Please don’t gossipying

Sudah kebiasaan orang kita membicarakan orang lain, mulai dari hal jelek sampai hal baik.  Hal jelek biasanya lebih seru membicarakannya.  Bahkan supaya makin seru, banyak bagian-bagian yang ditambahkan atau dimodifikasi……hehhehehehe.  Saya yang gak tau, apakah pengalaman ini hal jelek apa baik?  Rasanya sudah beberapa kali saya mengalaminya.

It’s Saturday night on June 20th, 2009, when I’s queeing to enter departure terminal of Soekarno-Hatta international airport.  A group of ladies, around 50-60 years old, escorted their family members or friends waving hands to them and in parallel gossipying.  They looked at me and then talked each others.  This occurence repeated until I reached the line close to them.  At that time, one of them asked politely “dek, mau ke Dubai ya? Are you going to Dubai?”  I knew what they’r thinking since the beginning.  Believe it or not, I’m a good observer and reader. so I answered by saying….”nope…I’m going to Munich but via Dubai”  You know how’s the face of the lady who asked me the question?  Seems she won.I heard (not so clearly) she said to her friends…”i’ve told you so, she is not…….”  What I’s thinking is that they argued whether I’m a TKW (female worker) or not.  So  instead by saying “yes,” I said “nope…I’m going to Munich but via Dubai”  I’m not ashmed to be TKW.  For me, all works are noble as long as it’s for human prosperousity.

what’s the useful to talk about others?  Or what’s the pleasure about it? hmmmm….still looking for the answer.

Pengalaman sama terjadi selama di pesawat.  Hampir semua pramugari memandang rendahnya kayaknya, tidak mau senyum meskipun aku sudah senyum.  Mereka pikir aku gak bisa sama sekali bahasa Inggris.  Hampir di sepanjang perjalanan aku tertidur.  Saat mimuman dan makanan pertama dihidangkan, saya tidur.  Saat semua sudah hampir selesai, pramugari sudah mulai membereskan sisa-sisa dan tempat2nya, saya bangun.  pasangan bule di sebelah saya ngeliat ke saya dan senyum.  saya memang belum benar-benar bangun, masih sangat ngantuk.  pramugarinya diam ajah dan tidak menawarkan apa-apa.  lalu saya minta makanan dan minuman.  Pramugarinya menjawab dengan rada ketus, kayaknya dia gak mengerti apa yang gw omongin.  pdhal kedua bule di sebelah saya ngerti benar apa yang gw omongin. mereka berdua jawab saat aku tanya ke pramugari apa pilihannya.  akhirnya mereka berdua melanjutkan ke pramugari apa yang gw omongin, tapi pramugarinya dengan nada agak merendahkan bilang sambil memainkan tangannya, lupakan ajah, nanti ajah  Untung pramugari yang satunya lagi berinisiatif mengambilkan aku makanan.  datang deh makanannya.  pdhal ternyata aku juga tdk tertarik dengan makanannya, dan lebih tertarik melanjutkan tidur lagi.  saya tidak pernah ditanyakan mau makan apa or minum apa meskipun saya bangun saat mereka bagi2 makanan dan minuman.  Tapi setelah transit di Dubai menuju Munchen, pramugari itu semua ramah2.  selalu saya yang ditanyakan terlebih dahulu dengan wajah ramah dan senyum.  Kenapa, krn tidak ada TKW ke Dubai.  So, mereka pikir kalo bukan student, berarti traveling or business.  Kenapa penghasil devisa selalu diperlakukan beda?

Kata Ebit “tanya rumput yang bergoyang”

21 Responses to “Please don’t gossipying”

  1. Kenapa mereka bisa salah melakukan penarikan kesimpulan ya? Mungkin bisa dijadikan bahan riset ya Bu? :) Berarti mereka menolak hipotesis bahwa “Bu Niar adalah bukan TKW”. Kalo di statistika, itu tipe galat I atau II ya Bu? hehehe

  2. hipotesis mereka kayaknya “Niar adalah TKW” heheheheh. Dan mereka sebenarnya keukeuh mau menerima hipotesis itu. dalam kasus ini, galat II dong (hipotesisnya “Niar adalah TKW” ya. lagian siapa yang mau ngurusin galat? Wong Niar emang berniat jadi TKW….hahahahahha…tanya ajah Made kalo gak percaya.

  3. Ada cerita ,
    saat tahun 60 -70an, setiap jamaah haji dari indonesia selalu dikagumi, bukan karena jemaahnya, tetapi karena soekarno, yang dianggap oleh orang arab sebagai dewa , karena bisa memotivasi pembebasan dari kolonialisme.

    tahun 80 an - sekrang, setiap jamaah haji dari indonesia selalu diremehkan, walaupun dia pejabat, ilmuwan atau apa saja. semua orang indonesia dianggap kualitasnya seperti TKW.

    apakah kita setrusnya ndak dihargai atau diremehkan ?,

  4. biasanya, eropa-dubai, di pesawat makanan bergelimang, banyak
    dubai-jakarta, puasa, alias ndak banyak makanan.

    i

  5. orang arab menganggap TKW kita bukan sebagai pekerja profesional, tetapi semacam budak yang bisa dihalalkan semuanya

  6. saatnya kita bangkit, mumpung contrengan 8 juli, masih ada waktu berfikir rasional

  7. Jangankan di bandara… di pesawat ke Dubai, lha wong masuk pintu tol di Indonesia aja dikira TKW, he he… Ya ampuuun, Niar… Niar… Selamat menikmati Eropah ya!

  8. Sabar niar…, tunjukan terus prestasimu untuk merubah pandangan orang terhadap bangsa kita

  9. Hehehehehe, bangsa kita sendiri kebanyakan yang suka merendahkan TKW, tidak menutupi perlakuan yang didapatkan dari bangsa lain ya. TKW bukan pekerjaan kotor dan rendah kog, sama saja dengan pekerjaan lainnya, baik itu sbg dosen, manager atau pegawai pemerintah. Iya kan?

  10. @ Ati, ingat ajah lho….hehehehehe. Apa gw daftar jadi TKW ya? Mungkin dengan begitu aku bisa mengubah pandangan sedikit orang tentang TKW. terus Ati juga daftar, yang lain juga daftar. Lama-lama jadi banyak kan yang pemikirannya tentang TKW berubah….hehehheheh, berlaku gka matematik seprti itu ya? Hukum penjumlahan.

  11. @ Eri: kampanye nih om? Jurkamnya siapa? hehehehehehe. kalau motto gw, gak peduli siapapun presidennya, yang penting rakyatnya harus kritis, jujur, dan berusaha untuk maju. jadikan presiden itu hanya simbol. Itu yang mungkin bisa berhasil untuk Indonesia saat ini. Karena siapapun jadi presiden saat ini, gombal tuh janji-janji mereka. Mari kita berubah dari diri kita sendiri. Lha….kgo jadi serius gini ye….hehehehehhee

  12. @ Eri, makanannya gak berlimpah sih. cuma ditawarin ajah terus, khususnya minum. Tapi makanan yang aku suka tetap di Thai aiirways….hehhehehe.

  13. weleh-weleh…………. kayaknya dah pas banget dech….!! sebagai penghasil devisa dah cocok dech mbak…….!! btw kayak bumi dan langit ama mbak Susy hehehehehe

  14. Tenang kak, yang penting mentalnya kuat sekuat TKI kak..he..he…

  15. Tenang aja Niar… yang penting… bisa keliling Eropa…
    Have a nice trip…. my friend…. or “my girl” , kata siapa ???? hehehehhe

  16. ya itu namanya berlimpah ndak putus.
    ada cerita :
    saat saya pulang dengan keluarga dari prancis, saya naik gulf air, transit di dubai ganti pswt ke jakarta. karena saat itu menjelang lebaran, jadi mayoritas penumpang orang indo, 99% wanita dan Pekerja di arab. bisa anda bayangkan ramainya seperti burung, pada ngomong semua dengan bahasa nusantara, ada jawa, sunda, melayu ndak tau ada batak ndak, he he.., sehingga kita susah beristirahat, kemudian pramugari orang indonesia menghampiri saya agar mau pindah di depan, kebetulan katanya ada space klas bisnis kosong. Tapi saya menolak pindah karena itu ndak pantas bagi saya lha klas ekonomi kok pindah ke klas bisnis. tapi sebetulnya yang saya inginkan adalah kesempatan mendengar secara langsung cerita2 mereka, karena kesempatan ini belum tentu didapat dua kali. tapi dari cerita2 itu mayoritas mereka mengalami kesusahan, bisa berupa masalah selama di arab, juga masalah di dalam negri. ada yang cerita uang yang dikirim ke suami bukannya di tabung, tapi malah buat kawin lagi oleh suaminya, ada yang beberapa bulan ndak dibayar, tapi ada cerita yang agak baik, yaitu mereka diantar oleh majikan laki2, tapi rendezvous nya ndak dari rumah tapi dari meeting point di luar rumah, dan banyak lagi cerita menarik langusng dari sumbernya. harga kursi bisnis ndak ada artinya jika dibanding info langsung yang sebenar-benarnya

  17. wah…ternyata tukang nguping juga:) Kenapa gak dibikin jadi novel om hasil ngupingnya? Pasti menarik banget tuh. Ceritanya dari sumber asli lagi, berarti dijamin bukan karangan belaka kan? Anyway….gak ada tuh yang Batak kayaknya. Mana ada orang Arab yang berani mempekerjakan orang Batak, entar lebih galak pembantunya dibandingkan majikannya hehehehehhe.

  18. baru liat komennya…hehehehhe…ternyata aku terlalu menikmati perjalanannya, jadi gak ngeuh ada komen2 baru. Udah nambah mbak…”my little lady.”. Belum mampu sampai ke pencapaian mbak Susy…”my lady” hehehheh

  19. bukan masalah itu….masalahnya adalah kenapa kita selalu membeda2kan orang? Kenapa si anu harus dibedakan dari si anu karena si anu adalah ini..dan si anu adalah itu….hmmmmm. Pdhal semua manusia itu kan sama.

  20. cerita kan bsia beragam Pri. Tergantung mana yang mau diceritain…hehehhehe. Banyaklah yang harus disimpan..cukup buat diri sendiri ajah.

  21. anyway…bagus juga style blog baru. Aku jadi tau bahwa ada komen2 yg tdk approved….pdhal di email udah gak muncul. Bravo to admin. Moga2 bisa lebih user friendly lagi hehehehhehe.

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.