Bambang Wahyudi

5 November, 2009

Dua Jempol untuk Kapolri !!

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 9:35 pm

Menyaksikan siaran langsung “Rapat Komisi III DPR – Kapolri” Kamis, 5 November 2009 malam di TvOne saya jadi kesal, namun saking kesalnya, saya justru menjadi terbahak-bahak.
Saya salut dengan strategi Kapolri yang ‘melempar bola’ suatu pertanyaan ke Komisi III yang akhirnya menyita waktu cukup banyak bagi anggota DPR berdiskusi guna memutuskan jawaban atas pertanyaan itu yang meminta Kapolri menjelaskan kasus yang sedang panas-panasnya ini. Jadi, saya tahu, mereka memanggil Kapolri tanpa persiapan sama sekali, sehingga tidak ada kesan mereka sudah kompak sebelumnya.
Pimpinan sidang menyatakan bahwa hal ini mendadak dilakukan karena ada hal-hal yang urgen. Lho ?, kalau mendadak, bagaimana mereka (dalam grup Komisi III) dapat menggiring Kapolri melakukan penjelasan ke arah yang tepat. Sebaliknya, Kapolri (kalau mau) bisa menggiring mereka ke daerah bias. Aneh !, di antara mereka sendiri tampak ingin menonjolkan diri pribadi dengan mengatur dan mengolah kata agar mengesankan bahwa dirinyalah yang paling hebat.
Seharusnya, mereka (Komisi III) melakukan rapat di antara mereka sendiri dulu, sebelum memanggil pihak luar, sesempit apapun waktu itu. Dari rapat itu harus dihasilkan, seluruh kemungkinan masalah (rapat dengan pihak luar) sudah harus ada jawabannya (seperti pertanyaan Kapolri di atas, seharusnya sudah dapat langsung dijawab oleh Pimpinan Sidang tanpa harus ‘ramai’ dulu dengan para anggota Komisi III lainnya).
Akhirnya, Kapolri dapat menjelaskan kasus tersebut dengan runut dan gambling, meski ada bagian-bagian cerita yang masih tetap harus disembunyikan pada rapat terbuka ini.
Sesuai tulisan-tulisan saya terdahulu mengenai KPK versus Polri, saya tetap dengan kesimpulan saya, yaitu yang harus kita selamatkan adalah lembaga KPK-nya bukan personilnya, karena personil KPK juga manusia biasa (bukan malaikat) tempatnya khilaf dan salah. Dalam kasus-kasus besar, Polri tentu tidak ingin ‘main api’ dengan kekuatan rakyat, dan bagi kita yang tidak tahu dengan pasti kasusnya, sebaiknya tidak mudah memfonis siapapun sebelum segalanya jelas.
Terakhir, saya masih miris dengan anggota-anggota DPR, khususnya Komisi III yang tampak masih banyak yang bersenda-gurau atau main-main dalam rapat terbuka yang membahas kasus serius yang menjadi perhatian masyarakat tersebut (ayo, profesionallah !). Juga, saya miris karena kasus ini menjadi melebar ke mana-mana, padahal para tersangka (Bibit-Chadra) tinggal diadili saja di persidangan (KPK vs Polisi). Jadi, tak perlu dibentuk tim 8 TPF segala, Susno dituntut mundur, tapi begitu mundur dipermasalahkan kenapa mundur, dan seterusnya…(jangan sampai cicak vs buaya yang menang justru para kadal…)

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Powered by WordPress

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.