Bambang Wahyudi

5 January, 2010

Tanya: “Untuk Apa Sih, Kita Diciptakan ?”

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 8:36 pm

Wah, mumpung dan kebetulan di blog ini banyak yang mengupas tentang agama (Islam), dan kelihatannya canggih-canggih, maka tak ada salahnya jika saya melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang saya sendiri sulit menjawabnya. Mudah-mudahan saya akan mendapat jawaban yang memuaskan rasa keingintahuan saya.

Untuk pertanyaan kali ini, saya akan bertanya mengenai “Untuk apa kita (manusia) diciptakan Tuhan di muka bumi ini ?.”

Saya tidak pernah mendapat jawaban yang memuaskan tentang pertanyaan ini. Paling-paling beberapa jawaban yang pernah saya terima adalah:

a. Sebagai khalifah (wakil Tuhan) di muka bumi.

Lho ?, kan Tuhan Maha Segalanya ?, kenapa juga Dia membutuhkan wakil untuk “menjaga” bumi ?, memang Dia tidak mampu menjaga bumi ini ?, bukankah manusia justru merusaknya ?

b. Itu memang sudah kehendakNya

Lho ?, memang Tuhan Maha Berkehendak, tapi, apa semua yang ada dari dulu sampai yang akan datang itu semua atas kehendakNya (ijinNya)?. kalau begitu, kenapa kita sering bersitegang, sering berselisih paham, sering berkelahi dan sebagainya kalau kita telah meyakini bahwa semua ini adalah kehendakNya. Biarkan saja ada aliran Ahmadiyah, biarkan saja ada aliran Kepercayaan, atau ada bencong, homo, lesbi, pembunuh, dan semuanya. Kan semua sudah atas ijin dan kehendakNya ?.

c. Untuk berbakti dan menyembahNya

Butuhkah Tuhan akan sesembahan dan perbaktian agar Ia bisa bergelar “Maha Agung” atau “Maha Besar” ?. Apakah jika tidak ada manusia, Tuhan tidak “Maha Besar” ?.

Dan saya yakin, kita semua belum ada yang mengenal Tuhan sama sekali sebagaimana kita mengenal presiden kita. Kita semua kenal Tuhan karena Tuhan sendirilah yang memperkenalkan Dirinya melalui kitab-kitab dan orang-orang yang dipilihNya untuk memperkenalkanNya (nabi dan rasul, serta para pengikut-pengikutnya).

“Akulah Yang Maha Pengasih, Akulah Yang Maha Penyayang, Akulah Yang Maha Besar yang menciptakan siang dan malam,….” dan sebagainya, dan seterusnya, ayat-ayat mengenai Tuhan yang memperkenalkan diriNya.

Selanjutnya, setiap diri kitalah yang mempersepsikan “bagaimana Tuhan.” Karenanya ada yang mempersepsikan diri kalau Tuhan itu tidak adil, ada yang mempersepsikan diri bahwa Tuhan itu tidak sayang padanya, dan banyak pula yang mempersepsikan kebalikannya.

Jadi: “kita ini diciptakan untuk apa ?”

4 Comments »

  1. Wah…, ini pertanyaan sangat hebat yang keluar dari seorang hamba yang beriman. Insya Allah saya mampu menjelaskan, tetapi… 1. apakah saya pantas ya ngajari pak Bambang…? 2. Konsep yang saya jelaskan insya Allah bisa dipertanggungjawabkan, namun kalau saya berbicara detail ada yang berseberangan jalan yang akan menimbulkan fitnah.
    Saya beri gambaran sedikit, intinya kalau kita mau tahu tentang hakekat penciptaan manusia, kita harus tahu tentang hakekat tentang proses penciptaan alam semesta. Mengapa…? karena Adam sebagai manusia yang pertama diciptakan dari fil afd, yaitu satu rumusan dengan bumi.(maaf sudah mulai berbeda, karena orang pada umumnya hanya menyebut dari tanah, titik, dan mengenai ini sayapun dapat menjelaskan secara tatabahasa yang dapat dipertanggungjawabkan) Sabagai Contoh rumusan dasar dari alam, Allah menciptakan dari alma’u, yaitu unsur dasar sejenis air (tetapi bukan air, maaf di sini sudah ada perbedaan pandangan lagi ) yaitu rumusan positif dan negatif seperti halnya air. Rumusan air H2O, yang terdiri positif dan negatif, bigitu rumusan dasar alam semesta, yang sama halnya dengan rumusan dasar penciptaan manusia setelah Adam yang berasal dari nutfah (yaitu perpaduan sperma dan ovum) yang sebangun dengan rumusan positif dan negatif. Hal ini nanti menjadi dasar memahami Al-Quran seperti yang tertuang dalam Al-fatihah. Dalam Al-fatihah sebagai surat umul kitab, yaitu pendahuluan yang memuat inti Al-Quran mengajarkan dua model kehidupan yang positif dan negatif. Rumusan positif adalah pada kata shiratalmustaqim, yaitu konsep hidup positif yang telah di ujudkan ke dalam kehidupan para nabi dan rasul (shirathalladzina an’amta’alaihim). Sedangkan rumusan negatifnya adalah maghdub dan dhalin, yaitu kalau di surat yang lain semodel dengan masyrik dan maghrib, yaitu konsep hidup seperti yang diajarkan pandangan barat dan timur.
    Maaf…, Ini baru sebagian kecil saja pak, nanti kalau saya teruskan sekali lagi khawatir menimbulkan fitnah. jika diperlukan nati saya dapat menulis yang khusus untuk pak Bambang jika yang sebagian kecil ini dapat dipahami dan diterima. Mohon maaf atas kelancangannya.

    Jwb.: Ibu…, sekali lagi, Ibu tidak perlu minta maaf.., ilmu itu harus dibagi-bagi, dan pandangan itu boleh saja berbeda satu dengan lainnya. Lagian, tidak ada keharusan kalau ‘anak muda’ itu tidak boleh mengajari (lancang) kepada ‘orang-tua.’ Di antara siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, aplikasinya, di antara 0 dan 1 ada bilangan-bilangan yang tak terhingga jumlahnya, artinya, jumlah perbedaan antara pendapat yang pro dan pendapat yang kontra itu banyak sekali. Yang penting, kita tidak boleh mengklaim bahwa kitalah yang paling benar. Bagimu agama (keyakinan)mu, bagiku agama (keyakinan)ku. Jadi, silakan lanjutkan… (karena pertanyaan saya belum terjawab..hehehe)

    Comment by rakhma — 6 January, 2010 @ 4:16 am

  2. Jawaban: ( mudah-mudahan tidak menimbulkan fitnah, kalau ini salah saya mengakui salah, jangan di perdebatan) secara langsung inyaallah saya dapat menjelaskan lebih detail.

    a. Sebagai khalifah (wakil Tuhan) di muka bumi.
    Lho ?, kan Tuhan Maha Segalanya ?, kenapa juga Dia membutuhkan wakil untuk “menjaga” bumi ?, memang Dia tidak mampu menjaga bumi ini ?, bukankah manusia justru merusaknya ?

    Pengertian khalifah , menurut yang saya pelajari adalah manusia alternative dari dua model kehidupan yaitu khair dan syar. Yaitu manusia yang diciptakan Allah mendapat wewenang untuk memiliki kepengurusan di dunia antara yang hak dan batil, atau khair dan syar. Pilihan khair menghasikan kehidupan jannah dunia akhirat dan pilihan syar menghasikan kehidupan saling bermusuhan ba’dukum liba’din aduwwun. Pilihan ini dapat juga menghasilkan kehidupan indah di dunia tetapi hanya sedikit saja. Dan di akhirat jelas neraka balasannya. Dan pesan Allah janganlah sekali-kali memiliki pola kehidupan yang syirik karena kehidupam syirik adalah inna syirka najjasun Sesungguhnya syirik itu adalah najis peradaban.

    b. Itu memang sudah kehendakNya
    Lho ?, memang Tuhan Maha Berkehendak, tapi, apa semua yang ada dari dulu sampai yang akan datang itu semua atas kehendakNya (ijinNya)?. kalau begitu, kenapa kita sering bersitegang, sering berselisih paham, sering berkelahi dan sebagainya kalau kita telah meyakini bahwa semua ini adalah kehendakNya. Biarkan saja ada aliran Ahmadiyah, biarkan saja ada aliran Kepercayaan, atau ada bencong, homo, lesbi, pembunuh, dan semuanya. Kan semua sudah atas ijin dan kehendakNya ?.

    Yang dimaksud kehendak, adalah taqdir atau rancangan. Bahasa orang bulenya blue print. Ini bertolak belakang dari pengertian awam. Rujukannya pada Qs Rad: ayat 8. Wakullu syain ‘nindahu miqdhaarun. Yang artinya segala sesuatu itu menurut rancangan pasti dari Ilmunya. Rancangan tadi ada 2 khair dan syar dengan segala konsekwensinya. Maka dari itu hidup adalah alternatip pilihan.

    c. Untuk berbakti dan menyembahNya

    Butuhkah Tuhan akan sesembahan dan perbaktian agar Ia bisa bergelar “Maha Agung” atau “Maha Besar” ?. Apakah jika tidak ada manusia, Tuhan tidak “Maha Besar” ?.
    Dan saya yakin, kita semua belum ada yang mengenal Tuhan sama sekali sebagaimana kita mengenal presiden kita. Kita semua kenal Tuhan karena Tuhan sendirilah yang memperkenalkan Dirinya melalui kitab-kitab dan orang-orang yang dipilihNya untuk memperkenalkanNya (nabi dan rasul, serta para pengikut-pengikutnya).

    Yang dimaksud dengan mengenal Tuhan, bukan mengenal secara fisik. Kita dibatasi pada tafakkaru filkhalqilaah walatafakaru fidzatillah pkirkan apa yang aku ciptakan dan jangan sekali-kali memikirkan tentang zatku nanti fatahliku sama dengan celaka. Dan yang diciptakan Allah ada dua yaitu alam dan ilmu yang diturunkan dan dibukukan kedalam kitabnya. Ciptaan yang mendapat tekanan untuk di perhatikan yang pertama ilmu dan yang kedua baru alam. Pada umumnya kalau kita belajar fisika kita mengenal sifat-sifat benda seperti air sifatnya cair, kalau diletakkan pada wadah akan menyerupai bentuk wadahnya dll. Jadi kalau selama kita mengenal sifat-sifat Allah berarti mengarah pada zatnya padahal itu yang dilarang. Nanti fatahliku. Maka Makna Allahu Akbar bukan Allah Maha Besar, sebesar apa Dia..? larinya adalah ke zat lagi padahal maksudnya dengan ajaran Allah membina kita untuk hidup lebih agung atau lebih besar. Dari bentuk kata saja akbar mestinya bukan maha besar tetapi lebih besar atau lebih agung. Dan yang disebut mengabdi bukan menyembah melainkan abduhu, hidup patuh berdasarkan ilmunya.

    Jwb.: “Dan yang disebut mengabdi bukan menyembah melainkan abduhu, hidup patuh berdasarkan ilmunya.” Adakah seseorang atau suatu makhluk yang bisa hidup yang tidak patuh dengan ilmunya ?. Terima kasih atas penjelasannya, kesimpulan yang saya baca dari tulisan Ibu, Ibu setuju semua jawaban (atas pertanyaan saya) di atas, hanya pengertiannya yang Ibu sempurnakan. Artinya, saya masih belum terpuaskan, apa iya manusia diciptakan hanya untuk menjadi khalifah ?, apa tidak ada alasan lain ?

    Comment by rakhma — 6 January, 2010 @ 11:02 pm

  3. 1. Adakah seseorang atau suatu makhluk yang bisa hidup yang tidak patuh dengan ilmunya ?. Ngga ada. pak !!! Sebagai contoh: Aturannya kita tidak boleh memcuri, berati kalau yang masih mencuri dia patuh dengan yang negatif, saudaranya syaitan, dan yang tidak mencuri berarti patuh dengan yang positif. Dan jika dia bolak balik kadang mencuru kadang tidak maka dia tergolong yang syirik. Namun perhitungan dari laku perbuatan itu tidak agregat dari seluruh perbuatan namun dimulai dari kapan dia mulai sadar menjadi pemilih dari 2 model kehidupan dari Allah dan yang model ketiganya (campur aduk dari keduanya).

    2. apa iya manusia diciptakan hanya untuk menjadi khalifah ?, apa tidak ada alasan lain ? Sebenarnya mpenjabaran dari khalifah itu sendiri masih panjang. Dan ada hakekat yang lain, sepoerti Allah itu akan menciptakan Arsy ke delapan. Nah…, susah di pahami khan…? ini nanti ada hubungannya dengan penciptaan alam. Dikala manusia melihat alam akan mampu memandang bukan sekedar melihat. kalau kurang puas saya lebih senang menjelaskan secara langsung kapan Bapak ada waktu untuk diskusi. Mudah-mudahan menemukan kebenaran, amin.

    Jwb.: Yah, mudah-mudahan ada waktu yang pas…, semua tulisan Ibu saya sangat jelas dan sangat mengerti. Jadi, tinggal tulis saja poin akhirnya, “Untuk apa kita diciptakan ?.”

    Comment by rakhma — 7 January, 2010 @ 5:52 pm

  4. Jawaban saya ,
    Mengapa anda diciptakan?
    jawab saya: anda Tidak diciptakan, anda tidak perlu merasa anda dicipta. ini semua keinginan anda sendiri untuk dulunya pergi ke bumi ini.
    Anda bagian dari Tuhan, anda hanya saja sudah mengambil resiko untuk menjadi makhluk bumi, jadi dengan sadar, sejak dulu anda sudah melepas sebagian keistimewaan anda, sebagian keilahian anda,, menjadi manusia biasa. tapi tidak semua keistimewaan anda hilang, anda masih memiliki beberapa keistimewaan, diantaranya adalah cahaya iman dan kecerdasan anda.

    Dengan iman, anda dituntun lagi oleh KESADARAN anda untuk mempertanyakan keberadaan anda di bumi ini.

    Jadi, anda harus menerima kenyataan, bahwa Tuhan yang anda sembah adalah juga bagian dari anda, anda kekal, roh anda kekal, sama seperti DIA, hanya saja Raga anda lah yang membatasi keilahian anda. raga anda bisa musnah.

    Tidak ada yang memaksa anda memeluk agama tertentu, asal anda percaya bahwa Tuhan yang maha agung itu benar2 ada,itu sudah cukup, sebagai awal pengembaraan anda untuk menyingkap kebenaran, untuk terus berjalan ke depan….

    Ingat , anda adalah bagian dari Tuhan, semua yang ada di alam ini bagian dari Tuhan. Iblispun demikian, iblis itu tidak ada, tidak eksis, hanya wacana untuk pengajaran rohani, maka diciptalah tokoh iblis atau juga tkoh malaikat. mewakili perlambangan untuk kebaikan atau kejahatan .itu saja.

    Oke, sekarang anda tahu, bahwa hidup di bumi adalah kehendak anda sendiri, anda itu bukan banyak. anda itu satu, tapi seolah2 banyak dan terpisah2.
    apa yang tampak berbeda ini, sesungguhnya adalah satu kesatuan. semua manusia punya ketakutan, punya kesedihan ,punya harapan yang sama, hanya bahasa dan cara saja yang berbeda2.

    Renungkan kebenaran sejati ini.

    Dan sekarang anda merindukan kembali pulang ke tempat dimana dulu kita semua berasal? ya…inilah ke imanan. inilah cahaya yang mengantar kita ke banyak pertanyaan2 tentang hidup dan kehidupan setelah kematian.

    jangan pernah khawatir bila anda salah jalan, karena anda pasti masih punya banyak kesempatan, masih bisa reinkarnasi, jangan takut menjalani hidup ini.

    Alam tercipta atau ada dengan sendirinya? seperti raga anda tercipta, alam ada karena alam punya kehendak untuk mewujud ke alam materi.
    Alam memiliki roh, ia punya usia yang sama terbatasnya seperti usia raga anda.
    Tapi roh alam semesta adalah juga abadi, seperti roh anda juga.

    Alam juga bagian dari Tuhan itu sendiri.
    anda tak mampu lagi membantah bahwa alam diciptakan oleh pihak laen yang lebih berkuasa? tidak.
    Alam tercipta dengan keinginan rohnya sendiri.

    alam itu mandiri, sama seperti anda yang juga mandiri.

    sadarilah kemandirian anda, dan kebaikan2 alam kepada anda. maka ,kita akan bisa hidup dengan saling menghargai.lalu, siapakah Tuhan? Tuhan hanyalah sebutan bagi batas keabadian, Tuhan adalah kehidupan itu sendiri.
    Tuhan bukan sebuah obyek.Tuhan adalah Hukum kehidupan yang tak tersentuh oleh kita, Hukum awal dan akhir semua yang ada.maha segalanya dan lambang kemuliaan.

    AKU adalah juga KAMU, demikianlah suara kebenaran bergema. salam kedamaian.

    Jwb.: Saya hargai pendapat Anda, tapi maaf, saya tidak sepaham. Boleh kan ?. Saya adalah ciptaanNya, saya diberi (dipinjami) ruh milikNya untuk saya bisa hidup (yang suatu saat akan diambilNya kembali). Saya diberi pikiran, perasaan, dan insting untuk saya bisa menjalani hidup dan kehidupan ini (dan ini yang harus saya pertanggungjawabkan kelak). Dan saya diberi tuntunan untuk menjalani hidup dan kehidupan ini (agama dan naluri kebenaran), sehingga saya dipersilakan memilih, akan kembali ke sisiNya di sebelah mana (surga atau neraka).
    Dan saya juga membuka diri untuk orang lain yang memiliki pendapat lain. Salam.

    Comment by al hadd — 13 December, 2010 @ 2:23 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Powered by WordPress

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.