farida

Obat Tradisional Demam Berdarah

Seminggu nungguin Dinda di rumah sakit rasanya lama banget. Sedih rasanya lihat dinda terkulai lesu di rumah sakit. Kelihatan banget raut muka yang pucat pasi karena dinyatakan terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari beberapa acuan yang kubaca, “Penyakit ini disebabkan oleh suatu virus yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan. Pembawa atau vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti”.

Turun 100 ribu dalam 2 hari

Vonis DBD ini membuat Aku stress dan panik. Gimana gak panik, Dinda itu gak pake panas, malah sempet sekolah setelah sebelumnya istirahat terkena Campak. Untungnya pas sekolah aku nyempetin ke Sekolah pas anakku les menari. Ketika kulihat ada bintik-bintik merah di tubuhnya, langsung saja Dinda kuminta segera cek darah. Hasil test pertama trombositnya masih 152 ribu. Aku tambah panik ketika hasil test besoknya lagi, ternyata trombositnya turun drastis jadi 87 ribuan. Akhirnya hari Sabtu minggu kemarin Aku bawa anakku ke rumah sakit dan langsung diopname. Test pertama di RS esok harinya, trombositnya semakin turun jadi 44 ribu. Rasanya sedih banget, kok dalam dua hari trombositnya turun sebanyak 100 ribu lebih :(

Aku sempet kesel juga ketika dokternya bilang kok Ibunya gak tahu anaknya panas. Ibu kerja yah dan Nggak serumahnya …. haaa… sampai bengong …. Keluargaku tidur sekamar … walaupun ada 2 kamar yang lain nganggur. Walaupun sering tertidur lebih cepat dari anak-anak(setelah tidak ada lagi permintaan koreksi PR dan makan malam), selalu terbangun tengah malam untuk mengecek kesehatan anak (panas / kedinginan), suhu ruangan, dan kebutuhan sekolah esok. Kembali lahi ke panas ,katanya informasi panas hari pertama itu diperlukan untuk memprediksi masa inkubasinya. Dokter pun berpendapat mungkin DBD nya bukan yang klasik. Sempet bingung juga sih dengan istilah kok ada klasik dan non klasik. Saking penasaran, akhirnya kembali aku browsing-browsing mencari informasi. Akhirnya ada website di sini, saya kutip sebagian informasinya:

Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami/ menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini, yaitu :

  • Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
  • Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
  • Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung, mulut, dubur dsb.
  • Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok pada bentuk ini sering terjadi kematian.

Apakah Anakku mengalami DBD bentuk abortif? Aku sih gak tahu persis, namun memang Dinda sepertinya tidak mengalami gejala apapun. Malah pas di sekolah, anaknya semangat banget ingin ikut les menari karena .

Memilih Obat Tradisional

Sebenarnya Aku dah sering mendengar beberapa anak dari temen-temenku kena Demam Berdarah juga. Malah saking seringnya mendiskusikan demam berdarah sama temen-temen- baik di kampus maupun di sekolah anakku, Aku tahu persis ada beberapa obat tradisional yang sering digunakan para penderita. Malah Aku sering menginformasikan beberapa obat tradisional ke teman2, bahkan sempet aku tulis di milis kampusku. Namun ketika keluargaku sendiri yang mengalami penyakit tersebut, malah ada rasa bimbang dan pusing sendiri, obatalternatif yang mana sebaiknya aku pakai. Inilah beberapa obat tradisional yang setidak-tidak pernah Saya dengar dari obrolan ibu-ibu di kampus dan Sekolah:

  1. Jambu Biji
  2. Bunga Siantan
  3. Kurma
  4. Angkak
  5. Daun Ubi Jalar

Itu baru bahan baku obatnya. Memang bahan baku tersebut bisa diracik sendiri atau membeli obat yang sudah jadi di toko obat atau apotik. Beberapa merek dagang yang bahan bakunya dari berbagai bahan tradisional di atas adalah sebagai berikut:

  1. Suplemen Serbuk Remufit (angkak& Jambu biji) di apotik
  2. Kapsul Redaxin (angkak) di apotik
  3. Kaplet Cap Bunga Siantan di toko obat
  4. Suplemen Sari Kurma di apotik dan toko obat, atau di kampus D gd 4 lt 1, hehehe promosi deh buat temen :)

Meracik Sendiri

Keluargaku sempet meracik sendiri untuk angkak dan daun ubi jalar. Sebenarnya yang meracik Ibuku dan Ibu mertuaku sih hehehe. Angkak- katanya semacam beras merah dari Cin, dibeli dari pasar tradisional atau toko jamu tradisional. Bahan tersebut (50 - 300 grm) direbus dengan air mendidih sebanyak 2 gelas sehingga menjadi tinggal 1 gelas. Racikan yang kedua adalah rebusan daun ubi jalar. Sempet bingung darimana dapatnya daun ubi jalar. Sempet sih Yanti- temanku di kampus menolong mencarikannya di sekitar keluarganya di depok yang ternyata masih ada ubi jalar. Untungnya suamiku pas ke mall ( ….duh, anak lagi sakit, jalan-jalan terus ….sempet Dinda komentar ” Bapak kayak di hotel aja,……… keluar-masuk terus ….) , ternyata daun ubi jalar tersebut dijual seharga Rp 7900 seikat. Suamiku sempet bercanda, “Wah, di kampungku daun ini lebih banyak dibuang, atau malah dijadikan makanan kambing” :)

Cara meracik daun ubi jalar relatif sama dengan Angkak. Daun ubi jalar dari satu ikatan direbus dengan air mendidih sebanyak 1 liter selama kurang lebih 10 menitan, rebusnya jangan kelamaaan ya, nanti rasanya bisa pahit :)

Btw, akhirnya yg mana yang diminum Dinda? Ternyata racikan Angkak hanya pada hari kedua di RS. Bunga Siantan pada hari kedua dan ketiga. Sedangkan rebusan daun ubi jalar hanya satu hari, itupun Dindanya sempet mual dan mau muntah. Katanya rasanya gak enak banget. Yang rutin sih akhirnya Sari Kurma disertai minum  air mineral yg banyak. Di hari-hari pertama sih sempet sih dikasih Pocari, tapi sempet ada keluhan sakit perut. Akhirnya minumannya diganti cukup dengan air putih saja. Yang penting banyakin deh minumnya.

 Efek Samping

Semua obat tradisional mempunyai manfaat meningkatkan daya tahan yang berefek meningkatnya trombosit dalam darah. Obat yang sering dipakai oleh Dinda adalah sari kurma. Bagi keluargaku , ini tidak asing lagi karena selama ini sudah sering dikomsumsi dan selama ini tidak ada efek samping. Tetapi kata temanku, agak tajam di tenggorokan. Ini sempat terpikir olehku, pantesan Dinda batuknya semakin  parah. Tapi menurut adik iparku, kurma itu bukan glukosa murni, jadi tidak menyebabkan batuk. Btw, memang informasi tentang obat-obatan ini rasanya banyak banget. Kadang suka bingung juga, bener gak sih?

Angkak dapat meningkatkan asam lambung yang dapat menyebabkan perut kembung. Itu yang terjadi pada Dinda, kebetulan Dinda terdeteksi terkena typhus baru yg ringan. DBD saja sudah dapat meningkatkat asam lambung, mual apalagi dengan ditambah pemicu lain. Dinda selama di RS mendapatkan obat untuk lambung, batuk  dan typhus sedangkan untuk DBD memang tidak diberi obat hanya di infus cairan dan vitamin saja …(sempet bingung saat hari pertama, kok tidak dikasih obat).

Untuk daun ubi jalar, Dinda tidak menyukai rasanya, hingga ia ingin muntah walaupun rasanya seperti sayur bening bayam tanpa garam. Memang Dinda untuk minuman agak sulit kecuali air putih, mungkin karena cara minumnya yang agak diemut …….  tetapi berbeda dengan cara makan makanan. Dengan sangat lahap dan tidak sabar untuk menyuap, suapan berikutnya.

Itulah sedikit berbagi pengalaman tentang obat-obat tradisional untuk DBD. Sebagai cacatan, Aku pun tidak tahu persis, obat yang mana yang paling mujarab. Aku pun tidak merekomendasikan obat-obat tersebut sebagai obat yang paling mujarab. Lagian katanya obat-obat tradisional tersebut tergolong jamu yang akan memperberat kerja usus dan ginjal. Makanya harus dibarengi minum banyak juga.  Semuanya hanya berdasarkan pengalaman yang mungkin berbeda tergantung kondisi dari pasiennya. Dinda sendiri memang tergolong anak kecil tapi badannya bongsor banget. Yang penting istirahat dan jangan banyak bergerak. Eh, nanti aja deh ditulis di postingan berikutnya tentang tips2 merawat pasien DBD.

One Response to “Obat Tradisional Demam Berdarah”

  1. woro sutrisnoon 25 Mar 2010 at 4:37 pm

    Terima kasih , semoga pengalaman ibu dapat membantu teman-temanku, keluargaku bila mengalami DBD, karena belum lama ini sudah 2 orang dekatku meninggal dunia karena DBD ( presdir dan mantu dari sect Head )

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.