Dasar OKS

OKS = Orang Kaya Sombong,

Ada seorang lelaki yang sangat pandai, dan sangat kaya sekali, lelaki tersebut sering kali mendengar penjelasan dari para penceramah(Mubaligh/Ustad), khususnya pada waktu sholat Jum’at tentang …………………………… lanjutin yeh

tentang uraian Ustad bahwa “rizki yang kita terima adalah pemberian dari Allah SWT., terhadap usaha / ikhtiar yang kita lakukan sehari2″,  lelaki  ini pada prinsipnya tidak mau menerima penjelasan tersebut karena menurutnya limpahan rizki yang dimilikinya sekarang adalah atas dasar usaha / ikhtiarnya sendiri, menurutnya kerja keraslah yang menyebabkan dia sangat kaya raya, bukan diberikan Allah SWT.

Lelaki ini kita sebut saja ‘pengusaha super kaya’, yang memiliki satu perusahaan, kemudian berkembang pesat sehingga bertambah besar expansi perusahaannya serta banyak perusahaan multiguna lainnya yang dibeli karena semakin kayanya pengusaha ini.  Alhasil lelaki ini dari waktu ke waktu menjadi seorang pengusaha yang sangat sukses sekali.

Pengusaha super kaya ini juga sangat mudah bergaul dan berkumpul dengan segala lapisan masyarakat serta sering membantu orang yang kurang mampu dalam hal materi, oleh karena itu pengusaha ini disenangi oleh banyak orang.

Pengusaha super kaya ini juga sering kali diundang ke pengajian di masjid2, dirumah2, yang sering pula si pengusaha mendebat Ustad yang menyampaikan materi pengajian jika ada bahasan tentang  kalimat “rizki yang kita terima adalah pemberian dari Allah SWT., terhadap usaha / ikhtiar yang kita lakukan sehari2″.

Sampai akhirnya pengusaha super kaya itu bertemu dengan Ulama besar yang banyak ilmunya, kemudian Ulama itupun memberikan satu usulan kepada si pengusaha super kaya untuk membuktikan bahwa ‘rizki yang diterimanya adalah mutlak dari usaha dan ikhtiarnya sendiri’, silahkan anda buktikan.

Si Pengusaha super kaya merasa tertantang dengan ide nya si Ulama, sehingga setelah berfikir keras berhari-hari maka diapun memutuskan akan meninggalkan semua perusahaan yang dimilikinya untuk membuktikan kepada semua orang bahwa jika dia tidak melakukan kegiatan usaha apapun maka dia yakin 100% tidak akan pernah mendapatkan ‘rizki’.

Untuk pembuktiannya si pengusaha super kaya kemudian pergi ke daerah pegunungan/lembah, dimana disana terdapat GOA yang sangat gelap dan seram, si pengusaha super kaya kemudian memasuki GOA tersebut, lalu mencari tempat yang cukup nyaman untuk duduk dan tiduran. Si pengusaha super kaya pun mengeluarkan perlengkapan yang dibawanya kemudian disusun dengan baik di dalam GOA tersebut. Pengusaha super kaya itu keluar GOA  mencari dan mengumpulkan kayu pepohonan untuk persiapan didalam GOA pada malam hari.

Selanjutnya si Pengusaha super kaya inipun mulai menjalankan misinya dengan berdiam diri dan duduk bersila di depantumpukan kayu yang telah di susun untuk dibakar malam hari, makan dan minum pun dilakukan ditempat itu, dari satu hari ke hari berikutnya kegiatan itu di ulangi, sampai di hari kelima persedian makan dan minumpun kehabisan, dengan tekad yang kuat untuk membuktikan moto jika tidak ada yang dikerjakan/bekerja maka tidak akan pernah mendapatkan rizki, si Pengusaha super kaya itupun bertahan terus ke hari-hari berikutnya. Tubuh si Pengusaha super kaya pun makin pucat, lemah dan kehabisan tenaga lalu terbaring di samping api unggun.

Sementara diluar  GOA sana  ada sekelompok anak muda yang sedang melakukan kegiatan Outbond dengan mendaki pegunungan/lembah yang sama dengan si Pengusaha super kaya, tanpa disengaja sekelompok anak muda tersebut melihat adanya GOA yang di dalamnya ada si Pengusaha super kaya , anak2 muda tersebut kemudian mencoba menghampiri GOA, lalu anak2 muda itupun memasuki GOA dengan perasaan takut,  seram, dan berbagai perasaan lainnya. Namum rasa penasaran anak2 muda itu pula yang menyebabkan mereka tetap memasuki lubang GOA sampai kedalam.

Terkejut, tertegun dan terheran-heran anak2 muda itu melihat dalam GOA ada seseorang yang terbaring disamping api unggun yang tinggal baranya saja. Bergegaslah anak2 muda itu mendekati orang yang terbaring, terkejut lagi anak2 muda itu melihat orang itu sudah pucat, lemas tak berdaya . Kemudian anak2 muda itupun berinisiatif untuk segera membawa keluar orang itu dari dalam GOA. Setelah dibawa keluar anak2 muda itu mencoba memberikan minum kepada orang ini, namun mulut orang ini tidak mau membuka, bahkan malah semakin di katup erat mulutnya agar tidak bisa dimasuki minum yang diberikan. Dengan terpaksa kelima anak muda itupun bekerjasama untuk memaksakan membuka mulut orang itu sehingga botol minum bisa dipaksakan masuk kedalam mulut orang itu.

Akhirnya dengan pemaksaan  orang itupun bisa diberikan minum, setelah itu anak2 muda itu juga berusaha keras untuk memasukkan sepotong roti yang dibawanya kedalam mulut orang tersebut, masuklah roti tersebut ke dalam mulutnya. Setelah berukang2 dipaksakan minum dan makan roti, orang itupun spontan dan tegas mengucapkan kalimat “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah”. Anak2 mudapun mundur beberapa langkah karena terkejut mendengan ucapan orang itu (namun ada perasaan bahagia karena orang tersebut bisa sadar).

Orang tersebut yang ternyata adalah si Pengusaha super kaya  terus mengulang-ulang kalimat diatas lalu berkata sbb :

Subhanallah, Maha Besar Allah SWT., yang telah membuktikan bahwa rizki yang tidak pernah saya cari bahkan saya pungkiri datangnya dari Allah, ternyata malah diantarkan sampai ke mulut saya walaupun saya telah mencoba untuk berada di suatu tempat yang sangat sepi dan berusaha untuk tidak berhubungan dengan orang lain serta bersikeras menutup mulut saya pada saat akan di masukkan air minum dan makanan roti oleh anak2 muda itu, namun ternyata kehendak Allah lah yang tetap berlaku, Maha Benar Allah yang telah membuktikan Kuasa dan Kekuatannya bahwa Rizki yang diberikan kepada saya tidak dapat saya tolak walau sekeras apaun saya berusaha dan berontak.  

Hikmahnya :

Tidak ada satu makhlukpun yang dapat menolak/mencegah/menghalangi  datangnya rizki yang diberikan Allah SWT., sebaliknya juga tidak ada satu makhlupun yang bisa mendapatkan rizki yang bukan haknya atau tanpa izin dari Allah SWT.,

Demikian, smoga bermanfaat, khususnya untuk diri saya sendiri.

3 Comments so far »

  1. menthokz said,

    Wrote on June 13, 2009 @ 12:34 pm

    Pak Ustad Al Mukharom… Al Baqarah Al Anbiya’….. terima kasih atas pencerahannya….. kayaknya dah pas jadi ulama

  2. fikri said,

    Wrote on June 13, 2009 @ 1:53 pm

    si pri ngaco yeh

  3. Aries Muslim said,

    Wrote on June 18, 2009 @ 6:56 pm

    Pak Fikri al ustadz al Mukarom…..Bank,

    memang sudah sering dikatakan bahwa manusia hidup dan mati itu karena kehendak Allah, jadi apapun kegiatan, perasaan, sampai niat yang akan dilakukan pun Allah tau dan sudah sangat tau, sebab semua itu sudah Allah tuliskan di KITAB besarnya.
    Kita manusia diberi kesempatan buat berbuat untuk kebaikan dan perbaikan diri masing2, bukan begitu Boss Al Ustadz?

Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Comment

Name: (Required)

E-mail: (Required)

Website:

Comment:

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.