Aku sempet bingung dan stress pas dinda check-up ke dokter anak di RS yang sama. Itu hari kelima setelah Dinda keluar dari RS tersebut. Sebelum cerita apa yang menyebabkan aku stres, saya ceritakan lagi catatan hasil test trombositnya Dinda. Satu hari setelah di rumah, trombositnya naik dari 80 ribuan ke 90 ribuan. Aku seneng akhirnya naik lagi, tapi suka agak gregetan, kok naiknya dikit-dikit ya :( Pada hari ketiga kemudian, trombositnya naik menjadi 113 ribu. Aku tambah seneng deh. Mudah-mudahan besoknya lagi sudah diatas batas normal.

Trombositnya Mogok

Namun pas mau check ke dokter pas hari kelima, paginya dinda dicek darah dulu. Ternyata trombositnya tetap masih 113 ribu. Aduh, kenapa ya selama 3 hari kok trombositnya gak bertambah ? Apakah Dinda kurang istirahat? Memang anaknya sih dah mulai aktif dan becandaan lagi sama adeknya. Atau memang makanannya kurang? Tapi rasanya nafsu makannya gak berubah, dan menu makanannya pun kayaknya dah cukup deh.

Ketika ketemu dokter anaknya di RS, perasaanku emang rada deg-degan. Pas ketemu dokternya, beliau bilang, “Oh, ini anak yg kemaren DBD-nya agak aneh”. Aku menebak-nebak, mungkin karena DBD dinda tergolong yang non klasik seperti pernah aku ceritakan di sini.  Pas dokter melihat 2 hasil test terakhir, raut mukanya kelihatan penuh tanda tanya. Mungkin hanya perasaanku saja kali ya. Tiba-tiba dokternya bilang. “Kemungkinan ada kelainan trombosit”. Aku langsung nimpalin, “Apa lagi Dok?”. Selanjutnya dokter pun menerangkan beberapa kemungkinan diagnosanya, intinya sih mengenai sistem kekebalan tubuh yang malah menyerang organ atau komponen tubuh lainnya. Dia pun sempet ngasih tahu nama penyakit. Aku gak sempet mudeng sih, pokoknya nama penyakitnya “…. purpura” gitu deh, aku hanya ingat ujungnya aja.

Dokter pun hanya bilang, itu hanya kemungkinan, dan masih perlu didiagnosa lebih lanjut. Bahkan sempet juga dokternya ngasih tahu beberapa kemungkinan test-test kesehatan lainnya. Rasanya lemes deh dengernya. Dokter memberi resep yaitu 10 tablet penambah nafsu makan yang diminum 3×1,2×1, 1×1 sampai habis dan 10 kapsul vitamin b dengan aturan 1×1. Dengan suplemen tersebut akan membuat anak agak rakus (hari ke 2 setelah makan, ia sempat makan padat lengkap sebanyak 4 piring ), itu yang diingatkan ke aku oleh dokternya. Kami pun pulang dan aku merasa deg-degan banget, apalagi suamiku gak ikut ke dokter karena dah masuk ke kampus lagi. Katanya sih gak enak juga dah bolos 5 hari kerja :)

Misterius

Sampai rumah ternyata suamiku dah pulang. Ya udah dengan muka cemberut aku ceritakan aja tentang hasil pemeriksaan tadi. “Tolong pak cari di internet tentang kelainan trombosit”. “Ada nama penyakitnya yg lebih khusus gak”, timpal suamiku. “Ada sih, tapi lupa, Pokoknya yang ujungnya ada istilah”…. purpura” gitu deh”. Suamiku akhirnya berhasil menemukan beberapa referensi di internet. Intinya adalah nama penyakit tersebut adalah Idiophatic Thrombocytopenia Purpura (ITP). Dan akupun akhirnya inget, emang penyakit itu yg disebutkan Dokternya. Aku pun minta suamiku untuk ngasih tahu cara mengutip beberapa referensi itu di tulisanku ini.

“Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) is a bleeding condition in which the blood doesn’t clot as it should. This is due to a low number of blood cells called platelets (PLATE-lets)” ………………. Selanjutnya bisa dibaca di sini.

ITP stands for idiopathic thrombocytopenic purpura. “Idiopathic” means that the cause of the condition is unknown. “Thrombocytopenic” means the blood doesn’t have enough platelets (platelets are also called thrombocytes). “Purpura” means a person has excessive bruising. ITP is also called “immune thrombocytopenic purpura.” ……………….. Seterusnya bisa dibaca di sini.

“Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) is the condition of having a low platelet countthrombocytopenia) of no known cause (idiopathic).[1] As most causes appear to be related to antibodiesimmune thrombocytopenic purpura or immune-mediated thrombocytopenic purpura. Often ITP is asymptomatic, however a very low platelet count can lead to visible symptoms, such as purpura (bruises), or more seriously, bleeding diathesis …………. Selengkapnya bisa dilihat di sini.

Waduh apa lagi tuh. Aku terus terang dah mumet dan gak tahu lagi jenis penyakit apa lagi. Akhirnya suamiku kayaknya berusaha menerangkan sambil berusaha menenangkan Aku. Emang kadang suka sebel juga sih melihat suamiku yang kadang selalu bersikap tenang, walaupun aku tahu juga sih pasti suamiku ikutan deg-degan juga. Kan suamiku sampe gak ke kampus selama 5 hari kerja sedangkan aku sendiri 8 hari kerja. Aku tahu padahal suamiku lagi banyak kerjaan.

Aku dah males dan gak ngerti artikel-artikel di atas. Cuma suamiku bilang bahwa ITP itu masih belum diketahui penyebabnya secara persis. Harus ada serangkaian test yang bisa banyak macemnya :( Suamiku hanya bilang  “idiophatic” itu artinya “unknown” atau tidak diketahui. Jadi penyebabnya masih “misterius”. Setelah beberapa lama akhirnya suamiku bilang bahwa ITP memang sering menyerang anak-anak, dan itu bersifat sementara. Bahkan suamiku berhasil menemukan situs ITP Foundation di sini. Tagline yayasan tersebut adalah “helping children with immune Thrombocytopenia Purpura, a rate bleeding disorder”.

Akhirnya pulih lagi

Setelah beberapa lama suamiku baca sana baca sini, akhirnya cuma bilang, “Mudah-mudahan ini sementara karena efek dari obat-obatan yang diminum Dinda”. Memang sudah banyak juga obat-obatan yang diminum oleh Dinda.”Coba deh, hentikan semua obat-obatan yang sifatnya kimiawi, banyakin aja makanan dan buah-buahan alami”, Itulah salah satu saran dari suamiku yang akhirnya kuturuti. Dan aku pun tiap hari pergi ke “warung m’bak Nur” blanja lauk pauk dan sayuran sedangkan beberapa kali ke pasar tradisional tuk belanja buah-buahan segar yang harus disantap Dinda setiap harinya.

Akhirnya setelah lima hari kemudian sebelum datang lagi ke dokter yang sama, Dinda dicek darah dulu. Hasilnya adalah 173 ribu. Alhamdulillah ternyata dalam lima hari trombositnya naik sebanyak 60 ribu, atau 12 ribuan per hari. Tapi suamiku masih terheran-heran, malah suka bertanya-tanya dengan keakuratan cek darah. Mungkin hanya heran aja, karena memang Dinda dicek darahnya dilakukan di 3 tempat yang berbeda-beda. Tapi dua yang terakhir sih memang di RS tempat Dinda diopname sebelumnya. Jadi Aku agak tenang dan bisa bernapas lega.

Namun Aku dan suamiku masih belum tahu persis, apakah Dinda memang sempat mengalami ITP ayau tidak? Kan tidak dilakukan serangkaian test yang bisa saja rumit dan mahal biayanya.  Lagian dokternya pun cuma bilang pas terakhir cek up, “Kayaknya dinda dah sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa”. Dokter pun tidak menyinggung-nyinggung lagi tentang ITP yang pernah dikatakannya lima hari sebelummnya, yang buat aku stress banget. Melihat resume medis dari rumah sakit yang dibuat dokter anak yang merawatnya tertera diagnosa tersangka DBD dan ITP yang baru kuterima 5 Juni lalu. Ini membuat aku berpikir lagi, apakah anakku terkena ITP yang disebabkan infeksi saluran nafas (batuk membandel) yang dideritanya selama dan setelah terkena campak?

Eh, sekarang malah Aku mulai siap-siap ngadepin stress lagi gara2 hal yang lain. Kedua anakku mulai Senin besok dah mulai UAS,  :( . Selama sakit memang tidak terpegang sama sekali buku pelajaran oleh ke dua anakku.

Yuk, berjuang, belajar dan berdoa, Anakku.

10 Responses to “Idiophatic Thrombocytopenia Purpura (ITP)”

  1. Esraon 10 Jun 2009 at 6:15 pm

    Buat Dinda dan Diva selalu semangat ya Sayang belajarnya. Tante doain hasil UAS nya memuaskan ya…
    Dinda dan Diva pasti bisa jadi yang terbaik….

  2. Faridaon 14 Jun 2009 at 6:58 pm

    Amin, makasih ya atas doanya

  3. odieton 16 Jun 2009 at 10:49 pm

    tetap semangat yaa..jangan menyeraah. selalu lihat kedepan jangan masa lalu mengganggu masa depan :)

  4. cqitaon 13 Jul 2009 at 3:05 pm

    anak sy, (5bln) waktu umur 4 bln jg didiagnosa ITP hingga terpaksa mondok di rs karena trombosit nya drop sampai 8 rb. dokterpun sempat kaget dan dilakukan test ulang. sampai sekarang masih minum obat prednison rutin 3x sehari. bunda farida, saya juga sempat mengalami stress, sama seperti bunda, suami sy jg tenang-tenang aja. alhamdulillah sampai hari terakir dirumah sakit, trombositnya naik 120rb.
    salam buat dinda dan diva ya. semoga sehat selalu…..

    bunda farida boleh bales ke email bunda nya ciqita koq.tq

  5. niaon 23 Nov 2009 at 2:51 pm

    moms farida…
    anakku saat ini usianya 6bln, sama dengan cerita moms diatas…
    anaku di bilang kena ITP.
    oya anak moms sekarang gmn?
    sehat2 aj kan ya.. aku khawatir skali ma rasya, moga ini cuma sementara..Amin ya Allah…

    moms bisa bales k email ku
    makasih ya moms

  6. faridaon 26 Nov 2009 at 5:02 am

    Salam Kenal M’bak Nia
    Alhamdullilah Dinda baik-baik aja,m’bak. Tapi saya tetap waspada sih.. Setelah kejadian kira-kira 1 bulan beriutnya saya sempet cek lagi saat itu Dinda sedang flu, trombosit sudah di atas 300 rb. Saat saya konsul ke dokter, beliau bilang ini bukan ITP tapi akibat DBDnya saja atau masalah batuk setelah campaknya …. kalau ITP menurut beliau agak lama untuk mencapai ke titik normalnya.
    Pengharapan m’bak ke Rasya mudah-mudahan sama seperti Dinda yang ITP hanya sementara. Amin.

  7. hari gunartoon 25 May 2010 at 7:59 am

    Mba, salam kenal. Aku Hari, tinggal ti Karawaci, Tangerang. Saya punya keponakan perempuan, 20 th, di Wonogiri. Dia divonis ITP. Sudah bolak-balik keluar masuk RS di Wonogiri dan Solo, tapi tidak ada kemajuan. Kalu masuk RS ya hanya transfusi darah terus. Dia sering mimisen tidak berhenti2 atau mens tidak berhenti. Makanya kalau pas menjelang mens, semua keluarga stres. Saat ini dia sedang opname.

    Pertanyaan saya: obat apa saja yang perlu diminum dan makanan apa yang bisa menaikkan trombosit selain jambu dan sari kurma.

    Apakah ada yayasan khusus yang bisa memberikan donasi karena keponakan saya tidak mampu. Biaya opname RS terpaksa minta sana-sini.

    Thanks banget ditunggu jawabannya

  8. faridaon 25 May 2010 at 11:32 am

    Untuk mas hari, saya ikut prihatin. Alhamdullilah anakku terkena ITP yang sifatnya sementara jadi tidak ada minum obat khusus dan tidak transfusi darah. Anakku Infeksi saluran nafas (batuk membandel) yang dideritanya selama dan setelah terkena campak. Cerita di atas ada situs ITP Foundation , coba dibaca lagi yah mas.

  9. Dessyon 21 Dec 2010 at 4:53 pm

    Momm… Gabung yuk di http://www.facebook.com/?ref=home#!/group.php?gid=116207973961
    Pengalaman kita sangat berarti…

  10. srion 04 Jul 2013 at 3:41 pm

    mba,hari ini keponakan saya yg baru berumur 2 minggu di vonis terserang itp,dan sekarang masi di rawat di rs immanuel bandung.adik saya dan istri sangat down.karena kami sama sekali buta ttg penyakit ini.saya bs sharing ttg itp di tempat ini kan. terima kasih

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.