Bambang Wahyudi

9 January, 2009

Kumuhnya Depok-ku

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 10:03 am

KUMUHNYA DEPOK-KU KUMUHNYA NEGERIKU

 

Menyusuri jalan Margonda Raya, terus ke arah manapun dituju, di sepanjang sisi dan median jalan, di taman-taman, di ruko-ruko, pertokoan, yah… di mana saja, dipenuhi poster-poster, bendera-bendera partai, dan berbagai atribut lain yang tampak tak teratur dan sudah kumal. Kumuhnya Depok-ku, kumuhnya negeriku.

Bendera-bendera partai saling berlomba besar-besaran, saling berlomba tinggi-tinggian, hingga dipasang di atap-atap ruko,  di menara-menara, bahkan di ujung-ujung pohon yang tinggi. Bendera-bendera itu sudah lama dipasang dan tidak pernah diganti, sehingga warnanya sudah mulai pudar, kotor, bahkan sudah ada yang sobek-sobek. Kumuhnya Depok-ku, kumuhnya negeriku.

Batang-batang pepohonan, tiang-tiang listrik, pagar-pagar pembatas jalan, tembok-tembok rumah, seperti habis ditempeli, dipaku, diikat untuk keperluan berbagai iklan, termasuk iklan sejuta wajah manusia. Ada yang sedang senyum, ada yang berjilbab, ada yang berjenggot atau berkumis tebal, ada yang dibayang-bayangi kiai, proklamator, pimpinan pusat partai, dan berbagai variasi lainnya. Kumuhnya Depok-ku, kumuhnya negeriku.

Belum lagi, banyak selebaran, baik berupa gambar tempel, kalender, buku iklan, brosur, dan sebagainya yang dilembar ke halaman rumah, tak tanggung-tanggung, dilempar pas hujan sehingga akhirnya akan dibuang sebagai sampah. Kumuhnya Depok-ku, kumuhnya negeriku.

 

Padahal pemilu masih lama, dan justru kekumuhan itu akan semakin bertambah menjelang hari H kampanye dan pemilu yang pada saat itu, bukan hanya ”halaman” kita yang kumuh, tapi juga akan disuguhi ”hati-hati manusia” yang kumuh, kotor, dan mencoba ”mengkoyak-koyak” persatuan dan kesatuan umat.

 

Powered by WordPress

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.