Kontribusi UG terhadap stmik kecil

saat tulisan saya posting, saya di bandara polonia medan, nunggu keberangkatan pesawat garuda. Di medan untuk tugas sebagai asesor BAN PT.  Saat akses lapang, kita menanyakan misal berapa jumlah hansout, SAP dll. Timbul dialog :

asesor : bisa ndak tunjukkan SAP yang ada ?

prodi : ya ada pak

asesor : ok, saya lihat ya, stelah bolak balik, lalu dianyakan lagi kapan sap dibuat dan siapa yang buat ?

prodi : kita pak tim sap

asesor : baiklah, trus dibolak balik, kok kayaknya ada yang pernah dilihat

prodi : sudah pak

asesor : belum, saya lagi searching dulu,

% saya lihat SAP gunadarma.ac.id, dan memang SAP persis sama ndak diubah sedikitpun

Asesor : ok lah, saya sudah mengerti kok

Begitulah critanya,  saya ndak bayangkan stmik - stmik kecil tersebut kalau ndak bisa akses materi apapun dari UG.

Crita lainnya saat ke salah satu uni swasta di semarang, asesor menanyakan handsout, dan prodi menunjukkan handsout, dan kebetulan yang dilihatkan  adalah komputer graphics, pada saat dilihat asesor heran kayaknya kok pernah dilihat ya, mungkin download dari staffsite UG.

Bisa disimpulkan bahwa UG sudah  banyak memberikan sharing ilmu, dan itu sesuai dengan tuntunan agama, bahwa ilmu akan berguna kalau dimanfaatkan banyak orang.

GRèVE

Apa itu grève ?,

Grève adalah bentuk mobilisasi untuk mogok kerja. Tujuannya adalah menuntut salari kepada pihak perusahaan. Negara yang sering dilanda Grève adalah Perancis. Biasanya dalam grève tersebut semua pekerja baik dalam bidang transportasi, pegawai kantor pemerintah, guru semua dimobilisasi untuk ikut grève.

Kenapa mereka melakukan grève, bisa jadi sudah tradisi sejak abad  XIX, kadang-kadang kita bertanya apa yang mereka tuntut sih, toh secara salari mereka cukup untuk hidup, pendidikan dijamin, pekerjaan sudah tersedia, menganggur dapat bantuan sosial.

Kamis, 28 Januari 2009, di Prancis terjadi Grève besar-besaran , semua transportasi darat lumpuh, sekolah libur, kantor tutup. Ketika grève berlangsung saya lagi berada di Roma, saat itu hari rabu 27 dan mestinya sore jam 18.00 kereta yang membawa saya dari Roma ke Dijon(France) berangkat, tetapi gara-gara grève kereta tidak jalan. Saya sempat Stress sebab jumat 30 januari saya harus pulang ke Indonesia lewat paris. Akhirnya cari sana sini dapat tiket murah pesawat Roma-Paris. Tetapi ada masalah ketika sampai paris sudah malam, sehingga kereta api ke dijon sudah tidak ada, terakhir tepat jam 20.00.

Alhamdulillah atas bantuan Dubes Indonesia di Vatikan, saya dititipkan ke Wakil Dubes Indonesia di Prancis, sehingga malam itu saya dijemput staff KBRI untuk tidur di Wisma KBRI paris. Esoknya kamis 29 jan, saya diantar staff KBRI ke Dijon untuk mengambil Barang saya yang saya tinggal di rumah Debyo. Hari itu juga saya balik ke Paris langsung menuju hotel di Bandara supaya hari jumat mudah ke bandara untuk pulang ke indonesia.

Sampai di Indonesia sabtu 31 jan, dan di rumah sudah ada surat dari BAN-PT untuk datang pada hari minggu 1 feb. di Acasia untuk persiapan disk evaluasi akreditasi PS.

grave

Setelah 3 Tahun Baru Visit lagi ke France

Pesawat SIA, membawaku transit di singapura untuk ganti pesawat lain ke Paris. Diruang tunggu ini saya lihat ada komputer bebas diakses. Perjalanan ini adalah salah satu kegiatan yang dibiayai oleh erasmus mundus dalam proyek EACOVIROE, dimana Gunadarma adalah salah satu anggota dalam proyek ini. Anggota keseluruhan adalah 18 institusi. 14 dari eropa, sedangkan dari asia yang berpartisipasi adalah AIT Thailand, UPT Malaysia, Gunadarma Indonesia dan Institut Teknologi Tokyo Jepang.

Tujuan perjalanan ini ke St. Etienne, daerah prancis dekat Lyon, daerah Rhone alpen, kayaknya sih dekat alpen.

Tanggal 22 Siang saya sudah sampai Le Creusot, di Gare dijemput Fabrice  dan Iqbal, seharian di Le Creusot saya gunakan untuk bertemu dengan mahasiswa sarmag yang lagi magang di Le Creusot , sambil makan kebab di tempat yang paling enak di Le creusot.

Tanggal  23 Jan pagi jam 7, fabrice jemput saya di hotel untuk berangkat ke St Etienne, perjalanan dilalui 2,5 jam langsung menuju ke hotel Terminus. Jam 14, rapat dimulai dengan pemaparan bos proyek ” fabrice”. Terus dilanjutkan presentasi masing - masing peserta, sampai jam 18.30, terus dilanjutkan makan malam.

Besoknya 24 jan, mulai dari jam 09.00 s/d 13.00 , rapat masing bagian untuk membuat kuisioner survai dan kata kunci untuk informasi tentang master vibot.

Sore ini, saya sudah berada di dijon, di gare dijemput sama debyo.

SITIS 08 Telah selesai

Persiapan setahun ternyata tidak sia sia hasilnya. Banyak Pujian yang diberikan baik oleh Internasioanl Comitte maupun peserta. Bahwa seminar internasional SITIS08 bisa dikatakan sukses baik dari sisi penyelenggaraan maupun partisipan yang datang. Dimana seminar ini bisa mendatangkan peserta dari sekitar 25 negara. Ini secara tidak langsung juga membantu pemerintah dalam visit indonesia 2008.

Dari 250 paper yang submit, diterima sekitar 100 paper. Urutan paper yang di diterima berdasarkan negara :

Prancis, 21 Paper ( 2 author dari UG), Jepang 10 paper, Jerman 8 paper ( 2 authors dari indonesia), india 5 paper, Indonesia 4 paper (UG),malayisia ( 3 paper), USA ( 2 paper), korea (3 paper), china (3 paper), UEA, Kuwait, Mesir,kroasia ,norwegia, Swidea,Australia sampai Brasilia ada. untuk peserta Thailand tidak bisa datang karena adanya pemblokiran bandara di Bangkok. Tapi dari negri Menir malah gak ada.

Secara keseluruhan peserta mewakili belahan dunia , hampir semua benua ada wakilnya. Untuk Asean diwakili Indonesia, Malaysia dan Thailand.

 
   

Tahun depan SITIS 09 akan diadakan di Marakes, Maroko daerah Mahribi.  Jadi bila anda ingin visit ke maroko, siapsiaplah dari sekarang untuk merancang paper yang akan di submit.

Bravo local host Sitis terutama pak Sekjen, he he

Liputan Sitis-Wosoc Detik 2

SITIS & WOSOC 2008
Gelaran TI Kelas Dunia Dibuka di Bali
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


Spanduk Wosoc 2008 (rou/inet)

<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=ad79472d&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=45&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=ad79472d’ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta - Sebuah rangkaian konferensi teknologi informasi kelas dunia digelar di Bali, Indonesia. Salah satunya adalah International Workshop Open Source dan Open Content yang pertama.

Indonesia terpilih menjadi tuan rumah untuk acara IEEE International Conference on Signal Image Technology and Internet Based Systems (SITIS 2008). Ajang yang memasuki tahun keempatnya kali ini diselenggarakan di tengah indahnya nuansa Kuta, Bali.

Terpilihnya Indonesia sebagai penyelenggara ajang prestisius untuk para peneliti TI dan akademisi internasional ini tak lain berkat proposal yang dimenangkan Universitas Gunadarma.

“Dari proposal kampus lain di sejumlah negara yang diterima IEEE, kami akhirnya terpilih karena menawarkan Bali,” kata I Wayan Simri Wicaksana, salah satu panitia SITIS 2008 kepada detikINET di Hotel Bali Dynasti, Kuta, Bali, Senin (1/12/2008).

Acara SITIS 2008 sendiri–yang akan digelar hingga 3 Desember 2008–baru saja resmi dibuka Senin pagi oleh Rektor Universitas Gunadarma Profesor Margianti.

Di ajang ini ada tiga workshop yang menjadi turunan SITIS 2008, yakni: International Workshop on Security and Privacy in Telecommunications and Information Systems (SEPTIS 2008), International Workshop on Open Source and Open Content (WOSOC 2008), dan International Workshop on Knowledge Acquisition, Reuse, and Evaluations (KARE 2008).

Dari data yang diperoleh, terdapat sekitar 120 nama peneliti dan akademisi TI dari lebih 20 negara, termasuk Indonesia, yang akan ikut di acara SITIS 2008 ini. Mereka bisa hadir setelah paper penelitian mereka diuji oleh IEEE.

Liputan detikINET di ajang SITIS 2008 terselenggara dengan kerjasama dari Universitas Gunadarma

Liputan detik dari Bali 1

SITIS & WOSOC 2008
Peneliti TI di Bali Pemanasan di Tempat Dingin
Achmad Rouzni Noor II - detikinet


Spanduk SITIS 2008 (rou/inet)

<a href=’http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=ad79472d&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE’ target=’_blank’><img src=’http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=45&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=ad79472d’ border=’0′ alt=” /></a>

Jakarta - Di tengah hangatnya Bali, para peneliti dan akademisi TI yang ikut dalam ajang the 4th IEEE International Conference on Signal Image Technology and Internet Based Systems (SITIS 2008) lebih memilih untuk berdiskusi di ruangan yang dingin.

“Ide untuk mengadakan tutorial ini berasal dari peserta negara dingin. Katanya untuk pemanasan dulu,” kata I Wayan Simri Wicaksana, salah satu panitia SITIS 2008 kepada detikINET di Hotel Bali Dynasti, Kuta, Bali, Senin (1/12/2008).

Sejatinya, acara SITIS 2008 baru dibuka Senin pagi ini. Namun, tutorialnya sendiri telah berlangsung pada Minggu, 30 November 2008.

Dari 120 peserta yang registrasi di SITIS 2008, ada sekitar 10 peneliti yang bersedia ikut pemanasan dengan berdiskusi bersama Profesor Muhammad Sarfaz, Department of Information Science Kuwait. Pria asal Pakistan ini memaparkan tutorial mengenai teknis komputer grafik: Vectorising Outlines of Images.

“Tutorial ini ditujukan bagi yang ingin memantapkan pengetahuan multi-disiplin lapangan mereka tentang image processing, computer vision, dan computer graphics techniques,” kata Sarfaz.

Hmmm.. Pemanasannya saja sudah cukup berat, apalagi menu utamanya ya?

Liputan detikINET di ajang SITIS 2008 terselenggara dengan kerjasama dari Universitas Gunadarma
( rou / wsh )

Lebaran = Liburan Panjang ?

Tiap hari memantau di televisi, melihat berita tentang mudik lebaran. hari sabtu tanggal 27 september merupakan hari puncak pulang, mungkin semua orang saat itu meninggalkan kota tempat mencari nafkah menuju kota/kampung tujuan. Terlihat di TV, macet sampai 3 Km, bisa kita bayangkan bagaimana rasanya ?, pasti stress,capai, pusing, panas, pasrah dll.

Tapi kejadian itu setiap tahun, tapi semua orang juga menikmati buktinya setiap lebaran = pulang kampung=macet cet.., kelihatannya momen lebaran adalah momen liburan, sekaliguas bertemu dengan teman lama, famili , saudara sehingga setiap tahun diulang dan diulang.

Menengok mudik lebaran, kelihatannya hampir semua negara mempunyai tradisi yang hampir sama tetapi momennya berbeda. Misalnya di eropa setiap liburan musim panas tiba, semua orang berbondong bondong berlibur menuju pantai atau tempat lain yang bisa menyejukkan, sehingga terlihat di jalan tol juga macet, walaupun tidak separah di pulau jawa. Misalnya di Prancis, banyak orang keturunan maghribi memanfaatkan liburan musim panas buat pulang kampung; mereka pada bawa mobil pribadi menuju ke tempat asal/kampung mereka di aljazair, maroko, tunisia , ya seperti di jawa gitulah. Ya tingkahnya lucu lucu mirip kita kalau lebaran. Pernah saya lihat di TV, ada mobil yang mau ke maghribi, berhenti di pom bahan bakar, habis mengisi bahan bakar, mobil jadi gak bisa jalan, eh ternyata salah isi bahan bakar. Mestinya isinya bensin bensin diisi dengan solar, mungkin mencari harga yang lebih murah, he he…

Di Cina juga ada tradisi pulang kampung, juga menjadi tradisi, dulu saya punya teman doktoral kimia, namanya Xin Bau Wae, pernah pamitan sama saya mau pulang 2 minggu untuk pulang kampung  di xin yang, katanya kalau gak pulang saat imlek atau tahun baru cina berkah tahun depan kurang bagus.

begitulah tradisi, walau lebih banyak susah tetap dijalankan dengan enjoy.

Seminngu Gak Sentuh Internet, gimana rasanya

Rasanya lebaran tanpa lontong ketupat dan opor gak masalah, tetapi kalau seminggu gak bisa akses internet rasanya kita ini terisolir dan serasa berada di belantara.

Ini yang saya rasakan lebaran di lampung. Dari rumah sudah siap laptop sama 3.5 G Indosat, dengan pikiran tiap malam bisa akses internet.

hari selasa, saya coba laptop deteksi signal tapi GPRS, dicoba YM ok, tapi internet gak pernah konek. rabu sampai jumat sama sekali gak bisa akses, mungkin jalur padat. Rerpotnya warnet pada tutup, oh oh nasib. Akhirnya jumat malam tunggu jam 12 malam akses via telkomnetinstan, baru kita bisa lihat dunia maya.

Pertama yang dibuka nustaff, walah email menumpuk, yang lebih kesal, spam dari blog masuk gak karuan, hapus satu satu sambil olahraga jari, he he….

trus saya buka urusan SITIS, sudah ditagih registrasi authors dari UG. dan yang menyenangkan adalah email dari Fabrice tentang diterimanya proposal Vibot Action 4. Action 4 merupakan program untuk sosialisasi dan melihat kualitas alumni vibot khusunya dari Asia, sebab mayoritas mhs vibot dari Asia.

proposal yang dikoordinir fabrice didukung 18 institusi, 14 dari univ. eropa, 4 dari Asia, diantranya univ. Petronas malaysia, AIT thailand, Gunadarma Indonesia dan Kyoto Jepang.

jadi begitulah kalau kita tidak didepan internet rasanya dunia ini hampa. atau saya yang sudah keracunan teknologi ini, he he……

Pre Departure Study S3/S2/S1+ ke Manca Negara

Jumat 1 Agustus 2008, di gedung 5 lt 1 kampus D, Universitas Gunadarma, para kandidator peraih beasiswa studi ke luar negri dikumpulkan oleh koordinator program pasca sarjana.

Acara dimulai jam 10. , dan Ibu peni menunjuk saya supaya memberi wejangan ke mereka-mereka. Dan materi yang saya presentasikan berjudul ” Penyesuaian Budaya Studi Ke Luar Negri”.  Kenapa topik itu yang saya pilih, karena memang pertama yang dihadapi sekolah di luar negri adalah bisa mengatasi budaya. Tanpa bisa mengatasi budaya yang berbeda maka akan sulit kedepannya.

Acara dilanjutkan jam 2 siang oleh prof. Djati Kerami, yang menjelaskan tentang tip-tip agar sukses dalam studi. Jam 3 siang pengarahan oleh Prof. Yuhara Sukra, beliau memberi motivasi yang nantinya akan dihadapi di negeri orang. beliau menceritakan sejarah tempo dulu, saat pertama pengiriman mahasiswa ke LN. Memang kejadian lucu-lucu.

Acara ini diikuti oleh kandidator :

Aries Muslim, yang mendapat beasiswa S3 dari dikti, dengan  tujuan Université de Bourgone, France; Ira Puspita, beasiswa S3 dari dikti juga pergi ke universite de Bourgogne, France, Dian Kemala Putri, mendapat beasiswa S3 dari dikti, menuju Ke ENSAM, France, Musa, mendapat beasiswa S3 dari SCAC kedutaan besar Prancis, pergi ke Bourgogne, Aning, mendapat beasiswa S2 dari dikti, pergi ke Dijon, Moulida butar-butar, mendapat beasiswa S2 dari dikti pergi ke poursmoth, UK, Rudi JS, dan Widiyanto Mukodim  mendapat beasiswa S2 dari Erasmus mundus. Ada 2 orang yang tidak bisa hadir yaitu T.B Akhriza, mendapat beasiswa S3, dari pemerintah China dan Citra yang mendapat beasiswa S2 dari Dikti. Plus mahasiswa Sarmag yang akan pergi ke Le Creusot selama 1 semester yaitu, Wisnu Kusuma Maulana dan Vina Eviana, yang didampingi orangtuanya.

Foto-foto tidak ada sebab wartawan UG news , telat kasih infonya, sehingga gak datang.

Le Fromage, Du vins, Du pain……………….

Tanggal 14 Juli, merupakan hari Nasional Rebublik Prancis atau dikenal dengan de La fate  National. Untuk di Jakarta upacara peringatan diadakan oleh kedutaan besar prancis di Four Season Hotel Kuningan. Saya kebetulan mendapat undangan dari duta besar untuk menghadiri perayaan tersebut, maka kesempatan ini tidak saya siasiakan. Berangkat bersama istri dan diantar oleh pak Hamim naik Terano, sebetulnya saya ingin naik Taksi saja, tapi oleh pak Misdie dianjurkan diantar karena takut nggak sampe hotel, he he….

Memasuki hotel, penjagaan super ketat, pemeriksaan berlapis lapis, maklum sedang ada perayaan de la fete nasional, dan banyak undangan yang datang dari kedutaan besar negara asing.

Tepat pukul 19.00, acara dimulai dengan pertama diputar lagu kebangsaan prancis dilanjutkan lagu indonesia raya. Kemudian sambutan dari ibu dubes Prancis, dan sambutan dari Indonesia diwakili bapak Menkominfo, bapak Muh. Nuh, yang juga merupakan penasehat alumni prancis di Indonesia.

Setelah acara sambutan selesai, maka hadirin dipersilakan mengambil makanan yang telah di sediakan secara self service, maka kebanyakan orang termasuk saya tidak menyiayiakan kesempatan ini, maka mulai mencoba aneka makanan prancis yang sudah lama gak saya rasakan. Makan beef roaster, minum du vins, mencoba caramel, makan du pain , mencicipi le fromage dll, pokoknya oke deh.

Dalam ruang tersebut terlihat sangat penuh sesak, banyak pejabat yang datang diantaranya pak Muh. Nuh, Theo Sambuaga , dari KPK terlihat pak Samsa, dan dari deplu terlihat pak Ali Alatas. Semua pada mencoba Gourmand.

« go backkeep looking »