Jawabnya apa Yah ?

Alkisah, di negeri antah berantah, ada suatu kebiasaan yang dilakukan oleh seorang bapak dalam mendidik dan menguji seorang anak laki yang beranjak dewasa untuk dapat berkiprah di dunia Bisnis / Wiraswasta.

Pada suatu hari :

Bapak ; Nak, gimana kalo akhir minggu ini kita pergi memancing di laut ?

Anak ; Wah ide yang baik pa, saya memang sangat ingin sekali memancing di laut, apa yang harus saya siapkan pa ?

Bapak ; Siapkanlah alat pancing yang bapak punya di gudang, bilang sama ibu kamu untuk menyiapkan makanan dan minumnya pada saat kita pergi memancing ke laut, jelas ! jangan lupa kopinya untuk tengah malam.

Anak ; Baik pa, saya akan sampaikan kepada ibu.

Pada saat harinya akan pergi memancing ke laut, sang ayah rupanya sudah membeli makanan kecil yaitu kacang untuk dimakan sambil memancing, kacang tersebut disimpan di sakunya, agar tidak terliha oleh anaknya. Berangkatlah Bapak dan anak ke laut untuk memancing ikan di iringi oleh doa ibu.

Sesampainya di laut, mereka keluarkan alat pancing yang dibawa dan mulailah mereka memancing. Dengan sabar bapak dan anak menunggu alat pancingnya di santap oleh ikan, sementara matahari mulai terbenam dan malam pun tiba. Bapak dan anak sudah berhasil mendapatkan ikan masing-masing 2 ekor, semakin penasaran dengan pancingannya waktupun memasuki malam hari.

Sedang dalam penantiannya sang Bapak berkata : Nak, tolong keluarkan makanan dan minuman yang di bawakan ibu, sambil mancing kita makan dulu.

Anak ; Baik pa ( sianak mengeluarkan perbekalan yang di bawa), ini pa makanannya, mari kita makan pa

Bapak ; Ayo, sambil kita nikmati makanan ini, awasi matamu agar alat pancingnya terlihat jika ada ikan yang makan umpannya.

Selesai makan, si bapak menuangkan kopi di cangkir masing-masing, untuk dia dan anaknya sambil berkata “nah setelah makan yang enak sekarang kita lanjutkan dengan ngopi, ini kopimu nak”

Anak ; Waaaaaah, bapak benar-benar sangat mengerti yang paling nikmat, mantab sekali habis makan kita ngopi sambil menunggu pancingan, apa lagi kalo ada kemilan kecil-kecilan.

Bapak ; Oooh, kamu mau makan kacang nak ?

Anak ; Wah mau sekali pa, emang bapak bawa kacang ?

Bapak ; Ya tidak, tapi kita kan bisa beli kacang di dasar laut ?

Anak ; Ah bapak ngaco kalo ngomong, masa beli kacang di dasar laut, udah ah pa, jangan ngaco kalo ga ada kacang kita nikmati saja kopi ini.

Bapak ; Kamu tunggu sebentar ya, bapak mau nyelam dulu sebentar,  beli kacang untuk membuktikan kepada kamu bahwa di dasar laut ada yang jual kacang ( sang bapak pun langsung terjun ke air lalu menyelam, sementara menyelam di bawah air, si Bapak mengeluarkan kacang bawaannya dari sakunya, di pegang di tangannya kirinya 1 bungkus, lalu keluar dari permukaan air). Setelah si Bapak naik kembali ke atas perahu, di berikan kacang di tangan yang ditangan kiri kepada anaknya, lalu di keluarkan semua kacang lain yang masih ada di sakunya. Anaknya tercengan menerima kacang yang di berikan dan dikeluarkan bapaknya dari saku sambil berkata.

Anak ; Waaah, luar biasa sekali, ternyata bapak benar kalo di dasar laut ada yang jualan kacang, aduuh terima kasih sekali pa, mari kita nikmati kacang ini dengan kopi yang sangat nikmat.

Bapak ; Nah itulah, makanya  kalo bapak bilangin kamu harus percaya sama bapak, mengerti ?

Anak ; Baik pa

Kemudian keduanya menikmati suasana memancing tersebut dengan minum kopi dan makan kacang sampai larut malam hasil tangkapan ikan terus bertambah, Bapak dan anak sangat senang hatinya. Tanpa terasa kacang yang dimakan berdua habis.

Anak : ya abis pa kacangnya, kopinya masih banyak nih

Bapak ; kamu mau lagi kacangnya ?

Anak : emang masih ada pa ? kalo masih ada ya mau dong pa, kan enak sambil mancing makan kacang.

Bapak ; ya udah, kala kamu masih mau makan kacang, sekarang gantian kamu yang beli kacangnya di dasar laut sana
, ini uang nya 100rb

Anak tanpa ragu-ragu : baik pa, saya ke dasar laut dulu membeli kacang, bapak tunggu sebentar ya pa

Bapak ; ya sudah sana,

Sementara bapaknya menunggu di atas perahu, si anak menyelam kedasar laut, selang beberapa lama, anaknya keluar dari permukaan air sambil terengap-engap yang  langsunug di tanya oleh bapaknya “  dapet ga kacangnya ?  “

Apa kira-kira jawaban si anak yang baru keluar dari permukaan air ?

Anak ;  :-?

6 Comments so far »

  1. bgh said,

    Wrote on January 30, 2010 @ 10:37 pm

    Buat yang udah sudah lulus ga boleh jawab ya ???

  2. menthokz said,

    Wrote on February 1, 2010 @ 9:23 am

    Bapak sich maunya macem2, lha wong kacang yang tadi dah habis…… yang ada tinggal “telor asin”…. gimana mau nggak?

  3. fikri said,

    Wrote on February 1, 2010 @ 9:53 am

    hahahahahahahahahahahhaha

  4. agung_wyd said,

    Wrote on February 1, 2010 @ 11:25 am

    Pak, “ngopi lagi yuk”, kedinginan nih, abis nyelem

  5. narendro said,

    Wrote on February 1, 2010 @ 9:46 pm

    kacang yang harga promosi udah abis….duitnya kurang pak…

  6. fikri said,

    Wrote on February 2, 2010 @ 10:16 am

    Bisa juga seperti itu :)

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Comment:

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.