Kemarin ada pemberitahuan dari Biro Administrasi Umum-UG tentang pendistribusian UG Smart Card kepada dosen. Kartu tersebut bersifat multi fungsi, yaitu sebagai kartu pegawai, kartu ATM, dan dapat dimanfaatkan sebagai uang elektronik (electronic money) yang bersifat micro payment. Kok agak-agak bingung ya
Apakah yang dimaksud dengan uang elektronik itu sama dengan kartu ATM itu sendiri ? Ternyata bukan. Akses ke ATM menggunakan magnetic-strip yang ada di belakang, sedangkan uang elektroniknya menggunakan chip yang ada dibagian depan kartu.
Pagi-pagi dah nongkrong di salah satu bank. Sambil ngantri penggantian buku tabungan, mata jelalatan kesana-kemari. Akhirnya pandangan mata pun terhenti pada papan pengumuman. Ada dua buah papan pengumuman. Terpaksa mata kanan ke info bunga bank konvensional, mata kiri ke info nisbah dan bagi hasil bank syariah
Ternyata info itu cukup menarik, namun tetap sesuai dengan perkiraan sih. Kita lihat perbandingannya. Mudah-mudahan mata kanan dan mata kiri saya bisa bekerja dengan sinkron hehehe
Teman-teman yang kebetulan namanya mirip nama teroris jangan kaget dan marah-marah ya apabila harus mengikuti prosedur yang tidak biasanya ketika membuka rekening di bank. Jika akhirnya harus mengalaminya, jangan pula marah-marah kepada orang tua kita atau orang yang telah memberikan nama
Jika memang anda bukan teroris, tidak akan diapa-apakan kok
Paling namanya dimasukkan ke daftar nasabah yang memperoleh “perlakuan khusus” gara-gara kesamaan namanya saja hehehe
Sudah lama tidak mengikuti “tumbuh-kembang” dari BI-RTGS nih. Jangan-jangan dia sudah semakin gede ya sekarang. Penampakkan BI-RTGS sebelumnya pernah diceritakan di sini. Dua tahun yang lalu BI-RTGS sudah dikenal oleh 148 “penggemarnya” yang terdiri atas 125 bank konvensional, 21 bank syariah/UUS dan dua pengguna non-bank. Wah sudah cukup ngetop sih. Namun kira-kira saat ini sudah seperti apa ya? Yuk kita tengok sebentar. Biar enggak pangling pas ketemu doi di jalan
Total aset bank umum berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia untuk edisi April 2009 adalah sebesar Rp 2327 Triliun. Urutan lima besar bank umum berdasarkan aset adalah Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, dan Danamon. Dua bank swasta nasional vs 3 bank pelat merah
Total aset 5 bank besar tersebut adalah 1122 Triliun atau 47,8 persen. Jika ranking diperluas menjadi top ten maka total aset dari 10 bank besar di Indonesia adalah sebesar 1424 Triliun atau menguasai 61,16 persen dari total aset bank umum. Padahal jumlah bank umum di Indonesia sampai April 2009 adalah sebanyak 122 bank umum. Apakah struktur pasar tersebut bisa mengganggu persaingan sehat ? Yuk kita ulas sekilas, syukur-syukur sih ada teman-teman yang mau melakukan risetnya:)
Siapa tahu teman-teman tertarik untuk mengikuti lomba ini. Hadiahnya sangat menarik lho. Total hadiahnya senilai Rp 100 juta rupiah, ditambah trofi dan sertifikat. Hadiah untuk juara pertamanya aja senilai Rp 40 juta. Jadi inget pengalaman mengikuti lomba-lomba BI sebelumnya
Yuk, teman-teman kita berdayakan grup riset terkait untuk menghadapi tantangan ini. Siapa tahu kita bisa berdiskusi dan melakukan riset bersama-sama
Batas akhirnya lumayan masih lama yaitu paling lambat 14 September 2009. Berikut kutipan sebagian pengumumannya:
Salah satu tugas pokok BI adalah menjaga dan memelihara sistem pembayaran. Rincian tugas pokok tersebut diantaranya adalah menerbitkan dan mengedarkan uang. Bisa enggak ya BI seenaknya menerbitkan uang ? Jika bisa seperti itu berarti uang di BI banyak banget ya
Tulisan kali ini akan mencoba melihat laporan keuangan Bank Indonesia, yang secara periodik dilaporkan ke DPR. Yuk kita lihat sama-sama