PENDAHULUAN
Tujuan pelajaran ini adalah memahami bagaimana cara pasar beroperasi, bagaimana menentukan harga dan bagaimana transaksi dapat terjadi. Penggambaran dan penjelasan dua kekuatan pasar yaitu permintaan dan penawaran. Mempelajari Titik Keseimbangan. Kemudian menawarkan Kesimpulan dan Pelaksanaan.
PASAR
Kehadiran pasar bertujuan untuk memudahkan pertukaran produk, jasa dan sumber daya. Para pembeli dan para penjual ada di pasar dan mempunyai keinginan untuk membeli atau menjual dengan menawarkan atau menanyakan harga dalam jumlah tententu. Sekalipun suatu transaksi tidak berlangsung, kejadian ini dianggap sebagai penetapan harga produk
Salah satu contoh pasar adalah Pasar Bursa New York. Pasar Bursa ini bertujuan untuk memudahkan jual beli surat-surat berharga. Transaksi tidaklah dilakukan oleh para pembeli dan para penjual sendiri, tetapi oleh perantara dan penyalur yang mewakili mereka. Setiap hari harga transaksi di Pasar Bursa ini dilaporkan di banyak suratkabar di seluruh negara sebab pasar juga memiliki fungsi yang penting dalam menetapkan harga barang-barang, atau dalam hal ini adalah surat-surat berharga.
PERMINTAAN
Permintaan adalah ungkapan keinginan dan kemampuan seorang pembeli untuk memperoleh jumlah tertentu dari suatu barang dalam berbagai kemungkinan harga yang pembeli mungkin dapat tawarkan. Permintaan dapat dianggap sebagai suatu daftar harga dan jumlah dalam pikiran pembeli.
Penyalur di Pasar Bursa New York selalu memegang sebuah buku di mana setiap pesanan dari berbagai nasabah dimasukkan ke buku itu: berapa banyak saham dan berapa harganya. Daftar seperti itu adalah suatu gambaran dari apa yang investor inginkan dan apa yang mampu dibeli.
HUKUM PERMINTAAN
Hukum permintaan menyatakan bahwa hubungan antar harga dan jumlah yang ada di dalam pikiran para pembeli selalu berbanding terbalik. Hukum permintaan memberikan gambaran seperti suatu kurva terbuka ke bawah. Hukum permintaan dapat dijelaskan dengan menyusutnya manfaat marginal, pengaruh pendapatan dan pengaruh penggantian; hal itu juga dapat dilihat dengan bantuan kurva indiferensi.
Sebuah toko eceran pasti sangat tertarik untuk mengetahui hal apa yang diinginkan pelanggannya sehingga pelanggan tersebut bersedia membayar untuk membeli hal itu. Pengetahuan seperti itulah yang akan membantu toko itu untuk menentukan harga produknya dengan efisien. Ini adalah alasan utama mengapa penelitian pasar dilaksanakan, yaitu untuk menentukan apa yang pelanggan ingin beli dan berapa harganya yang diinginkan pelanggan.
PERTIMBANGAN HUKUM PERMINTAAN
Hukum permintaan dipengaruhi oleh:
- harga sebagai rintangan untuk mengkonsumsi
- penyusutan manfaat marginal,
- pengaruh perubahan pendapatan dan pengaruh penggantian.
Hal ini juga disebabkan oleh penyusutan penggantian tingkat marginal pada kurva indiferensi
Semua toko serba ada mempunyai satu hari secara berkala dimana harga akan dikurangi. Tujuan pengurangan harga ini adalah untuk meningkatkan permintaan pada barang lama dan merangsang pelanggan untuk membeli (yang mungkin akan membeli banyak barang lain juga). Oleh karena itu, toko sebenarnya mengambil keuntungan dari hukum permintaan: barang dagangan yang biasanya susah untuk dijual, bisa laku karena pelanggan selalu ingin membayar yang lebih murah.
PENGARUH PENDAPATAN
Pada hukum permintaan dapat dijelaskan dengan mengamati bahwa perubahan harga secara mendadak akan mempengaruhi daya beli konsumen. Jika harga menjadi lebih rendah dari diharapkan, dana yang tersisa itu akan menyebabkan konsumen dapat membeli lebih banyak. Suatu peningkatan harga secara mendadak akan menyebabkan konsumen untuk membeli lebih sedikit.
Ketika seorang ibu rumah tangga pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan dan menemukan produk yang ingin dibeli telah turun harganya karena suatu penjualan khusus, hal itu akan membuat ia merasa lebih kaya. Tentu saja, dia dapat membeli lebih banyak dengan uang yang ada di tangannya. Ini yang dimaksud dengan pengaruh pendapatan.
PENGARUH SUBTITUSI (PENGGANTIAN)
Hukum permintaan dapat juga dijelaskan oleh pengaruh subtitusi (penggantian). Jika harga suatu barang lebih rendah dari yang diperkirakan,maka konsumen akan melihat adanya kesempatan tawar-menawar dengan memperbandingkannya dengan barang yang masih memiliki harga penuh. Konsumen untuk sementara waktu akan merubah pola konsumsinya dengan menggantikan barang yang masih memiliki harga penuh.
Andaikan ada seorang pelanggan yang masih ragu-ragu antara membeli potongan daging babi atau potongan daging sapi sebelum memasuki sebuah supermarket. Jika kemudian potongan daging babi mempunyai suatu promosi khusus dengan diturunkannya harga, sedangkan harga potongan daging sapi tidak berubah, maka hal itu mungkin akan mempengaruhi pelanggan untuk membeli potongan daging babi tanpa ada keraguan. Ini adalah suatu ilustrasi efek subtitusi (penggantian).
GRAFIK PERMINTAAN
Hukum permintaan digambarkan dengan nyata oleh suatu kurva terbuka ke bawah yang memperlihatkan bahwa ketika harga menurun, jumlah permintaan akan meningkat dan demikian pula sebaliknya.
Graph G-MIC1.1

PERMINTAAN PASAR
Permintaan pasar adalah jumlah total permintaan individu.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN
Harga merupakan faktor penentu utama dari jumlah permintaan. Faktor penentu permintaan selain harga adalah:
- jumlah pembeli,
- cita rasa,
- pendapatan,
- harga barang-barang lain (baik barang pelengkap maupun barang pengganti), dan
- perkiraan harga ke depan.
Iklan dari suatu perusahaan memperlihatkan bahwa sebenarnya pelanggan itu masih dapat diarahkan untuk membeli produk dengan berbagai alasan. Rangsangan yang paling disukai masihlah harga.
HARGA BARANG-BARANG TERKAIT
Harga barang-barang terkait juga akan mempengaruhi permintaan dari suatu barang dengan dua pola yang saling bertentangan, tergantung apakah barang-barang tersebut dianggap oleh pembeli sebagai barang pelengkap atau pengganti.
BARANG-BARANG PELENGKAP
Suatu barang dianggap sebagai pelengkap jika konsumsi barang tersebut terkait satu sama lain. Sebagai contoh, mobil dan ban: ban ada dijual sebab ada mobil dijual dan demikian pula sebaliknya. Peningkatan harga mobil akan menyebabkan berkurangnya mobil yang dibeli, dan demikian juga jadinya nanti dengan ban. Hubungan antara harga mobil dan jumlah permintaan ban adalah berbanding terbalik.
Ban dan mobil, peluru dan meriam, lampu dan kap lampu, krim dan kopi, paku dan palu, kacang dan kayu, adalah jenis barang yang saling berkaitan. Barang-barang ini disebut barang pelengkap.
BARANG-BARANG PENGGANTI
Barang-barang pengganti adalah barang-barang yang di pikiran konsumen dapat digantikan oleh barang lain. Sebagai contoh, teh dan kopi untuk banyak (walaupun tidak semua) konsumen adalah barang-barang yang dapat bertukar tempat. Jika harga teh naik, pembelian teh akan berkurang dan pembelian kopi akan meningkat. Dengan demikian, hubungan antara harga teh dan jumlah permintaan kopi adalah berbanding lurus.
Mentega dan margarin, teh dan kopi, taksi dan bus, pena dan pensil, hotel dan motel, radio dan gramofon, adalah semua barang yang bagi kebanyakan orang, dapat saling menggantikan. Barang-barang itu disebut sebagai barang-barang pengganti.
JUMLAH PERMINTAAN
Suatu perubahan pada faktor penentu bukan harga akan menyebabkan keseluruhan permintaan konsumen berubah. Gambaran ini dapat dinyatakan sebagai suatu pergeseran kurva permintaan ke sebelah kanan atau ke kiri. Pergeseran permintaan ini harus dibedakan dari pergerakan sepanjang kurva permintaan yang disebabkan oleh perubahan harga: perubahan harga hanya akan menyebabkan perubahan jumlah permintaan, tetapi secara keseluruhan daftar permintaan tetap sama.
Ketersediaan barang baru dapat mengubah cita rasa konsumen. Dulu, perhitungan rumit dilakukan dengan menggunakan alat penghitung. Dengan adanya kalkulator tangan, penggunaan alat penghitung tidak lagi disukai oleh pelanggan.
PENAWARAN
Penawaran adalah keinginan dan kemampuan para penjual atau penyalur untuk menawarkan berbagai jumlah barang dalam suatu relevansi harga.
Penawaran adalah apa yang kita harus tawarkan. Kita semua mempunyai ketrampilan dan waktu untuk ditawarkan kepada penyedia kerja kita. Bagi sebagian dari kita, banyaknya jumlah jam kerja boleh saja berubah dari hari ke hari atau dari minggu ke minggu. Tetapi, yang paling sering adalah, jika tambahan jam kerja diperlukan untuk bekerja, maka kita akan mengharapkan adanya harga lebih, misalnya, dengan uang lembur.
HUKUM PENAWARAN
Hukum penawaran menyatakan hubungan antara harga dan jumlah penawaran di dalam pikiran para penjual atau produsen adalah berbanding lurus. Kapan terjadi peningkatan harga maka demikian juga dengan jumlah penawaran.
Pembayaran uang lembur menunjukkan bahwa jika seseorang diharapkan untuk ditawar, maka seseorang dapat mengharapkan untuk dibayar lebih. Dalam beberapa profesi, jam kerja tambahan di luar jam lembur biasa akan dibayar pada jumlah yang jauh lebih tinggi.
PERTIMBANGAN HUKUM PENAWARAN
Hukum penawaran dijelaskan oleh
- harga dapat menjadi rangsangan untuk para penjual atau produsen untuk menjual lebih banyak, dan
- biaya produksi yang meningkat (oleh karena hukum mengurangi pengembalian).
GRAFIK PENAWARAN
Hukum penawaran dapat ditunjukkan dengan suatu kurva penawaran terbuka ke atas. Ketika terjadi peningkatan harga, maka akan terjadi peningkatan jumlah penawaran; dengan demikian hubungan keduanya selalu berbanding lurus.
Grafik G-MIC1.2

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN
Harga adalah faktor penentu yang utama. Faktor lain selain harga adalah:
- jumlah para penjual atau produsen,
- biaya-biaya produksi (termasuk pajak),
- teknologi (karena itu mempengaruhi biaya produksi),
- harga dari yang lain barang-barang (sebagai sumber dari kemungkinan keuntungan),
- perkiraan harga (tetapi pengaruhnya masih meragukan).
Kembali ke karyawan yang memberikan tambahan jam kerja, kesediaan karyawan untuk menerima perubahan rencana kerja mungkin saja tergantung dengan waktu yang diberikannya untuk kebutuhan lain (seperti bersantai, keluarga, hobi atau belajar). Meskipun demikian, faktor penentu yang utama adalah harga atau upah yang diharapkan.
JUMLAH PENAWARAN
Adanya perubahan pada faktor selain harga pada penawaran itu akan mengubah keseluruhan daftar penawaran dan akan menggeser kurva penawaran. Pergeseran kurva penawaran ini disebabkan oleh pergerakan sepanjang kurva penawaran itu sendiri ketika harga berubah: tetapi hal ini hanya mengubah jumlah yang ditawarkan (bukan penawaran).
KESEIMBANGAN
Keseimbangan antara harga dan jumlah penawaran adalah jika permintaan dan penawaran saling menutupi. Berapapun harganya di atas keseimbangan, jumlah barang yang disediakan akan melebihi jumlah permintaan,dan akan menghasilkan kelebihan jumlah barang (juga tidak ada transaksi antara pembeli dan penjual). Sedangkan pada saat harga berada di bawah nilai keseimbangan, jumlah permintaan akan melebihi jumlah barang yang ditawarkan, sehingga hasilnya adalah kurangnya jumlah persediaan barang. Hanya dengan mempertemukannya akan terjadi jumlah permintaan dan jumlah penawaran yang setara. Dengan demikian harga dan nilai keseimbangan akan stabil.
Grafik G-MIC1.3

KEKURANGAN PERSEDIAAN
Kekurangan persediaan berarti bahwa jumlah permintaan melebihi jumlah penawaran. Kekurangan persediaan akan terjadi jika harga berada di bawah nilai keseimbangan. Pada pasar bebas, kekurangan persediaan akan menghilang dengan terjadinya peningkatan harga. Kekurangan persediaan akan berlanjut terus selama pasar tidak bebas; sebagai contoh, jika pemerintah telah mementukan suatu plafon harga. Jika plafon harga di atas nilai keseimbangan, harga itu menjadi tidak relevan dan tidak bisa dipergunakan di pasar.
Grafik G-MIC1.4

;Banyak kota besar mempunyai hukum aturan sewa agar supaya orang-orang yang miskin dapat menemukan tempat tinggal yang mereka perlukan. Tetapi karena pemilik tanah tidak mendapatkan keuntungan dengan harga ini maka biasanya ia merubah bangunan mereka menjadi kondominium atau kepemilikan kerjasama. Hal ini akan mengurangi jumlah tempat tinggal yang tersedia: akhirnya akan menciptakan suatu kekurangan tempat tinggal.
KELEBIHAN PERSEDIAAN
Kelebihan persediaan berarti bahwa jumlah penawaran melebihi jumlah permintaan. Kelebihan persediaan hanya ada jika harga di atas nilai keseimbangan. Jika pasar bebas, kelebihan persediaan akan cenderung menghilang dengan diturunkannya harga. Kelebihan persediaan akan terus berlanjut jika pasar tidak bebas; dimana, suatu harga minimum telah ditetapkan oleh pemerintah. Jika harga minimum itu berada di bawah nilai keseimbangan, harga menjadi tidak relevan dan tidak bisa dipergunakan di pasar.
Grafik G-MIC1.5

;Harga dari banyak barang pertanian, seperti susu misalnya, selalu tunduk kepada harga yang ditentukan oleh pemerintah. Harga yang lebih tinggi ini mendorong petani untuk menghasilkan susu dalam jumlah yang banyak: hal ini akhirnya menciptakan kelebihan persediaan. Sebagai contoh, pada tahun 1980an, pemerintah terpaksa membuat keju dari kelebihan persediaan susu dan mendistribusikan keju itu dengan gratis ke orang-orang miskin
KURVA INDIFFERENT
Kurva indiferen memperlihatkan kombinasi dua jenis barang yang orang ingin beli, dan yang akan membuat orang terpuaskan (atau indiferen). Kurva indiferen mengasumsikan bahwa banyak lebih disukai daripada sedikit. Kurva ini akan cembung dari biasanya. Kurva indiferensi akan membentuk suatu gambaran keseluruhan pada berbagai tingkat kepuasan.
Grafik G-MIC1.6

;Daftar belanjaan konsumen manapun akan mengungkapkan bahwa diluar beberapa keperluan dasar minimum, pembelian adalah sejenis pemilihan antara berbagai jenis materi yang dapat memberikan kepuasan setara. Pola kepuasan setara ini diperoleh dari konsumsi dua pilihan jenis barang terpilih seperti apa yang digambarkan oleh kurva indifferent.
BATASAN NILAI PENGGANTI
Jumlah salah satu barang seseorang harus dikurangi untuk meningkatkan jumlah barang yang lain dan meninggalkan barang yang tak dibutuhkannya, hal ini disebut sebagai batas nilai pengganti. Batas nilai pengganti ini digambarkan dengan nyata sebagai kurva tangen terhadap kurva indiferen. Batasan nilai pengganti terlihat menurun. Hal ini dibuktikan dengan kurva indiferen yang lebih cembung daripada seharusnya.
GARIS ANGGARAN
Garis anggaran adalah lereng kombinasi antara jenis dua barang yang seseorang masih dapat usahakan untuk membeli dengan pendapatannya. Lereng garis ini adalah perbandingan harga dari dua jenis barang: Pa/Pb atau harga relatif dari setiap barang.
Grafik G-MIC1.7

;Seorang ibu rumah tangga pergi ke supermarket dengan sejumlah uang tertentu, mengetahui persis berapa jumlah maksimum yang dia dapat belanjakan. Proporsi materi yang berbeda dapat saja berubah.
NILAI TANGENSI
Titik keseimbangan akan memberikan kepuasan lebih kepada konsumen, dimana konsumen dapat mengusahakannya, jika garis anggaran menjadi tangen terhadap kurva indiferen tertinggi.
Grafik G-MIC1.8

ASAL MULA PERMINTAAN
Permintaan dapat diperoleh dari kurva indiferensi dengan menurunkan (meningkatkan) harga satu barang dan mengamati bahwa garis anggaran akan bergeser sebagai hasilnya, hal ini menyebabkan titik tangensi akan mencerminkan nilai lebih besar (lebih kecil) dari jumlah pembelian barang tersebut.

Ekonomi mikro

Langsung ke: navigasi, cari

Model permintaan dan penawaran menjelaskan bagaimana harga beragam sebagai hasil dari keseimbangan antara ketersediaan produk pada tiap harga (penawaran) dan keinginan dari mereka dengan kekuatan pembelian pada tiap harga (permintaan). Grafik ini memperlihatkan sebuah pergeseran ke kanan dalam permintaan dari D1 ke D2 bersama dengan peningkatan harga dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai sebuah titik keseimbangan (equibilirium) dalam kurva penawaran (S).
Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.[1][2] Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).
Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan[3], serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut.[4]

Tinjauan umum
Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar
Asumsi dan definisi
Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana.
Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut “kegagalan pasar”, yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk membiayainya). Dalam kasus ini, ekonom akan berusaha untuk mencari kebijakan yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat “pasar yang hilang” untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang tindakan kolektif. Harus dicatat juga bahwa “kesejahteraan optimal” biasanya memakai norma Pareto, dimana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten dnegan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya.
Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi para konsumen.
Model operasi
Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:
• Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
• Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
• Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua biaya tetapnya.
• Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan, perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan resiko kerugian menyeluruh.
Kegagalan pasar
Dalam ekonomi mikro, istilah “kegagalan pasar” tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani “kepentingan publik”, sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.
Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :
• Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana “sebuah” pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-trust.[5]
• Eksternalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana “pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktifitas ekonomi didalam orang luar/asing.” Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif.[5] Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.
• Barang publik seperti pertahanan nasional[5] dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pda barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).
• Kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidak pastian (informasi yang inefisien)[5]. Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana mbil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupaka penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini dijelaskan pertamakali oleh Kenneth J. Arrow di artikel seminartentang kesehatan tahun 1963 berjudul “ketidakpastian dan Kesejahteraan Ekonomi dari Kepedulian Kesehatan,” di dalam American Economic Review. George Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa , dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditas cenderung menurun, bahkan untuk kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi sebuah “lemon” (produk yang menyesatkan).

Biaya peluang

Walaupun biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung, efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan, prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya bidang ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman bernama Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari teori nilai marjinal.
Biaya peluang merupakan salah satu cara untuk melakukan perhitungan dari sesuatu biaya. Bukan saja untuk mengenali dan menambahkan biaya ke proyek, tetapi juga mengenali cara alternatif lainnya untuk menghabiskan suatu jumlah uang yang sama. Keuntungan yang akan hilang sebagai akibat dari alternatif terbaik lainnya; adalah merupakan biaya peluang dari pilihan pertama. Sebuah contoh umum adalah seorang petani yang memilih mengolah pertaniannya dibandingkan dengan menyewakannya ke tetangga. Maka, biaya peluangnya adalah keuntungan yang hilang dari menyewakan lahan tersebut. Dalam kasus ini, sang petani mungkin mengharapkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Begitu juga dengan memasuki universitas dan mengabaikan upah yang akan diterima jika memilih menjadi pekerja, yang dibanding dengan biaya pendidikan, buku, dan barang lain yang diperlukan (sebagai biaya total dari kehadirannya di universitas). Contoh lainnya ialah biaya peluang dari melancong ke Bahamas, yang mungkin merupakan uang untuk pembayaran cicilan rumah.
Perlu diingat bahwa biaya peluang bukanlah jumlah dari alternatif yang ada, melainkan lebih kepada keuntungan dari suatu pilihan alternatif yang terbaik. Biaya peluang yang mungkin dari keputusan sebuah kota membangun rumah sakit di lahan kosong, merupakan kerugian dari lahan untuk gelanggang olahraga, atau ketidakmampuan untuk menggunakan lahan menjadi sebuah tempat parkir, atau uang yang bisa didapat dari menjual lahan tersebut, atau kerugian dari penggunaan-pengguaan lainnya yang beragam - tapi bukan merupakan agregat dari semuanya (ditotalkan). Biaya peluang yang sebenarnya, merupakan keuntungan yang akan hilang dalam jumlah terbesar diantara alternatif-alternatif yang telah disebutkan tadi.
Satu pertanyaan yang muncul dari ini ialah bagaimana menghitung keuntungan dari alternatif yang tidak sama. Kita harus menentukan sebuah nilai uang yang dihubungkan dengan tiap alternatif untuk memfasilitasi pembandingan dan penghitungan biaya peluang, yang hasilnya lebih-kurang akan menyulitkan untuk dihitung, tergantung dari benda yang akan kita bandingkan. Contohnya, untuk keputusan-keputusan yang melibatkan dampak lingkungan, nilai uangnya sangat sulit untuk dihitung karena ketidakpastian ilmiah. Menilai kehidupan seorang manusia atau dampak ekonomi dari tumpahnya minyak di Alaska, akan melibatkan banyak pilihan subyektif dengan implikasi etisnya.

Penerapan ekonomi mikro
Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang lainnya. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan. Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan. Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.
Bentuk pasar - pasar persaingan sempurna - monopoli - pasar monopolistik - oligopoli - rasio konsentrasi - indeks Herfindahl

PERMINTAAN DAN PENAWARAN
PENDAHULUAN
Tujuan pelajaran ini adalah memahami bagaimana cara pasar beroperasi, bagaimana menentukan harga dan bagaimana transaksi dapat terjadi. Penggambaran dan penjelasan dua kekuatan pasar yaitu permintaan dan penawaran. Mempelajari Titik Keseimbangan. Kemudian menawarkan Kesimpulan dan Pelaksanaan.
PASAR
Kehadiran pasar bertujuan untuk memudahkan pertukaran produk, jasa dan sumber daya. Para pembeli dan para penjual ada di pasar dan mempunyai keinginan untuk membeli atau menjual dengan menawarkan atau menanyakan harga dalam jumlah tententu. Sekalipun suatu transaksi tidak berlangsung, kejadian ini dianggap sebagai penetapan harga produk
Salah satu contoh pasar adalah Pasar Bursa New York. Pasar Bursa ini bertujuan untuk memudahkan jual beli surat-surat berharga. Transaksi tidaklah dilakukan oleh para pembeli dan para penjual sendiri, tetapi oleh perantara dan penyalur yang mewakili mereka. Setiap hari harga transaksi di Pasar Bursa ini dilaporkan di banyak suratkabar di seluruh negara sebab pasar juga memiliki fungsi yang penting dalam menetapkan harga barang-barang, atau dalam hal ini adalah surat-surat berharga.
PERMINTAAN
Permintaan adalah ungkapan keinginan dan kemampuan seorang pembeli untuk memperoleh jumlah tertentu dari suatu barang dalam berbagai kemungkinan harga yang pembeli mungkin dapat tawarkan. Permintaan dapat dianggap sebagai suatu daftar harga dan jumlah dalam pikiran pembeli.
Penyalur di Pasar Bursa New York selalu memegang sebuah buku di mana setiap pesanan dari berbagai nasabah dimasukkan ke buku itu: berapa banyak saham dan berapa harganya. Daftar seperti itu adalah suatu gambaran dari apa yang investor inginkan dan apa yang mampu dibeli.
HUKUM PERMINTAAN
Hukum permintaan menyatakan bahwa hubungan antar harga dan jumlah yang ada di dalam pikiran para pembeli selalu berbanding terbalik. Hukum permintaan memberikan gambaran seperti suatu kurva terbuka ke bawah. Hukum permintaan dapat dijelaskan dengan menyusutnya manfaat marginal, pengaruh pendapatan dan pengaruh penggantian; hal itu juga dapat dilihat dengan bantuan kurva indiferensi.
Sebuah toko eceran pasti sangat tertarik untuk mengetahui hal apa yang diinginkan pelanggannya sehingga pelanggan tersebut bersedia membayar untuk membeli hal itu. Pengetahuan seperti itulah yang akan membantu toko itu untuk menentukan harga produknya dengan efisien. Ini adalah alasan utama mengapa penelitian pasar dilaksanakan, yaitu untuk menentukan apa yang pelanggan ingin beli dan berapa harganya yang diinginkan pelanggan.
PERTIMBANGAN HUKUM PERMINTAAN
Hukum permintaan dipengaruhi oleh:
- harga sebagai rintangan untuk mengkonsumsi
- penyusutan manfaat marginal,
- pengaruh perubahan pendapatan dan pengaruh penggantian.
Hal ini juga disebabkan oleh penyusutan penggantian tingkat marginal pada kurva indiferensi
Semua toko serba ada mempunyai satu hari secara berkala dimana harga akan dikurangi. Tujuan pengurangan harga ini adalah untuk meningkatkan permintaan pada barang lama dan merangsang pelanggan untuk membeli (yang mungkin akan membeli banyak barang lain juga). Oleh karena itu, toko sebenarnya mengambil keuntungan dari hukum permintaan: barang dagangan yang biasanya susah untuk dijual, bisa laku karena pelanggan selalu ingin membayar yang lebih murah.
PENGARUH PENDAPATAN
Pada hukum permintaan dapat dijelaskan dengan mengamati bahwa perubahan harga secara mendadak akan mempengaruhi daya beli konsumen. Jika harga menjadi lebih rendah dari diharapkan, dana yang tersisa itu akan menyebabkan konsumen dapat membeli lebih banyak. Suatu peningkatan harga secara mendadak akan menyebabkan konsumen untuk membeli lebih sedikit.
Ketika seorang ibu rumah tangga pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan dan menemukan produk yang ingin dibeli telah turun harganya karena suatu penjualan khusus, hal itu akan membuat ia merasa lebih kaya. Tentu saja, dia dapat membeli lebih banyak dengan uang yang ada di tangannya. Ini yang dimaksud dengan pengaruh pendapatan.
PENGARUH SUBTITUSI (PENGGANTIAN)
Hukum permintaan dapat juga dijelaskan oleh pengaruh subtitusi (penggantian). Jika harga suatu barang lebih rendah dari yang diperkirakan,maka konsumen akan melihat adanya kesempatan tawar-menawar dengan memperbandingkannya dengan barang yang masih memiliki harga penuh. Konsumen untuk sementara waktu akan merubah pola konsumsinya dengan menggantikan barang yang masih memiliki harga penuh.
Andaikan ada seorang pelanggan yang masih ragu-ragu antara membeli potongan daging babi atau potongan daging sapi sebelum memasuki sebuah supermarket. Jika kemudian potongan daging babi mempunyai suatu promosi khusus dengan diturunkannya harga, sedangkan harga potongan daging sapi tidak berubah, maka hal itu mungkin akan mempengaruhi pelanggan untuk membeli potongan daging babi tanpa ada keraguan. Ini adalah suatu ilustrasi efek subtitusi (penggantian).
GRAFIK PERMINTAAN
Hukum permintaan digambarkan dengan nyata oleh suatu kurva terbuka ke bawah yang memperlihatkan bahwa ketika harga menurun, jumlah permintaan akan meningkat dan demikian pula sebaliknya.
Graph G-MIC1.1

PERMINTAAN PASAR
Permintaan pasar adalah jumlah total permintaan individu.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN
Harga merupakan faktor penentu utama dari jumlah permintaan. Faktor penentu permintaan selain harga adalah:
- jumlah pembeli,
- cita rasa,
- pendapatan,
- harga barang-barang lain (baik barang pelengkap maupun barang pengganti), dan
- perkiraan harga ke depan.
Iklan dari suatu perusahaan memperlihatkan bahwa sebenarnya pelanggan itu masih dapat diarahkan untuk membeli produk dengan berbagai alasan. Rangsangan yang paling disukai masihlah harga.
HARGA BARANG-BARANG TERKAIT
Harga barang-barang terkait juga akan mempengaruhi permintaan dari suatu barang dengan dua pola yang saling bertentangan, tergantung apakah barang-barang tersebut dianggap oleh pembeli sebagai barang pelengkap atau pengganti.
BARANG-BARANG PELENGKAP
Suatu barang dianggap sebagai pelengkap jika konsumsi barang tersebut terkait satu sama lain. Sebagai contoh, mobil dan ban: ban ada dijual sebab ada mobil dijual dan demikian pula sebaliknya. Peningkatan harga mobil akan menyebabkan berkurangnya mobil yang dibeli, dan demikian juga jadinya nanti dengan ban. Hubungan antara harga mobil dan jumlah permintaan ban adalah berbanding terbalik.
Ban dan mobil, peluru dan meriam, lampu dan kap lampu, krim dan kopi, paku dan palu, kacang dan kayu, adalah jenis barang yang saling berkaitan. Barang-barang ini disebut barang pelengkap.
BARANG-BARANG PENGGANTI
Barang-barang pengganti adalah barang-barang yang di pikiran konsumen dapat digantikan oleh barang lain. Sebagai contoh, teh dan kopi untuk banyak (walaupun tidak semua) konsumen adalah barang-barang yang dapat bertukar tempat. Jika harga teh naik, pembelian teh akan berkurang dan pembelian kopi akan meningkat. Dengan demikian, hubungan antara harga teh dan jumlah permintaan kopi adalah berbanding lurus.
Mentega dan margarin, teh dan kopi, taksi dan bus, pena dan pensil, hotel dan motel, radio dan gramofon, adalah semua barang yang bagi kebanyakan orang, dapat saling menggantikan. Barang-barang itu disebut sebagai barang-barang pengganti.
JUMLAH PERMINTAAN
Suatu perubahan pada faktor penentu bukan harga akan menyebabkan keseluruhan permintaan konsumen berubah. Gambaran ini dapat dinyatakan sebagai suatu pergeseran kurva permintaan ke sebelah kanan atau ke kiri. Pergeseran permintaan ini harus dibedakan dari pergerakan sepanjang kurva permintaan yang disebabkan oleh perubahan harga: perubahan harga hanya akan menyebabkan perubahan jumlah permintaan, tetapi secara keseluruhan daftar permintaan tetap sama.
Ketersediaan barang baru dapat mengubah cita rasa konsumen. Dulu, perhitungan rumit dilakukan dengan menggunakan alat penghitung. Dengan adanya kalkulator tangan, penggunaan alat penghitung tidak lagi disukai oleh pelanggan.
PENAWARAN
Penawaran adalah keinginan dan kemampuan para penjual atau penyalur untuk menawarkan berbagai jumlah barang dalam suatu relevansi harga.
Penawaran adalah apa yang kita harus tawarkan. Kita semua mempunyai ketrampilan dan waktu untuk ditawarkan kepada penyedia kerja kita. Bagi sebagian dari kita, banyaknya jumlah jam kerja boleh saja berubah dari hari ke hari atau dari minggu ke minggu. Tetapi, yang paling sering adalah, jika tambahan jam kerja diperlukan untuk bekerja, maka kita akan mengharapkan adanya harga lebih, misalnya, dengan uang lembur.
HUKUM PENAWARAN
Hukum penawaran menyatakan hubungan antara harga dan jumlah penawaran di dalam pikiran para penjual atau produsen adalah berbanding lurus. Kapan terjadi peningkatan harga maka demikian juga dengan jumlah penawaran.
Pembayaran uang lembur menunjukkan bahwa jika seseorang diharapkan untuk ditawar, maka seseorang dapat mengharapkan untuk dibayar lebih. Dalam beberapa profesi, jam kerja tambahan di luar jam lembur biasa akan dibayar pada jumlah yang jauh lebih tinggi.
PERTIMBANGAN HUKUM PENAWARAN
Hukum penawaran dijelaskan oleh
- harga dapat menjadi rangsangan untuk para penjual atau produsen untuk menjual lebih banyak, dan
- biaya produksi yang meningkat (oleh karena hukum mengurangi pengembalian).
GRAFIK PENAWARAN
Hukum penawaran dapat ditunjukkan dengan suatu kurva penawaran terbuka ke atas. Ketika terjadi peningkatan harga, maka akan terjadi peningkatan jumlah penawaran; dengan demikian hubungan keduanya selalu berbanding lurus.
Grafik G-MIC1.2

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN
Harga adalah faktor penentu yang utama. Faktor lain selain harga adalah:
- jumlah para penjual atau produsen,
- biaya-biaya produksi (termasuk pajak),
- teknologi (karena itu mempengaruhi biaya produksi),
- harga dari yang lain barang-barang (sebagai sumber dari kemungkinan keuntungan),
- perkiraan harga (tetapi pengaruhnya masih meragukan).
Kembali ke karyawan yang memberikan tambahan jam kerja, kesediaan karyawan untuk menerima perubahan rencana kerja mungkin saja tergantung dengan waktu yang diberikannya untuk kebutuhan lain (seperti bersantai, keluarga, hobi atau belajar). Meskipun demikian, faktor penentu yang utama adalah harga atau upah yang diharapkan.
JUMLAH PENAWARAN
Adanya perubahan pada faktor selain harga pada penawaran itu akan mengubah keseluruhan daftar penawaran dan akan menggeser kurva penawaran. Pergeseran kurva penawaran ini disebabkan oleh pergerakan sepanjang kurva penawaran itu sendiri ketika harga berubah: tetapi hal ini hanya mengubah jumlah yang ditawarkan (bukan penawaran).
KESEIMBANGAN
Keseimbangan antara harga dan jumlah penawaran adalah jika permintaan dan penawaran saling menutupi. Berapapun harganya di atas keseimbangan, jumlah barang yang disediakan akan melebihi jumlah permintaan,dan akan menghasilkan kelebihan jumlah barang (juga tidak ada transaksi antara pembeli dan penjual). Sedangkan pada saat harga berada di bawah nilai keseimbangan, jumlah permintaan akan melebihi jumlah barang yang ditawarkan, sehingga hasilnya adalah kurangnya jumlah persediaan barang. Hanya dengan mempertemukannya akan terjadi jumlah permintaan dan jumlah penawaran yang setara. Dengan demikian harga dan nilai keseimbangan akan stabil.
Grafik G-MIC1.3

KEKURANGAN PERSEDIAAN
Kekurangan persediaan berarti bahwa jumlah permintaan melebihi jumlah penawaran. Kekurangan persediaan akan terjadi jika harga berada di bawah nilai keseimbangan. Pada pasar bebas, kekurangan persediaan akan menghilang dengan terjadinya peningkatan harga. Kekurangan persediaan akan berlanjut terus selama pasar tidak bebas; sebagai contoh, jika pemerintah telah mementukan suatu plafon harga. Jika plafon harga di atas nilai keseimbangan, harga itu menjadi tidak relevan dan tidak bisa dipergunakan di pasar.
Grafik G-MIC1.4

;Banyak kota besar mempunyai hukum aturan sewa agar supaya orang-orang yang miskin dapat menemukan tempat tinggal yang mereka perlukan. Tetapi karena pemilik tanah tidak mendapatkan keuntungan dengan harga ini maka biasanya ia merubah bangunan mereka menjadi kondominium atau kepemilikan kerjasama. Hal ini akan mengurangi jumlah tempat tinggal yang tersedia: akhirnya akan menciptakan suatu kekurangan tempat tinggal.
KELEBIHAN PERSEDIAAN
Kelebihan persediaan berarti bahwa jumlah penawaran melebihi jumlah permintaan. Kelebihan persediaan hanya ada jika harga di atas nilai keseimbangan. Jika pasar bebas, kelebihan persediaan akan cenderung menghilang dengan diturunkannya harga. Kelebihan persediaan akan terus berlanjut jika pasar tidak bebas; dimana, suatu harga minimum telah ditetapkan oleh pemerintah. Jika harga minimum itu berada di bawah nilai keseimbangan, harga menjadi tidak relevan dan tidak bisa dipergunakan di pasar.
Grafik G-MIC1.5

;Harga dari banyak barang pertanian, seperti susu misalnya, selalu tunduk kepada harga yang ditentukan oleh pemerintah. Harga yang lebih tinggi ini mendorong petani untuk menghasilkan susu dalam jumlah yang banyak: hal ini akhirnya menciptakan kelebihan persediaan. Sebagai contoh, pada tahun 1980an, pemerintah terpaksa membuat keju dari kelebihan persediaan susu dan mendistribusikan keju itu dengan gratis ke orang-orang miskin
KURVA INDIFFERENT
Kurva indiferen memperlihatkan kombinasi dua jenis barang yang orang ingin beli, dan yang akan membuat orang terpuaskan (atau indiferen). Kurva indiferen mengasumsikan bahwa banyak lebih disukai daripada sedikit. Kurva ini akan cembung dari biasanya. Kurva indiferensi akan membentuk suatu gambaran keseluruhan pada berbagai tingkat kepuasan.
Grafik G-MIC1.6

;Daftar belanjaan konsumen manapun akan mengungkapkan bahwa diluar beberapa keperluan dasar minimum, pembelian adalah sejenis pemilihan antara berbagai jenis materi yang dapat memberikan kepuasan setara. Pola kepuasan setara ini diperoleh dari konsumsi dua pilihan jenis barang terpilih seperti apa yang digambarkan oleh kurva indifferent.
BATASAN NILAI PENGGANTI
Jumlah salah satu barang seseorang harus dikurangi untuk meningkatkan jumlah barang yang lain dan meninggalkan barang yang tak dibutuhkannya, hal ini disebut sebagai batas nilai pengganti. Batas nilai pengganti ini digambarkan dengan nyata sebagai kurva tangen terhadap kurva indiferen. Batasan nilai pengganti terlihat menurun. Hal ini dibuktikan dengan kurva indiferen yang lebih cembung daripada seharusnya.
GARIS ANGGARAN
Garis anggaran adalah lereng kombinasi antara jenis dua barang yang seseorang masih dapat usahakan untuk membeli dengan pendapatannya. Lereng garis ini adalah perbandingan harga dari dua jenis barang: Pa/Pb atau harga relatif dari setiap barang.
Grafik G-MIC1.7

;Seorang ibu rumah tangga pergi ke supermarket dengan sejumlah uang tertentu, mengetahui persis berapa jumlah maksimum yang dia dapat belanjakan. Proporsi materi yang berbeda dapat saja berubah.
NILAI TANGENSI
Titik keseimbangan akan memberikan kepuasan lebih kepada konsumen, dimana konsumen dapat mengusahakannya, jika garis anggaran menjadi tangen terhadap kurva indiferen tertinggi.
Grafik G-MIC1.8

ASAL MULA PERMINTAAN
Permintaan dapat diperoleh dari kurva indiferensi dengan menurunkan (meningkatkan) harga satu barang dan mengamati bahwa garis anggaran akan bergeser sebagai hasilnya, hal ini menyebabkan titik tangensi akan mencerminkan nilai lebih besar (lebih kecil) dari jumlah pembelian barang tersebut.

Ekonomi mikro

Langsung ke: navigasi, cari

Model permintaan dan penawaran menjelaskan bagaimana harga beragam sebagai hasil dari keseimbangan antara ketersediaan produk pada tiap harga (penawaran) dan keinginan dari mereka dengan kekuatan pembelian pada tiap harga (permintaan). Grafik ini memperlihatkan sebuah pergeseran ke kanan dalam permintaan dari D1 ke D2 bersama dengan peningkatan harga dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai sebuah titik keseimbangan (equibilirium) dalam kurva penawaran (S).
Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.[1][2] Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).
Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan[3], serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut.[4]

Tinjauan umum
Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar
Asumsi dan definisi
Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana.
Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut “kegagalan pasar”, yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk membiayainya). Dalam kasus ini, ekonom akan berusaha untuk mencari kebijakan yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat “pasar yang hilang” untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang tindakan kolektif. Harus dicatat juga bahwa “kesejahteraan optimal” biasanya memakai norma Pareto, dimana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten dnegan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya.
Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi para konsumen.
Model operasi
Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:
• Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
• Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
• Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua biaya tetapnya.
• Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan, perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan resiko kerugian menyeluruh.
Kegagalan pasar
Dalam ekonomi mikro, istilah “kegagalan pasar” tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani “kepentingan publik”, sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.
Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :
• Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana “sebuah” pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-trust.[5]
• Eksternalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana “pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktifitas ekonomi didalam orang luar/asing.” Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif.[5] Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.
• Barang publik seperti pertahanan nasional[5] dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pda barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).
• Kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidak pastian (informasi yang inefisien)[5]. Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana mbil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupaka penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini dijelaskan pertamakali oleh Kenneth J. Arrow di artikel seminartentang kesehatan tahun 1963 berjudul “ketidakpastian dan Kesejahteraan Ekonomi dari Kepedulian Kesehatan,” di dalam American Economic Review. George Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa , dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditas cenderung menurun, bahkan untuk kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi sebuah “lemon” (produk yang menyesatkan).

Biaya peluang

Walaupun biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung, efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan, prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya bidang ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman bernama Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari teori nilai marjinal.
Biaya peluang merupakan salah satu cara untuk melakukan perhitungan dari sesuatu biaya. Bukan saja untuk mengenali dan menambahkan biaya ke proyek, tetapi juga mengenali cara alternatif lainnya untuk menghabiskan suatu jumlah uang yang sama. Keuntungan yang akan hilang sebagai akibat dari alternatif terbaik lainnya; adalah merupakan biaya peluang dari pilihan pertama. Sebuah contoh umum adalah seorang petani yang memilih mengolah pertaniannya dibandingkan dengan menyewakannya ke tetangga. Maka, biaya peluangnya adalah keuntungan yang hilang dari menyewakan lahan tersebut. Dalam kasus ini, sang petani mungkin mengharapkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Begitu juga dengan memasuki universitas dan mengabaikan upah yang akan diterima jika memilih menjadi pekerja, yang dibanding dengan biaya pendidikan, buku, dan barang lain yang diperlukan (sebagai biaya total dari kehadirannya di universitas). Contoh lainnya ialah biaya peluang dari melancong ke Bahamas, yang mungkin merupakan uang untuk pembayaran cicilan rumah.
Perlu diingat bahwa biaya peluang bukanlah jumlah dari alternatif yang ada, melainkan lebih kepada keuntungan dari suatu pilihan alternatif yang terbaik. Biaya peluang yang mungkin dari keputusan sebuah kota membangun rumah sakit di lahan kosong, merupakan kerugian dari lahan untuk gelanggang olahraga, atau ketidakmampuan untuk menggunakan lahan menjadi sebuah tempat parkir, atau uang yang bisa didapat dari menjual lahan tersebut, atau kerugian dari penggunaan-pengguaan lainnya yang beragam - tapi bukan merupakan agregat dari semuanya (ditotalkan). Biaya peluang yang sebenarnya, merupakan keuntungan yang akan hilang dalam jumlah terbesar diantara alternatif-alternatif yang telah disebutkan tadi.
Satu pertanyaan yang muncul dari ini ialah bagaimana menghitung keuntungan dari alternatif yang tidak sama. Kita harus menentukan sebuah nilai uang yang dihubungkan dengan tiap alternatif untuk memfasilitasi pembandingan dan penghitungan biaya peluang, yang hasilnya lebih-kurang akan menyulitkan untuk dihitung, tergantung dari benda yang akan kita bandingkan. Contohnya, untuk keputusan-keputusan yang melibatkan dampak lingkungan, nilai uangnya sangat sulit untuk dihitung karena ketidakpastian ilmiah. Menilai kehidupan seorang manusia atau dampak ekonomi dari tumpahnya minyak di Alaska, akan melibatkan banyak pilihan subyektif dengan implikasi etisnya.

Penerapan ekonomi mikro
Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang lainnya. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan. Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan. Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.
Bentuk pasar - pasar persaingan sempurna - monopoli - pasar monopolistik - oligopoli - rasio konsentrasi - indeks Herfindahl