Bambang Wahyudi

30 September, 2011

Perbedaan yang Dirahmati

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 9:34 pm

Ada perbedaan-perbedaan yang merupakan rahmat Allah, yaitu perbedaan-perbedaan yang memang sudah merupakan takdirNya. Ada perempuan, ada laki-laki, jelas sekali perbedaannya. Meski demikian, seperti di antara angka 1 dan angka 2 ada sejumlah bilangan yang tak terhingga yang menjembati perbedaan keduanya. Begitu juga dengan perempuan dan laki-laki, ada sejumlah bilangan yang tak terhingga yang menjembatani perbedaan keduanya (sehingga ada perempuan yang seperti lelaki, dan ada laki-laki yang seperti perempuan). Ada manusia, ada hewan, keduanya berbeda, namun ada sejumlah bilangan yang tak terhingga yang menjembatani keduanya (sehingga ada manusia yang mirip hewan, dan hewan yang mirip manusia), dan seterusnya, selalu ada perbedaan dan selalu ada kemiripan.

Di antara manusia sendiri, ada perbedaan warna kulit (ras manusia), ada yang hitam dan ada yang putih, dan banyak pula warna kulit yang menjembatani dua perbedaan nyata tersebut. Ada yang kaya dan ada yang miskin, tapi banyak pula kondisi keuangan lainnya yang mendekati dua perbedaan tersebut, dan masih banyak-banyak lagi.
Itulah perbedaan yang merupakan rahmat Allah. Bisa dibayangkan bila semua orang sama kayanya. Bisa dibayangkan kalau semua orang sama pandainya. Bisa dibayangkan kalau semua penduduk dunia perempuan semua, atau laki-laki semua. Tentu dunia akan kacau balau. Jadi, justru dengan perbedaan-perbedaan itulah bagaimana kita dapat bekerja sama, saling tolong-menolong, saling menyayangi, saling mengisi, dan seterusnya…

Beda kalau perbedaan-perbedaan itu manusia sendiri yang membuatnya (apalagi bila dilandasi dengan egoisme diri, kelompok, golongan….), perbedaan seperti itu bisa menjadi permusuhan …..

30 August, 2011

Perbedaan = Rahmatullah ?

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 10:49 am

Saya termasuk orang yang sulit menerima pernyataan “adanya perbedaan adalah rahmat Allah,” khususnya untuk penentuan 1 Syawal. Untung Allah SWT mewajibkan kaum muslimin menunaikan ibadah haji di Saudi Arabia. Bayangkan kalau ‘naik haji’ harus di Indonesia, hari wukufnya bisa kacau balau, ada yang Senin, ada yang Selasa, dan ada yang Rabu. Dengan ketidakpastian tersebut, maka banyak hal yang akan menjadi kacau, katering, hotel, biro perjalanan, dan sebagainya.

Memang sudah sering dikatakan “jangan dipertentangkan,” dan rakyat setuju-setuju saja itu, tapi tetap saja menyisakan rasa bingung. “Apa yang salah ?”, karena politis ?, egoisme kelompok ?, bodoh ?, atau apa ?. Kalau ada yang lebaran hari Selasa, lantas apakah bagi yang meyakini lebaran Rabu, Selasanya sudah tidak boleh puasa ?, haram ?. Padahal ancamannya lebih berat jika kita meninggalkan puasa tanpa uzur (pribadi) misalkan karena sakit, dalam perjalanan jauh, renta, dsb. padahal kita belum lebaran ?.

Memang, tidak perlu dipertentangkan, dan jalani semua sesuai dengan keyakinan masing-masing. Tetap saja saya malu dengan ‘rahmat’ ini.

7 August, 2011

Yang Terbesit Pada Perayaan 30th UG

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 8:22 pm

Pada Minggu, 7 Agustus 2011 telah dirayakan hari ulang tahun ke-30 Universitas Gunadarma. Hadir antara lain Pimpinan Yayasan Pendidikan Gunadarma beserta Jajarannya, Rektor Universitas Gunadarma beserta Jajarannya, para staf maupun perwakilan staf yang sudah mendahului, para alumni dan undangan lainnya.

Ada hal yang sangat membanggakan para alumni yang kini telah menjabat di berbagai instansi, baik Pemerintahan maupun swasta, bahwa kebanyakan di antara mereka hampir patah arang atau tidak sanggup meneruskan kuliahnya (ketika itu). Namun satu hal yang patut diteladani dari para Pimpinan UG ketika itu adalah PERHATIAN DAN BANTUAN YANG TULUS KEPADA SETIAP MAHASISWA UNTUK DAPAT MENYELESAIKAN STUDINYA.

Hal itu terbukti di diri para alumni tersebut, andai saja mereka (ketika itu) tidak melanjutkan studinya, alias D.O, belum tentu jabatan mereka kini bisa setinggi itu. Padahal mereka sudah menyatakan diri tak sanggup dan menyerah, baik dalam hal ilmunya maupun biayanya. Namun dengan sikap bijak dan penuh perhatian, mereka dibimbing (oleh Pimpinan kita) hingga dapat menyelesaikan studinya.

Dengan kata lain, apa yang mereka (Pimpinan) pikirkan adalah “Bagaimana bisa menghantar seseorang menuju ke kehidupan masa depannya yang lebih baik.” Sebagai orang yang bergerak di dunia pendidikan, bagaimanapun juga harus berupaya sekuat daya untuk membuat anak didiknya menuju ke titik yang cerah untuk menyongsong masa depannya.

Saya pribadi sebagai alumni, merasakan hal yang sama. Ilmu komputer ketika itu adalah ilmu yang langka dan sulit. Belum banyak referensi beredar di pasaran, belum ada internet, sehingga kami sulit mempelajari ilmunya. Tapi kami merasa sangat dibimbing, dibantu, dan dipermudah segala urusan sehingga kami akhirnya bisa menjadi seorang sarjana. Inilah peran dosen atau pekerja di dunia pendidikan yang sejati.

Sebagai contohnya, ketika saya menyusun PI, saya tidak punya komputer untuk menulis PI, Dosen Pembimbing saya mempersilakan menggunakan mesin ketik. Karena di mesin ketik tidak bisa membuat diagram, maka saya dipersilakan menggambarnya dengan tangan, ketika saya tidak mempunyai buku referensi, Dosen Pembimbing saya meminjamkan saya buku perpustakaan (Dosen Pembimbing tersebut yang meminjam di Perpustakaan), ketika ada ilmu yang tidak saya kuasai, Dosen Pembimbing mencoba belajar bersama dan (karena pengalamannya) Ia mengajari saya, dan seterusnya.

Jadi, segala peraturan, tata tertib, tata cara dan semacamnya dibuat untuk mengatur dan menata agar sesuatu menjadi mudah namun tetap tertib, bukan untuk menghambat kemajuan mahasiswanya, dan bukan untuk menjadi ajang “pamer kekuasaan” para pimpinannya yang harus diikuti mahasiswa dengan sangat terpaksa.

Semoga UG semakin maju dan tetap memegang prinsip menghantarkan (memperhatikan, membantu, dan membimbing) mahasiswanya menuju gerbang yang cerah dalam menyongsong masa depannya. Aamiin…

29 May, 2011

Korupsi oh Korupsi …

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 1:08 am

Satu lagi anggota “Udin Sedunia” yaitu “Udin yang punya niat minggat sebelum dicekal” yaitu “Nazaruddin.” Bisa jadi pembuktian perbuatan korupsi dirinya akan sulit dilaksanakan oleh para penegak hukum. Tapi, bila memang ia tidak korupsi, mengapa mendadak ia ke luar negeri ketika akan dimintai penjelasan oleh KPK. Berobat ? seperti Nunun atau para tersangka koruptor lainnya yang ‘menetap’ di Singapura ?, “alasan basi !.”

Memang sulit membersihkan negeri ini dari para koruptor, ibarat membersihkan lantai dengan sapu yang kotor, atau ibarat mengoperasi timbunan kanker di tubuh, atau ibarat maling yang teriak maling. Jadi, tipis kelihatannya beda antara korupsi dan hibah, tipis beda antara korupsi dan rejeki, “mendapatkan uang yang haram saja susah, apalagi yang halal….” demikian kata slogan orang yang putus asa.

Sebetulnya, kenapa sih ke Singapura ?, yang pasti karena negara kecil tersebut tidak mau kehilangan rejeki dengan hadirnya koruptor Indonesia di sana. Berapa banyak dana yang mereka bawa dari Indonesia dan simpan di sana ? (bisa jadi Singapura akan bangkrut jika tidak ada uang koruptor dari Indonesia yang diparkir di sana). Singapura juga tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia (ya jelaslah, siapa yang mau membuat perjanjian yang merugikan dirinya). Tapi alasan yang paling mudah adalah karena Singapura dekat dengan Indonesia. Karena dekat maka biayanya murah (bagi rekan-rekannya). Dengan demikian mudah bagi para ‘penjenguk’ untuk bertemu dengannya setiap saat. Tentu bukan pertemuan biasa melainkan membuat rancangan ‘sandiwara’ yang akan dimainkan atau diperankan sepulang ia nanti.

Ingat saja peristiwa “Gayus,” setelah ia pulang dan ‘masuk penjara’ ternyata ia bisa tetap plesiran ke Bali atau ke luar negeri. Itu merupakan bagian dari ‘sandiwara’ yang harus atau bisa dilakonkan sekembalinya ia dari ‘pengasingan.’ Apakah setelah peristiwa itu (ketahuan wartawan) ia ‘kapok’ ke luar dari penjara ?. Belum tentu, skenario baru bisa diciptakan atau dimainkan kembali untuknya. Jika harus sesuai dengan janji perannya semula, maka sang ‘Sutradara’ perlu ‘membersihkan panggung’ terlebih dulu sebelum ia melanjutkan perannya lagi.

Kita tunggu saja, apa peran yang akan dimainkan Nazaruddin sekembalinya dari Singapura. Mengapa ia tidak menetap saja dan menjadi warga negara di sana ?. Sangat kecil kemungkinan itu. Ia sudah terlalu lama tinggal di Indonesia sehingga telah mendarah-daging, baik dalam kehidupan sosial-budaya, mencari nafkah, dan sebagainya. Apa enaknya tinggal di negara ‘asing,’ kan paling enak tinggal di negeri sendiri, apalagi sudah dikenal sebagai orang kaya ?.

Apakah enak makan dari uang korupsi ?. Makan sih sesuai selera, kalau suka ya enak saja. Masalahnya bukan di sana, tapi “jadi apa makanan itu di tubuhnya (orang yang memakan hasil korupsinya) ?.” Dunia kedokteran terhebatpun tidak ada yang pernah tuntas menjawab selain teoritis saja, misalkan konsumsilah “prinsip 4 sehat 5 sempurna” setiap hari agar tubuh menjadi sehat. Berapa banyak orang yang sudah memenuhi anjuran tersebut, tetapi masih sering sakit juga ? atau sebaliknya, berapa banyak yang tidak memenuhi anjuran tersebut, tetapi sehat-sehat saja ?. Ada satu unsur yang mempengaruhi yang sama sekali tidak terkait dengan fisik makanan itu sendiri. Unsur tersebut adalah “berkah” yaitu keridhoan Tuhan yang menyertai makanan yang akan dikonsumsinya.

Berapa banyak orang yang ‘curang’ (termasuk koruptor, pengganjal rejeki orang, dll.) di masa tuanya hidup sengsara (misalkan penyakitan, stroke, dan keinvalidan lainnya), berapa banyak orang yang ‘curang’ anggota keluarganya (yang menjadi tanggung jawab dirinya) menyusahkan dirinya (misalkan sering mengalami musibah, sakit parah, sakit jiwa, ketergantungan narkoba, sering berbuat kriminal, dan lain-lain), berapa banyak orang yang ‘curang’ akan dicurangi lagi oleh orang lain dengan jalan yang tidak diduga-duga (misalkan ditipu, dirampok, diculik, dan sebagainya) ?.

Oleh karena itu, “jangan korupsi !.” Masih untung jika ‘karma’ itu sudah terbayar ketika kita masih hidup di dunia ini (lunas di dunia), yang lebih sengsara, jika di dunia belum diberi ‘karma’ itu, maka tidak akan ada lagi kata penyesalan jika karma itu terjadi di akhirat…

22 May, 2011

PSSI ? I Dont Care !

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 10:05 pm

“Pak, Bapak kan sering nulis di blog, apalagi kalau kondisi masyarakat sedang ramai, kok PSSI lagi ramai sekarang, Bapak tidak menulisnya ?. sibuk ya ?,” tanya seorang rekan. “Iya Pak, pemilihan calon Ketua Umum PSSI ramai, berantakan, memalukan, amit-amit deh…” kata yang lain menimpali.

Saya sama sekali tidak sedang sibuk, saya hanya mengatakan kepada mereka: “Saya sama sekali tidak tertarik pada PSSI.”

12 May, 2011

DPR Susah ‘Membuang’ Uang ??

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 6:25 pm

Jika benar berita-berita yang dilansir pusat-pusat pemberitaan kita, berarti DPR sekarang lagi kesulitan ‘membuang’ uang. Siapa yang mau menampungnya ?. Seperti berita terakhir bahwa setiap anggota DPR diberi dana pulsa sebesar Rp. 14.000.000,00 (empat-belas-juta rupiah) per bulan !. Edddaaann tenaaann. Bisa tiga sampai empat kali ngajar full sebulan… :p

Tapi ramai-ramai anggota DPR membantahnya, “hanya Rp. 2.000.000,00 (dua-juta rupiah) per bulan !” katanya. Oh, kalau segitu sih wajar-wajar saja, saya saja sebulan bisa habis Rp. 50.000,00 (lima-puluh ribu rupiah), jadi dua-juta rupiah bagi anggota DPR masih wajar, asal digunakan untuk kepentingan keanggotaannya.

Kalau terus-terusan menolak, seperti besarnya biaya ‘plesiran ke luar negeri’, besarnya rencana biaya membangun gedung baru DPR/MPR, biaya pembuatan website DPR yang di atas 1 miliar, dan penolakan-penolakan lain yang terkait dengan pemborosan dana, lantas dapat data dari mana berita itu ?. Ini harus diusut tuntas, jangan-jangan orang-orang di luar anggota DPR yang memanfaatkannya ?!.

Bisakah kita ‘menghemat’ pengeluaran dana untuk DPR ?, misalkan, setiap anggota DPR memiliki Dewan (Staf) Ahli yang harus dibayar mahal, bagaimana kalau yang dipilih menjadi anggota DPR memang benar-benar orang yang ahli sehingga tidak membutuhkan Dewan (Staf) Ahli lagi ?.  Bagaimana seorang anggota DPR diusung oleh masyarakat (bottom-up), bukan melalui kampanye yang menghabiskan dananya sehingga ia harus ‘mengembalikan pengeluarannya’ untuk menjadi anggota dewan ?.

Ah, repot. Yang berkepentingan saja tidak mau mengurus, ngapain ikut mikirin…, yang penting mari selamatkan uang rakyat !.

5 May, 2011

Realitas

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 5:53 am

REALITAS

Ada dua hubungan yang harus dilakukan oleh seorang manusia, yaitu hubungan dengan Sang Pencipta dan hubungan dengan sesama ciptaanNya. Hubungan dengan Sang Pencipta sangat pribadi sifatnya (meski kadang dilakukan secara bersama-sama/ berjamaah), sedangkan hubungan dengan sesama ciptaanNya, bisa pribadi dan bisa berkelompok (organisasi/ perwakilan).

Dalam beragama Islam, setelah nabi Muhammad wafat, kita mengenal adanya beberapa mashab yang pada umumnya mengajarkan agama (khususnya yang berkaitan dengan sunnah/ hadis nabi) yang agak berbeda pendapat. Hal itu wajar-wajar saja karena persepsi manusia bisa beragam, tergantung pengalaman, tingkat pendidikan, daya analisis, dan lain-lain yang berbeda-beda.

Kita kembali ke masyarakat, dulu Kyai AA Gym sangat fenomenal, mulai dari anak-anak sampai orang tua, dari umat Islam sampai non Islam, dan seterusnya. Namun, begitu ia menikahi wanita untuk yang kedua kalinya, kefenomenalan itu langsung runtuh, seakan ia tenggelam. Padahal ilmu agamanya tidak berkurang ketika ia menikah lagi.

Apa artinya ?

Masyarakat (orang) tidak dapat menilai atau melihat “isi hati” orang lain, itu merupakan rahasia orang yang bersangkutan dan Tuhannya. Masyarakat tidak dapat melihat atau mengetahui niat seseorang, baik atau buruk, itu rahasia orang yang bersangkutan dan Tuhannya. Intinya orang tidak mengetahui, bahkan tidak mau tahu sepandai apa seseorang, sekuat apa kemauan seseorang. Yang masyarakat (orang) tahu adalah apa yang telah diperbuatnya !.

Seorang pencuri habis digebug massa karena ia telah melakukan pencurian (tindakan kriminal), massa tidak mau tahu kalau sebetulnya itu dilakukan karena ia (keluarganya) kelaparan yang seharusnya justru kewajiban masyarakatnyalah yang harus menolong.

Masyarakat sekarang kurang sadar hukum karena mereka melihat aparat penegak hukum banyak yang korup (melanggar hukum).

Seorang anak tidak akan menjalankan perintah orang tuanya untuk sholat kalau si orang tua dilihatnya juga tidak pernah sholat.

Kesimpulannya ?

Perkataan dan perilaku seseorang kepada orang lain adalah kunci penilaian seseorang kepada orang lain. Jadi, jangan berharap seorang guru mau digugu dan ditiru (dipercaya dan diikuti) bila perkataan dan perilakuknya tidak disukai murid-muridnya. Jangan berharap ummat akan setia kepada guru (kyai) jika sang guru (kyai), ucapannya dan tindakannya di luar norma-norma yang dianut oleh ummatnya.

Orang tidak tahu (baca: tidak mau tahu) sehebat apa pemikiran seseorang, sehebat apa ia berguru dengan orang lain, sehebat apa pendapatnya, sekuat apa niatnya, dan seterusnya. Yang orang lain tahu hanyalan apa yang diucapkannya dan apa yang telah diperbuatnya. Selama ucapan dan perbuatannya dapat diterima orang lain, maka orang lain itu dapat menilai (meski bisa juga salah) bagaimana moral orang itu.

27 April, 2011

Merekrut Anggota NII

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 7:27 pm

PEREKRUTAN ANGGOTA NEGARA ISLAM INDONESIA (NII )

NII adalah sebuah organisasi ‘bawah tanah’ yang tidak memiliki bentuk (seperti siluman). Meski tanpa bentuk, namun NII terus merekrut anggota-anggota baru yang bentuknya jelas, manusia. Meski marak dibincangkan bahwa manusia yang direkrut umumnya dari kalangan cendikia (mahasiswa dan pelajar), namun secara terinci, hampir semua kalangan akan menjadi bidikannya.

Saya pribadi tidak terlalu yakin kalau pimpinan NII adalah orang Islam (dalam arti luas), karena Islam bertujuan baik dan dilakukan dengan cara-cara yang baik pula. Saya khawatir, karena siluman, ia bisa masuk ke organisasi dengan struktur yang jelas (menyurupi). Yang lebih khawatir lagi, NII telah menyusupi organisasi intelectual crime, yang mampu membelokkan Islam dengan (logikanya) sehingga boleh melakukan cara-cara yang buruk (menghalalkan segala cara) untuk mencapai tujuannya (pasti yang buruk pula).

Di lingkungan rumah saya, ada empat orang yang sempat direkrut (semuanya wanita berjilbab), tiga orang di antaranya mahasiswa, dan satu orang pembantu rumah tangga (PRT). Satu orang (mahasiswa) masih hilang, satu orang (mahasiswa) sudah meninggal (karena penyakit ginjal), satu orang (mahasiswa) sudah hidup normal kembali, dan satu orang PRT kabur dari kantor polisi.

Ciri-ciri ketiganya (mahasiswa) sangat mirip ketika awal-awal direkrut, yaitu: berkali-kali kehilangan handphone (HP) dan minta belikan lagi ke orang tua, dan salah satunya pernah kehilangan sepeda motor sebanyak dua kali, dan terus digantikan oleh orang tuanya. Kesamaan lainnya adalah, menjadi penyendiri, pendiam, namun hampir setiap malam berhubungan melalui HP dengan seseorang yang tidak boleh diketahui identitasnya oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya. Lambat laun, mereka sering pulang larut malam, atau sampai menginap ke rumah orang lain yang tidak boleh diketahui siapapun, hingga akhirnya menghilang sama sekali. Satu mahasiswa yang berhasil kembali ke kehidupan normalnya adalah karena ketegasan ayahnya. Suatu ketika (sang ayah sudah mulai geram), anaknya yang sering pulang larut malam, di’sidang’ di malam itu juga. Karena ketika ditanya identitas temannya (tempat menginap dan selalu menelponnya di malam hari) selalu tidak dijawab, tega tidak tega sang ayah menggamparnya dengan keras hingga ia jatuh terduduk, kemudian dirampas HPnya dan dibanting hingga hancur berantakan. Tentu saja melihat itu, si ibu ikut menangis keras dan melerai perilaku kasar sang ayah. Anak itu tidak diperkenankan keluar rumah selama satu minggu. Alhasil, singkatnya, anak itu kembali sadar dan memulai kembali kehidupannya seperti sebelum direkrut (dibai’at).

Adapun kisah anak yang meninggal, sudah sempat meninggalkan rumah lama, namun keluarganya dapat menemukannya di suatu tempat dan dipaksanya untuk pulang. Meski berhasil pulang, namun perilakunya sudah jauh berbeda (maaf, seperti orang gila). Tak lama kemudian, ia mulai sering sakit perut, pingsan, dan seterusnya hingga harus melakukan cuci darah setiap minggu sekali.

Sedangkan anak yang sampai sekarang belum pulang (sudah sekitar 2 tahun), ia tadinya kuliah di PTN di Bogor. Karena jauh, ia kos di dekat kampusnya. Awalnya, setiap hari minggu ia pulang, namun lambat laun makin jarang. Ketika sulit dihubungi, selalu ia bilang HPnya hilang, dan selalu dibelikan lagi. Lama-lama karena perilakunya berbeda dari biasanya, orang tuanya pun curiga dan mulai menginterogasinya. Alhasil, ia justru meninggalkan orang tuanya dan berhenti kuliah. Saat ini tidak diketahui rimbanya.

 

 

 

 

Pembantu Rumah Tangga

Yang justru saya sangat terkesan adalah seorang wanita yang bekerja sebagai PRT persis di depan rumah saya. Keluarga itu memang sulit berbaur dengan warga, entah karena rumahnya yang paling mentereng dibanding yang lain, entah minder, entah kuper yang jelas keluarga itu seakan menutup diri dengan lingkungannya meski warga lain sering mencoba ‘menariknya.’ Saya cerita mulai dari apa yang saya lihat, dan perlahan akan diceritakan hal-hal yang terkait dengan itu.

Ketika pulang kerja, saya melihat garasi (dengan pagar besi tinggi) di depan rumah saya penuh terisi barang. Ada lemari, ada tempat tidur, ada meja, bantal, dan sebagainya. “Wah, orang kaya habis belanja” pikir saya. Tak lama setelah itu, istri saya bercerita bahwa tadi siang barang-barang itu akan diangkut ke dalam truk. “Kok nggak jadi ?” tanya saya. Istri saya bilang “Pak Edmon yang menyelamatkannya !.”

Pak Edmon adalah tetangga di sebelah kanan rumah itu. Ia sudah lama tidak bekerja (pensiunan perusahaan swasta) karena penyakit diabetes yang telah membuatnya glukoma sehingga kedua matanya tidak dapat lagi melihat. “Kok bisa ?” tanya saya lagi.

“Pak Edmon keluar (mungkin masih hafal jalannya), dan menunjuk-nunjuk kuli serta supir truk sambil berteriak “turunkan lagi barang-barang itu !, kalau tidak, saya datangkan polisi ke sini !”” jawab istri saya. Pak Edmon adalah keturunan Batak dan biasa kerja di lapangan (mandor bangunan di perumahan), meski perawakannya kecil dan berkulit gelap, namun suaranya masih keras dan tegas.

“Pak, demi Allah, ini perintah majikan saya, ia mau pindah rumah…” kata sang PRT. Pak Edmon tetap bersikeras, “pokoknya dia harus ijin ke tetangganya dulu sebelum pindah !!.” Akhirnya truk itu berlalu kembali, dan mungkin ada urusan dengan si PRT, PRTpun ijin ke ‘depan’ sebentar bersama sang supir truk. Melihat gelagat seperti ini, istri saya mengambil gembok di rumah dan dikunci rumah itu dengan gembok rumah, dipikir si PRT pasti kabur.

Ternyata salah, si PRT itu ternyata kembali, namun tentu tidak bisa masuk kembali ke dalam rumahnya. Mengetahui ini, diam-diam tetangga lain menghubungi keamanan perunahan (anggota polisi), dan dibawalah PRT itu ‘dititipkan’ di Polsek Sukmajaya, Depok. Ketika maghrib tiba, sudah banyak warga yang kembali dari aktivitasnya dan berkerumun. Ternyata, tidak satupun dari kami yang bisa menghubungi si pemilik rumah karena satu-satunya nomor HPnya (yang ada pada kami) tidak bisa nyambung.

Akhirnya Pengurus RT dan beberapa warga, termasuk kaum ibu datang menjenguk PRT tersebut di kantor polisi, menanyai dan ‘menginterogasinya.’ PRT itu berumur sekitar 40an tahun, sangat sopan, sangat santun, dan seperti ‘berakhlak baik,’ karena menjalankan sholat dan membaca Alquran. Ada yang terkecoh menjadi tak percaya kalau ia mau berbuat jahat, termasuk istri dari pak RT. Saking tidak teganya, ia memberikan uang untuk makan sehari-hari di sana.

Dari PRT itulah warga tahu bahwa si pemilik rumah baru akan kembali dua hari lagi, dan sudah pergi satu hari lalu (berarti ia ke kampung selama 4 hari). Tidak ada yang kami kerjakan selain hanya mengawasi rumah itu dan menjenguk sang PRT (ada yang membawakan makanan). Tiba pada hari H si tuan rumah kembali dari kampung. Sekitar pukul 20.00 ia tiba dengan ciri khasnya, membunyikan klakson berkali-kali hingga si PRT membukakan pintu pagarnya.

Saya menghampirinya, dan iapun membuka kaca mobilnya. “Malam pak, apakah Bapak menyuruh pembantu Bapak untuk mengangkut barang-barang Bapak ?” tanya saya. “Enggak, mau ngangkut ke mana ?” tanya si tuan itu sambil terheran-heran. “Kalau begitu, silakan Bapak parkir mobilnya, dan turun dulu karena garasi rumah Bapak banyak barang”

“Ada apa ini ?” tanya si tuan begitu melongok ke dalam pagarnya, “kok barang-barang saya dikeluarkan seperti ini ?” tanyanya heran. Istri saya membukakan gembok rumah dan ditemani warga lain, ia masuk ke dalam pagar dan rumahnya. Saya kembali pulang karena tidak sadar saya kasih mengenakan kaos kutang dan celana pendek saja. Tapi saya tidak kembali lagi karena pasti sudah banyak warga yang menginformasikannya.

Warga meminta si tuan itu mengucapkan terima kasih kepada pak Edmon, karena atas keberaniannyalah semua barangnya diselamatkan. Bukannya segera melaksanakan permintaan warga, malah yang paling mengesalkan mendengar istrinya bersuara keras “emas-emasku ?!, HP-HPku ? …, hilang ya ?!.” Tak lama setelah itu, si tuan dan beberapa warga mendatangi kantor polisi untuk menemui sang PRT, tapi apa yang terjadi ?, si PRT telah kabur !.” Ternyata polisi di sana juga terkecoh dengan ‘perilaku baiknya,’ mereka mengijinkan sang PRT membeli pembalut wanita ke warung sebelah, dan tentu saja, tidak kembali.

Akhirnya, si tuan tadi mengambil beberapa tukang becak untuk mengembalikan barang-barangnya ke tempat semula. Ternyata, semua barang sudah hampir ludes, temasuk gorden, keset, dan sebagainya. Ternyata pula, istri si tuan tadi mengambil PRT itu beberapa hari lalu (bertemu di jalan menuju sekolah anaknya), karena berperilaku sopan dan mengaku dari daerah yang sama (di kampungnya), maka ia pekerjakan di rumahnya. Barang-barang yang berhasil diambil adalah barang-barang yang kecil-kecil bentuknya, seperti berbagai perhiasan dan beberapa HP. Itu pasti dilakukan satu hari sebelum peristiwa itu terjadi karena istri saya sering melihat PRT itu keluar-masuk dari depan komplek, mungkin barang-barang curian itu diserahkan ke kenalannya yang menggunya di depan karena ketika digeledah polisi pada hari kedua, tidak ditemukan barang-barang berharga yang disembunyikannya.

Cerita ini bisa merupakan cerita kriminal belaka, namun, kehebatan akting dan ketenangan si pelaku dalam berperilaku dan berkata-kata, mengaitkan orang dengan organisasi yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, yaitu NII.

 

 

21 April, 2011

Waspadai Gerakan Illuminati

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 7:00 pm

ILLUMINATI

Illuminati adalah sebuah persaudaraan kuno yang pernah ada dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang walaupun tidak ada bukti–bukti nyata keberadaan persaudaraan ini sampai saat ini. Illuminati berarti Pencerahan Baru. Para penganut Illuminati disebut Illuminatus yang berarti Yang Tercerahkan. Illuminati sebelumnya bernama Perfectibilists didirikan oleh Adam Weishaupt (1748-1811) seorang keturunan Yahudi yang lahir dan besar di Ingolstadt, memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang Jesuit yang lalu menjadi seorang pendeta Katolik dan selanjutnya mengorganisasi House of Rothschild. Illuminatus adalah orang – orang yang mencari jawaban apa yang disebut agama sebagai misteri Tuhan. Menurut mereka dengan ilmu pengetahuan tidak ada lagi misteri Tuhan, semua ada jawabannya. Salah seorang Illuminatus yang terkenal adalah Galilei Galileo seorang ahli antropologi yang terpaksa harus dihukum rumah seumur hidup oleh gereja akibat membuat pernyataan bahwa pusat alam semesta yang bukan bumi adalah matahari. Pernyataan tersebut dianggap menyinggung gereja karena secara tidak langsung menyatakan bahwa Tuhan dengan sengaja menempatkan pusat kehidupan di planet lain. Sejak saat itu illuminatus diburu oleh para kaum gereja. Mereka diburu dan diberi stamp salib di dada mereka baru kemudian dibunuh. Illuminati kemudian bergerak dari bawah tanah sebagai sebuah kelompok rahasia yang paling dicari oleh gereja. Para illuminatus yang melarikan diri kemudian bertemu dengan kelompok rahasia lainnya yaitu kelompok ahli batu yang bernama Freemasonry atau lebih sering disebut sebagai kelompok Mason.

Sejak bergabung dengan kelompok Freemasonry, illuminati menjadi semakin kuat karena dibantu oleh jaringan kelompok Freemasonry yang sepertinya tidak menyadari telah dijadikan alat transportasi aman oleh illuminati. Illuminati terus diburu oleh gereja. Mereka dicap sebagai penganut paham Luciferian Conspiracy. Lucifer sering dikaitkan dengan setan. Sehingga illuminati juga disebut sebagai kelompok saithan. Sebutan ini menjadi asal kata satan dalam bahasa Inggris yang berarti setan. Walaupun demikian mereka bukanlah pemuja setan, hal tersebut hanya propaganda gereja kepada Illuminati agar mereka semakin diyakini sebagai musuh masyarakat.

Sejak 1782 gerakan Illuminati menyebar dari Denmark sampai ke Portugal, bahkan lebih jauh lagi. Orang-orang Inggris yang terilluminasi bergabung dengan orang-orang Amerika membangun Loji Columbia di kota New York pada tahun yang sama. Seorang bangsawan muda Rusia, Alexander Radischev, bergabung di Leipzieg, dan menyebarkan doktrinnya ke kampung halamannya di St. Petersburg. Di Lisabon seorang penyair bernama Claudio Manuel da Costa menjadi anggota, dan ketika hijrah ke Brazil ia mendirikan sebuah cabang dengan dibantu dua orang dokter dari Ouro Preto, Domingos Vidal Barbarosa dan Jose Alvares Maciel. Pada tahun 1788 trio ini melancarkan pemberontakan Illuminati yang pertama, Inconfidencia Mineira, tetapi pemberontakan itu ditumpas ketika baru saja berputik oleh raja muda Marquis de Barbacena.

Johann Adam Weishaupt (Ingolstadt, 6 Februari 1748 – Gotha, 18 November 1830) adalah seorang Jerman, pendiri Ordo Illuminati. Walaupun dibesarkan di lingkungan Yesuit, pada akhirnya ia menyimpang dari ajaran ordo tersebut dan pada 1 Mei 1776, dengan bantuan Adolph Freiherr Knigge, ia mendirikan suatu ordo baru “Order of Perfectibilists” yang selanjutnya dikenal dengan nama Illuminati. Ordo ini memiliki misi untuk menghapuskan semua pemerintahan monarki dan agama. Adam Weishaupt adalah sosok manusia yang paling dikenal di kalangan zionis dan freemason. Tidak ada revolusi apa pun pada abad ini kecuali dihubungkan dengan nama dan cita-citanya. Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik Rusia; selalu berakhir pada mata rantai pemikiran dan strategi brilian dari pemikirannya.

Pada awalnya, dia adalah seorang pastor Katolik yang kemudian membelot menjadi pelopor yang paling gigih dalam menentang agama Kristen serta agama lainnya. Gerakan rahasia Iluminati berkembang dengan jaringan yang “menggurita” dikarenakan dukungan dari keluarga Rothchild. Meyer Amschel Rothchild (1743-1812) merupakan tokoh perbankan yang sangat dominan di Jerman dan disebut sebagai dinasti, karena keturunannya memegang jaringan kerajaan dunia perbankan di Eropa dengan ambisi- ambisinya untuk menguasai perekonomian dunia. Salah satu ucapan Rothchild yang terkenal adalah:

“Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu bangsa, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa (give me control over a nations economic, and I don’t care who writes its laws).”

Motto Rothchild ini memberikan kekuatan serta dorongan seluruh anggota Iluminati untuk tidak melewatkan segala aspek yang menggiring mereka pada diktator ekonomi yang mampu menguasai dan mengendalikan pemerintahan di pelosok dunia. Bahkan, salah satu Presiden Amerika ke-20, yaitu [[James Abram Garfield]] yang juga anggota Iluminati berkata:

“Barangsiapa mengendalikan uang atau perekonomian suatu bangsa, maka ia akan menguasai bangsa tersebut (whomever that control the money or economic of nation, they would control the nation too).”

Adam Weishaupt juga seorang Jesuit, profesor di bidang hukum dan mengajar di Universitas Ingoldstadt, Bavaria, Jerman, sampai tahun 1770. Kekecewaan dirinya terhadap dogma-dogma Kristen Katolik menyebabkan dirinya keluar dari jabatannya sebagai pastor dan mulai mengabdikan diri pada gerakan zionis untuk mendirikan satu pemerintahan dunia (one world government) yang dipercaya akan menegakkan martabat manusia dengan menghapuskan agama di muka bumi, kecuali paham setan (abolition of all religion, except satanism).

Jabatannya sebagai pastor dan Jesuit ditinggalkannya karena merasa bertentangan dengan pemikirannya yang bersifat kosmopolitan dan universalitas. Hal ini merupakan awal dari terbentuknya ordo Iluminasi. Dikatakan oleh Albert G. Mackey:

“Weishaupt yang berpandangan kosmopolitan yang mengetahui ajaran tahayul para pastor yang sewenang-wenang di bidang hukum, telah mendirikan partai oposisi di Universitas. Ini adalah awal rencana Iluminasi atau ‘penerangan’. (Weishaupt whose views were cosmopolitan and who new condemned the bigotry and supertision of the priest, established opposing party in the university. This is the beginning of the order of Illuminati or the enlightened).”

Setelah keluar dari gereja Katolik, gereja mengklaim dia mendirikan jaringan konspirasi baru yang disebut dengan Luciferian Conspiracy serta Gereja Setan (The Synagogue of Satan). Ditambahkan menurutnya, setan bukanlah makhluk yang hina, melainkan kekuatan yang melambangkan kejujuran, keberanian, dan kebebasan. Setan sebagai makhluk telah mendapatkan pengampunan Tuhan dan sebagai bukti penebusannya setan ingin menyelamatkan manusia. Ajaran ini ditanamkan kepada para anggota Iluminasi bahwa paham Satanism merupakan bentuk evolusi kemanusiaan, lambang kebebasan manusia, dan mencakup jaringan denyut kehidupan dunia secara global (Satanism is about the evolution of humanity and the promotion of freedom on individual and global scales). Banyak yang menganggap ini hanyalah propaganda gereja kepada kaum illuminasi

Selama lima tahun dia menyusun buku yang berjudul [[The Novus Ordo Seclorum]] yang berisi konsep-konsep, doktrin, serta teori tentang pemerintahan global. Buku tersebut selesai pada tanggal 1 Mei 1776. Sebagai penghormatan terhadap dirinya, tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari perayaan Komunis di seluruh dunia. Menurut Myron Pagan, langkah-langkah strategis yang ditulis Weishaupt untuk mewujudkan ambisinya tersebut antara lain, sebagai berikut.

l. Iluminati harus menguasai para pejabat tinggi pemerintahan dari beberapa tingkatan jabatan, bila perlu dilakukan cara-cara kotor dengan menyogok, baik dengan uang maupun perempuan. (Monetary and sex bribery was to used to obtain control of men already in high places in the various levels of all governments and other field of endeavor).

2. Iluminati melakukan perekrutan terhadap aktivis mahasiswa yang potensial, yang mempunyai bakat dan dari keturunan yang unggul untuk dilatih sebagai anggata Iluminasi yang prospektif di masa depan. (The Illuminati who were on the faculty of colleges and universities were to cultivate students processing exceptional mental ability and who belong to well-bred families with international leanings and recommend them for special training in internationalism).

3. Mereka yang sudah terperangkap dalam jaringan Iluminasi, termasuk mahasiswa yang telah dilatih dan diberikan pengetahuan khusus tentang dunia internasional, serta cita-cita Iluminasi akan dijadikannya sebagai agen Iluminati di beberapa negara dan ditempatkan sebagai staf ahli atau spesialis yang mendampingi pejabat kunci pemerintah. (All influential people who were trapped to come under the control of Illuminati, plus the students who had been specially educated and trained, were to be used as agents and placed behind the scenes of all governments as experts and specialist).

4. Iluminati akan menguasai seluruh saluran media massa, baik media elektronik maupun cetak, memiliki dan mengontrolnya pemerintah sedemikian rupa sebagai satu-satunya solusi sehingga mampu membentuk opini publik. (They were to obtain absolute control of the press so that all news and information could be slanted to convince the masses that a one word government is the only solution to our many and varied problems. They were also to own and control all the national radio and TV channels).

Misi utama dari Illuminati di bawah Weishaupt adalah untuk membentuk realm dunia yang disebut New World Order melalui supremasi sains, teknologi, bisnis, penghapusan semua sistem pemerintahan feodal dan agama di dunia.

1. Mendirikian Sebuah Pemerintahan Dunia Tata Dunia Baru dengan menyatukan gereja dan sistem moneter di bawah pengaturan mereka. Gereja pertama dibangun pada tahun 1920-an dan 1930-an. Mereka menyadari akan perlunya kepercayaan religi yang melekat dalam diri manusia, yang pada gilirannya akan dijadikan sebagai alat untuk mencapai target dari tujuannya, oleh karena itu mereka membangun sebuah majelis “gereja” untuk mengarahkan kepercayaan umat manusia ke arah yang diinginkan, sesuai dengan tujuan mereka.

2. Menyempurnakan perusakan secara keseluruhan identitas nasional semua bangsa, sebagai konsideran utama jika konsep Sebuah Pemerintahan Dunia berhasil dilaksanakan.

3. Melakukan penyempurnaan perusakan semua agama dan terutama agama Kristen, dengan sebuah pengecualian sebuah agama yang boleh eksis, yaitu agama hasil ciptaan mereka, seperti yang disebutkan di atas.

4. Menyempurnakan kemampuan alat kontrol setiap manusia melalui pengendalian pikiran (mind control) dan tekonotronik (techonotronic) sebagaimana disebut oleh Zbignew Brzezinksi, yang akan menciptakan sebuah robot seperti manusia dan sebuah sistem teror yang akan membuat Felix Dzerzinhski’s Red Terror terlihat seperti anak-anak yang sedang bermain.

5. Menyempurnakan akhir dari semua industrialisasi dan produksi nulkir yang menghasilkan tenaga listrik, yang mereka sebut dengan “the post-industrial zero-growth society”/masyarakat ….. . Kecuali komputer dan jasa industri. Industri-industri AS yang tersisa akan dipindahkan ke negara lain, seperti Meksiko yang terdapat tenaga kerja budak yang berlimpah-limpah. Seperti yang telah kita lihat pada tahun 1993 ini telah menjadi sebuah kenyataan melalui jalur North American Free Trade Agreement, dikenal dengan NAFTA. Orang yang tak memiliki pekerjaan di AS segera sesudah kehancuran industri akan menjadi pencandu opium-heroin atau kokain, atau menjadi statistik dari proses penghapusan “kelebihan penduduk”, yang kita ketahui dengan sebutan Global 2000 Report.

6. Mendorong, dan pada akhirnya melegalisasi penggunaan narkoba/obat-obatan terlarang dan pembuatan pornografi dalam bentuk “seni”, yang akan diterima oleh masyarakat global dan akhirnya menjadi suatu yang biasa.

7. Menyempurnakan depopulasi kota-kota besar menurut uji coba yang dijalankan oleh rezim Pol Pot di Kamboja. Sangatlah menarik untuk mengetahui bahwa rencana-rencana genocide/pembataian dibuat di AS oleh salah satu fondasi penelitian Club of Rome, dan dikepalai oleh Thomas Enders, seorang pegawai ranking atas State Department. Juga sangat menarik bahwa komite kini sedang berkinginan untuk mengembalikan para pembunuh Pol Pot ke Kamboja.

8. Menekan semua perkembangan ilmiah, terkecuali yang dianggap menguntungkan Illuminati. Yang menjadi sasaran khusus ialah energi nuklir untuk tujuan damai. Yang paling dibenci ialah percobaan peleburan/fusion yang kini sedang dicemoohkan dan ditertawakan oleh Illuminati dan JACKAL pressnya. Perkembangan peleburan/fusion torch ini akan memadamkan konsepsi Illuminati mengenai “terbatasnya sumber daya alam”. Sebuah FUSION TORCH, jika digunakan dengan benar, akan menciptakan sumber daya alam yang berlimpah tetapi hingga kini belum dipergunakan, bahkan dari bahan-bahan yang paling biasa. Penggunaan FUSION TORCH banyak sekali dan akan menguntungkan umat manusia dalam segala hal, tetapi fakta ini belum juga sedikitpun diberitahukan kepada maysarakat.

9. Menyebabkan kematian atas tiga milyar orang pada tahun 2050, dengan melalui perang yang dibatasi di negara-negara maju, dan dengan bantuan kelaparan dan berbagai penyakit di negara-negara dunia ketiga, orang-orang yang mereka sebut “useless eater”. Komitee 300 (Illuminati) memerintahkan Cyrus Vance untuk membuat tulisan ilmiah tentang masalah ini mengenai bagaimana cara melakukan pembunuhan massal seperti ini. Tulisan tersebut dibuat dengan judul “Global 2000 Report” dan diterima serta disetujui untuk dilaksanakan oleh mantan Presiden James Earl Carter dan Edwin Muskie, lalu oleh Menteri Negara untuk dan atas nama Pemerintahan AS. Atas persyaratan yang tercantum di Global 2000 Report, populasi AS harus dikurangi hingga 100 juta pada tahun 2050.

10. Untuk melemahkan akhlak bangsa dan untuk mengacaukan pekerja di tingkat buruh dengan menciptakan PHK. Dengan berkurangnya pekerjaan dalam kaitannya dengan aturan pertumbuhan nol industri yang diciptakan oleh Club of Rome, laporan menggambarkan kelak pekerja yang sudah dirusak akhlaknya dan dilemahkan semangatnya akan lari kepada alkohol dan narkoba. Generasi muda akan didorong melalui musik rock dan narkoba untuk memberontak status quo, dengan begitu akan meremehkan dan akhirnya menghancurkan keluarga. Mengenai ini, Komitee memesan Institut Tavistock untuk mempersiapkan sebuah cetak biru, bagaimana cara meraih tujuan mereka. Tavistock mengarahkan Standford Research untuk menjalankan pekerjaan dibawah pengarahan Prof. Willis Harmon. Kerja ini kemudian dikenal dengan “Aquarian Conspiracy”

11. Untuk menjaga orang dimanapun dalam penentuan takdir mereka masing-masing, dengan cara menciptakan krisis yang berkelanjutan lalu “mengatur” krisis tersebut. Ini akan membingungkan dan menghancurkan moral penduduk secara luas dimana mereka dihadapkan dengan terlalu banyak pilihan, dan akan menciptakan suatu skala kelesuan yang amat luas. Dalam kasus di AS, dibuatkan sebuah keagenan Management Crisis, yang disebut dengan Federal Emergency Management Agency (FEMA), yang keberadaanya mulai saya lampirkan pada tahun 1980.

12. Memperkenalkan cara pemujaan baru dan untuk melanjutkan penambahan cara pemujaan yang sudah ada, termasuk musik rock gangster, seperti the Rolling Stones (sebuah group gangster yang dibentuk/FAVORED oleh European Black Nobility), dan semua group ciptaan Tavistock yang diawali oleh the Beatles.

13. Meneruskan pembangunan cara pemujaan Fundamentalisme Kristen dimulai oleh Darby, seorang pelayan British East India Company, yang akan disalahgunakan untuk memperkuat ZIONIST STATE Israel dengan mengidentifikasi bangsa Yahudi melalui mitos “Orang-orang pilihan Tuhan”, dan dengan menyumbang banyak uang, yang mereka percayai mereka menyumbang untuk alasan religi demi kemajuan umat Kristen.

14. Menekan penyebaran cara pemujaan keagamaan, seperti Persaudaraan Muslim, Fundamentalisme Muslim, THE SIKHS dan untuk menyelesaikan eksperimen tipe pengendalian pikiran Jim Jones dan “Anak Sam”. Sangat berharga untuk diketahui bahwa Khomeini merupakan ciptaan dari Inteligensi Militer Inggris Divisi 6, M16 terbaru. Pekerjaan rinci ini menunjukkan proses tahap demi tahap dimana Pemerinthan AS menerapkan untuk menempatkan Khomeini pada kekuasaan.

15. Mengekspor gagasan “liberalisasi religius” ke seluruh dunia juga untuk mengikis semua agama yang ada, tetapi lebih khususnya tertuju pada agama Kristen. Ini dimulai dengan “Theologi Liberalisasi Jesuit”, yang mangakhiri kekuasaan Keluarga Somoza di Nicaragua, dan kini sedang menghancurkan El Salvador, kini memasuki “perang saudara” tahun ke-25. Costa Rica dan Honduras juga dilibatkan dalam aktifitas revolusi, yang dihasut oleh Jesuit. Satu kesatuan sangat aktif dalam liberalisasi teologi ialah Misi Komunis Mary Knoll. Ini melibatkan perhatian media yang luas atas pembunuhan empat dari yang disebut “biarawati” Mary Knoll di El Savador beberapa tahun lalu. Empat biarawati iti merupakan agen Komunis subversif dan kegiatan mereka secara luas didokumentasikan oleh Pemerintah El Savador. Media massa AS dan media baru/new media menolak memberi pemeberitaan mengenai pendokumentasian massal yang dimiliki oleh Pemerintah El Savador, yang membuktikan apa yang dilakukan para biarawati Misi Mary Knoll di negara tersebut. Mary Knoll bekerja untuk banyak negara dan ditempatkan untuk memimpin peran utama dalam membawa Komunisme ke Rhodesia, Mozambik, Angola dan Afrika Selatan.

16. Menyebabkan keruntuhan ekonomi dunia dan menimbulkan kekacauan politik secara total.

17. Mengambil alih kekuassan atas semua kebijaksanaan dalam maupun luar negeri AS.

18. Memberikan dukungan penuh terhadap institusi supranasional seperti United Nations (PBB), IMF, Bank of International Settlements, Mahkamah Internasional dan sebisanya membuat institusi lokal menjadi kurang efektif, dengan perlahan-lahan menghapusnya atau membawa mereka ke dalam PBB.

19. Menyusup dan menumbangkan semua pemerintahan, dan bekerja dari dalam untuk menghancurkan integritas kedaulatan bangsa-bangsa yang merepresentasikan mereka.

20. Mengatur aparat teroris dunia dan untuk bernegoisasi dengan teroris kapanpun terjadi tindak terorisme. Perlu diingat bahwa Bettino Craxi-lah yang membujuk/meyakinkan Pemerintah Itali dan AS untuk bernegoisasi dengan penculik Perdana Menteri Moro dan Jendral Dozier, Red Brigades. Disamping itu, Dozier diperintahkan untuk tidak mengatakan apapun mengenai apa yang terjadi padanya. Jika suatu saat ia melanggar perintah tersebut, Henry Kissinger akan membuat ia mengalami apa yang dialami oleh Aldo Moro, Ali Bhutto dan Jenderal Zia ul Haq.

21. Mengambil alih kontrol pendidikan di Amerika dengan maksud dan tujuan untuk sepenuhnya menghancurkannya. Pada tahun 1993, kekuatan penuh efek dari peraturan ini menjadi kenyataan, dan akan menjadi lebih merusak lagi dengan adanya pengajaran “Outcome Based Education” (OBE) pada sekolah dasar .

Tapi di Indonesia, saya yakin gerakan illuminasi tidak akan berkembang sama sekali karena bangsa Indonesia sangat religius. Insya Allah.

http://indonesiaunderground.wordpress.com/2008/09/08/apa-itu-illuminati/

http://www.akhirzaman.info/secret-societies/komitee300/66-target-illuminati-dan-komite-300.html

18 April, 2011

Sudah Merupakan Keyakinan, Mau Apa ?

Filed under: Blogroll — Bambang Wahyudi @ 9:52 pm

SUDAH MERUPAKAN KEYAKINAN, MAU APA ??

Menjelang Ujian Nasional (UN) 2011 yang dimulai pada Senin, 18 April 2011, para siswa dan guru (termasuk Kepala Sekolah) beramai-ramai menggelar istighosah, doa bersama, bahkan sampai memohon berkah di kuburan-kuburan keramat seperti di kuburan Gus Dur. Tujuannya agar mereka dapat melaksanakan dan mengikuti UN dengan lancar dan sukses.

Bagi sebagian orang, hal itu sangat “tidak masuk akal” karena “jika ingin pandai, ya belajar” atau “jika ingin pelaksanaannya sukses ya bekerja secara optimal,” karena “apa yang bisa dilakukan oleh orang yang sudah meninggal ?.”

Yah, inilah Indonesia. Silakan saja bagi yang pro, dan silakan saja bagi yang tidak suka. Yang penting, yang tidak suka tidak usah sampai menyalahkan apalagi sampai berkata “itu musyrik.” Yang pro, tidak usah sampai memaksa yang tidak pro. Peace ah !

Next Page »

Powered by WordPress

Cannot create QuickStats table. Database user does not have CREATE priviledge.