Bambang Wahyudi

30 August, 2011

Perbedaan = Rahmatullah ?

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 10:49 am

Saya termasuk orang yang sulit menerima pernyataan “adanya perbedaan adalah rahmat Allah,” khususnya untuk penentuan 1 Syawal. Untung Allah SWT mewajibkan kaum muslimin menunaikan ibadah haji di Saudi Arabia. Bayangkan kalau ‘naik haji’ harus di Indonesia, hari wukufnya bisa kacau balau, ada yang Senin, ada yang Selasa, dan ada yang Rabu. Dengan ketidakpastian tersebut, maka banyak hal yang akan menjadi kacau, katering, hotel, biro perjalanan, dan sebagainya.

Memang sudah sering dikatakan “jangan dipertentangkan,” dan rakyat setuju-setuju saja itu, tapi tetap saja menyisakan rasa bingung. “Apa yang salah ?”, karena politis ?, egoisme kelompok ?, bodoh ?, atau apa ?. Kalau ada yang lebaran hari Selasa, lantas apakah bagi yang meyakini lebaran Rabu, Selasanya sudah tidak boleh puasa ?, haram ?. Padahal ancamannya lebih berat jika kita meninggalkan puasa tanpa uzur (pribadi) misalkan karena sakit, dalam perjalanan jauh, renta, dsb. padahal kita belum lebaran ?.

Memang, tidak perlu dipertentangkan, dan jalani semua sesuai dengan keyakinan masing-masing. Tetap saja saya malu dengan ‘rahmat’ ini.

4 Comments »

  1. Saya juga orang yang merasa “risih” dengan perbedaan yang seperti ini. Waktu penentuan Idhul Adha tidak pernah ada perbedaan seperti ini (CMIIW). Seluruh umat serentak merayakannya pada hari yang sama. Tetapi kenapa ketika Idhul Fitri seringkali tidak sama. Bukankah kiblat kita satu ?

    Jwb.: Kan lebih tepat jika kita “berkiblat” ke Tanah Haram, baik Idul Adha maupun Idul Fitri,.., jangan gengsilah kaum “elit ulama” dan Pemerintah untuk menyatakan, “kita mengikuti pemerintah Arab Saudi.” Kan kiblatnya di sana ?

    Comment by Hartato — 30 August, 2011 @ 11:05 am

  2. sama, saya juga malu dengan rahmat ini, apakah kita bangsa yang tidak bisa berfikir

    Jwb.: Mudah-mudahan rasa malu kita bisa dilirik “kaum elite” yang menyatakan diri “ulama”

    Comment by yusep — 30 August, 2011 @ 11:18 am

  3. Ini adalah keterlambatan dalam mengambil keputusan dari pihak yang berwenang dalam hal ini, di tempat saya juga terjadi sudah takbir mulai dari waktu Ashar tangggal 29 Agustus 2011 dan berhenti setelah sholat Isya. Tentunya waktu sholat takbir tidak dikumandangkan. Dan begitu secara resmi diumumkan, yang terjadi tidak ada teraweh di masjid seperti layaknya orang melakukan puasa esok harinya. Ada sebagian berpendapat tidak perlu lagi berpuasa karena tadi sudah ada takbir dan sebagainya. Ironis sekali puasa tahun ini. Mungkin kalau saya tidak salah tahun 2007 kasusnya mirip dengan tahun 2011 dengan adanya 2 hari berturut-turut dilaksanakan sholat Ied di tempat yang berbeda. Memang semua diserahkan pada hati nuraninya masing-masing apakah akan berpuasa esok harinya atau tidak …. keraguan itu senantiasa muncul di kalangan masyarakat sekitar saya berada dengan berbagai presepsi, tapi saya memaklumi.

    Jwb.: Hal utama yang bisa kita sikapi (sebagai jamaah/ rakyat) memang hanya “memaklumi.” Tetapi membuat rakyat bingung adalah ‘kebodohan’ kaum elite (khususnya ulama dan pemerintah). Saya juga maklum, maklum kalau kaum elite kita belum cerdas….

    Comment by Heru Herdianto — 30 August, 2011 @ 11:49 pm

  4. Kaum elite yang belum cerdas, dan mungkin juga tidak akan pernah cerdas. mengapa demikian…? kita perlu maklum karena ada 2 kategori ulama :
    1. ulama berasal dari tiga huruf pokok alif lam dan mim
    2. ulama berasal dari tiga huruf pokok ain lam dan mim.

    dalam bahasa Qur’an ulama yang tahu ilmu dan cerdas hanyalah no 2. Sedangkan no 1 berarti kebalikannya. dalam bahasa Indonesia pengucapan kedua kata tersebut adalah sama, padahal maknanya sangat berlawanan.

    Jwb.: Memang di Indonesia yang cerdas dan yang tolol sering kelihatan sama saja….

    Comment by rakhma — 31 August, 2011 @ 9:37 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Powered by WordPress

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.