Bambang Wahyudi

25 June, 2009

SIFAT-SIFAT MANUSIA

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 8:59 pm

Di dalam berbagai pustaka, karakter manusia dibagi atas banyak jenis (ada yang empat, ada yang sepuluh, ada yang seratus, dan lain-lain), sebagaimana kecerdasan manusia (ada yang membagi dengan satu, dua, empat, delapan, dan lain-lain). Hal itu bisa dimaklumi, karena (selalu) di antara dua perbedaan yang nyata, terdapat sekian banyak perbedaan yang dapat mendekati keduanya. Karenanya, di antara dua karakter manusia, yaitu baik dan buruk, terdapat banyak karakter lain yang mendekati keduanya. Di antara sekian banyak jenis karakter manusia, ada banyak pula yang mempengaruhi terbentuknya karakter seseorang yang dapat dibagi menjadi dua hal utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi antara lain, kondisi fisik, tingkat pendidikan, tingkat pergaulan, dan tingkat keimanan. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi, antara lain, lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, lingkungan kerja, dan sosok panutan.

Tuhan sendiri telah memperingatkan sifat-sifat dasar yang buruk yang dimiliki manusia, antara lain: zalim dan tidak pandai bersyukur, ingkar akan kebesaran Tuhan, sombong dan sewenang-wenang, condong mengikuti hawa nafsunya, boros dan berlebih-lebihan, aniaya diri, tergesa-gesa, dan taklid buta (berbuat sesuatu tanpa pengetahuan). http://www.hudzaifah.org/PNphpBB2-viewtopic-t-165.phtml

Memang, sifat atau karakter manusia bisa ditinjau dari banyak segi. Di internet, banyak sekali literatur yang meninjau sifat manusia dari berbagai segi, misalkan dari tanggal lahir, dari shio, dari golongan darah, dari cara berbicara, dari nama, bahkan dari cara dia mengupil atau (maaf), dari kentutnya. http://www.nyem.or.id/2008/01/sifat-manusia-dilihat-dari-kentutnya/

Syekh Al Kholil ibn Ahmad membagi karakter manusia menjadi empat macam. Pertama, rojulun yadri wa yadri annahu yadri fabidzalika ‘alimun tattabi’uhu, yaitu manusia yang mengerti dan dirinya mengerti kalau ia mengerti. Ia adalah manusia yang memiliki ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ciri manusia seperti ini adalah selalu bekerja dengan landasan istiqomah dan ikhlas. Kedua, rojulun yadri wa la yadri annahu yadri, fabidzalika naimun fa aiqidzuhu, manusia yang mengerti namun tidak mengerti kalau dirinya mengerti, seperti orang yang sedang tidur. Manusia yang berkarakter seperti ini adalah manusia yang tidak konsisten dengan apa yang diucapkan atau yang dipahaminya. Kata-katanya (yang baik) tidak sama dengan perilakunya (yang buruk). Umar ibn al Khottob pernah berkata ” aqwa ma akhofu ‘inda hadzihi ummati minal dajjal al munafiq al ‘alim“ yang artinya: ”yang paling saya takuti pada ummat ini daripada dajjal adalah orang munafik yang pintar atau alim, ”  atau secara mudah dapat dikatakan sebagai ”orang yang berbuat jahat dengan memelintir dalil agama.” 

Karakter ketiga adalah rojulun la yadri wa yadri annahu la yadri, fa bidzalika mustarsyidun fa arsyiduhu. Manusia yang tidak mengerti namun ia tahu kalau dirinya tidak mengerti. Manusia model ini relatif baik, karena orang-orang yang selalu ingin belajar untuk lebih mengerti adalah manusia yang memiliki sifat selalu ingin memperbaiki diri. Inilah orang-orang yang cerdas-al kayyis- yaitu orang-orang yang tidak melakukan sesuatu perbuatan kecuali telah jelas halal atau haramnya. Manusia model ini adalah manusia yang selalu terikat dengan syara’. Apa yang dimakan, dipakai dan yang dijkerjakan selalu terukur dan berlandaskan pada hukum Tuhan.

Karakter keempat, adalah rojulun la yadri wa la yadri annahu la yadri, fabidzalika jahilun fatrukuhu, manusia yang tidak mengerti kalau dirinya tidak mengerti, inilah manusia bodoh. Karena orang-orang seperti ini biasanya tidak mau belajar dan tidak mau peduli dengan hukum-hukum. Mereka termasuk manusia-manusia yang selalu mengedepankan syahwat (nafsu) dunia semata. http://al-kayyis.co.cc/?p=22

Sedangkan menurut Florence Littauer, empat sifat manusia adalah kolerik, sanguinis, melankolik, dan plegmatis. Manusia yang memiliki sifat kolerik adalah manusia yang memiliki motivasi diri yang kuat, kreatif, pekerja keras, dan semua yang dilakukannya dilandasi oleh keyakinan dirinya yang kuat. Ia akan bertekad menyelesaikan pekerjaannya dengan caranya sendiri (my way), namun ia tidak ingin diatur orang lain. Sedangkan sifat sanguinis adalah orang yang ingin batinnya selalu bahagia sampai-sampai segala tugas yang harus dikerjakannya, akan dikerjakan jika ia bisa bahagia dengan pekerjaan itu (fun away). Jangan coba-coba memberinya pekerjaan yang dia tidak sukai, karena ia sulit sekali menerima tantangan baru, dan biasa kerja tanpa rencana dan tanpa target penyelesaian. Ia biasa ingin tampil lebih menonjol dari yang lainnya, baik dari suaranya, pakaiannya, atau apapun yang bisa menarik perhatian orang lain. 

Adapun sifat melankolik adalah orang suka kerja dengan teratur, rapi, tekun, serius, dan sistematis dengan prinsip kerja best way. Sayangnya, orang seperti ini menginginkan anak buahnya juga memiliki sifat yang sama, dan ia akan mudah tersinggung bila ada orang lain yang menyalahi prinsip hidupnya ini. Sedangkan sifat plegmatis adalah orang yang memiliki sifat yang murah senyum, tulus, dan nyaris tidak pernah marah. Orang seperti ini tidak suka menonjolkan diri, dan tidak ambisius. Orang ini bersifat terbuka atas saran maupun kritik orang lain, meskipun kadang saran dan kritik itu tidak serta-merta dijalankannya. Prinsip kerja orang seperti ini adalah mendapatkan cara mudah (easy way) untuk menyelesaikan pekerjaannya. http://ugm-club.blogspot.com/2007/07/ karakter-manusia.html 

Sifat seseorang tidaklah bersifat mutlak, paten, atau pasti. Banyak kondisi yang dapat mempengaruhi sifat dasar manusia, seperti tekanan mental atau batin (misalkan karena dikejar deadline, musibah keluarga, dan sebagainya), kondisi sosial-ekonomi (seperti kemapanan, penerimaan dari lingkungan, dan sebagainya), dan yang tak kalah pentingnya adalah hubungan dengan Tuhannya (habluminallah), semakin dekat hubungan seseorang dengan Tuhannya, maka orang itu pasti selalu ingin berbuat yang terbaik, selalu berusaha menjadi orang yang (memiliki sifat) yang terbaik, dan memiliki satu keinginan utama, yaitu Tuhan selalu tersenyum untuknya….

4 Comments »

  1. Saya sih berharap memiliki karekter yang ketiga Pak( Menurut Syekh Al kolil ibn ahmad) Udah lebih dari cukuplah..he..he…Smoga saja….

    Jwb.: Aamiin…, semoga.

    Comment by Esra — 27 June, 2009 @ 3:50 pm

  2. Sepertinya saya termasuk karakter yang ketiga, tapi bagaimana menyeimbangkan itu semua agar kita menjadi manusia yang lebih baik

    Comment by Bagus — 11 August, 2011 @ 4:10 pm

  3. baguussss….
    menurut km “easy way” itu bagaimana??
    apakah yg positif atau lbh ke negatifnya??

    Jwb.: tergantung kondisinya, kalau easy way itu menguntungkan (bikin kepala nggak pusing), ya menguntungkan, tapi kalau easy way itu merugikan (karena dinilai kurang perhatian, honornya jadi kurang), ya merugikan…

    Comment by dira — 21 September, 2011 @ 1:42 am

  4. malas

    Jwb.: Anda tidak konsisten. Kalau malas ya nggak usah baca, dan nggak usah kasih komentar….

    Comment by pardin — 27 September, 2011 @ 9:18 pm

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment

*
Untuk membuktikan bahwa anda bukan spam engine, mohon ketikkan kata2 disamping ini pada kolom dibawah ini.
Anti-Spam Image

Powered by WordPress

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.