Permukaan air yang bergolak, tidak dapat mencerminkan pemandangan apapun di atas permukaannya. Air yang tenang bagaikan sebuah kaca cermin, tidak saja membiaskan pegunungan dan pepohonan di sekitarnya, bahkan awan di langitpun dapat tercermin dengan demikian jelasnya.
Hati nurani manusia juga ibarat air danau. Pada saat tenang tidak bergejolak, maka segala penglihatan dan pemahaman tentang hakekat akan tergambar begitu jelasnya. Namun pada saat hati kita bergejolak, secara umum akan sulit membuat perhitungan-perhitungan yang rasional dalam membuat suatu keputusan yang sesuai dengan nalar.dikutip dari (http://sarikata.com/2004/06/22/warna-kehidupan.html).
Dibulan suci ramadhan diharapkan sebagai pengolahan jiwa yang melatih dalam hal kesabaran dan keteraturan dalam berkehidupan. Hal tersebut diulang dari tahun ke tahun dan diproses selama kurun waktu 1 bulan. Makna dan hikmah ramadhan pula yang akan menjadi tolok ukur di 11 bulan berikutnya.
Demikianlah rekan-rekanku aku hanya mengingatkan kembali makna dari puasa dan ramadhan sangatlah berarti bagi kehidupan kita semuanya.
Mudah2an kita dapat mengambil hikmah dari apa yang telah dilalui selama bulan ramadhan yang bersifat pribadi masing-masing untuk menuju ke 11 bulan berikutnya. Amien.
Salam
HH