Miftah & Didi re-Write

Just Share the Dreams!

December 11, 2009

Beginilah jadinya jika beruang tak berambut alias gundul

Written by
didi

Diambil dari nationalgeographic.com, beginilah jadinya jika beruang gundul

091208-bald-bear-picture_big1

Mirip anjing atau serigala?

Sumber: http://news.nationalgeographic.com/news/2009/12/091208-bald-bear-picture.html

December 10, 2009

LIA International Conference 2010

Written by
didi

Title: LIA International Conference 2010
Location: Bali, Indonesia
Description: LIA International Conference 2010:
World Englishes Accros Culture
Details, visit: http://www.liaconferences.com/events/lia-international-conference-2010-2-2009-10.html
Start Date: 2010-04-28
Start Time: 08:00
End Date: 2010-04-30
End Time: 13:00

December 9, 2009

‘Ga Relevan!

Written by
didi

“Jangan pernah melawan, menghancurkan ataupun menghilang para pesaing anda, Cukup satu ide: buatlah mereka menjadi tidak relevan (ir-relevan)

Kalimat di atas saya kutip (dan translate) dari dari buku “Blue Ocean Strategy” oleh W. Chan Kim dan Renée Mauborgne, menarik untuk menjadi kutipan karena, pada intinya pesain bukanlah ancaman bagi anda, namun menjadi cermin bagi produk, sistem yang anda hasilkan. Tanpa pesaing anda tidak akan bisa berkembang dan terus melakukan inovasi-inovasi yang spektakuler. Namun anda tidak perlu memelihara mereka, ataupun mengasuh mereka, biarkan mereka hidup secara normal.
Namun manakala mereka mengeluarkan produk atau jasa-jasa sebagai saingan bagi produk anda, cukup anda membuat apa yang mereka hasilkan menjadi suatu yang ir-relevan (alias: ga’ nyambung!) bagi pasar atau dengan bahasa lainnya, buat apa yang mereka hasilkan menjadi kurang up to date dibanding produk anda. Karena pasar /target anda adalah manusia yang dikarunia oleh YME indera yang berpasangan. Biarkan mata mereka melihat suatu hal yang bagus dari pesaing anda, namun ketika melihat anda, mereka menemukan suatu yang sang….nnngggat bagus dibanding pesaing anda. Atau jika mencium aroma wewangian dan lembut dan menenangkan dari produk pesaing, buatlah produk anda menjadi tida hanya wangi dan lembut, namun akan membuat konsumen anda untuk lebih bersemnagat dan bergairah. Karena pada dasarnya tidak ada konsumen yang hanya ingin tenang dan santai saja, mereka pun toh manusia yang dikarunia energi dan adrenalin yang harus “diledakkan”!

note: ada yang mengartikan konsep dasar dari blue ocean strategy adalah “value innovation”, but what is value innovation mean?
any clue ?…….. we discuss later!

December 9, 2009

Branding di Dunia yang Feminin (Emosional)

Written by
didi

Merek (brand) adalah milik masyarakat, bukan milik perusahaan”,

brandhugterdengar di luar pakem yang ada sepertinya.Tapi itulah yang coba disajikan leh Marc Gobe dalam bukunya citizen brand. Tren yang (mulai) menjadi mainstream dalam dunia sekarang ini, adalah faktor emosional, perasaaan, suasana hati, keadaan masyarakat, kesukuan, & perhatian sosial yang kupas oleh marc gobe bagi perusahaan atau konsultan merek yang ingin terus dipakai produk ataupun jasanya. Peristiwa kelabu 11 september (terutama bagi rakyat Amerika Serikat) telah merubah kalau bisa dikatakan 180 derajat pandangan masyarakat amerika dan berimbas pada masyarakat dunia. Kepedulian kepekaan sosial, haru biru, amarah, ketidak puasan, kehilangan, ketakutan, kesenangan, kecemburuan, menjadi campur lebur dalam benak dan tingkah laku semua penduduk di globe ini.
Perubahan cara pandang masyarakat yang lebih mengutamakan emosi, perasaaan yang patut dan harus menjadi perhatian bagi siapa saja, terutama perusahaan yang ingin memasarkan produknya dimanapun konsumen mereka berada, di Amerika, Eropa, Asia & Afrika. Pola pendekatan “berdarah dingin” merek perusahaan yang memaksa konsumennya, tanpa mendengar dengan seluruh dan integritas indera, tampaknya akan makin terpinggirkan.
Pendekatan emosional yang berujung pada pendekatan kemasyarakatan yang peduli akan kebutuhan, keinginan, dan keterlibatan masyarakat sebagai konsumen akan diminati sekaligus dicintai akan menjadi daya tarik sendiri dalam menjual suatu produk melalui merek. Merek berperan sebagai bridge ataupun protokol antara perusahaan (produk) dengan pembelinya.
Sudah menjadi hukum alam, seseorang akan lebih nyaman apabila terjadi kesesuaian dan kecocokan, yang dimulai dari kesamaaan bahasa.
Program apapun dari pemasaran mengharapkan hubungan jangka panjang , kontinu dan relatif stabil dengan target pasarnya.
Merek yang dapat berbicara hati ke hati dengan targetnya, akan lebih lama diingat dibandingkan dengan merek yang bombastis ataupun sensasional , yang gampang diingat namun akan gampang pula dilupakan.
Jargon “pelanggan adalah raja” sepertinya akan kembali lagi menjadi jargon merek di depan, namun akan lebih cocok dengan memperhalusnya menjadi “pelanggan adalah raja-raja”, karena ditiap negara, suku, komunitas, keluarga akan terbentuk perilaku raja-raja sesuai dengan lingkungannya (raja dimaksud adalah raja yang bijaksana, bukan raja yang lalim dan mau seenaknya. pen).
Pelangggan (masyarakat) sekarang lebih sensitif dan cenderung untuk lebih bijaksana untuk memilih merek yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Kemudahan akses informasi menjadi salah satu pertimbangan kenapa mereka lebih bijaksana (pilah-pilih) dalam menentukan merek yang akan mereka beli.
Perusahaan yang mengedepankan nilai-nilai sensitif pasarnya, cenderung akan memiliki gain yang lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan yang me-leading pasarnya untuk mengakui produknya!
Simaklah! yang diungkapkan oleh Rita Clifton, direktur eksekutif Interbrand, ” Merek adalah institusi yang paling bisa dipertanggungjawabkan. Jika masyarakat tak lagi mencintai merek Anda, Anda akan bangkrut.” Mau bangkrut?? Engga’ lah ya!!

Coba di intip videonya Marc http://www.emotionalbranding.com/

Salam

Miftah Andriansyah

Sumber:
-Citizen Brand by Marc Gobe

Tulisan ini adalah posting saya di appendixt.blogspot.com

December 9, 2009

Philantrophy in Catastropy

Written by
didi

Isu lingkungan yang semakin hangat dan bahkan memanas selalu menjadi bahasan di berbagai forum lokal maupun global, bidang bisnis maupun politik.
Perubahan alam (iklim) yang seakan-akan moody ditandakan sering terjadinya bencana alam seperti gempa & tsunami di Sumatera, banjir& tanah longsor hampir penjuru tanah air, badai Katrina di Amerika, tingginya permukaan air laut dunia, memaksa peneliti, pemerintah, aktivis lingkungan untuk berfikir dan urun rembuk, membahas penyebab dan dampaknya bagi aktivitis warga dunia. Mulai dari kelompok negara maju, G7, negara setengah maju, setengah belum maju, dan negara susah maju, ambil bagian dari tiap pertemuan an forum-forum Internasional.
Perubahan suhu badan bumi nan usang ini jelas berhubungan langsung terhadap warga pengisi kavlingnya. Isu environment friendly/ ramah lingkungan menjadi semboyan dan menjadi merek tambahan bagi perusahaan siapa saja yang ingin dikenal dan disayang (dibeli) konsumen. Perspektif warga dunia yang sudah (terlambat) sadar akan pentingnya “keamanan” mereka dunia, nampaknya ditangkap jeli oleh banyak kalangan produsen, terutama produsen raksasa, seperti Otomotif, seperti Honda, Toyota, General Motor, bidang urusan perut, seperti McDonalds. Tak ketinggalan juga produsen di tanah air, seperti bidang papan,property yang mulai menggeliat, iklan betebaran, spanduk & baliho terjejer hingga tumpang tindih berebut tempat, pohon dan tiang listrik menjadi multifungsi sebagai tiang, dengan supporting slogan, bebas banjir, “nuansa alam di tengah kota” yang menjadi handalan dalam memasarkan produknya.
Karena semakin sensitifnya konsumen akan isu lingkungan tersebut, berbagai produk diluncurkan dengan embel-embel environmental friendly, bebas transgenik, emisi Euro 2, dan lain-lain.
Produsenpun tak kalah gesitnya merespon, dimana Honda mengusung slogan, ” The Power of Dream” dan ” Fuel Cell technology”, Toyota dengan mobil hibridanya dan teknologi hemat bahan bakar VVT-i nya, pemegang merek otomotif tanah air, Astra Internasional, dengan gelaran program “Road to be Green” bersama UKM binaanya.

Sensitifitas konsumen tidak terbatas pada isu lingkungan, menjalar bak virus, kedalam isu lainnya, seperti kesehatan, pendidikan, kejujuran (etika bisnis), perburuhan, dan lain lain.
Produsen yang merespon dan me-maintain sisi sensitifitas konsumen akan dipilih (dibeli), minimal akan meningalkan kesan positif fi benak konsumennya,seperti dikatakan dalam survei terhadap 1.000 konsumen di 23 negara, “enam dari sepuluh konsumen mengatakan bahwa kinerja sosial perusahaan, termasuk praktek perburuhannya, etika bisnis, dan dampaknya terhadap lingkungan memainkan peranan vital dalam membentuk kesan mereka terhadap perusahaan.” [1]
Mengutip dari Citizen Brand, Marc Gobe, bahkan, banyak studi akademik menemukan bahwa terdapat korelasi antara praktik bisnis yang bertanggung jawab dan tidak hanya kepuasan pekerja saja tetapi seluruh kinerja keuangan yang positif. Kita ingat beberapa tahun yang lalu ketika Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan IPO (Initial Public Offering), respon masyarakat meningkat drastis hingga menjadi kelebihan permintaan. BRI yang dipandang sbelah mata oleh (mungkin) pemerintah atau kolega bank baik pelat merah maupun pelat hitam & kuning (swasta) karena “hanya” ber-core business rakyat kecil, ternyata kinerja mumpuni dibanding bank-bank yang collaps ketika badai krisis moneter meluluhlantakan bank-bank tersebut hingga dilikuidasi atau merger.
Contoh kasus kaitannya dengan kejujuran (etika bisnis) kita tahu skandal Enron yang mengguncang Amerika, karena praktik curang top level pimpinananya.

Sekarang adalah eranya empati, etika, ataupun tanggung jawab sosial bagi siapapun yang masih merasa menjadi warga dunia. Artikel majalah Fortune membagi abad 20-21 menjadi beberapa bagian, dimana tahun 1980-an disebut era ketamakan, tahun 1990-an sebagai era pemegang saham/pemilik modal, dan dekade ini sebagai era sosial, dimana “perubahan model bisnis permanen menuju ke arah pencapaian sosial dan perubahan total dalam mendefinisikan apakah arti hasil dari semua ini bagi perusahaan.”[2]

Ngomong-ngomong sudah masuknya era empati, sosial dan tanggung jawab sosialnya, sudahkah perusahaan/institusi di Indonesia memulainya??? …… atau saya yang terlambat tahu???!

Salam
Miftah Andriansyah

Sumber:
[1] “Consumer Want Brands and Social Responsibility,” Sales & Marketing Management, January 2000
[2] “The Socially Correct Corporate,” Fortune, 24 July 2000.
[3] “Citizen Brand,” Marc Gobe, Penerbit Erlangga, 2001.
[4] Harian Republika, Kamis 26 April 2007

Tulisan ini postingan dari blog saya lainnya

December 7, 2009

Peringkat & Kontribusi (sub) SitusWeb Gunadarma.ac.id versi Alexa

Written by
didi

Hari ini sambil menunggu jam 4 sore, setelah mendownload add-ons Alexa di browser  Firefox saya,  ternyata situs kita tercinta www.gunadarma.ac.id   menduduki peringkat 278 dari keseluruhan situs yang ada di Indonesia.

Dilihat dari tempat pengakses situs gunadarma.ac.id, dominan 95, 4% diakses dari dalam negeri. Seperti kita tahu (bagi yang sudah tahu) situs kita mempunyai sub-domain yang banyak jumlahnya yang memberikan kontribusi masing-masing sub-domain, 5 teratas yaitu:

1. community.gunadarma.ac.id (33,1%)

2. ocw.gunadarma.ac.id (23,9%)

3. library.gunadarma.ac.id (9,2%)

4. nustaffsite.gunadarma.ac.id (8,8%)

5. career.gunadarma.ac.id (6,7%)

Situs komunitas,(jika tidak salah) merupakan situs andalan dan sedang digalakkan untuk memberikan kontribusi bagi trafik situs kita ternyata hanya berkontribusi kurang dari 40%, tidak mencapai setengahnya. Padahal dengan mahasiswa dan tenaga pengajar yang banyak ditambah dengan dorongan pembuatan blog bagi siswa dan dosen harusnya menyumbangkan porsi yang besar melebihi 50%. Pertanyaannya ada apakah dengan program blog-pemblogan?

December 3, 2009

Masalah sama, sumber daya beda

Written by
didi

200983bendera-indonesia1indiaflag Pagi ini saya bersama Dr. Made Wiryana dan Mr. Bagyo punya tugas menjemput seorang Profesor dari negerinya Shah Rukh Khan di Bandung. Pagi sekali pukul 6 pagi kita melucur menuju tol cipularang hanya untuk bertemu dengan sang Prof. Chandan Kumar Sarkar bukan F.O.2 yang disarankan oleh istri2 tercinta untuk mampir sebentar ataupun wisata kuliner ala bandung yang terkenal. Sepanjang perjalanan banyak cerita dan bahasan mulai dari yang remeh-temeh, tidak penting, kagak penting, sampe yang sedikit berat. Ada pertanyaan iseng yang meluncur dari seorang yang minim pengalaman yang mencoba bertanya kepada yang lebih banyak, layaknya mahasiswa kepada dosennya: “Kenapa harus kita (kampus UG) yang jemput, bukannya bisa jalan sendiri itu prof. ke kampus tinggal kita kasih tahu informasi yang jelas mulai bis travel, harga, turunnya dimana dan bagaimana berkomunikasi dengan drivernya, pokoknya mudah sekali untuk seorang dewasa? toh kita kalo keluar negeri (sebagai akademisi) sudah terbiasa mandiri di negeri orang, tinggal tunjukan arah yang benar, informasi yang mendukung dan langsung sampai ke tujuan?” Jawaban Mr. Made yang kadang2 terlupa (oleh saya) adalah:
1. Sang Profesor adalah TAMU,
2. Kita membutuhkan pengalaman dan expertise beliau.

Yup benar, namanya TAMU layak dihormati bagaimanapun bentuk, asal negara, sosial ekonomi tidak pandang bulu kita memperlakukan mereka dan bukankah adat keTIMURan kita sangat menjunjung keberadaan tamu yang punya itikad baik. Kedua, karena kita yang membutuhkan beliau bukankah selayaknya seorang yang butuh harus datang kepada yang bersangkutan. Jawaban itu saya jadi teringat kepada para pejabat (publik) dan wakil rakyatkita, bukankah mereka yang sebenarnya membutuhkankita ketika mereka merasa sulit, tersudutkan dan berkampanye pada tiap pemilu yang lalu dan akan datang.
Dua kearifan yang sederhana tersebut yang kadang2 kita lupa akan jati diri kita sebagai bangsa yang moderat, sopan, menjamu tamu dan tetap tegas pada hal yang menyimpang.
Pukul 10.++ kita sampai ke penginapan profesor di taman sari dekat rektorat ITB, sedikit chit-chat, obral sana dan obrol sini yang menjurus pada hal2 yang biasanya dihadapi di India, yang disimpulkan dari pernyataan prof. Chandan, ternyata punya masalah yang sama dengan Indonesia:
1. Populasi penduduk yang besarrrr
2. Iklim (musim dan cuaca)yang relatif sama
3. Budaya yang ada kesamaan
4. Luas daerah yang besarrr
5. Kesenjangan kaya dan miskin yang jauuuuhhh berbeda.
6. Konflik (politik, masyarakat, agama) internal ga’ selesai-selesai
7. Masalah pendapatan akademisi (segitu2 aja)
8. Transportasi berantakan

Namun ada hal yang cukup menggelitik, saya lihat dari satu sudut pandang, dalam bidang IT/ICT saja, seperti kita banyak mengetahui India jauh meninggalkan kita dalam bidang ini, jika dilihat banyaknya order IT dan perusahaan besar di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang memindahkan atau alih tugas atau outsourcing sebagian pekerjaan/bisnis di bidang IT/ICT ke negara Gandhi ini? Padahal apa yang tidak dipunyai oleh India kita juga tidak punya atau mungkin punya walaupun sedikit, makanan kurang lebih sama, Nasi menjadi menu andalannya . Sumber daya alam sepertinya kita jauuhhh lebih berlimpah dibanding India, kita punya minyak, mineral, gas, kayu, laut/ikan, gunung, dan lain lain, seperti kata Koes Plus Indonesia menanam apapun bisa jadi sesuatu yang bermanfaat.
Apa yang sesungguhnya yang KURANG dari Indonesia ini terutama di bidang IT/ICT (tenaga ahli kita banyak bukan?)?

Wassalam
Miftah Andriansyah

December 2, 2009

Memperbesar (Zooming) Tampilan Monitor

Written by
didi

Sore-sore ini ada sedikit ‘camilan’ buat yang iseng-iseng. Satu aja ya (mudah2an) cukup:

zoomKalau mata anda menganggap tampilan monitor anda kurang jelas melihat tulisan, dan gambar yang dianggap kekecilan/kebesaran maka perbesar/perkecilah  (zoom out/zoom in) dengan langkah mudah:

Untuk perbesar

1. Tekan tombol Control (Ctrl) dan tombol tambah (+) pada keybord secara bersamaan, atu

2. Tekan tombol Control (Ctrl) dan scrooling mouse anda kedepan secara bersamaan (bekerja hanya pada mouse optic)

Untuk perkecil

1. Tekan tombol Control (Ctrl) dan tombol minus (-) pada keybord secara bersamaan, atu

2. Tekan tombol Control (Ctrl) dan scrooling mouse anda ke belakang secara bersamaan (bekerja hanya pada mouse optic).

Selamat mencoba!

Miftah Andriansyah

December 2, 2009

10 Software ERP Terbaik

Written by
didi

opensourceerpTulisan ini sedikit banyak berhubungan dengan postingan sebelumnya tentang ERP.

Ada dua jenis ERP dari segi penggunaan, yakni berbayar (propiertary) dan bebas (open source). Dalam pemeringakatn ini saya akan bahas dari kedua jenis ERP tersebut.

Pertama, ERP yang berbayar, anda perlu merogoh dalam-dalam kocek anda untuk mendapatkan software ini, belum ditambah pembayaran untuk jasa dan fitur tambahan. Jika Anda dan usaha anda memiliki kas yang besar, bukan jadi masalah untuk mendapatkannya, jika tidak adan perlu berfikir dan sembari mengecek ulang saku kas anda apakah tersedia cukup untuk mendapatkannya. Sebagai jalan keluar yang tentunya aman dan layak saya akan tampilkan ERP yang gratis (open source) untuk solusi bisnis Anda.

10 Besar ERP Berbayar, yang saya kutip dari alamat ini:

1. Microsoft Dynamic. Sekali lagi yang raksasa monopoli software terbesar mendudukan salah satu softwarenya dalam peringkat ERP

2. SAP R3. Dahulu bernama SAP ERP

3. SAP Business One

4. Infor ERP X2. ERP berbasis IBM.

5. Net Suite

6. Exact Software

7. SYSPRO

8. Accpac

9. Epicor

10.Excel ERP

Terkait dengan kocek/budget perusahaan/institusi anda untuk membeli software ERP yang perlu dipertimbangkan kembali, ditambah krisis ekonomi dunia jilid ke sekian yang membuat tersendatnya arus keuangan banyak perusahaan yang ada, tampaknya membuat frekuensi berfikir belanja IT semakin tujuh keliling. Software ERP berbasis Open Source layak dan harus menjadi semacam pengganti nadi penerapan software ERP di tubuh perusahaan Anda. Software ERP yang akan saya sebutkan dalam bentuk peringkat ini tidak melulu digunakan oleh perusahaan besar, perusahaan kecil/ Usaha Kecil Menengah (UKM) pun dapat mencicipi dan menikmati keuntungan dan kelebihan dari software-software ERP ini.  Dan bagi anda yang dapat melihat peluang besar ini dari segi penyedia jasa /dukungan untuk penggunaan software ini tentunya sudah paham bahwa UKM adalah pemain strategis yang menjaga stabil dan berputarnya roda perekonomian di belahan negeri manapun, termasuk di Indonesia. ERP berbasis open source yang sebagian besar dikhususkan untuk penggunaan UKM sudah layak/harus menjadi perhatian.

Berikut 10 software gratisan (open source) terbaik disarikan dari Simple Thoughts:

1. Open Bravo

openbravo-logoSalah satu yang terbaik ERP open source software untuk UKM. Openbravo adalah sebuah program berbasis web yang berbasis open source program ERP Compiere. Memberikan status seluruh perusahaan yang mencakup informasi produksi, inventaris, informasi pelanggan, agar informasi pelacakan dan alur kerja.

Openbravo menyertai luas fitur yang membuatnya lebih mudah untuk menangani untuk pengguna akhir. Beberapa fitur utamanya termasuk dimensi pelaporan, alert, email, navigasi keyboard. Hal ini mudah dikonfigurasi dan penjahit fungsionalitas yang ada dan aturan bisnis, serta menambahkan fungsi baru tanpa pemrograman.

Software ERP menawarkan kompatibilitas yang lebih baik dan berbagi, yang memungkinkan ekspor file tunggal atau sebuah kumpulan file ke Excel, CSV, atau PDF langsung dari aplikasi. Pengguna dapat dengan mudah membuat modul pihak ketiga atau plugin atau bahkan browser direktori dan memilih fungsi bersama dibuat oleh pengguna lain untuk menginstal. Hal ini memungkinkan skalabilitas tinggi memungkinkan penyebaran dalam server tunggal atau sekelompok dari mereka, melayani sampai dengan ribuan pengguna.Itu salah satu yang terbaik ERP open source software untuk UKM. Openbravo adalah sebuah program berbasis web yang berbasis open source program ERP Compiere. Memberikan status seluruh perusahaan yang mencakup informasi produksi, inventaris, informasi pelanggan, agar informasi pelacakan dan alur kerja.

Openbravo menyertai luas fitur yang membuatnya lebih mudah untuk menangani untuk pengguna akhir. Beberapa fitur utamanya termasuk dimensi pelaporan, alert, email, navigasi keyboard. Hal ini mudah dikonfigurasi dan penjahit fungsionalitas yang ada dan aturan bisnis, serta menambahkan fungsi baru tanpa pemrograman.

Software ERP menawarkan kompatibilitas yang lebih baik dan berbagi, yang memungkinkan ekspor file tunggal atau sebuah kumpulan file ke Excel, CSV, atau PDF langsung dari aplikasi. Pengguna dapat dengan mudah membuat modul pihak ketiga atau plugin atau bahkan browser direktori dan memilih fungsi bersama dibuat oleh pengguna lain untuk menginstal. Hal ini memungkinkan skalabilitas tinggi memungkinkan penyebaran dalam server tunggal atau sekelompok dari mereka, melayani sampai dengan ribuan pengguna. Suatu arsip dalam sistem dapat dengan mudah diaudit dan dijiplak untuk pengguna yang menciptakannya.

2. Compiere

compiereFitur-fitur software ERP seperangkat kedudukan tertinggi fungsionalitas bisnis terpadu. Compiere diatur unik untuk menghindari duplikasi informasi dan kebutuhan untuk sinkronisasi. Dengan desain yang inovatif mudah Compiere memungkinkan kustomisasi aplikasi. Modul termasuk dalam solusi ERP termasuk manajemen hubungan pelanggan, Quote untuk Tunai, daftar permintaan-to-Pay, Partner Relations Management, Warehouse, Supply Chain Management, Performance Analysis, Double-entry Pembukuan, Work-aliran-Manajemen dan Web Store.

3. xTuple

xtuple_logoThe PostBooks adalah xTuple terintegrasi ERP, CRM dan sistem akuntansi, berdasarkan ERP xTuple Suite. Sistem ERP dibangun dengan database PostgreSQL open source dan open source Qt framework untuk C + +.

Modul untuk ERP xTuple

* Bendahara: buku besar, piutang dan hutang, rekonsiliasi bank, laporan keuangan
* Penjualan: kutipan, order masuk, laporan penjualan, pengiriman
* Produk Definition: item, tingkat yang tak terbatas tagihan material (BOM)
* CRM: buku alamat universal, insiden manajemen, kesempatan manajemen, to-do list, manajemen proyek
* OpenRPT: penulis laporan sumber terbuka
* Inventory: beberapa lokasi, gudang fitur lanjutan lainnya
* Light Manufacturing: perintah kerja, dukungan yang kuat untuk membuat untuk memesan
* Pembelian: pesanan pembelian, penerimaan, vendor pelaporan

PostBooks lintas platform adalah aplikasi yang berjalan sama baiknya pada Windows, Linux dan Mac. Hal ini sepenuhnya internasionalisasi dengan dukungan untuk multiple struktur pajak, multi-mata uang, multilingual terjemahan xTuple kemasan dikelola oleh komunitas global.

4. OpenERP

openlogo1Ini adalah open source ERP lengkap software, yang dirancang untuk mengatasi kebutuhan perusahaan dan proses. Mengintegrasikan OpenERP akuntansi, jam, penjualan, crm, pembelian, stok, produksi, jasa manajemen, manajemen proyek, kampanye pemasaran. Menawarkan klien dan server terpisah komponen dan XML-RPC interface. Buka ERP adalah lengkap dan sistem modular dengan 350 modul. Lunak ERP memiliki arsitektur MVC yang kuat dengan objek database, GUI yang dinamis, didistribusikan server, alur kerja yang fleksibel, dan laporan tertentu. Database PostgreSQL dan server bagian ditulis dengan Python.

Fitur kunci OpenERP termasuk manajemen akuntansi, akuntansi keuangan, manajemen persediaan, penjualan dan pembelian manajemen, tugas otomatisasi, Manajemen Sumber Daya Manusia, kampanye pemasaran, help desk, dan titik penjualan.

Selain Linux, Windows dan Mac interface, OpenERP memiliki antarmuka web eTiny yang juga tersedia untuk web TurboGears kerangka. OpenERP secara luas digunakan oleh pelanggan yang mencari untuk mengotomatisasi proses penjualan mereka secara efektif.

5. Apache OFBIz

ofbizOpen Source Enterprise Resource Planning (ERP) sistem yang menyediakan paket aplikasi perusahaan yang mengintegrasikan dan mengotomatiskan beberapa proses bisnis suatu perusahaan. Menawarkan kerangka umum model data dan proses bisnis yang canggih. Ada arsitektur yang umum untuk semua aplikasi membangun sekitar data, logika dan proses komponen. Apache OFBiz dibangun pada teknologi open source dan standar seperti Java, Java Enterprise Edition (JEE), XML dan SOAP.

Apache OFBiz datang dengan berbagai fungsi yang meliputi

* Accounting (perjanjian, faktur, vendor manajemen, buku besar umum)
* Asset Maintenance
* Catalogue dan Manajemen Produk
* Fasilitas dan Warehouse Management
* Manufaktur
* Order Processing
* Inventory Management, otomatis pengisian ulang saham dll
* Content Management System (CMS)
* Orang-orang dan Group Management
* Project Management
* Sales Force Automation
* Kerja Manajemen Usaha
* Electronic Point Of Sale (EPOS)
* ECommerce
* Sumber daya manusia (SDM)

OFBiz memperkenalkan konsep layar di mana setiap halaman biasanya mewakili sebuah layar. It’s arsitektur cepat memungkinkan kustomisasi aplikasi untuk kebutuhan bisnis baru tanpa coding.

Bersambung…5 dari 10 Software ERP Terbaik

December 2, 2009

Alternative baru Sistem Operasi Netbook Anda: Moblin

Written by
didi

Pameran Komputer tahunan-Indocommtech telah selesai tanggal 8 November kemarin di Jakarta, JCC. Pastinya beberapa dari kita ikutan menyipinya dengan cukup hadir, atau membeli gadget/aksesoris atau membeli notebook atau yang dananya pas cukup membeli netbook. Kebanyakan dari kita (orang Indonesia, menurut saya lho!) ingin membeli dengan harga yang miring, caranya dengan membeli netbook dengan isi kosong/tanpa OS (yang dibundel dengan OS Windows selisih bisa mencapai lebih dari 500 rb). Netbook/notebook dengan isi kosong jelas tak ada gunanya, lalu mo diisi dengan (OS) apa donk?! Pilihan pertama kita akan mencoba menginstal OS yang harga miring yakni Windows versi mangga dua atau mencopy dari teman dengan full crack! “Haree ginnnii make software bajakan?!, kalimat tersebut yang akan diteriakan oleh anak, siswa/mahasiswa atau guru/dosen  anda jika masih juga mencoba untuk berbuat ilegal! (ilegal logging aja kita tidak senang, so ilegal installing juga sama khan?!).

Netbook yang kita punyai biasanya sudah dibenamkan prosesor Intel Atom didalamnya. Sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Gunadarma, yang UG sebagai salah satu pelopor pendayagunaan Open Source di Indonesia lebih dari 10 tahun yang lalu, saya mencoba memberikan alternatif OS yang mungkin cocok dengan selera dan kebutuhan netbook Anda. Moblin sebagai salah satu OS yang diinisiasi oleh Intel dalam rangka meredam laju Windows pastinya didesain untuk melengkapi netbook intel atom anda. Terserah dengan maksud si Intel melawan Microsoft, kita mah nikmati saja  apa yang ada !.

Moblin kependekan dari Mobile Linux adalah sistem operasi yang didesain untuk netbook anda atau mobile gadget lain seperti PDA atau smatphone. Proses instalasi yang cepat, ringan namun dengan fitur yang lengkap seperti Office, Media, Internet 3 hal  dimana netbook di desain.

Saya sudah mencoba untuk meninstal moblin di notebook saya, kesan pertama yang didapat adalah, proses loading yang cepat, interface yang simple namun tetap cantik, kemudahan dalam pengoperasiannya, dan membutuhkan resource yang kecil sehingga menghemat bateri netbook anda!

Berikut adalah tampilan gambar menu Moblin versi 2.x:

myzone

My Zone

Panel Media

Panel Media (gambar, audio, video)

Panel Status

Panel Status (jejaring sosial, Facebook, Twiter, Messenger)

Panel Browser

Panel Browser (yang mau internetan)

Tampilan Browser

Tampilan Browser

Video Player

Video Player

Aplikasi yang Terinstal

Aplikasi yang Terinstal

Panel Jaringan

Panel Jaringan (Wi-Fi, LAN, dll)

Tampilan yang menarik dan cukup lucu bukan?

Silahkan mengunduh di sini , atau mo liat tampilan videonya tonton di sini, atau kalau mo’ copy langsung siapkan DVD kosong dan bisa di burn di saya (D427, Kampus D)  .

Selamat mencoba

Miftah Andriansyah

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.