Terkadang dalam kehidupan cukup unik. Ada yang berpandangan kita harus mengejar pengalaman dan pengetahuan nanti saja. Ada juga di dunia kerja orang yang mempunyai pengalaman jarang mempertanyakan orang yang mempunyai pengetahuan dangan asumsi gengsi tapi itu terjadi di suatu pekerjaan. Kedua macam hal tersebut baik pengalaman dan pengetahuan tidak dapat dipisahkan dengan perbedaan seperti irisan kulit bawang. Kadang-kadang ada juga orang yang menyatakan kebenaran masih anak-anak dan jawaban yang umumnya orang menyepelekan karena usia tersebut dengan asumsi anak baru kemaren sore ngomong soal kebenaran. Terkadang juga karena kurang pengalaman dan pengetahuan dilemanya di cara penyampaian yang menyebabkan orang lain dapat salah presepsi tentang maksud tersebut. Mungkin maksudnya adalah kritik membangun dari si anak tersebut. Memang tidak dipungkiri figur dari seseorang sangat berperan terhadap darimana sumber informasi itu didapat.
Pernah suatu ketika saya mencoba melakukan ujicoba tentang suatu kebenaran. Ternyata saya dipantau dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas, sambil berkata mereka bagi yang berkendara roda dua tidak pantas memberikan saran anda yang lebih pantas umumnya yang roda empat dulu. Kenapa bisa begitu…
Bukannya di Jakarta roda empat bisa berjalan lebih cepat lalu jawaban saya ia kalau ngak macet. Tapi kalau macet ya lebih cepat roda dua. Masing-masing saling berinteraksi satu dengan lainnya. Ternyata di iklim lingkungan itu jelas memandang dan dipandang dinilai dari performa, sehingga saya berfikir yang mungkin sifatnya subjektif, kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah kalian (saya kutip dari iklan).
Ada cerita lain dalam kehidupan seseorang yang pengalaman selama hidupnya kemudian dipekerjakan di dalam suatu team kerja terkadang “gengsi” untuk menanyakan kepada orang yang berpengetahuan, Dan orang yang berpengetahuan terkadang tidak mau memberikan pengetahuannya dengan alasan saya mencari pengetahuan tentunya dengan pengorbanan waktu dan sebagainya. Yang terbaik menurut asumsi adalah mungkin kita mau belajar terhadap sesuatu yang baru karena manusia di dunia selalu berkembang seiring waktu jadi apa salahnya.
Kadang penyampaian yang hanya kita tahu belum sepenuhnya benar itu hal wajar. Tapi desakan hati sering membuat orang lain takut berbuat ketidakpatutan dalam kehidupan karena terbatas pada norma yang memang diperlukan.
Cerita berikutnya seseorang yang berjalan dengan temannya sedang mencari alamat tujuan. Namun karena takut akan prasangka dia tidak mau menanyakan alamat tersebut. Sebagai hasilnya akan membuat ia mencari kesana kemari tak tentu arah atau mungkin malah tidak ketemu tempatnya. Nah itulah kehidupan dengan pepatah mengatakan “kalau malu bertanya orang akan sesat dijalan” dan itu terjadi.
Pada intinya mungkin saya mengambil suatu prespsi bahwa pengetahuan tanpa pengalaman juga tidak berarti dan pengalaman tanpa pengetahuan akhirnya akan mengacaukan sistem yang ada, Minta sarannya mungkin ini menjadi masukan bagi saya, apabila ada yang tersinggung saya mohon beribu maaf dan saya semata-mata hanya mengungkapkan cerita tentang kehidupan yang mungkin sebagai mengingatkan kembali.