Bambang Wahyudi

28 April, 2009

Terbukti, Matematika itu Memang Sulit !

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 10:09 am

TERBUKTI, MATEMATIKA ITU SULIT ! 

Siswa-siswa SLTA stress, kesal, dan menangis usai mengikuti Ujian Nasional (UN) mata ujian matematika. Soal-soalnya dianggap sangat sulit, berbeda dengan apa yang mereka dapatkan di kelas selama ini.Matematika memang sulit, apalagi kalau sudah digabung dengan fisika, kimia, biologi, dan semacamnya, sehingga siswa-siswa sekarang cenderung mengambil jurusan IPS daripada harus ke IPA. Jurusan kuliah nantinya yang akan dipilih jadi cenderung ”yang sedikit matematikanya.

Ya, jangankan sampai menghitung deferensial-integral dan semacamnya yang rumit-rumit, fakta yang terjadi di lapangan adalah, hanya ”menjumlah” saja sangat sulit. Bayangkan, pemilihan umum legislatif yang dilakukan pada 9 April 2009 hingga 28 April 2009 ini (19 hari atau hampir 3 minggu), baru sekitar 10% yang selesai ! (masuk ke perhitungan nasional). Betapa sulitnya (hanya) menjumlah, meski kalkulator sudah jadi barang biasa.

Belum lagi kalimat ”untuk mencapai suara mayoritas, maka dibutuhkan 50% + 1 suara,” Ternyata banyak yang menghitung 50%+1 adalah 51%. Memang matematika itu sulit.Jadi, ada syarat lain untuk bisa menghitung atau menguasai matematika (yang paling sederhana saja), yaitu kejujuran. Kejujuran inilah yang merupakan barang yang amat langka yang dimiliki oleh setiap bangsa Indonesia yang katanya merupakan bangsa yang agamis. 

24 April, 2009

GOLKAR SEDANG “BERMAIN API”

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 7:50 am

GOLKAR SEDANG “BERMAIN API” 

Menyaksikan “statements” atau pernyataan-pernyataan para Petinggi negeri ini di televisi akhir-akhir ini sungguh mengasyikkan, mungkin sekarang ratingnya mulai menyaingi infotainment para selebritas dunia hiburan yang sedang hobi kawin-cerai.Dapat kita saksikan, Golkar, sebagai salah satu partai (golongan) senior mulai limbung tak tentu arah. Karena senior, tentu kurang senang diatur, dan mudah tersinggung apabila disaingi. Di dalam tubuh Golkar, banyak sekali anak-anak bangsa yang ”hebat-hebat” seperti Akbar Tandjung, Surya Paloh, Fadel Muhammad, Sri Sultan, Jusuf Kalla, dan buanyak lagi. Tentu saja orang-orang ”hebat” seperti ini memiiki keyakinan diri yang tinggi bakal dipilih rakyat.Semula mereka yakin akan memenangkan pemilu legislatif, minimal 20%, bahkan yakin akan mencapai 30% sehingga mereka percaya diri mengusung Ketua Umumnya (JK) untuk mencalonkan diri menjadi Presiden. Perhitungan meleset jauh, suara mereka berada di kisaran 14%  yang tentu saja tidak bisa mencalonkan diri menjadi Calon Presiden tanpa dukungan partai lain hingga mencapai 20%.Agar aman, dan masih memegang tampuk pimpinan negara, Golkar ”melamar” atau ”mengajukan diri” atau ”menawarkan diri” menjadi mita (koalisi) Partai Demokrat yang sudah merasa aman di tingkat 20%an. Memang, Partai Demokrat memperoleh suara yang super fantastis, dari 7%an di 2004, menjadi 20%an di 2009 ini. Tentu saja, pasti banyak partai yang ”ngiler” dengan perolehan suara ini dan merapat kepadanya.SBY yang ”njawani” atau orang (dengan sifat) Jawa tidak bisa menolak secara langsung orang-orang yang ”mendekat” padanya. Karenanya, ia memberi syarat untuk menjadi calon wakil presidennya dan menyerahkan proses seleksinya dilakukan tim 9 bentukannya. Di sini terjadi ketidaksepahaman, karena tim 9 meminta tim 3 dari Golkar agar menyerahkan lebih dari satu nama, tetapi dengan alasan hasil Munas, Golkar tetap ingin mengajukan calon tunggalnya, yaitu Ketua Umumnya, JK. Karena tidak sepakat, Golkar ”mutung” atau ”menarik diri” dari keinginan berkoalisi dengan Demokrat.Tentu saja beberapa partai yang semula ”kesal” dengan koalisi Golkar-Demokrat yang kuat, bertepuk tangan seraya ”ngawe-awe” atau ”mengajak datang dengan gerakan tangan” untuk bergabung dengannya. Dasar lagi limbung, tentu saja ajakan itu ia datangi (meskipun belum tentu dipenuhi kemauannya). Seperti anak kecil yang mencari teman (meminta bantuan) agar menjadi lebih kuat untuk mengalahkan musuhnya.Golkar limbung, jika mengajukan diri menjadi Capres, partai mana lagi yang harus dirangkul dan mendukung pencalonannya (agar mencapai 20%). PDI Perjuangan ?, mau Megawati menjadi Cawapresnya ?. Mau balik ke Demokrat, berani menjilat ludah sendiri ?, Ke PDIP Cs (Hanura, Gerindra, dll), mau JK hanya jadi Cawapres ??.Golkar kini sedang bermain api, dan kans (kemungkinan) terbakar apinya sendiri sangat besar. Bisa jadi ia harus memadamkan api yang membakar dirinya dengan membenamkan diri ke kubangan air hingga tenggelam atau jika tak ada air, ia harus mengubur dirinya sendiri dengan pasir atau tanah….Bagaimana agar tak terbakar ?, biarkan ”orang-orang hebat” di Partai Golkar saja yang memikirkannya, saya tak sanggup, karena semua logika saya mengarah ke kehancuran Golkar…, minimal Golkar akan terpecah-belah, meleleh, atau porak-poranda terbakar apinya sendiri…. 

PARTAI-PARTAI KECIL ”MERATAP” 

24 Partai kecil ”meratap” memohon Presiden menganulir keputusan bahwa batas bawah perolehan suara partai yang masuk (terwakili) ke DPR pusat adalah 2,5%. Ha..ha..ha.. mana mungkin Presiden ”berani” menganulir keputusan itu ?.Mereka yakin kalau diterima, maka mereka yakin akan memenangkan Pilpres yang diusungnya sendiri. Ha..ha..ha.., lha yang milih saja nol koma, satu koma, mana mungkin menang, realistislah…Peraturan itu (apalagi produk hukum) bukan untuk diubah-ubah secara luwes, apalagi dalam waktu singkat, dan untuk kepentingan golongan tertentu. Aneh-aneh saja…. 

 

KENAPA ORANG (AKAN) PILIH SBY: 

Beberapa pendapat yang dapat dikumpulkan kenapa orang senang dan akan memilih SBY di pemilu Pilpres dan Cawapres mendatang: 

1. Iba atau Kasihan. Ia mantan jenderal yang dengan ”seorang diri” melawan puluhan mantan Jenderal yang bersekutu dengan lawan politiknya;2.  Sudah terbukti karyanya, seperti KPK yang ”memiliki gigi” untuk menangkap koruptor kelas kakap sekalipun;3. Sopan dan santun ketika berkampanye, tidak suka menjelek-jelekkan orang lain, tetap tenang dan kalem meski diserang lawan politiknya;4. Akan memutus pendapat bahwa ”partai pemenang pemilu legislatif akan kalah dalam pemilu pilpres;”5. Tidak senang dengan calon-calon Presiden dari partai-partai lainnya yang kelihatan ”galak”, ”sombong”, ”plin-plan”, ”pendendam”, ”emosional” dsb. 

 

PILIHAN SAYA: 

Calon Presiden yang memiliki program ”akan membangun ’penjara terbesar di dunia’ dan akan mengisi penuh dengan pejabat-pejabat  yang korup” atau yang mengarah ke sana. Indonesia akan menjadi negara ’besar’ bila tidak ada korupsi (uang yang dipungut tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangannya). 

13 April, 2009

“KEBAKARAN JENGGOT” USAI PEMILU

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 7:20 pm

KEBAKARAN JENGGOT”  USAI PEMILU 

 

Menyaksikan televisi yang menyiarkan berita tentang hasil pemilu sangat mengasikkan, seperti menyaksikan anak-anak kecil berkelahi. Beberapa anak yang kalah, mencoba bersatu untuk mengeroyok anak-anak lain yang menang. Bisa jadi, mereka yang bersatu itu sebelumnya berseteru, bisa jadi mereka yang bersatu itu sebelumnya tak saling kenal, bisa jadi mereka yang bersatu itu tadinya sudah merasa pasrah atas kekalahannya. 

Apanya yang salah dalam pemilu lalu ?. Katanya salah karena dilaksanakan pada 9 April 2009 yang setelah itu ada libur nasional, libur Sabtu dan Minggu, jadi, kebanyakan orang pergi berlibur dari pada mengikuti pemilu. Lantas kenapa ?, apakah semua partai tidak mengalami hal yang sama ?, apakah karena menjelang hari libur lantas hanya orang-orang dari partai Demokrat, Golkar, PDI Perjuangan, PKS dan partai-partai yang menang saja yang mau iku memilih ?, dan kenapa baru protes setelah Pemilu, toh tanggal itu ditetapkan jauh-jauh hari sebelumnya. 

Katanya banyak orang yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sehingga pemilunya tidak sah. (Relatif) banyak orang yang tidak terdaftar dalam DPT sudah pasti benar, kesalahan data juga sudah pasti banyak, ada yang sudah meninggal, belum cukup umur, dsb.. Pernahkah mereka mencoba memegang jabatan publik yang berkaitan dengan data ?. Sulit sekali mendapatkan data yang valid, jangankan tingkat nasional, tingkat RT, RW saja sulit.  Toh ada mekanisme pendaftaran ulang bagi yang tak tercantum dalam DPT sebelum pemilu. Khofifah sudah lama teriak-teriak tentang ini, kenapa tidak dicek sebelum pencontrengan ?. Toh tidak tercantumnya sekian banyak orang di DPT bukan ulah dari suatu partai politik, karena yang tidak tercantum itu belum tentu akan memilih partai yang sekarang berkoar-koar menggugat kecurangan, bisa jadi justru sebetulnya mereka akan memilih partai yang sudah menang sekarang. 

Apa terjadinya kecurangan itu akibat ulah pemerintah pusat sekarang (d/h. Partai Demokrat) ??, apa alasannya ??. Ketua dan anggota KPU yang menunjuk DPR dan bersifat independen, Kelurahan, Kecamatan ada di bawah Pemerintah Kota/ Kabupaten/ Propinsi yang kebanyakan Walikotanya, Gubernurnya bukan dari partai Demokrat. Apa lagi ?? 

Intinya, ayo mari sama-sama kita bersatu untuk membereskan data untuk pemilu selanjutnya, bukan untuk mengutak-atik hasil pemilu lalu. Sepertinya waktu kita habis untuk pemilu, mulai dari pemilu Walikota, Gubernur, Legislatif, Presiden…dana kita cuma dihambur-hamburkan untuk itu… Ayolah, legowo bagi yang kalah (mbok ya kalau cuma dapet nol koma persen bubar aja… atau merger ke partai besar lain yang mau menerima), dan jangan sombong bagi yang menang, dewasalah pemimpin-pemimpinku …. 

(Ingat, pemenang Pilpres 2004 adalah orang yang teraniaya, yang dikeroyok para penggede-penggede partai lain…, akankah terulang ??) 

 

(Saya dari simpatisan partai yang kalah…)

Powered by WordPress

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.