ermach Blog
Universitas Gunadarma Staff Blog

July 24th, 2009

Waspadai Efek Negatif TV pada Anak

Posted in Kesehatan by ermach

Rabu, 22 Juli 2009 | 21:26 WIB

183732p

JAKARTA, KOMPAS.com — Tidak banyak manfaatnya bagi anak-anak bila setiap hari terbiasa berada di depan televisi. Tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga non-fisik.

“Dengan menonton televisi, maka ketekunan anak dalam membaca akan berkurang. Kerusakan mata hanyalah dampak kecil dari menonton TV,” ujar anggota pengurus pusat IDAI Bidang Pengabdian Masyarakat Dr Sudjatmiko dalam konferensi pers Hari Tanpa TV memperingati Hari Anak Nasional 2009 di Jakarta, Rabu (22/7).

Sudjatmiko melanjutkan, menonton TV berlebih dapat menyebabkan perkembangan motorik anak berkurang. Akibatnya, perkembangan kognitif anak pun menurun. Kurangnya perkembangan kognitif anak ini menyebabkan si anak menjadi tidak percaya diri.

Memang tidak dipungkiri, menonton TV dapat memberi dampak positif asalkan memenuhi beberapa syarat. Bagi anak yang belum bisa membaca, TV dapat memperkaya informasi, jika tayangannya bersifat sederhana, lambat, dan diulang-ulang. Tayangan tentang perilaku yang pro-sosial, seperti gotong royong dan saling menolong, juga dapat memberikan dampak positif.

Karena itu, saat menonton, anak-anak tidak hanya perlu pendampingan orangtua, tetapi juga penjelasan. Orangtua diharapkan dapat menjelaskan apa yang ditonton oleh anaknya bukan hanya duduk mendampingi sang anak menonton.

“Menonton televisi untuk anak-anak maksimal 2 jam sehari dan memerlukan penjelasan dari orangtua,” ujar Sudjatmiko.

Pada dasarnya, dunia pertelevisian terdiri dari produsen, keluarga, pengawas/pemerintahan, dan masyarakat yang memiliki kepentingan bersama. Keempat komponen tersebut harus saling mengontrol agar prosesnya dapat berjalan lancar. “Orangtua sebagai filter terakhir harus berperan lebih dalam mengawasi tontonan anak-anaknya,” imbaunya.

July 24th, 2009

Rangkaian Pengusir Tikus Elektronik

Posted in Tentang Elektro by ermach

<a href=”http://elektronik4.blogspot.com”>HOBBY ELEKTRONIKA</a>

image-upload-146-769097

image-upload-146-769097.jpg

Binatang yang satu ini memang sangat binal dan menyebalkan. “Aksi mesum” nya bisa macam-macam mulai dari buang kotoran di mana-mana, mengobrak-abrik lemari pakaian dan gudang, menyebarkan penyakit (pes), dan sebagainya. Pokoknya selalu bikin onar! Nggak usah bingung ato sewot. Salah satu alternatif untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan pengusir tikus elektronik. Selain ramah lingkungan, alat ini juga bisa digunakan sebagai penyaluran hobby dan belajar elektronika.

Komponen elektronika yang dibutuhan untuk membangun rangkaian pengusir tikus elektronik tidak banyak, cukup murah dan mudah didapatkan di toko-toko elektronik. Skema rangkaian elektroniknya bisa dilihat langsung pada gambar di atas. Rangkaian bisa dibangun pada sebuah PCB dot matrix atau bikin layout dulu dengan munggunakan PCB polos. Dalam beberapa hari setelah pemasangan alat ini (secara terus menerus) akan terlihat hasilnya. Para tikus dan kerabatnya pasti akan enyah entah kemana dan rumahpun terbebas dari binatang paling menyebalkan.

Secara sederhana rangkaian pengusir tikus adalah sebuah oscilator yang mengeluarkan gelombang ultrasonic pada kisaran frekuensi 20 - 40 KHz. Gelombang ultrasonic yang dihasilkannya tidak akan terdengar di telinga kita tapi akan sangat mengganggu sekali bagi telinga tikus. Base Frequency lalu dimodulir dengan signal 50 Hz yang didapat dari frekuensi tegangan jala-jala PLN melalui kapasitor C4 (untuk menghindari tikus menjadi kebal terhadap alat ini) sehingga akan dihasilkan ayunan frekuensi antara 20 - 40 KHz secara periodik. Efek yang dialami tikus akan terasa sangat dasyat, seolah-olah seperti kita berada pada sebuah konser music amburadul dengan irama yang acak-acakan dan tidak bisa dinikmati sama sekali, plus sa’at itu kita lagi sakit gigi!! Bisa dibayangkan? Yup, music trust-metal mungkin masih jauh lebih indah dibanding suara alat ini (menurut telinga tikus sih, kalo di telinga manusia tidak akan terdengar sama sekali). Kira-kira seperti itu, persisnya ya nggak tau karena saya belum belum pernah merasakan jadi tikus, ha-ha-ha!

Jantung rangkaian pengusir tikus elektronik adalah sebuah IC tipe 555 yang sudah sangat populer, murah dan serba guna. bentuk IC NE555Daftar lengkap komponen elektronika yang diperlukan berikut ini.
R1 … 1K
R2,R3 … 15K
C1 … 1nF
C2 … 1uF/16V
C3 … 10nF
C4 … 220nF
C5 … 1000uF/16V
D1..D4 … 1N 4001
IC1 … 555
Tr1 … Trafo 6V/200mA
TD1 … speaker tweeter bentuk corong
F1 … Fuse/sekring 50 mA

Gunakan loudspeaker dari piezo electric atau speaker tweeter bentuk corong agar frekuensi ultrasonic-nya lebih nendang dan efektif. Pengusir tikus elektronik ini efektif untuk ruangan seluas maksimal 200 m2 asal penempatannya tepat. Bisa diletakkan misalnya di pojok atas ruangan agar frekuensi noise-nya bisa menyebar ke seluruh ruangan tanpa halangan. Nyalakan secara terus menerus untuk menjaga agar tikus tidak datang lagi, tidak usah khawatir dengan konsumsi listriknya karena daya listrik yang dibutuhkan cukup rendah, masih lebih besar lampu bohlam 5 watt/220 volt. Pengaturan frekuensi dsb. tidak diperlukan.

Setelah selesai merakit, ingat cek sekali lagi dan pastikan semua komponen dan sambungan elektroniknya terpasang dengan benar tanpa salah sedikitpun sebelum mengoperasikannya pertama kali. Untuk ngecek keluarannya bisa dengan mengganti kapasitor C1 dengan nilai yang lebih besar misalnya 10nF, maka suara yang dikeluarkan akan masuk pada daerah ambang pendengaran manusia, setelah itu kembalikan lagi kapasitor seperti semula yaitu 1nF. Jika telah selesai semua, rangkaian bisa ditaruh pada sebuah box ABS (Asal Bapak Senang) agar terlihat keren…:-).

April 16th, 2007

Hello world!

Posted in Uncategorized by ermach

Welcome to nustaffsite.gunadarma.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.