UNIVERSITAS GUNADARMA dengan Fakultas Psycologi UNIVERSITE de BOURGOGNE Menandatangani MOA

Disela sela kegiatan monevin kopertis III yang dipimpin oleh koordinator kopertis Prof, dr. Haryoto ke negara Jerman dan Prancis, Rektor universitas Gunadarma, Prof. E.S. Margianti menandatngani MOA( Memorandum of Agreement) anatara universitas Gunadarma dengan Fakultas Psycology

Universite de Bourgogne Prancis pada tanggal 19 Oktober 2009. Disaksikan koordinator kopertis wilayah III Prof. dr. Haryoto dokumen ditandatangani oleh Prof. Imannuel Bigon directur LEAD Fakultas Psycologi dan Prof. E.S. Margianti dari pihak Universitas Gunadarma. Isi MOA diantaraya adalah pertukaran profesor, pertukaran mahasiswa dan kerjasama riset di bidang psycologi.

Penandatanganan ini semakin memperkuat kerjsama antara Universitas Gunadarma dan Universite de Bourgogne Prancis. Hubungan kerjasama antara Universitas Gunadarma dan Universite de Bourgogne sudah lama dijalin dengan payung ikatan dalam MOU. Yang sudah ditandatangani pada tahun 1995.

MOU antara universitas Gunadarma dan Universite de Bourgogne adalah MOU yang benar-benar berjalan, dengan dibuktikan adanya aktivitas nyata dalam kerjasama, diantaranya adalah program double degree doktoral dibidang teknologi informasi, yang sampai saat ini sudah menghasilkan 3 doktoral, hadirnya Prof. Universite de Bourgogne ke Gunadarma untuk memberi kuliah dan seminar, undangan prof. Gunadarma ke universite de Bourgogne untuk riset bersama dan menguji doktoral serta penerimaan mahasiswa S3 teknologi informasi Gunadarma untuk magang riset di Universite de Bourgogne.

Kerjasama antar dua universitas yang sudah berjalan cukup lama, maka menarik perhatian SCAC kedutaan besar prancis di jakarta untuk membantu pembiyaan kegiatan antara dua institusi.

Disamping dengan universite de Bourgogne, Universitas Gunadarma juga sudah menjalin kerjasama dengan Master Vibot Erasmus Mundus dan ESIGELEC di Rouen Prancis.

Calon Doktor TI Gunadarma Bahas Topik Penelitian Forensik

Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Program Doktor Teknologi Informasi Universitas Gunadarma kembali menyelenggarakan sidang disertasi terbuka untuk Nuryuliani, SKom, MM, Brahmantyo Heruseto, SKom, MMSI, Edi Sukirman, SSi., MM. pada 27-28 Oktober 2009 yang berlangsung di Auditorium Kampus Depok.

Sebagai prasyarat sebelum dapat mengikuti sidang disertasi terbuka ini, masing-masing calon doktor tersebut harus telah dinyatakan lulus sidang disertasi tertutup oleh Dewan Penguji.

Rangkaian sidang terbuka dari disertasi doktor ini dimulai pada hari Selasa, 27 Oktober 2009 yang menghadirkan Promovenda Nuryuliani dengan judul disertasi “Klasifikasi dan Pengenalan Tulisan Tangan Menggunakan Ekstraksi Ciri Berbasis Chain Code Serta Pola Segmen”.

Disertasi doktor ini dipromotori oleh Prof. Dr. Sarifuddin Madenda dan Ko-Promotor Dr. Tb. Maulana Kusuma.

Selain itu pada hari yang sama Promovendus Brahmantyo Heruseto telah berhasil mempertahankan disertasi dengan judul “Implementasi Jaringan Saraf Tiruan ke dalam Chip Menggunakan Teknologi CMOS 0,35?m untuk Pengenalan Pola Sinyal dari Sensor Citra Kecepatan Tinggi”.

Calon doktor ini dipromotori oleh Prof. Dr. BEF Da Silva dan Ko-Promotor Dr. Eri Prasetyo Wibowo. Kedua penelitian tersebut merupakan kerjasama antara Universitas Gunadarma dengan University of Burgundy, Prancis.

Nuryuliani mengangkat topik pengenalan tulisan tangan secara online yang ditekankan pada klasifikasi dan pengenalan ciri karakter tulisan tangan dengan menggabungkan Chain Code dan pola segmen karakter untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan proses pencarian yang lebih cepat dibandingkan dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya.

Menurut Nuryuliani, faktor kesulitan yang tinggi menyebabkan pengenalan tulisan tangan secara online sangat jarang dilakukan dibandingkan dengan pengenalan secara offline, sehingga penelitian ini memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi perkembangan teknologi di bidang ini.

“Penerapan teknologi pengenalan karakter tulisan tangan secara online sangat bermanfaat misalnya untuk evaluasi kemahiran belajar menulis bagi anak-anak usia sekolah dan juga untuk keperluan analisis forensik tulisan tangan untuk pembuktian keaslian tulisan tangan. seseorang,” jelas Nuryuliani kepada detikINET, Rabu (28/10/2009).

Sedangkan Brahmantyo mengimplementasikan jaringan saraf tiruan ke dalam chips untuk mengolah pengenalan pola sinyal dari hasil keluaran sensor citra CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yang mempunyai kecepatan tinggi yang bisa menangkap citra 10.000 frame/detik dengan frekuensi 80 Mhz.

Keluaran dari sensor CMOS kecepatan tinggi yang dikembangkan oleh LE2I, University of Burgundy belum menghasilkan signal yang ideal, hal ini diakibatkan oleh saklar kapasitif. Solusi masalah tersebut adalah memanfaatkan sistem jaringan saraf tiruan dengan pelatihan pola signal untuk mengambil keputusan sehingga keluaran dari sensor CMOS dapat menghasilkan citra dengan kualitas yang lebih baik.

“Kontribusi penelitian ini sangat bermanfaat sekali khususnya di indonesia terutama dalam bidang desain system on chips (SOCs), yang saat ini belum banyak universitas atau instansi di Indonesia yang menggeluti bidang ini,” ujar kandidat doktor Brahmantyo.

Sidang terbuka berikutnya diselenggarakan pada 28 Oktober 2009, dengan Promovendus Edi Sukirman mempertahankan disertasinya berjudul “Peningkatan Kinerja Algoritma Kompresi dan Dekompresi JPEG melalui Penggabungan Proses DCT dan Kuantisasi” dan dipromotori oleh Prof. Dr. Dali S. Naga dan Ko-Promotor Prof. Dr. Sarifuddin Madenda, Dr. M. Subali, SSi., MT. dan Dr. Ernastuti, SSi.,MKom.

Edi Sukirma dalam penelitiannya telah berhasil menggabungkan proses perhitungan DCT dan Kuantisasi sehingga dapat meningkatkan efisiensi proses dan rasio kompresi serta kualitas hasil kompresi dibandingkan dengan algoritma JPEG yang sudah ada. Hal ini tentu sangat bermanfaat khususnya dibidang Multimedia sehingga dapat meminimalkan waktu dan tempat penyimpanan data citra tanpa mengurangi bahkan meningkatkan kualitas hasil kompresi.

“Ketiga disertasi tersebut merupakan hasil penelitian yang sangat khas dan memperkaya bidang bahasan teknologi informasi. Kontribusi orisinal dari penelitian ini sangatlah unik, yaitu pada bidang Psikologi Anak dan Perangkat Keras CMOS,” papar Prof. Dr. Sarifuddin Madenda, promotor, peneliti dan staf pengajar Universitas Gunadarma.

“Topik penelitian tersebut masih sangat jarang dilakukan di Indonesia, sedangkan di luar negeri seperti di Perancis dan Kanada hal tersebut sangat dibutuhkan,” lanjut Sarifuddin yang juga bekerja sebagai peneliti utama di Universite de Bourgogne, Dijon, Perancis dan Universite du Quebec en Outaouais, Kanada.

Berita terkait : http://www.biskom.web.id/2009/10/29/gunadarma-luluskan-3-doktor-dengan-penelitian-ti-terbaru.bwi

Laporan Monitoring Kopertis III

12 oktober jam 00.30 emirates membawa saya dan rombongan menuju eropa dengan transit dulu di Dubai. Satu malam kami menginap di Dubai, negara yang seperti sulapan daru gurun berubah menjadi bangunan pencakar langit, tumbuhan yang hijau, jalan yang super lebar.
Rombongan adalah ketua kopertis dan 2 staff, rektor Gunadarma, rektor Mercu Buana, pendiri dan ketua Stiper Sahid, Deputi dan yayasan Budi Luhur, ketua dan pendiri AMIK BSI serta komandan pleton Adang Suhendra dari UG.
Perjalanan dengan perubahan suhu yang ekstrim tidak menjadikan masalah bagi peserta yang umurnya sudah diatas 40.
Dari Dubai dilanjut ke Franfurt, setelah keliling franfurt dilanjutkan ke Hedelberg untuk bermalam di hotel. Paginya menuju Bielefeld yang menempuh perjalanan 4 jam,
sampai di uni Bielefeld disambut oleh Dr. Anna dari Intl officier menuju ke fak. teknik, disana sudah menunggu Prof. Lankin, pertemuan diahiri MOU antara UG dan Uni Bielefeld.
Hari berikutnya menuju uni kassel, ke fak teknik disambut prof. Wolka dan mendengarkan presentasi dari doktoral Betha Agus tentang Risetnya.
laporan berikutnya akan menyusul……

Singgah di Malaysia 3

hari itu hari jumat, setelah baca buku petunjuk turis, ada tempat yang harus , dikunjungi yaitu jalan petaling, dimana tempat itu seperti pasar baru, banyak komunitas india bermukim. dengan yakinya kita langsung berangkat ke stasiun monorel, lihat peta ada nama petaling jaya, dalam hati wah ini pasti tempatnya, langsung saja pakai KRL menuju petaling jaya, perjalanan cukup lama, setelah itu turun, berjalan ke luar kok daerahnya sepi, setelahtanya ternyata salah tujuan, jalan petaling itu adanya di pusat kota. Akhirnya istirahat dulu di stasiun, cari WC mau kebelakang tapi ndak ada yang ada Tandas ( bahasa malay wc). dsc041862

Setelah selesai akhirnya menuju lagi ke pusat kota ketemulah jalan petaling,

dsc04187

yang menjual rupa rupa sovenir dengan harga paling murah. Karena hari jumat kita mau cari mesjid buat jumatan, eh tenyata di kuala lumpur cari mesjid sangat susah lebih gampang cari tempat pijit, tapi pijit profesional bukan terselubung. Karena cari mesjid susah maka diputuskan pulang kehotel, sebab cuaca panas sehingga badan lelah sekali.
kemudian kami diskusi, kenapa ya di KL yang punya orang melayu, dasar negara Islam, tapi cari mesjid susah banget beda dengan jakarta dasar pancasila, mesjid ada dimana mana tapi kejahatan juga ada dimana mana. dsc04189

Singgah di Malaysia 2

Acara seminar di Crowne Plaza Hotel, tetapi kami tidak menginap di hotel tersebut, selain harganya mahal maklum bintang 5, juga tempatnya sepi. Jadi kami putuskan menginap di daerah Bukit Bintang Sungai wang setelah dapat info dari saudara yang bekerja di malaysia. Daerah ini 24 jam masih tetap ramai, aman dan enak, soalnya banyak cafe, kedai makan, toko dll.

santai di cafe bukit bintang area

santai di cafe bukit bintang area

Hotel capitol adalah tempat kami menginap. Transport yang kami gunakan sehari hari untuk keliling adalah dengan menggunakan monorel, praktis, murah cepat dan jelas arah tujuannya.

bram lagi nunggu monorel

bram lagi nunggu monorel

Setiap pagi kami sarapan nasi lemak, soalnya itu yang paling pas buat lidah dan budget.

nasi lemak

nasi lemak

kami juga sempatkan pergi ke pasar seni, tadinya saya pikir seperti pasar seni ancol, eh taunya hanya pasar tapi bersih dan rapi. Disana kita jumpai bahwa batik memang sudah diklaim sebagai karya seni malaysia, dan ada konter khusus batik.

di pasar seni

di pasar seni

Apapun yang terjadi tentang tingkah malaysia, tetapi tidak boleh dipungkiri negara malaysia banyak mempekerjakan orang indonesia dimana di negera yang katanya “gemah ripah loh jinawi”, nyatanya lapangan kerja susah, negara kita masih belum bisa mensejahterakan rakyatnya, sehingga mereka rela pergi ke malaysia dengan tujuan hanya untuk mengubah taraf  hidup yang lebih baik walaupun banyak juga yang akhirnya mendapat kesengsaraan dan dilecehkan sebagai bangsa kurang beradab. Ini renungan kita semua siapa yang salah dengan Indonesia.

Singgah di Malaysia 1

Tanggal 15-16 Juli 09,  saya mengantar brahmantyo ke kuala lumpur, bukan mencari manohara atau Nurdin M. Top, tapi melakukan oral presentation untuk salah satu paper yang diterima, kerana mengirim 2 paper hanya 1 yang diterima  pada acara Asian Quality Electronic Design (ASQED09) yang diselenggarakan di Hotel Crowne Plaza, Kuala Lumpur. http://www.isqed-asia.org/

dsc04158 Kita kirim paper ke malaysia bukannya ndak cinta indonesia, tetapi yang menarik karena penyelenggara oraganisasi seminar adalah institusi independen ISQED yang berpusat di USA, dan saat ini ASQED diketua oleh Prof. dari IRAN ALi Iranmanesh. Dan acara ini didukung oleh SOC software seperti Synopsis, Mentor Graphics, Cadence.

dsc04172Dan yang menarik dari kami, bahwa penyelenggara seminar ini sangat baik kualitasnya hal ini bisa terlihat dari paper tuan rumah yang diterima untuk oral presentation hanya 3, 1 dari universitas, 2 dari industri Intel dan Motorola. dan jangan lupa 1 dari Indonesia yaitu Gunadarma. Yang lain kebanyakan dari Taiwan, India, Pakistan, Iran, Korea, Jepang, USA, France,Brasil, Australia,Hongkong, Canada, China.

Keinginan lain untuk datang ke seminar ini, yaitu ingin melihat seberapa jauh industri design microelectronic di Malaysia. Ternyata pemerintah malaysia sangat mendukung sekali untuk industri ini, terbukti adanya Intel, motorola, Atmel, dan industri lokal malaysia. Dari penglihatan secara langsung, industri design microlectronik berkembang di malaysia, tetapi tenaga designer microlektronik kelihatannya masih belum banyak, maka peluang tenaga indonesia bisa mengisi posisi pekerjaan itu masih terbuka, maka tinggal kita bisa ndak mahasiswa dibekali dengan ilmu ini.

Acara dibuka oleh timbalan mentri science, dalam acara pembukaan tersebut suasana seperti di kota santri, karena hadirin yang wanita mayoritas berjilbab, yang laki2 banyak memakai batik motif malaysia yang agak beda dengan motif batik yang saya pakai. cerita berikutnya dilanjutkan jilid 2.

dsc04161

Laporan First Meeting Proyek EACOVIROE St. Etinne, France , 23-24 Januari 2009 Dan Perjalanan Muhibah Prancis - Italia

Gunadarma adalah salah satu universitas yang terlibat dalam proyek EACOVIORE, Erasmus Mundus, yaitu proyek Erasmus yang beranggotakan 16 institusi, 14 dari Eropa dan 4 dari Asia. http://193.52.242.6/EACOVIROE/

eri_rapat1

Proyek ini akan dilaksanakan selama 3 tahun dari tahun 2009 – 2011. Pada Pertemuan pertama, dilaksanakan di St. Etienne, France pada tanggal 23-24 januari 2009. Dari Gunadarma yang dikirim untuk hadir adalah Dr. Eri Prasetyo Wibowo yang merupakan kontak person dari UG dalam proyek tersebut.
Sebelum ke St. Etienne, tanggal 22 januari, Dr. Eri Prasetyo menyempatkan singgah di Le Creusot, untuk menengok mahasiswa UG yang sedang studi di Le Creusot dan diskusi tentang kesulitan dan kendala yang dihadapi terutama tentang matakuliah yang telah diikuti. Hal ini penting karena tahun ini akan berangkat 4 mahasiswa Sarmag yang mendapat beasiswa dari BKLN Dikti ke Le Creusot untuk menyelesaikan Master Double Degree di Le Creusot.

Tanggal 23 kita sudah berada di St. Etienne, France untuk mengikuti rapat yang pertama.
Rapat dimulai sekitar jam 14.00 berakhir sampai 18.30

dengan Agenda :

? Presentasi Oleh fabrice ( ketua proyek )
menjelaskan tentang finansial aspek dan rencana next meeting.
? Dilanjutkan presentasi individu dimulai dari :
1. Fabrice Meredeau, tentang universite de Bourgogne dan Grup riset LE2I
2. Markku Hauta-Kasari, tentang University of Joensuu, finland
3. University Genova, yang mempresentasikan tentang hasil robot vision, good.
4. Eri prasetyo, Universitas Gunadarma, mempresentasikan dan UG dan Riset Group yang ada terkait dengan VIBOT.
5. M. Naufal, UTP Malayisa, yang mempresentasikan tentang kemegahan dan terpadunya kampus UTP dan riset-riset yang dikembangkan
6. Matthew, AIT, Thailand, Presentasi tentang kampus dan program internasional.
7. University Jean Monet St. Etienne, France , presentasi tentang uninya
8. Naves Gomez, Universidad de Granada, presentasi tentang uni, lingkungan, tempat sejarah dan riset-risetnya.
9. Swangner, Mainz, Germany, presentasi tentang hasil riset di group applied science
10. Louise watts, Edu France
11. Karl Solvi, University of iceland, presentasi tentang uninya, dan kekuatan bidang ilmu
12. Nina Bencheva, University of Ruse, Bulgaria, presentasi tentang program internasional dan european
13. Kasprzak, Warswa University, presentasi tentang hasil riset di bidang robotik dan vision, kelbihannya di bidang teoritikal robotik,
14. Wasma Khalil, Ecole Central Nantes, France, presentasi tentang kegiatan riset dan kerjasama.
Peserta yang tidak hadir hanya satu dari Tokyo Science and Engineering Laboartory, Yokohama Jepang.

Akhir dari presentasi dilanjutkan dinner di restoran dekat hotel menginap.

Hari kedua 24 Januari, anggota dibagi berdasar kelompok kerja untuk membuat bahan yang akan dijadikan informasi pada website EACOIVIROE.
Tanggal 25, Kami sampai ke Dijon. Disini kami sempatkan untuk ketemu Prof. Michel Paindavoine, membicarakan banyak hal tentang kerjsama riset. Dan juga saya sempatkan untuk ketemu mahasiswa yang saya koordinir untuk mengambil S3 di Dijon.

Perjalan muhibah tidak saja di France, tetapi saya lanjutkan ke Italia, kebetulan saya kenal dengan Dubes di Vatikan, sambil menyelam minum air, saya lakukan juga penjajagan kerjasama antara UG dengan universitas di Roma, dimana dubes Vatikan saat ini memang meng-hendle kerjasama antar universitas di Indonesia dan Roma.

dubes2

Mari Dukung Taman Nasional Komodo

dicuplik dari Media Indonesia online:

Menjadi sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia ketika Taman Nasional Komodo (TNK) berhasil menjadi salah satu finalis Kampanye “New 7 Wonders of Nature”. TNK dinilai berhak melaju ke tahap final setelah menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari 220 negara.

“Pada tanggal 21 Juli 2009 pukul 12.07 GMT (19.07 WIB), New 7 Wonders Foundation telah mengumumkan TNK sebagai salah satu dari 28 finalis yang berhak untuk melanjutkan ke tahap final (Tahap III),” bunyi rilis Departemen Kebudayaan dan Pariwisata yang diterima detikcom, Rabu (22/7/2009).

Masyarakat Indonesia diharapkan memberi dukungan sebanyak mungkin agar Taman Nasional Komodo di Flores, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

“Mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan dunia untuk berpartisipasi aktif melakukan pemilihan, agar terpilih sebagai salah satu dari ‘Tujuh Keajaiban Dunia bernuansa Alam’ yang akan ditentukan pada tahun 2011,” begitu bunyi seruan tersebut.

Ayo tunggu apa lagi, sekarang saatnya melakukan sesuatu yang nyata untuk mengharumkan nama negeri ini dan menunjukan pada dunia Indonesia kita yang sebenarnya.

Bagi anda yang akan memilih dapat melakukan dengan dua cara, Pertama memilih dengan cara online melalui website http://www.new7wonders.com. Kedua, memilih melalui telephone (SLI) dengan menekan +41 77 312 4041. Setelah pesan selesai dan terdengar bunyi beep tekan kode 7717 untuk memilih Taman Nasional Komodo.

Dukung Taman Nasional Komodo.. Dukung Indonesia-mu.

Audit adalah hal Menakutkan ?

Tidak ada jalur kewenangan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK pun harus menolak jika diaudit BPKP. ini dikutip dari detik. “KPK harus menolak secara keras, wong dia (BPKP) tidak berwenang memeriksa,” ujar Direktur Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zainal Arifin Mochtar.

kenapa di republik ini, setiap instansi selalu takut untuk diaudit, terutama instansi pemerintah atau negara. Jadi kita ini bertanya tanya sebenarnya apa yang terjadi jika instansi diaudit???

saya sebagai orang awam akan bertanya” apakah auditor itu selalau mencari kesalahan, walaupun ndak melakukan kesalahan”, “atau memang institusi takut ketahuan boroknya jika diaudit oleh pihak auditor ?”

mestinya kalau institusi itu ndak melakukan kesalahan, kenapa harus takut diaudit ?, justru hasil setelah audit bisa membuktikan kepada publik, bahwa dana yang disumbang oleh rakyat memang digunakan semestinya, dan untuk melindungi rakyat dari tikus tikus pengerat.

Jadi ingat kata pak Amin Rais, janganlah menagani masalah yang sifatnya tebang pilih, mestinya harus dikaitkan dengan visi dibentuknya badan itu, tujuan utama apa.

Ekonomi Kerakyatan vs Ekonomi Neoliberal

Akhir-akhir ini TV one merupakan TV yang paling menarik bagi saya, selain menyangkan liga inggris juga membahas politik khususnya Capres dan cawapres.

berita berita terkini dalam talk show selalu ditayangkan, Salah satu pasangan mengatakan bahwa dia tidak pernah menganut paham neoliberal , itu hanya tuduhan lawan-lawan saja, dia hanya mengkombinasikan antara ekonomi kerakyatan dan ekonomi pasar. Dan dia mengkritik lawan sainganya untuk berbicara realilistis, misalnya masuk akal ndak untuk menaikkan pertumbuhan 2 digit.

Kemaren malam saya menonton talkshow calon lain , dia lebih banyak berbicara ekonomi kerakyatan, programnya diantaranya ingin menaikkan pertumbuhan ekonomi sampai dua digit, bagaimana caranya ? jawabanya menunda pembayaran hutang, uang tundaan digunakan untuk reboisasi hutan yang rusak menjadi hutan produktif, yaitu hutan aren, yang nantinya menjadi bio energi, dengan demikian bisa membuka lapangan kerja untuk 1 hektar hutan  untuk 6 orang kerja dan masih banyak lainnya. Untuk membuktikan dia menganut ekonomi kerakyatan, maka dia rela panas-panasan di bantar gebang, mungkin habis dari sana menyesal he he, lha panas sekali.

Dan satu pasangan lagi, ini ndak tahu termasuk mahzab ekonomi apa, tapi merea menamakan ekonomi mandiri.

Begitulah kampanya tiga kandidat, kita sebagai WN yang baik tinggal menunggu program yang paling realistis, dan nanti akan kita lihat apakah mereka akan membuktikan kerjanya seperti saat kampanye, kita tunggu saja tanggal mainnya.

keep looking »