Bambang Wahyudi

8 January, 2010

Apa itu “Alquran” ?

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 10:28 am

Pertanyaan saya yang pertama telah ditanggapi secara baik oleh Ibu Rahma tentang “buat apa Tuhan menciptakan manusia.” Kini saya lanjutkan pertanyaan saya tentang “Apa itu Alquran ?.” Saya butuh sekali jawaban yang ‘masuk akal.’

Katanya, Alquran (atau Al Quran, atau Al Qur’an, atau Alqur’an) adalah mukjizatnya nabi Muhammad SAW., sebagaimana tongkatnya nabi Musa AS, atau daya penyembuhnya nabi Isa AS. Padahal, ketika kata dari ayat pertama disampaikan kepada Muhammad, yang berbunyi “iqra” (bacalah), Muhammad justru bertanya “ma aqra ?” (apa yang harus saya baca ?).

Kenapa Muhammad bertanya ?, karena ketika menyampaikan ayat tersebut, malaikat Jibril tidak membawa satupun bacaan (kitab), dan saat itu Muhammad juga tidak bisa membaca alias buta huruf. Jadi, apa arti hakiki dari Alquran ?.

Selama nabi Muhammad menyampaikan ajarannya (wahyu-wahyunya), tidak ada perintah nabi untuk membukukan wahyu-wahyunya. Dalam kalimat sederhana, bahwa pembukuan Alquran adalah perbuatan bid’ah, namun termasuk bid’ah yang bermanfaat (jadi, tidak semua bid’ah dilarang, kecuali membawa tanah kuburan Gus Dur untuk disimpan menjadi jimat). Pembukuan itupun tidak sesuai dengan urutan turunnya wahyu, karena ayat pertama di Alquran bukan surat tentang al-iqra.

Kini kitab-kitab Alquran banyak yang mencetaknya dan disebarkan ke seluruh penjuru dunia agar ajaran Islam dapat disampaikan hingga ke seluruh penjuru dunia. Tak ayal, banyak pula percetakan-percetakan non muslim turut mendapat rejeki (rahmatan lil alamin) karena mendapat order untuk mencetak Alquran.

Jadi, apa yang dimaksud dengan Alquran sebagai mukjizat nabi Muhammad, karena ketika itu nabi Muhammad tidak pernah menenteng-nenteng Alquran sebagaimana nabi Musa menggenggam tongkatnya dan nabi Isa bisa menyembuhkan orang sakit ?.

8 Comments »

  1. itulah hikmah dari Al-Qur’an kalo ditela’ah lebih dalam lagi ilmu pengetahuan akan berkembang sangat pesat.

    Jwb.: Itulah, yang terjadi sekarang, Alquran hanya digunakan sebagai bahan bacaan semata, bukan dijadikan bahan kajian.

    Comment by arifust — 9 January, 2010 @ 11:35 am

  2. Pertanyaan-pertanyaan bapak adalah cerminan orang yang rindu untuk beriman secara utuh, maka kalau saya menjawab bukan terdorong untuk sok…, mudah-mudahan karena menjadi memenuhi yang diperintahkan Allah “watawashaubilhak watawabishabri “
    1. “Apa itu Alquran ?.” Al-Quran adalah wahyu seperti yang telah diberikan kepada para nabi dan Rasul dimulai dari nabi Adam sampai Muhammad. Berdasar pada wahyu yang diberikan pada Adam Allah mengatakan “Wa’alama adammal asma” Dia Allah yang telah mengajarkan ilmunya bernama Al-asma. Jadi Qur’an sama dengan ilmu yang diturunkan oleh Allah melalui para Nabi dan Rasul bukan melalui Experiment maupun Experient. Hasil dari keduanya ( baik evperiment maupun experient) hanyalah pengulangan kembali dari apa yang telah dilakukan para Nabi dan Rasul.

    2. Al-Qur’an adalah mukjizatnya nabi Muhammad SAW, Mu’jizat itu sendiri adalah kemampuan yang luar biasa yang diberikan oleh Allah kepada Rasulnya, seiring dengan penurunan ilmu atau wahyu. Untuk dapat memahami pengertian seperti “. “tongkatnya nabi Musa AS, kita butuh alat yaitu bahasa dan sastra. Tanpa alat ini kita tidak mampu memandang secara utuh. Tongkat dalam sastra dikenal lambang kekuatan atau kemampuan. Lautan melambangkan luasnya cakupan kehidupan. Jadi yang dimaksud dengan mu’jizat nabi musa dengan kemampuan ilmunya mampu membelah lautan kehidupan, mana yang tergolong kelompok yang khair dan yang syar. Begitu dengan Nabi Isa dengan kemampuan Ilmunya mampu menghidupkan kesadaran manusia yang telah mati, begitu juga dengan kemampuan ilmu nabi Nuh yang bagaikan kapal mampu menyelamatkan dari bencana bencana banjir dahsyat kemaksiatan menuju pulau cita (harapan hdup indah) seperti yang yang di ajarkan Allah kepada Rasulnya melalui malaikat, dibukukan ke dalam kitab yang kemudian diajarkan kembali kepada umatnya.

    3. ketika kata dari ayat pertama berbunyi “iqra” (bacalah), Muhammad justru bertanya “ma aqra ?” (apa yang harus saya baca ?). Alasanya mengapa demikian…? (sebenarnya bukan bertanya tapi menjawab. yang jawabannya senada dengan pertanyaan bapak, “apa yang harus saya baca? Karena pada waktu itu Allah belum menurunkan ilmu, jadi apa yang harus dipelajari(baca)? Kira-kira begitu. (BW: tapi saya tetap berpendapat bahwa Muhammad bertanya ketika itu karena Jibril sedang memerintah, bukan bertanya kepada Muhammad-red) Kalau Muhammad menjawab dikhawatirkan Ilmu itu dikira bikinan Muhammad. Di sini Muhammad sangat kritis, sangat berbudaya tinggi sehingga wajar pada akhirnya malah diangkat sebagai seorang Rasul.

    4. Tidak ada perintah nabi untuk membukukan wahyu-wahyunya. Kalau ini dianggap begitu, Bagaimana dengan ayat kedua dari al-Baqarah. Dzalikal kitabullah raibafihi!!! (BW: apakah ayat itu dari Muhammad ?)

    5. Dalam kalimat sederhana, bahwa pembukuan Alquran adalah perbuatan bid’ah, namun termasuk bid’ah yang bermanfaat. Bid’ah adalah penyimpangan. Adakah penyimpangan yang positif? Al-Quran dijamin matan (tulisannya tak akan bergeser sedikitpun) kecuali tentang makna yang berdasar atas subyektifisme manusia. (BW: beda antara firman Allah dan hadis nabi, di sana bukan bid’ah firman)

    6. Pembukuan itupun tidak sesuai dengan urutan turunnya wahyu, karena ayat pertama di Alquran bukan surat tentang al-iqra. Sistimatik al-Quran bukan berdasar waktu. Melainkan sistimatik Buku terdiri Alfatihah sebagai pendahuluan atau pandangan umum atau ummul kitab, Surat-surat panjang perincian dan surat pendek kesimpulan. Sekarang yang kita kenal susunan buku-buku ilmiah mengacu ke sana. Di sini nanti akan terlihat mu’jizat Al-Quran itu sendiri bagi yang punya alat untuk menggali lebih dalam dan sistimatik lainya dikenal sistimatik Umum. (akan dijelaskan butuh waktu panjang)

    7. Jadi, apa yang dimaksud dengan Alquran sebagai mukjizat nabi Muhammad, Kembali pada definisi di atas, yaitu ilmu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang diajarkan kepada umatnya agar manusia berkemampuan menjadi mu’min. Yang seperti apa ? yaitu seperti, semboyan Ali bin Abi Thalib” Bahtatan fil ilmi waljismi” Mu’min itu luas dalam ilmu dan lincah dalam gerak. Selincah, setangkas dan setaat matahari, bumi dan satelitnya berputar untuk mengujudkan masyarakat adil ma’mur, bahagia di dunia dan di akhirat. Tidakkah ini mu’jizat yang luar biasa…..? semua dipaparkan dengan blue print yang begitu hebat bagi siapa yang khusu’ mengkajinya.

    Jwb.: Jawaban yang sangat cantik. Bahwa di luar apa-apa yang tersurat (nyata, jelas) ada yang tersirat (perlu pengkajian dan pendalaman makna). Sederhananya, “membaca” Alquran boleh saja diartikan dengan membaca secara harfiah, namun lebih dari itu adalah “memahami ilmu-ilmu” yang telah Allah turunkan di jagad raya. Artinya lagi, “belajar di bangku kuliah” adalah sebagai salah satu jelmaan dari arti “membaca Alquran.” Nantikan pertanyaan saya selanjutnya. Terima kasih Bu Rahma.

    Comment by rakhma — 9 January, 2010 @ 12:48 pm

  3. Alkhamdulillah, kalau ini berkenan buat pak Bambang. Ini suatu kehormatan yang tiada tara bagi saya pribadi. Sebab masih banyak saudara-saudara dan teman temanku yang menganggap saya aneh, lain dan sebagainya. Bahkan saya beberapa kali di suruh pindah ketika saya sedang menjelaskan semacam ini. Dan banyak di antara mereka yang menjauh dari saya dengan alasan yang tidak kupahami. Tidakkah pak Bambang dengar sayup-sayup itu? Bahkan ada beberapa kawan dibujuk sedemikian rupa jangan mendengar apa yang keluar dari saya. Mengapa ada dua kutub yang sangat tajam di sini? ya Allah kalau ini adalah kebenaran, mohon bukakan jalan. Saya pribadi tidak pernah ingin menyesatkan orang, mengapa orang di sebelah sana sampai saat ini sangat anti dengan saya secara terus terang maupun sembunyi ? Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk menghadapi semua ini. Mudah-mudahan Pak Bambang tidak pernah mengalami apa yang pernah sekian lama saya alami.

    Jwb.: Memang, kita harus banyak maklum, dan kita harus pandai-pandai menempatkan diri. Saya paham sekali pemikiran Ibu, tapi saya sendiri sering “sembunyi-sembunyi” untuk berdiskusi dengan “orang-orang sepaham” karena alam demokrasi belum tercipta di negeri ini. Istilahnya, bila kita berbeda pandangan, lantas dicap sebagai musuh (kafir) yang harus “dimusnahkan.” Mengerikan !, apa itu ajaran Islam ?

    Comment by rakhma — 9 January, 2010 @ 5:35 pm

  4. Assalamu’alaikum wrwb,
    Al Quran diciptakan Allah merupakan petunjuk bagi manusia untuk hidup seperti yang diharapkan sang Khalik bagi makhlukNya. Untuk itu sebagai manusia, kita berkwajiban untuk memahami/mempelajari agar mencapai kehidupan Hasannah di dunia maupun diakhirat. Al Quran hendaknya tidak dipandang sebagai sekedar tulisan yang dikeramatkan hingga untuk memegangnyapun harus dalam keadaan suci/wudlu, suci di sini harus dipahami sebagai hati yang bersih. Atau bahkan mungkin kita pernah mendengar bahwa kitab Al quran dijadikan sarana pengobatan. Al Quran dapat menyembuhkan penyakit hati, jika kita dapat memahami makna yang terkandung di dalam nya dengan benar, karena di dalamnya terdapat rangkaian keterangan secara tertulis yang merupakan pedoman hidup bagi manusia. Wassalam

    Jwb.: Ya, pendapat Ibu adalah pendapat umum yang sudah saya pahami. Maksud saya di sini, apakah Alquran itu adalah kitab yang seperti selama ini kita kenal ? (padahal dulu nabi Muhammad tidak pernah membawa-bawa kitab tersebut yang menjadi mukjizatnya). Ada sebagian pendapat, bahwa Alquran adalah ilmu pengetahuan, jadi nabi Muhammad ketika menyebarkan Islam, Beliau memiliki pengetahuan yang luar biasa sehingga seluruh permasalahan manusia bisa diselesaikannya.

    Comment by widowati — 14 January, 2010 @ 11:22 am

  5. Al Qur’an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Qur’an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Qur’an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Qur’an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur’an adalah firman Allah dan juga sebagai mujizat yang sangat luarbiasa.
    untuk lebih jelasnya kunjungilah situs ini : http://keajaibanalquran.com/

    Jwb.: Ya, (untuk Alquran yang ada saat ini) saya mengerti. Yang saya ingin tahu adalah pada jaman Nabi Muhammad SAW, sejak Beliau mendapat wahyu pertama hingga Beliau berdakwah dan wafat, pasti beliau tidak pernah membawa-bawa Alquran seperti yang kita kenal sekarang. Padahal Alquran adalah mukjizat Beliau. Jadi pertanyaan saya adalah “apa itu Alquran” ? bukan “apa itu kitab Alquran” ?.

    Comment by jamal — 15 January, 2010 @ 10:14 am

  6. Nabi Muhammad SAW pastinya Ia tidak pernah membawa-bawa Alquran seperti yang kita kenal sekarang. Padahal Alquran adalah mukjizat Beliau?
    jawab:
    kalau menurut pendapat saya. Isi Alquran pastinya sudah berada di luar kepala (sudah terhafalkan) oleh beliau karena jika disampaikan ayat beliau pasti langsung mengingatnya hari itu juga karena semua nabi bersifat “cerdas”. Jadi biarpun beliau tidak menentengnya dalam bentuk buku tapi beliau sudah menentengnya di dalam otaknya atau memorinya. Kenapa belum dibukukan karena mungkin alquran belum diturunkan secara utuh (karena alquran diturunkan tidak sekaligus akan tetapi secara bertahap). untuk lebih jelasnya lihat sejarah pembukuan alquran. Setelah alquran selesai diturunkan secara sempurna. sebenarnya isi dari alquran sudah ada di memori para penghafal alquran yaitu para sahabat beliau SAW. pada saat peperangan banyak sekali para penghafal alquran yang gugur di medan perang sehingga timbul kekhawatiran takutnya alquran akan lenyap dari muka bumi, oleh karena itu timbul inisiatif untuk membukukan Alquran.
    itu yang saya pelajari di sekolah dulu. mudah-mudahan masih ada jawaban yang lebih baik dari ini. Selanjutnya saya serahkan pada Allah SWT. Hanya Allah yang maha tahu. dan saya mohon maaf kalau susunan kata yang saya tulis masih berantakan maklum saya bukan dari fakultas sastra Indonesia saya hanya seorang Mahasiswa Ilmu komputer. dan bukan ustad.

    Jwb.: Tidak apa-apa, saya juga bukan ustad karenanya saya ingin menimba ilmu dari siapa saja. Dari tulisan Saudara, saya memahami bahwa Alquran (mukjizat) itu ada di benak Nabi Muhammad, bukan dalam bentuk kitab seperti sekarang ini. Namun, Alquran diturunkan secara bertahap (artinya, sewaktu Iqra disampaikan oleh Jibril, tentu Muhammad belum memiliki mukjizat utuh karena belum turun semuanya, atau kata mukjizat itu hanya julukan dari kita-kita saja setelah Muhammad wafat). Alquran sendiri memiliki julukan atau istilah-istilah yang banyak. Jadi, saya bisa hampir menarik kesimpulan bahwa Alquran adalah ilmu pengetahuan tentang alam semesta (termasuk manusia) dari Allah yang diwahyukan kepada nabi Muhammad untuk menjawab segala masalah atau pertanyaan-pertanyaan manusia. Karena itu adalah bentuk petunjuk dari Allah, maka oleh para sahabat dibukukan. Wallahu’alam.

    Comment by jamal — 15 January, 2010 @ 11:46 pm

  7. People deserve very good life and loans or just short term loan can make it better. Just because freedom is grounded on money state.

    Comment by AudreyBurt22 — 12 March, 2010 @ 3:48 am

  8. “Selama nabi Muhammad menyampaikan ajarannya (wahyu-wahyunya), tidak ada perintah nabi untuk membukukan wahyu-wahyunya. Dalam kalimat sederhana, bahwa pembukuan Alquran adalah perbuatan bid’ah, namun termasuk bid’ah yang bermanfaat.”

    Bukannya hal ini kontradiksi. Bukannya orang muslim menerima atau menjalankan apa yg diajarkan secara tersirat sekalipun oleh muhammad. JIka ada larangan u/ dibukukan, mengapa hrs dibuat Al Qur’an?

    Mohon penjelasannya !.

    Jwb.: Tidak ada larangan untuk membukukan Alquran (namun juga tidak ada perintah). Alquran sesungguhnya adalah petunjuk tentang hidup dan kehidupan ini. Seperti kita menerima ilmu dari dosen, kalau kita tidak mencatat, mungkin hanya sesaat kita bisa ingat. Begitu juga kalau kita menulis skripsi, pasti akan ditanya “referensinya mana ?”

    Jadi, “menimba ilmu” = “membaca Alquran” (membaca dalam arti kata tersirat).

    Comment by Lambok A. Sitorus — 25 May, 2010 @ 9:52 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Powered by WordPress

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.