 2 atau 3 yang bisa menciptakan Munich-munich kecil di Indo?  Kalau ada, kasih tau saya.  Saya akan mendaftar jadi pemilih dan akan mencoblos nomor itu.

9 Responses to “Negeri Impian”

  1. Lha, Niar sendiri milih tinggal di apartemen…, kenapa nggak tinggal yang rada ‘ndeso’ gitu….

  2. Bu, diupload dong fotonya biar bisa dibandingkan dengan indahnya negeri kita :) Masih ada kok tempat2 di tanah air tercinta ini yang bak negeri impian hehehe

  3. sebetulnya negara eropa adalah permulaannya adalah negara agraris, ya memang harus agraris dulu, gimana mau makan kalau ndak tanam gandum atau apa saja.
    Menurut statistik, devisa yang besar dari eropa adalah dari pertanian, seperti prancis dengan wine, jerman dengan beer, belanda dengan susu dll. Mereka berubah ke negara industri sejak berkembangnya iptek, terutama saat itu ilmu pesawat, artinya bisa meringankan beban kerja. setelah adanya iptek, maka mereka banyak nganggur, akhirnya mereka cari kesibukan baru, yaitu cari benua baru yang bisa didayakan dengan teknologi mereka.
    mereka dah gundulu hutan buat pertanian, buat pemanas saat musim dingin, buat rumah dll, sekarang mereka ndak punya hutan lagi.
    petani di eropa selalu dilindungi dari pasar bebas, karena mereka mengerti akan ketahanan pangan, gimana mau mikir kalau ndak makan. di prancis, orang atau kelompok petani minimal harus menggarap ladang 100 hektar, tanah bisa sendiri atau sewa, karena pemilikan tanah sebagain besar milik negara. kalau dibawah itu lebih baik jadi yang lain, dosen, kerja kantoran dll.
    itu anda baru lihat jerman, nanti kalau dah lihat prancis, pertaniannya jauh lebih besar dan lebih indah seperti ceweknya, he he…., dengan catatan kalu umurnya masih dibawah 30 th , he he…….

  4. sesuai pertanyaan anda,

    dari ketiga pasangan pres dan cawapres, yang sudah menyentil adalah cawapres Prabowo, saat ditanya hutan rusak, gimana solusinya.
    dia mengatakan , hutan rusak harus diubah menjadi hutan produksi, yaitu hutan aren, yang bisa menghasilkan biogas. dengan membuat hutan produksi, maka bisa menciptakan lap. pekerjaan, katakanlah 1 hektar bisa menciptkan 2 lap kerja, maka jika 20 jt hektar bisa menciptkan lap kerja 40 juta, bukanlah ide brilyan???.
    terus ditanya lagi dana dari mana, dia menjawab dengan tegas, dananya dari penundaan hutang, kalau perlu dari pembebasan hutang. apakah mereka mau, jawab harus mau,kalau dunia mau selamat, perlu diketahui hutan yang ada saat ini hanya di amazon dan indonesia yang merupakan hutan terbesar, orang2 eropa hanya bisa kita meminta untuk maenjaga hutan, tetapi hutan mereka sudah digunduli, jadi kalau mau adil ya itu harus mau membebaskan atau menunda utang, sehingga negara punya modal kerja, tanpa membayar hutang dulu, apalagi cari hutangan baru, sperti saat ini, itu sama gali lubang tutup lubang, jadi kapan rapetnya, he he….
    kita bisa lihat argentina, mexico, barzil, mereka dulunya pertumbuhan minus, karena harus bayar hutang terus, akhirnya mereka minta pembebasan hutang, akhirnya sekarang pertumbuhannegara itu sangat positip.
    nah apakah kita ndak bisa manfaatkan bergaining itu, apakah selalu jadi anak manis dan dibohongi terus………….;
    saatnya kita lakukan perubahan, pilihan terserah anda yang bisa mikir, he he….

  5. Begeri impian adalah hasil peradaban yang tiada tara, mereka tahu persis dari mana peradaban dibangun. Di Indonesia mualai dari mana yaa…?

  6. Budi : Keindahan negeri kita itu memang tdk perlu dipertanyakan lagi bud. tapi keindahan itu selalu identik dengan kekunoan, ketarzanan. itu yang berbeda dengan munich. pertanian frankfurt dan bagian2 lain di jerman juga gak baik negeri impian munich kog aku lihat. foto-fotonya entar ya, ini cuma nebeng di pc hotel. hanya 10 menit. hehehehhe.

  7. Eri : Aku setujuuuuu. Kayaknya no 1 adalah pilihan yang menjanjikan saat ini hehehehehhe. Btw…..it’s really amazing Er. Pertanian France kayaknya gak akan seindah itu kog. Aku sudah lihat tuh di sebagian besar Jerman, juga eropa lainnya. Munchen-Budapest kan ngelewatin bbrp negara. Yang mirip mungkin Austria. Tapi coba nanti kita buktikan ya.

  8. Rakhma : Gimana kalau ktia mulai dari diri kita, keluarga kita dan lingkungan kita, setuju gak? Moga-moga tidak perlu harus mengganti satu generasi spt lelucon kita biasanya.

  9. Aku nemu juga akhirnya pak hehehehe. Masalahnya gak da pertanian di Depok pak. Or gak ada petani yang ngelamar Niar ya (??) hehehehhe. Niar kan maunya tinggal di pertanian yang indah dan rapi :)

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.