Bambang Wahyudi

30 August, 2011

Perbedaan = Rahmatullah ?

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 10:49 am

Saya termasuk orang yang sulit menerima pernyataan “adanya perbedaan adalah rahmat Allah,” khususnya untuk penentuan 1 Syawal. Untung Allah SWT mewajibkan kaum muslimin menunaikan ibadah haji di Saudi Arabia. Bayangkan kalau ‘naik haji’ harus di Indonesia, hari wukufnya bisa kacau balau, ada yang Senin, ada yang Selasa, dan ada yang Rabu. Dengan ketidakpastian tersebut, maka banyak hal yang akan menjadi kacau, katering, hotel, biro perjalanan, dan sebagainya.

Memang sudah sering dikatakan “jangan dipertentangkan,” dan rakyat setuju-setuju saja itu, tapi tetap saja menyisakan rasa bingung. “Apa yang salah ?”, karena politis ?, egoisme kelompok ?, bodoh ?, atau apa ?. Kalau ada yang lebaran hari Selasa, lantas apakah bagi yang meyakini lebaran Rabu, Selasanya sudah tidak boleh puasa ?, haram ?. Padahal ancamannya lebih berat jika kita meninggalkan puasa tanpa uzur (pribadi) misalkan karena sakit, dalam perjalanan jauh, renta, dsb. padahal kita belum lebaran ?.

Memang, tidak perlu dipertentangkan, dan jalani semua sesuai dengan keyakinan masing-masing. Tetap saja saya malu dengan ‘rahmat’ ini.

7 August, 2011

Yang Terbesit Pada Perayaan 30th UG

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 8:22 pm

Pada Minggu, 7 Agustus 2011 telah dirayakan hari ulang tahun ke-30 Universitas Gunadarma. Hadir antara lain Pimpinan Yayasan Pendidikan Gunadarma beserta Jajarannya, Rektor Universitas Gunadarma beserta Jajarannya, para staf maupun perwakilan staf yang sudah mendahului, para alumni dan undangan lainnya.

Ada hal yang sangat membanggakan para alumni yang kini telah menjabat di berbagai instansi, baik Pemerintahan maupun swasta, bahwa kebanyakan di antara mereka hampir patah arang atau tidak sanggup meneruskan kuliahnya (ketika itu). Namun satu hal yang patut diteladani dari para Pimpinan UG ketika itu adalah PERHATIAN DAN BANTUAN YANG TULUS KEPADA SETIAP MAHASISWA UNTUK DAPAT MENYELESAIKAN STUDINYA.

Hal itu terbukti di diri para alumni tersebut, andai saja mereka (ketika itu) tidak melanjutkan studinya, alias D.O, belum tentu jabatan mereka kini bisa setinggi itu. Padahal mereka sudah menyatakan diri tak sanggup dan menyerah, baik dalam hal ilmunya maupun biayanya. Namun dengan sikap bijak dan penuh perhatian, mereka dibimbing (oleh Pimpinan kita) hingga dapat menyelesaikan studinya.

Dengan kata lain, apa yang mereka (Pimpinan) pikirkan adalah “Bagaimana bisa menghantar seseorang menuju ke kehidupan masa depannya yang lebih baik.” Sebagai orang yang bergerak di dunia pendidikan, bagaimanapun juga harus berupaya sekuat daya untuk membuat anak didiknya menuju ke titik yang cerah untuk menyongsong masa depannya.

Saya pribadi sebagai alumni, merasakan hal yang sama. Ilmu komputer ketika itu adalah ilmu yang langka dan sulit. Belum banyak referensi beredar di pasaran, belum ada internet, sehingga kami sulit mempelajari ilmunya. Tapi kami merasa sangat dibimbing, dibantu, dan dipermudah segala urusan sehingga kami akhirnya bisa menjadi seorang sarjana. Inilah peran dosen atau pekerja di dunia pendidikan yang sejati.

Sebagai contohnya, ketika saya menyusun PI, saya tidak punya komputer untuk menulis PI, Dosen Pembimbing saya mempersilakan menggunakan mesin ketik. Karena di mesin ketik tidak bisa membuat diagram, maka saya dipersilakan menggambarnya dengan tangan, ketika saya tidak mempunyai buku referensi, Dosen Pembimbing saya meminjamkan saya buku perpustakaan (Dosen Pembimbing tersebut yang meminjam di Perpustakaan), ketika ada ilmu yang tidak saya kuasai, Dosen Pembimbing mencoba belajar bersama dan (karena pengalamannya) Ia mengajari saya, dan seterusnya.

Jadi, segala peraturan, tata tertib, tata cara dan semacamnya dibuat untuk mengatur dan menata agar sesuatu menjadi mudah namun tetap tertib, bukan untuk menghambat kemajuan mahasiswanya, dan bukan untuk menjadi ajang “pamer kekuasaan” para pimpinannya yang harus diikuti mahasiswa dengan sangat terpaksa.

Semoga UG semakin maju dan tetap memegang prinsip menghantarkan (memperhatikan, membantu, dan membimbing) mahasiswanya menuju gerbang yang cerah dalam menyongsong masa depannya. Aamiin…

Powered by WordPress

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.