farida

Sang Pemetik

Ngeblog lagi ah, masa cuma bapaknya saja yang buat reportase mudik dan liburan di kampung. Bapaknya sih lagi memendam rindu di sini :) Biarlah aku dan anak-anak tidak akan mengganggunya hehehe Kita sih mo bernarsis ria saja dengan foto-foto kita yang memang cantik-cantik hihihihi. Tiga cewek jagoan pun akhirnya masuk desa. Sebenarnya sih sudah sering pergi ke sana, minimal setahun sekali. Sebelum atau sesudah lebaran, dan kebetulan pada tahun ini kami berlebaran di kampung halaman Bapaknya.

Pada lebaran kali inilah anak-anakku mulai dibawa jalan-jalan oleh bapaknya ke persawahan dan perbukitan yang ada di sekitar desa. Dan itu menjadi pengalaman menyenangkan buat anak-anakku :) Itu dilakukan setelah keluar masuk dari rumah ke rumah di desa tempat lahir bapaknya. Pas kunjungan ke rumah kerabat dan dua saudara yang dulu pernah mengasuh Dinda, ternyata rumahnya persis di pinggir sawah. Ya sudah, akhirnya dua anakku jadi pemetik jagung di sawah punya orang deh hehehe

Dua Diva Pemetik Jagung :)

Dua Diva Pemetik Jagung :)

Kami pun menyusuri pematang sawah setelah melintas titian bambu yang sedikit bergoyang-goyang. Terpaksa deh si kakak harus dituntun menyebrangi titian bambu. Memang titik keseimbangannya gampang terganggu :) Maklum berat badannya sudah berhasil menyusul ibunya hehehe. Syuting berikutnya adalah menjadikan dua diva menjadi gadis cantik penuai padi :) Nih dia fotonye

Dua penuai padi yang cantik-cantik :)

Dua penuai padi yang cantik-cantik :)

Waduh, dua putri sudah menjadi pemetik jagung dan padi. Lalu ibunya metik apaan ya? Setelah jelalatan ke sana ke mari, akhirnya mata kami tertuju ke sebuah pohon rindang di pinggir sawah, yang sekaligus di pinggir jalan dekat gerbang desa. Akhirnya aku pun menjadi sang pemetika buah deh. Btw, nih lagi metik buah apaan ye? hihihi

Sang pemetik buah

Sang pemetik buah

3 Responses to “Sang Pemetik”

  1. hanumon 24 Sep 2009 at 12:34 pm

    masih kurang puas lihat foto-foto albumnya. Ditunggu di FB :D

  2. yolandaon 24 Sep 2009 at 5:47 pm

    tinggal diitung bu yg dipetik apa aja trus dikiloin…
    kasirnya ada di depan ya bu…ini bonnya….

  3. faridaon 25 Sep 2009 at 1:22 pm

    Wah, kalau foto emang nggak banyak sih, ntar deh sisanya di add, abis fotografernya nggak ikut sih. Tapi kemaren kan bohong-bohongan metiknya jadi nggak ada bonnya dong, kalau mangga di rumah mertua sih beneran dipanen tapi dah dibagi-bagi ke tetangga di dekat rumah beliau, …dah tradisi sih. Gitu Jeng Yolanda (kok pass bener yah di TV lagi dinyanyin lagu Yolandanya …& Dek Hanum PP)

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.