Ekonomi Kerakyatan vs Ekonomi Neoliberal

Akhir-akhir ini TV one merupakan TV yang paling menarik bagi saya, selain menyangkan liga inggris juga membahas politik khususnya Capres dan cawapres.

berita berita terkini dalam talk show selalu ditayangkan, Salah satu pasangan mengatakan bahwa dia tidak pernah menganut paham neoliberal , itu hanya tuduhan lawan-lawan saja, dia hanya mengkombinasikan antara ekonomi kerakyatan dan ekonomi pasar. Dan dia mengkritik lawan sainganya untuk berbicara realilistis, misalnya masuk akal ndak untuk menaikkan pertumbuhan 2 digit.

Kemaren malam saya menonton talkshow calon lain , dia lebih banyak berbicara ekonomi kerakyatan, programnya diantaranya ingin menaikkan pertumbuhan ekonomi sampai dua digit, bagaimana caranya ? jawabanya menunda pembayaran hutang, uang tundaan digunakan untuk reboisasi hutan yang rusak menjadi hutan produktif, yaitu hutan aren, yang nantinya menjadi bio energi, dengan demikian bisa membuka lapangan kerja untuk 1 hektar hutan  untuk 6 orang kerja dan masih banyak lainnya. Untuk membuktikan dia menganut ekonomi kerakyatan, maka dia rela panas-panasan di bantar gebang, mungkin habis dari sana menyesal he he, lha panas sekali.

Dan satu pasangan lagi, ini ndak tahu termasuk mahzab ekonomi apa, tapi merea menamakan ekonomi mandiri.

Begitulah kampanya tiga kandidat, kita sebagai WN yang baik tinggal menunggu program yang paling realistis, dan nanti akan kita lihat apakah mereka akan membuktikan kerjanya seperti saat kampanye, kita tunggu saja tanggal mainnya.

Comments

15 Responses to “Ekonomi Kerakyatan vs Ekonomi Neoliberal”

  1. sewa mobil on May 25th, 2009 10:34 am

    yang penting ekonomi kita ini bisa membaik aja deh…:D

  2. toswari on May 25th, 2009 11:01 am

    Jangan khawatir pak, masyarakat sdh semakin cerdas, semua bicara ekonomi kerakyatan, hanya sebagai senjata saja…, kemarin2 pada kemana…

    Kalau punya pemimpin yg cerdas dalam membangun sistem, tidak gampang sepenuhnya membawa Ina ke eko neo…dan isme2 lainnya..

  3. eri on May 25th, 2009 11:08 am

    kenapa pemimpin kita selalu takut untuk menunda pembayaran hutang, seperti negara amirika latin, misal argentina, meksiko, hasilnya luar biasa mereka bisa tumbuh dengan pesat.

  4. Bambang Wahyudi on May 25th, 2009 2:00 pm

    Lha, kalau yang ngomong serdadu, ekonomi bisa tumbuh sampai dua dijit kan dengan cara mencari pampasan perang…?!

  5. eri on May 25th, 2009 3:10 pm

    lha kabeh kandidat sorodadu, he he

  6. raziq hasan on May 28th, 2009 10:23 am

    Wah pak..kalau kita nunggu program yang paling realistis tidak akan pernah datang….
    Mereka semua bicara dalam lingkup wacana..

    Yang realistis ya..Setiap hari kita belajar untuk ngajar dan bersyukur setiap tanggal 25… Dan kita kampanye untuk kelangsungan Gunadarma…

  7. eri on May 28th, 2009 1:09 pm

    kan pasti ada yang realistis bisa dan mudah dilaksnakan, yaitu pembagian BLT, he he

  8. myunanto on May 29th, 2009 10:24 am

    mas, kalau mbandingin mahzab teori ekonomi neo-liberal mestinya vs neo-sosialis, atau neo-klasik vs neo-modern (neo-keyness).
    ekonomi kerakyatan.. aku gak ngerti teori ekonomi kerakyatan tempatnya dimana? apa itu ekonomi pancasila? wah, kayaknya rumusan EP gak pernah rampung. Prof Mubyarto sudah keburu pulang ke rahmatullah. bekas anak didik beliau di UGM, kayaknya ada merambah ilmu beliau, Prof Mudrajad Kuncoro…
    paham liberal (laizes-faire) atau sistem pasar bebas, pelakunya semuanya orang (rakyat juga), tidak ada campur tangan pemerintah dalam perekonomian.
    paham teori ekonomi modern, sosialis, ekonomi sentralistik (ekonomi kepemimpinan), penguasaan sumberdaya di tangan pemerintah.
    penganut aliran dalam teori ekonomi, mungkin berhubungan dengan kapan lulus sekolah doktor. kalau lulus doktor tahun 1937 - 1960, biasane ekonom penganut keyness.. tapi juga ada autokritiknya, jadi tetap ada ekonom penganut teori ekonomi klasik, contone; ada mata kuliah gelombang konjuntur tahun 50-an kata Prof Soedijono.
    wuih.. kedawan, salam hormat saya Mas.

  9. eri on May 29th, 2009 12:57 pm

    sebtulnya di dunia ini ndak ada yang menganut benar2 ekonomi liberal, terutama untuk proteksi negaranya.
    misal USA yang mendengungkan ekonomi liberal, tapi tetap protek untuk petani gandum misalnya, karena itu merupakan faktor ketahanan, gimana orang bisa mikir kalau ndak makan.
    yang saya tulis bukan menyoroti masalah teori ekonomi, tapi lebih kita melihat apa yang dikemukakan capres/cawapre, sehingga kita ini customer bisa memilih kandidat yang tepat.

  10. sasa on May 31st, 2009 1:58 pm

    neoliberal atau ekonomi yang diserahkan pada pasar, tidaklah buruk untuk perkembangan suatu negara agar lebih maju dari sekarang…tapi sebenarnya apa sih ekonomi kerakyatan itu? hal ini masih menjadi polemik diantara ekonom indonesia…ekonomi sosialis masuk kan ke dalam ekonomi kerakyatan… tidak dipungkiri bahwa capres atau cawapres yang mengkumandangkan ekonomi kerakyatan juga melakukan neoliberalisme dalam era globalisasi…kita tidak dapt membendung globalisasi..orang-orang neolib adalh orang yang tidak suka akan diktator dan sikap otoriter pemerintah…

  11. eri on May 31st, 2009 9:52 pm

    tapi kenapa cawapres ndak mau disebut menganut ekonomi neoliberal, padahal kan tetap ada sisi positipnya, misal anti diktator

  12. myunanto on June 1st, 2009 11:10 am

    setuju saya mas, tidak permasalahkan teori ekonominya. sementara ini yang mengemuka di publik sorotan neo-liberal menjadi ancaman serius tentang tatanan ekonomi bangsa, yang populer saat ini adalah ekonomi kerakyatan, ngerti gak ngerti.. pokoknya ya.. itu

  13. roy on June 11th, 2009 9:34 pm

    saya g tau tentang ekonomi tapi saya pengen indonesia memilki ekonomi yang sejahtera..

  14. kebelen kelen on June 14th, 2009 10:43 pm

    Entah faham ekonomi kerakyatan atau neolib., ekonomi Pancasila, dan apa lagi,terserah kepada pemerintah yang akan mengatur. YANG TERPENTING ORNG INDONESIA MENGURANGI TINGKAT KORUPSI. Para kandidat capres dan cawapres lebih baik berbicara dan kalau jadi pemimpin kalau mau membawa perobahan berantaslah KORUPSI demi kesejakteraan rakyat.

  15. fian on June 16th, 2009 7:45 am

    Menurut saya yang merusak Perekonomian Bangsa ini adalah KORUPTOR. Yang mesti diperbaiki adalah system yang menjalankan aturan dengan cara yang salah. Aturan sudah BETUL tapi pelaksanaan yang tidak betul oleh sebagian orang yang tidak amanah.

Leave a Reply




*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image