heru_h Blog

Universitas Gunadarma Staff Blog

Idul Fitri 1432 H

Gema 1 Syawal 1432 H berkumandangkan pada hari ini mengiringi kepergian bulan ramadhan, kesedihan melanda setiap insan yang merindukan datangnya bulan ramadhan seakan menanyakan “Akankah kita bertemu bulan ramadhan tahun berikutnya dengan seizinNya”. Kerelaan, ketulusan dan keikhlasan dalam menjalani ibadah puasa adalah untuk semata-mata mencari keridhoannya walaupun dengan segala hiruk pikuk aktivitas yang senantiasa membuat setiap insan yang sadar akan merasa bersyukur akan karunia dan kerbekahan yang tak terhingga atas orang-orang yang mendapat petunjuk kebenaran hakiki.
Selamat hari raya idul fitri kembali ke fitrah manusia yang hakiki, bersih nurani serta sehat jasmani-rahani mejadi bagian dari kehidupan selama 11 bulan berikutnya. Selamat berjuang rekan-rekanku mudah-mudahan Allah meridhoi upaya dan amal ibadah kita semua baik selama ibadah puasa maupun dalam upaya menuju ramadhan berikutnya. Ingatlah bahwa Allah akan menghargai sekecil apapun amal perbuatan baik dari kita semua akan digantikan di hari kemudian.
Sekali lagi saya mengucapkan mohon maaf lahir-batin bagi citivitas akademika di Universitas Gunadarma dan apabila saya mempunyai salah baik langsung maupun tidak langsung dan baik disengaja atau pun tidak disegaja.
Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufiq dan hidayah dalam membangun manusia indonesia khususnya dalam pengembangan pembangunan bangsa dalam bidang ilmu pengatahuan dan teknologi. Amien Ya Rabbal ‘alamin.

Alam dan Hati

Permukaan air yang bergolak, tidak dapat mencerminkan pemandangan apapun di atas permukaannya. Air yang tenang bagaikan sebuah kaca cermin, tidak saja membiaskan pegunungan dan pepohonan di sekitarnya, bahkan awan di langitpun dapat tercermin dengan demikian jelasnya.
Hati nurani manusia juga ibarat air danau. Pada saat tenang tidak bergejolak, maka segala penglihatan dan pemahaman tentang hakekat akan tergambar begitu jelasnya. Namun pada saat hati kita bergejolak, secara umum akan sulit membuat perhitungan-perhitungan yang rasional dalam membuat suatu keputusan yang sesuai dengan nalar.dikutip dari (http://sarikata.com/2004/06/22/warna-kehidupan.html).
Dibulan suci ramadhan diharapkan sebagai pengolahan jiwa yang melatih dalam hal kesabaran dan keteraturan dalam berkehidupan. Hal tersebut diulang dari tahun ke tahun dan diproses selama kurun waktu 1 bulan. Makna dan hikmah ramadhan pula yang akan menjadi tolok ukur di 11 bulan berikutnya.
Demikianlah rekan-rekanku aku hanya mengingatkan kembali makna dari puasa dan ramadhan sangatlah berarti bagi kehidupan kita semuanya.
Mudah2an kita dapat mengambil hikmah dari apa yang telah dilalui selama bulan ramadhan yang bersifat pribadi masing-masing untuk menuju ke 11 bulan berikutnya. Amien.
Salam
HH

Pengalaman dan Pengetahuan

Terkadang dalam kehidupan cukup unik. Ada yang berpandangan kita harus mengejar pengalaman dan pengetahuan nanti saja. Ada juga di dunia kerja orang yang mempunyai pengalaman jarang mempertanyakan orang yang mempunyai pengetahuan dangan asumsi gengsi tapi itu terjadi di suatu pekerjaan. Kedua macam hal tersebut baik pengalaman dan pengetahuan tidak dapat dipisahkan dengan perbedaan seperti irisan kulit bawang. Kadang-kadang ada juga orang yang menyatakan kebenaran masih anak-anak dan jawaban yang umumnya orang menyepelekan karena usia tersebut dengan asumsi anak baru kemaren sore ngomong soal kebenaran. Terkadang juga karena kurang pengalaman dan pengetahuan dilemanya di cara penyampaian yang menyebabkan orang lain dapat salah presepsi tentang maksud tersebut. Mungkin maksudnya adalah kritik membangun dari si anak tersebut. Memang tidak dipungkiri figur dari seseorang sangat berperan terhadap darimana sumber informasi itu didapat.
Pernah suatu ketika saya mencoba melakukan ujicoba tentang suatu kebenaran. Ternyata saya dipantau dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas, sambil berkata mereka bagi yang berkendara roda dua tidak pantas memberikan saran anda yang lebih pantas umumnya yang roda empat dulu. Kenapa bisa begitu…
Bukannya di Jakarta roda empat bisa berjalan lebih cepat lalu jawaban saya ia kalau ngak macet. Tapi kalau macet ya lebih cepat roda dua. Masing-masing saling berinteraksi satu dengan lainnya. Ternyata di iklim lingkungan itu jelas memandang dan dipandang dinilai dari performa, sehingga saya berfikir yang mungkin sifatnya subjektif, kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah kalian (saya kutip dari iklan).
Ada cerita lain dalam kehidupan seseorang yang pengalaman selama hidupnya kemudian dipekerjakan di dalam suatu team kerja terkadang “gengsi” untuk menanyakan kepada orang yang berpengetahuan, Dan orang yang berpengetahuan terkadang tidak mau memberikan pengetahuannya dengan alasan saya mencari pengetahuan tentunya dengan pengorbanan waktu dan sebagainya. Yang terbaik menurut asumsi adalah mungkin kita mau belajar terhadap sesuatu yang baru karena manusia di dunia selalu berkembang seiring waktu jadi apa salahnya.
Kadang penyampaian yang hanya kita tahu belum sepenuhnya benar itu hal wajar. Tapi desakan hati sering membuat orang lain takut berbuat ketidakpatutan dalam kehidupan karena terbatas pada norma yang memang diperlukan.
Cerita berikutnya seseorang yang berjalan dengan temannya sedang mencari alamat tujuan. Namun karena takut akan prasangka dia tidak mau menanyakan alamat tersebut. Sebagai hasilnya akan membuat ia mencari kesana kemari tak tentu arah atau mungkin malah tidak ketemu tempatnya. Nah itulah kehidupan dengan pepatah mengatakan “kalau malu bertanya orang akan sesat dijalan” dan itu terjadi.
Pada intinya mungkin saya mengambil suatu prespsi bahwa pengetahuan tanpa pengalaman juga tidak berarti dan pengalaman tanpa pengetahuan akhirnya akan mengacaukan sistem yang ada, Minta sarannya mungkin ini menjadi masukan bagi saya, apabila ada yang tersinggung saya mohon beribu maaf dan saya semata-mata hanya mengungkapkan cerita tentang kehidupan yang mungkin sebagai mengingatkan kembali.

Dirgahayu RI ke 66

66 Tahun RI telah merdeka, Belum sepenuhnya keberhasilan diraih. Tugas kita semua membangun Bangsa dan Negara. Baik dari bagian terkecil yaitu membangun diri pribadi sampai yang terbesar membangun kebersamaan untuk kemajuan bangsa dan negara di berbagai bidang sangat diperlukan pula pembangunan karakter bangsa agar tumbuh selaras dengan zaman yang senantiasa berkembang. Bukan untuk dihargai tetapi saling harga- menghargai antar sesama merupakan mitra dalam membangun jatidiri bangsa. Dirgahayu RI ke 66. Jadilah bangsa yang turut menghargai jasa para pahlawannya dan berkonsekuensi untuk membangun elemen bangsa diatas kepentingan pribadi.

Hello world!

Welcome to nustaffsite.gunadarma.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

  

Calendar

September 2017
M T W T F S S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.